7 Strategi Scale Up yang Bisa Diterapkan dalam Bisnis

Share this Post

scale up
Table of Contents

Dalam bisnis startup, ada istilah yang disebut sebagai scale up.

Dikutip dari Tech Nation, scale up adalah fase pertumbuhan perusahaan yang berbeda.

Itu artinya, perusahaan telah mencapai banyak hal, memiliki beberapa kesuksesan yang mengesankan, dan siap untuk berkembang ke tingkat berikutnya.

Jadi, scale up pada dasarnya adalah perusahaan dengan pertumbuhan tinggi.

Menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), perusahaan scale up didefinisikan sebagai perusahaan yang telah mencapai pertumbuhan 20% atau menunjukkan kinerja lebih baik dari pergantian tahun ke tahun selama setidaknya 2 tahun, dan memiliki jumlah karyawan minimal 10 pada awal periode pengamatan.

Setelah berkembang ke ukuran tertentu, scale up siap untuk meningkatkan skala dan mengembangkan perusahaan mereka secara signifikan.

Baca Juga: 6 Strategi Market Penetration agar Bisnismu Sukses

Strategi Scale Up Usaha

strategi scale up
(Foto strategi scale up pengusaha. Sumber: Pexels.com)

Lantas, bagaimana cara meningkatkan skala bisnis? Berikut strategi scale up yang bisa kamu terapkan dalam berbisnis:

1. Lakukan Evaluasi dan Buat Rencana

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk scale up bisnis, yakni dengan melakukan evaluasi usaha dan segera buat rencana.

Coba lakukan analisis untuk melihat apakah bisnis kamu benar-benar siap untuk berkembang ke arah yang lebih besar.

Dengan mengetahui posisi bisnis kamu saat ini, kamu pun akan tahu bagaimana cara yang tepat untuk membantumu menuju posisi yang lebih baik.

Apabila sudah yakin untuk berkembang, buat dahulu rencana bisnis seperti apa yang sesuai dengan kondisi usahamu.

Perencanaan bisnis tidak hanya dibutuhkan sebelum membangun usaha. Ketika kamu ingin mengembangkan bisnis, kamu juga membutuhkan perencanaan yang matang.

Jadi, proses untuk mencapai tujuan dari perkembangan usaha tersebut bisa dilakukan dengan arahan yang tepat.

Dalam rencana bisnis, tentukan strategi apa yang paling tepat untuk mengembangkan usahamu. Untuk membuat strategi bisnis, kamu bisa menentukannya dengan melihat pertumbuhan penjualan secara rinci.

Mulai dari pertumbuhan penjualan berdasarkan jumlah pelanggan baru, jumlah pesanan, dan target pendapatan yang ingin kamu capai.

2. Siapkan Dana yang Cukup

Untuk meningkatkan skala usaha, tentu saja kamu membutuhkan biaya. Jadi, pastikan kamu memiliki dana yang cukup.

Pasalnya, kamu mungkin perlu mempekerjakan karyawan baru, berinvestasi alat atau teknologi baru, hingga penambahan fasilitas yang semuanya membutuhkan biaya.

Coba cek kondisi keuangan bisnis kamu saat ini, apakah memadai? Jika tidak, coba pikirkan bagaimana caranya bagi kamu untuk mendapatkan modal tambahan.

Mungkin kamu bisa mengajukan pinjaman ke bank, mencari investor, capital venture, dana hibah, dan lainnya.

Baca Juga: 7 Tips Membuat Action Plan untuk Bisnis

3. Belajar dari Perusahaan Lain yang Berhasil

scale up
(Foto meeting bersama tim. Sumber: Pexels.com)

Tips lain untuk scale up bisnis kamu menjadi usaha yang semakin berkembang, yakni dengan belajar dari perusahaan lain yang telah berhasil.

Perusahaan lain yang dimaksud adalah perusahaan yang bergerak di bidang sama dengan industri kamu. Ini disebut juga dengan kompetitor.

Jangan menganggap pesaing sebagai sesuatu yang harus dihindari. Jadi, tak ada salahnya untuk belajar dari mereka.

Coba analisis bagaimana cara mereka untuk mencapai kesuksesan. Misalnya, mencari tahu berapa banyak karyawan yang mereka miliki sekarang.

Dengan begitu, kamu dapat memiliki gambaran kasar berapa banyak jumlah karyawan yang akan kamu butuhkan untuk mencapai posisi tersebut.

Coba cari tahu juga bagaimana cara mereka melakukan penjualan. Pahami model bisnis apa yang mereka terapkan. Kamu mungkin bisa menjadikannya referensi dalam menjalani usaha.

4. Pahami Nilai Bisnismu

Hal lain yang penting untuk kamu perhatikan sebelum memutuskan scale up bisnis, yakni memahami nilai bisnismu.

Maksudnya adalah, usahakan untuk mempertahankan nilai usaha kamu dengan memastikan penjualan tetap berjalan dengan baik.

Karena ketika memutuskan untuk scale up, kamu akan difokuskan pada perbaikan dan perkembangan dari segala aspek.

Namun, jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan sehingga menurunkan tingkat penjualan. Jadi, pastikan untuk mempertahankan nilai bisnismu.

Selain itu, fokuslah pada keunggulan dari bisnis kamu untuk mempertahankan nilai. Jangan lakukan hal-hal yang tidak penting dan pastikan semua langkah yang kamu ambil dapat membawamu semakin dengan tujuan utama bisnis kamu.

Baca Juga: 3 Komponen Fraud Triangle dan Penyebab Kecurangan dalam Bisnis

5. Bangun Tim yang Solid

scale up
(Foto: kerja sama tim di perusahaan. Sumber: Pexels.com)

Dalam mengembangkan usaha ke arah yang lebih baik, kamu tidak akan bisa melakukannya sendirian. Dibutuhkan tim yang solid untuk mendukung perkembangan besar.

Jadi, pastikan kamu mempekerjakan karyawan yang paham akan tanggungjawab mereka. Pastikan juga mereka memiliki kinerja yang bagus.

Jangan sampai kamu mempekerjakan karyawan yang salah. Hal ini karena karyawan yang tidak profesional bisa memengaruhi performa karyawan lainnya.

Akibatnya, proses scale up bisnis kamu bisa memiliki berbagai hambatan dan pada akhirnya akan sangat merugikan secara keseluruhan.

Untuk memastikan setiap karyawan bekerja profesional, tetapkan aturan yang jelas sehingga membantu mereka untuk lebih disiplin dalam bekerja.

Selain itu, sebaiknya kamu selalu melibatkan mereka dalam menentukan tujuan dan strategi bisnis. Jadi, proses eksekusi bisnis akan lebih terarah.

Melansir Growth Institute, kamu perlu menginvestasikan waktu dan upaya untuk belajar mengelola tim secara efektif sehingga kamu tidak terlibat dalam tugas yang harus diurus oleh orang lain.

Jangan lupa untuk memberikan motivasi dan penghargaan atas kerja keras yang telah mereka lakukan. Memberikan penghargaan dan pengakuan bisa mendorong karyawan untuk lebih produktif.

6. Identifikasi Masalah dan Hambatan

Dalam proses scale up bisnis, pasti akan ada titik di mana kamu dan tim lain menemukan hambatan. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu melakukan identifikasi masalah dan hambatan sebelum memulai.

Coba cari risiko apa yang akan hadir ketika kamu melakukan penambahan skala bisnis. Meski masalah dan hambatan ini tidak bisa dihindari, setidaknya kamu dan tim akan lebih siap dalam menghadapinya.

Perlu kamu ketahui bahwa ada beberapa faktor yang bisa menggagalkan proses pertumbuhan bisnismu, seperti kurangnya keterampilan kepemimpinan, kurangnya dana, arus kas yang lemah, dan lainnya.

Namun, dengan mengidentifikasi hambatan potensial dapat membantu kamu dalam mengatasi kelemahan dan ancaman yang dapat timbul di masa depan.

Baca Juga: Apa Itu Evaluasi Usaha? Simak Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya

7. Jangan Ragu Minta Bantuan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, proses scale up bisnis bisa saja melelahkan karena adanya banyak hambatan.

Salah satu masalah yang mungkin menghambat proses perkembangan bisnis kamu, yaitu kurangnya karyawan yang terampil.

Oleh sebab itu, jangan ragu untuk meminta bantuan. Merekrut karyawan baru mungkin bukanlah solusi yang absolut.

Jadi, kamu bisa memanfaatkan karyawan freelance atau outsourcing untuk membantu proses pertumbuhan bisnismu.

Dengan begitu, tugas-tugas dalam proses pertumbuhan bisnis dapat ditangani. Kamu juga bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

Itu dia pengertian scale up dalam bisnis beserta tips penerapannya untuk usaha.