9 Elemen Scope of Work Influencer yang Perlu Kamu Pahami

Share this Post

Scope of Work Influencer
Table of Contents
shopee pilih lokal

Ketika bekerja sama dengan influencer, kamu perlu memiliki SOW atau scope of work influencer sebagian perjanjian kerjasama dan instruksi kerja.

Setiap bisnis dan pemasaran digital saat ini tak bisa bekerja sendiri. Pasalnya, mencari pelanggan di media sosial memiliki tantangan yang besar.

Semua bisnis, berlomba-lomba mengadakan kampanye dan promosi yang menarik.

Namun, hal tersebut tidak cukup untuk menargetkan pasar yang ideal dan menghasilkan penjualan. Cara terbaik untuk memaksimalkan promosi adalah dengan bekerja sama dengan influencer.

Sebab, setiap influencer memiliki basis pengikutnya sendiri dan biasanya sudah membentuk segmen pasar yang unik.

Sebagai contoh, influencer yang gemar memberikan ulasan makanan tentu memiliki basis pengikut yang terdiri atas oorang-orang yang memiliki minat yang sama terhadap wisata kuliner.

Contoh lain adalah beauty influencer yang tentu memiliki basis pengikut yang berasal dari sesama penggemar kosmetik, make up, dan bauty enthusiast.

Dengan mengetahui influencer yang sesuai, brand tak perlu repot menentukan target pasar.

Brand hanya perlu menjalin kerja sama dengan influencer yang relevan dengan sektor bisnisnya. Namun, kemitraan tersebut harus didasari oleh scope of work influencer yang jelas.

Baca Juga: 10 TikTok Tools Terbaik Untuk Influencer dan Pebisnis

Apa Itu Scope of Work Influencer?

scope of work
Foto: Influencer Fashion (freepik.com)

Menurut Meltwater, 75% tenaga pemasaran menggunakan influencer marketing pada tahun 2015. Sebanyak 84% berencana untuk memasukkannya ke dalam strategi pemasaran di masa ke depan.

Namun, ada sedikit perdebatan mengenai apakah anggaran yang dikeluarkan untuk influencer marketing sepadan dengan pemasukan yang diharapkan?

Untuk mengatasi persoalan tersebut, dibutuhkan identifikasi dan riset yang mendalam untuk memilih influencer yang paling tepat untuk bisnis.

Scope of work influencer dapat bertindak sebagai sebuah brief atau perjanjian kerja sama antara bisnis dengan seorang influencer.

Perjanjian tersebut berisi instruksi, arahan, dan panduan dalam mengerjakan suatu projek bersama.

Bisa dikatakan, scope of work merupakan pondasi awal ketika brand ingin membuat sebuah campaign dan menjalin bekerjasama dengan influencer, artis, maupun tokoh lain.

Scope of work juga harus menjelaskan tugas dan tanggung jawab kedua pihak secara spesifik dan harus mendapatkan persetujuan dari kedua belah pihak.

Hal ini sangat penting untuk menghindari ketidakpastian, masalah, perselisihan, dan ambiguitas. SOW memiliki fungsi yang sama seperti perjanjian kerja atau MoU. 

Selain itu, scope of work juga perlu dibuat dengan mempelajari karakter dari influencerBrand harus dapat influencer yang tepat dan dapat mencerminkan pesan dan tujuan bisnis.

Baca Juga: 6 Keuntungan Macro Influencer untuk Bisnis, Apa Saja?

Elemen Penting Scope of Work Influencer

9 Elemen Scope of Work Influencer yang Perlu Kamu Pahami
Foto: KOL Specialist (freepik.com)

Ada beberapa elemen yang perlu kamu perhatikan dalam menyusun scope of work influencer, yakni:

1. Timeline yang Jelas

Hal pertama yang harus diperhatikan ketika membuat scope of work adalah kejelasan waktu. Termasuk kapan memulai pekerjaan dan kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan.

Penting bagi kedua belah pihak untuk menyepakati kapan pekerjaan dimulai dan tanggal penyelesaian. Jika kamu membayar untuk postingan (endorse) di akun milik influencer, tentukan kapan jadwal postingan tersebut harus ditayangkan.

2. Adanya Target yang Konkret dan Spesifik

Alih-alih pernyataan umum tentang “membuat konten” atau “mempromosikan di media sosial”, ruang lingkup pekerjaan harus mencakup penyampaian spesifik yang harus dihasilkan oleh influencer untuk memenuhi kesepakatan.

Misalnya, “satu artikel blog sepanjang 750-900 kata”, “webinar 1 jam dan slide yang menyertainya”, atau “satu e-book 3.000 kata”.

3. Hak Atas Hasil Karya

9 Elemen Scope of Work Influencer yang Perlu Kamu Pahami
Foto: Hak Cipta (freepik.com)

Penting untuk diperhatikan jika kamu bekerja sama dengan pihak lain untuk membuat sebuah karya digital, seperti artikel, grafis, atau logo.

Bagaimana hak atau lisensi kepemilikan karya tersebut? Apakah kamu memiliki semua haknya atau hanya sebagian.

Kemudian, apakah influncer boleh menggunakan karya yang sama untuk bisnis lain atau dipublikasikan ulang di akunnya sendiri.

Memahami hak atas hasil kerja merupakan hal penting guna menghindari perselisihan dan sengketa.

Baca Juga: 7 Beauty Influencer Terpopuler di Indonesia, Adakah Idolamu?

4. Bentuk Hasil Kerja

Dalam membuat scope of work, sangat penting untuk menjalaskan bagaimana bentuk hasil kerja tersebut akan diterima?

Apakah dalam bentuk file dokumen, pdf, atau diunggah melalui online form? Selain itu, kamu juga perlu membuat kerangka atau panduan penulisan jika berkaitan dengan projek artikel atau copywriting.

5. Pemilik Akses

Ketika menjalin kerjasama dengan influencer, kamu perlu memastikan siapa saja yang memiliki akses terhadap projek yang sedang berjalan. Termasuk siapa yang berhak memodifikasi atau hanya sekedar melihat prosesnya.

Hal ini diperlukan agar kamu bisa melacak siapa saja yang berhak mengerjakan projek dan mengetahui jika terjadi kesalahan atau kekeliruan.

Pemilik akses biasanya berasal dari influencer itu sendiri dan PIC perusahaan yang ditunjuk untuk bekerja sama dengan influencer.

6. Konten Turunan

9 Elemen Scope of Work Influencer yang Perlu Kamu Pahami
Foto: Konten Kreator (freepik.com)

Apakah kamu berencana membuat konten turunan dari karya influencer yang kamu ajak kerjasama?

Misalnya, kamu bekerja sama dengan influencer yang bertugas membuat buku resep. Apakah kamu berencana mengambil sebagian materinya menjadi bahan SlideShare, infografis, dan beberapa posting blog?

Jika iya, maka kamu perlu mencantumkannya di dalam scope of work. Apa saja hak dan kewajiban yang harus dipenuhi jika kamu akan mengembangkan hasil kerja influencer untuk kebutuhan lain di luar kerjasama yang terjalin.

Baca Juga: Perbedaan Buzzer dan Influencer, Apa Saja?

7. Do’s & Don’ts

Do’s and Don’ts berisi hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh kedua pihak, baik influencer maupun bisnis.

Misalnya, influencer tidak boleh membagikan ulang konten yang dibuat dalam kerja sama tersebut di dalam portofolionya. Hal-hal yang tercantum di bagian ini biasanya berisi hak dan ketentuan dari bisnis kepada influencer selama kerjasama berlangsung.

8. Distribusi Konten

Dalam scope of work, kamu perlu menjelaskan platform mana yang harus digunakan oleh influencer untuk mempromosikan konten mereka termasuk jadwal unggahannya.

Apakah kamu mengizinkan adanya duplikat konten di beberapa media sosial? Kamu juga harus menjelaskan dengan spesifik hingga menyertakan hari dan waktu publikasi.

Misalnya, untuk mempromosikan webinar, kamu mungkin memiliki jadwal promosi yang sangat spesifik dan telah disepakati yang intensitasnya akan meningkat semakin mendekati hari pelaksanaan.

9. Key Performance Indicator

9 Elemen Scope of Work Influencer yang Perlu Kamu Pahami
Foto: Key Performance Indicator (freepik.com)
shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Key Performance Indicator (KPI) adalah metrik kerja yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan pekerjaan. Biasanya, KPI ditetapkan untuk proyek, program, atau produk tertentu.

KPI perlu diberlakukan saat menjalin kerjasama dengan influencer. Kamu perlu memiliki target yang spesifik tentang hal apa saja yang ingin kamu capai.

Itulah penjelasan tentang elemen scope of work influencer yang perlu kamu ketahui.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X