3 Komponen Fraud Triangle dan Penyebab Kecurangan dalam Bisnis

Share this Post

Table of Contents

Istilah fraud triangle mungkin masih belum familiar bagi sebagian orang. Namun, dalam bisnis memahami istilah yang satu ini amatlah penting.

Dalam membangun bisnis yang baik dan sehat, kamu harus mampu menciptakan kondisi internal bisnis yang jujur dan kondusif. Setiap pegawai harus mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Segala bentuk kecurangan, penipuan, maupun kebohongan dalam menjalani pekerjaan harus dicegah. Sebab, hal-hal tersebut bisa jadi sumber masalah dan merugikan bisnismu di kemudian hari.

Prinsip kejujuran dan keterbukaan tersebut harus diterapkan sejak awal bisnis berjalan. Tentu harapannya adalah agar prinsip tersebut bisa menjadi kebiasaan dan etos kerja.

Namun, sebagai pebisnis kamu tetap perlu teliti dalam mengawasi kinerja bisnis dan pegawai. Kamu bisa menganalisis kemungkinan terjadinya kecurangan menggunakan teori fraud triangle.

Lantas apa itu fraud triangle dan bagaimana mengatasinya?

Baca Juga: 7 Tips Membuat Action Plan untuk Bisnis

Pengertian Fraud Triangle

fraud triangle
Foto: Ilustrasi Fraud (pexels.com)

Menurut Reciprocity, fraud triangle adalah model yang biasa digunakan dalam audit dengan tujuan untuk mengetahui alasan atau kemungkinan terjadinya penipuan atau kecurangan di tempat kerja.

Biasanya, kecurangan tersebut berkaitan dengan kecurangan dalam laporan keuangan. Fraud triangle atau segitiga kecurangan dapat membantu mengukur potensi kecurangan dalam bisnis.

Seorang pegawai bisa saja melakukan kecurangan, dan setiap kecurangan tersebut pasti didasari oleh kondisi tertentu. Hal inilah yang coba dipecahkan dalam teori fraud triangle.

Terutama, bagi bisnis menengah atau besar yang jumlah karyawannya cukup banyak. Teori ini dikemukakan oleh Donald R. Cressey.

Istilah fraud triangle atau segitiga kecurangan digunakan karena dalam teorinya terdapat tiga komponen yang memengaruhi seseorang untuk berbuat curang.

Baca Juga: Wajib Tahu 5 Tips Ampuh Bisnis Saham, Dijamin Cuan!

Komponen Fraud Triangle

Komponen fraud triangle dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tekanan, peluang, dan pembenaran. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Tekanan atau Pressure

fraud triangle
Foto: Orang Merasa Tertekan (pexels.com)

Komponen pertama dalam fraud triangle adalah adanya tekanan. Tekanan ini bisa juga dikatakan sebagai motivasi atau niat seseorang dalam melakukan kecurangan.

Seseorang dapat terdorong untuk berbuat curang karena masalah keuangan pribadi, seperti hutang, cicilan, tagihan listrik, gaya hidup mewah, dan kebutuhan finansial lain.

Selain itu, dorongan berbuat curang juga bisa disebabkan oleh target kerja yang tidak realistis.

Kondisi ini bisa memicu seseorang untuk melakukan kecurangan, misalnya mengkorupsi dana perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Selain itu, seseorang juga bisa saja memalsukan atau memanipulasi data perusahaan jika merasa target kerjanya tidak realistis.

2. Peluang atau Opportunity

3 Komponen Fraud Triangle dan Penyebab Kecurangan dalam Bisnis
Foto: Dokumen Keuangan (pexels.com)

Menurut Accounting Tools, setelah tekanan atau keinginan berbuat curang muncul, seseorang akan mencoba mencari peluang untuk melakukan kecurangan.

Misalnya, seorang staff akuntan mungkin menyadari bahwa audit keuangan tidak dilakukan setiap hari.

Maka bisa saja ia memanfaatkan peluang tersebut untuk menggelapkan dana perusahaan. Peluang melakukan kecurangan bisa jadi semakin besar jika pengawasan internal perusahaan kurang baik.

Jika seseorang berhasil memanfaatkan satu peluang untuk berbuat curang, maka sangat mungkin Ia mengulanginya lagi di kesempatan berbeda.

3. Pembenaran atau Rasionalisasi

3 Komponen Fraud Triangle dan Penyebab Kecurangan dalam Bisnis
Foto: Orang Menunjukkan Duit (pexels.com)

Dalam melakukan kecurangan, seseorang akan meyakini bahwa kecurangan yang dilakukan lebih penting daripada kemungkinan Ia tertangkap. Ia menganggap bahwa tindakannya tidak akan diketahui oleh siapa pun.

Selain itu, seseorang yang berbuat curang juga mungkin berpikir bahwa kecurangan yang dilakukannya adalah benar. Sebab, ia akan meyakinkan dirinya sendiri untuk mengganti uang yang diambil nantinya.

Fraud triangle dibutuhkan perusahaan dalam menganalisa motif atau kemungkinan terjadinya kecurangan.

Baca Juga: Fanpage Adalah Laman Khusus Bisnis, Berikut Penjelasannya

Jenis-jenis Fraud Traingle

3 Komponen Fraud Triangle dan Penyebab Kecurangan dalam Bisnis
Foto: Wanita Melakukan Fraud (pexels.com)

Sebagai pebisnis, kamu perlu mengatahui apa saja jenis-jenis objek fraud triangle. Tujuannya adalah agar kamu bisa lebih berhati-hati dalam menempatkan pegawai dan melakukan pengawasan.  

Jenis objek fraud triangle dalam bisnis, yaitu:

  • Pencurian data perusahaan yang dijual kepada kompetitor maupun untuk kepentingan pribadi. Data perusahaan ini bisa berupa resep, data pegawai, data keuangan, data konsumen, dan sebagainya.
  • Pemalsuan gaji, biasanya dilakukan dengan memalsukan jam kerja agar pegawai mendapat gaji lebih tinggi, memalsukan nomor rekening, hingga memasukkan data karyawan palsu untuk kepentingan pribadi.
  • Mark up biaya reimbursement perusahaan. Kasus ini biasanya terjadi dengan menaikkan biaya-biaya dalam anggaran proyek, atau meminta kwitansi kosong dari vendor dan menuliskan sendiri biayanya di atas biaya asli.
  • Penyalahgunaan aset perusahaan, misalnya menggunakan kendaraan kantor untuk kepentingan pribadi.
  • Menghilangkan atau memalsukan laporan keuangan periode tertentu agar bisa melakukan tindakan korupsi atau suap.

Setelah mengetahui jenis-jenis objek fraud triangle, tentu kamu juga perlu mengetahui cara-cara yang tepat untuk mengatasinya.

Baca Juga: Apa Fungsi Quality Control Bagi Perusahaan? Ini Penjelasannya

Cara Mengatasi Kecurangan dalam Bisnis

Ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi kecurangan dalam bisnis. Yuk, catat beberapa cara berikut ini!

1. Tingkatkan Pengawasan Internal

3 Komponen Fraud Triangle dan Penyebab Kecurangan dalam Bisnis
Foto: Bertemu Pengacara (pexels.com)

Cara pertama adalah dengan meningkatkan sistem pengawasan internal. Beberapa bidang yang rentan mengalami kecurangan seperti keuangan dan kepegawaian, bisa kamu berikan perhatian khusus.

Misalnya, memperketat jadwal audit dan menggunakan aplikasi untuk mencatat dan melaporkan data secara real time. Dengan begitu, data tak akan bisa dimanipulasi.

Pengawasan internal perlu dievaluasi dalam kurun waktu tertentu untuk mengetahui efektivitasnya.

2. Menanamkan Kode Etik yang Kuat

3 Komponen Fraud Triangle dan Penyebab Kecurangan dalam Bisnis
Foto: Kode Etik (pexels.com)

Cara kedua adalah menanamkan kode etik pegawai yang kuat. Pastikan kamu sudah memiliki aturan dan kode etik yang baik dan diterapkan kepada seluruh pegawai tanpa terkecuali.

Kamu bisa menyertakan sanksi atau hukuman bersamaan dengan pembekalan kode etik. Harapannya adalah agar dapat terbangun kedisiplinan dalam diri setiap pegawai dan menghindari terjadinya tindak kecurangan.

Baca Juga: Kenali Konsep Retargeting Ads, Iklan Penargetan Berulang

3. Menggunakan Aplikasi atau Program untuk Menyimpan Data

3 Komponen Fraud Triangle dan Penyebab Kecurangan dalam Bisnis
Foto: Melakukan Programming (pexels.com)

Cara ketiga untuk menghindari pencurian dan manipulasi data adalah dengan menggunakan sistem database program aplikasi.

Sistem ini menjadikan data perusahaan lebih aman dan terlindungi.

Sebab, untuk mengakses data perusahaan kamu bisa memberikan password dan membatasi siapa saja yang bisa mengakses.

Selain itu, pengawasan juga bisa dilakukan kapan saja dengan menggunakan program. Cara ini bisa memperkecil kemungkinan pemalsuan data.

4. Berikan Reward Kepada Pegawai

3 Komponen Fraud Triangle dan Penyebab Kecurangan dalam Bisnis
Foto: Memberikan Uang (pexels.com)

Cara lainnya adalah dengan menjadikan kedisiplinan, kejujuran, dan keterbukaan sebagai kompetisi antar pegawai. Kamu bisa memilih pegawai terbaik tiap bulannya dan memberikan hadian atau insentif.

Dengan begitu, setiap orang akan berusaha memberikan performa terbaik dan menjauhi segala bentuk kecurangan. Kamu bisa memberikan insentif dalam bentuk uang, barang-barang, maupun tiket liburan.

Penerapan teori fraud triangle penting dalam bisnis, sebab kamu jadi bisa mengetahui kemungkinan terjadinya kecurangan. Kamu juga bisa mengatasinya sedini mungkin.

Kamu juga perlu membangun komunikasi yang baik dengan pegawai dan menciptakan iklim kerja yang kondusif.

Yuk, coba gunakan teori fraud triangle dan tingkatkan pengawasan dalam bisnis agar bisa membangun ekosistem bisnis yang sehat dan transparan.