7 Tips Membuat Action Plan untuk Bisnis

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Dalam berbisnis, penting bagi kamu untuk menyusun rencana atau strategi sehingga bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu perencanaan tersebut bisa kamu tuliskan dalam action plan.

Action plan merupakan sebuah dokumen yang berisi rencana atau langkah-langkah yang harus dilakukan agar kamu bisa mencapai tujuan tertentu.

Tujuan pembuatan action plan adalah untuk mengubah ambisi pengusaha menjadi tindakan nyata sehingga keinginannya terwujud.

Menurut Business Development Bank of Canada, action plan harus dibuat dengan tepat agar proses penerapannya efektif bagi bisnis.

Baik secara individu maupun organisasi, action plan bertindak penting bagi bisnis. Jadi, perencanaan bisnis yang telah diimpikan bisa terwujud berdasarkan pedoman dalam action plan.

Agar kamu dan tim dalam perusahaan bisa terus mengikuti petunjuk yang dijabarkan action plan, dokumen tersebut dapat dicetak lalu ditempel di tempat-tempat strategis di kantor.

Dengan begitu, setiap orang yang berkontribusi di perusahaan bisa terus memerhatikan langkah-langkahnya apakah sudah sesuai dengan tujuan dan panduan bisnis.

Baca Juga: 3 Perbedaan SEO dan SEM Serta Kegunaannya dalam Bisnis

Cara Membuat Action Plan bagi Bisnis

action plan
Foto: Mencatat Rencana (pexels.com)

Lalu, bagaimanakah cara yang tepat dalam membuat action plan untuk sebuah bisnis? Simak tipsnya berikut ini!

1. Ajak Tim untuk Terlibat

Mengingat action plan dibuat sebagai pedoman dalam pelaksanaan rencana bisnis, kamu sebagai pemilik usaha harus mengajak seluruh tim yang berkontribusi di perusahaan.

Libatkanlah semua karyawan sejak awal action plan dibuat. Jadi, tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemilik bisnis saja.

Dengan melibatkan tim untuk menyusun rencana bisnis, siapa pun yang bekerja di perusahaanmu bisa memiliki gambaran saat bertugas.

Mengajak karyawan untuk berpartisipasi dalam pembuatan action plan juga dapat menentukan apakah rencana bisnis yang dibuat bisa berhasil atau tidak.

Hal ini karena mereka lah orang-orang yang mewujudkan rencana tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan.

Kamu atau manager yang terlibat dalam perencanaan strategis bisnis harus bertukar pikiran dengan tim mereka. Baik dalam hal proyek, langkah-langkah spesifik yang harus diambil, serta implementasinya.

Dengan partisipasi tim, kamu bisa memeroleh banyak ide, menyaring dan memilih ide yang paling tepat, dan menentukan langkah agar tujuan benar-benar tercapai.

2. Sosialisasikan dengan Merata

Selain mengajak seluruh tim untuk berpartisipasi dalam penyusunan action plan, kamu juga tetap perlu melakukan sosialisasi pada mereka.

Jelaskan manfaatnya bagi karyawan dan organisasi secara merata. Pastikan semua karyawan mengetahui rencana aksi dan peran mereka dalam mengimplementasikannya.

Jadi, pastikan kamu melakukan hal ini dengan baik agar kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan tertentu bisa sesuai dengan daftar rencana yang telah dibuat.

Meski mungkin beberapa karyawan menolak akan perubahan, tetapi kamu bisa terus meyakinkan mereka melalui sosialisasi ini.

Beritahu mereka tentang rencana dan alasan diterapkannya action plan tersebut hingga para karyawan yakin serta kompak dalam bergerak maju.

3. Buat Rincian dari Setiap Rencana

Dalam mencapai tujuan bisnis tertentu, kamu perlu membuat daftar rencana serinci mungkin.

Kamu dapat menuliskannya dalam dokumen berbentuk spreadsheet dan menjabarkan setiap rencana tersebut.

Dengan arahan yang jelas, kamu dan tim perusahaan pun bisa melakukan tindakan yang sesuai untuk mencapai tujuan bisnis tersebut.

Kamu bisa memulainya dengan menuliskan daftar tindakan yang harus dilakukan, menunjuk penanggungjawab dalam tim sebagai koordinator, dan menentukan jangka waktu sebagai target.

Baca Juga: 7 Tahapan Sales untuk Tingkatkan Bisnismu, Sudah Tahu?

4. Tetapkan Jangka Waktu

action plan
Foto: Hari H Pelaksanaan Action (pexels.com)

Agar kamu dan tim bisa mengukur keberhasilan suatu rencana bisnis, maka penting untuk menetapkan jangka waktu saat membuat action plan.

Secara umum, action plan ini berguna dalam jangka waktu 12 bulan atau 1 tahun. Jadi, kamu perlu menuliskan rencana tindakan apa yang harus dilakukan setiap bulannya sehingga tujuan bisa tercapai sebelum pergantian tahun.

Dengan menentukan jangka waktu yang spesifik, kamu dan tim pun bisa terus bekerja sesuai pedoman action plan. Semua tindakan akan lebih teratur.

5. Alokasikan Sumber Daya dan Dana

Dalam pembuatan action plan untuk bisnis, kamu juga perlu mempertimbangkan alokasi sumber daya manusia maupun dana.

Untuk mewujudkan tujuan bisnis tertentu, maka tidak hanya karyawan yang diperlukan. Dana pun berguna sebagai pendukung.

Jadi, kamu perlu mengalokasikan sumber daya manusia dan keuangan yang sesuai untuk menyelesaikan inisiatif.

Pastikan untuk mendedikasikan cukup waktu, dukungan, pelatihan, dan anggaran.

Kamu bisa mengalokasikan sumber daya manusia dan dana sesuai dengan kemampuan. Namun, tetap dengan target yang realistis, ya.

Jangan sampai, tanggung jawab para karyawan melebihi beban kesanggupan mereka atau upah yang diterima tidak sesuai.

Coba diskusikan hal ini dengan profesional yang paham dengan manajemen sumber daya dan dana. Jadi, kamu bisa bersikap adil dengan tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memerhatikan kesejahteraan karyawan.

6. Lakukan Analisis dan Pengukuran

Sebagai penentu skala keberhasilan rencana yang dibuat, kamu perlu melakukan analisis dan pengukuran secara rutin.

Misalnya, dengan memastikan semua tindakan dalam action plan telah diterapkan sebaik mungkin. Atau mengukur keberhasilan dari jumlah pendapatan apakah sudah sesuai dengan target atau belum.

Dengan begitu, kamu pun bisa mengetahui rencana mana yang berhasil diterapkan dan bagian mana yang perlu perbaikan.

Jadi, lakukan tindak lanjut atas semua tindakan yang telah direncanakan dalam action plan.

Kamu bisa melakukannya dengan cara menjadwalkan rapat bulanan dengan tim. Lalu, melakukan tinjauan lebih mendalam dengan rapat di setiap kuartal.

Rapat bisa membantu kamu dalam mengenali dan memberi penghargaan kepada karyawan atas keberhasilan mereka, mengidentifikasi kesalahan strategi, dan mempelajari alasannya sehingga dapat mengambil tindakan korektif.

Baca Juga: Pengertian dan Peran PPIC dalam Perusahaan

7. Pastikan Berpedoman dengan Rencana

action plan
Foto: Melihat Kembali Alur Perencanaan (pexels.com)

Memang benar bahwa untuk mencapai tujuan harus selalu berpedoman pada rencana yang telah dibuat. Namun, hal ini tergantung pada kondisi atau kenyataan yang sebenarnya.

Apabila ada hal-hal di luar dugaan yang terjadi dan menganggu rencana, kamu bisa meminta pendapat dari tim apakah rencana tersebut perlu diubah atau tetap diimplementasikan.

Jadi, kamu mungkin perlu merevisi tindakan, prioritas, atau bahkan tujuan. Karena bisnis merupakan kegiatan yang penuh dengan trial and error.

Dibutuhkan banyak waktu untuk mencoba agar mencapai tujuan yang sesuai dengan harapan. Jangan takut untuk melakukan perubahan, karena jika tidak begitu kamu tak akan tahu ada hal bermanfaat apa yang bisa diambil.

Meski mungkin awalnya terasa sulit, teruslah bergerak maju dan berusaha saling mendukung dengan semua tim.

Action plan harus selalu diperbaharui. Hindari untuk terus melaksanakan rencana padahal peristiwanya sudah terlewat dan kondisi pasar telah berubah.

Dan saat tahun berakhir, mulailah berbicara kembali dengan tim kamu tentang pengembangan rencana dan tindakan baru untuk 12 bulan ke depan.

Ambilah pelajaran-pelajaran berharga dari action plan sebelumnya. Pertahankan yang ada dan perbaiki yang salah.

Itu dia penjelasan mengenai pentingnya action plan dan tips penerapannya dalam sebuah bisnis. Semoga informasinya bisa membantu kamu dalam menjalani usaha, ya.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X