Waspada Marketing Myopia dalam Berbisnis, Ini Penyebabnya!

Share this Post

marketing myopia
Table of Contents

Dalam menjalankan bisnis, jangan sampai kamu mengalami marketing myopia.

Menurut MarketSplash, istilah “marketing myopia” pertama kali diciptakan oleh Theodor Levitt dalam makalah pemasaran Harvard Business Review tahun 1960.

Istilah tersebut mengacu pada fenomena perusahaan yang hanya fokus pada keuntungan jangka pendek dengan mengorbankan tujuan jangka panjang. Tentu saja, hal ini bisa membahayakan sebuah bisnis.

Setiap pengusaha bisa saja terperangkap dalam marketing myopia tanpa disadari. Oleh karena itu, kamu sebagai pebisnis perlu hati-hati.

Marketing myopia terjadi ketika sebuah perusahaan hanya terfokus pada penjualan, tanpa riset pemasaran dan tindakan yang tepat.

Yuk, simak penjelasan terkait marketing myopia yang dikutip dari berbagai sumber agar kamu bisa menghindarinya.

Baca Juga: Apa Itu Mass Marketing? Ini 5 Manfaatnya bagi Bisnis

Penyebab Marketing Myopia

penyebab marketing myopia
(Foto mobil warung. Sumber: Unsplash.com)

Ada beberapa penyebab marketing myopia yang perlu kamu waspadai. Dengan mengenali penyebabnya, kamu pun bisa menghindarinya.

1. Tidak Adanya Inovasi

Salah satu penyebab marketing myopia adalah karena perusahaan tidak mau melakukan inovasi pada produk atau layanan yang mereka tawarkan.

Padahal, pasar akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, tren pelanggan juga bisa bergeser. Oleh sebab itu, produk atau layanan perlu menyesuaikan diri.

Jika tidak melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik dengan inovasi, mereka akan tertinggal dan merugi.

2. Kurang Riset dan Selalu Merasa Aman

Penyebab marketing myopia selanjutnya adalah kurangnya riset atau penelitian perusahaan. Padahal, riset merupakan proses penting dalam bisnis.

Melalui riset, perusahaan dapat mengetahui tren pelanggan apa yang sedang berlangsung dan memahami produk atau layanan apa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Selain enggan melakukan riset, perasaan ‘aman’ yang ada dalam benak pengusaha juga bisa menjadi penyebab marketing myopia di masa depan.

Ketika pengusaha merasa bisnisnya berada di puncak kesuksesan, mereka cenderung terlena dan berpikir bahwa akan selalu ada di atas awan.

Padahal, keadaan bisa berbalik kapan saja sehingga kamu tidak boleh cepat merasa puas ketika berbisnis.

Baca Juga: Apa Fungsi Quality Control Bagi Perusahaan? Ini Penjelasanya

3. Hanya Fokus pada Produk, Bukan Pelanggan

Meskipun kualitas produk merupakan hal yang penting bagi sebuah perusahaan, tetapi mereka juga perlu memerhatikan pelanggan.

Jadi, jangan terlalu percaya diri dan berpuas hati ketika produk atau layanan kamu laris manis di pasaran. Coba analisis juga apakah penawaran yang kamu lakukan masih relevan dengan pelanggan.

Untuk memahami keinginan pelanggan, kamu bisa melakukan survei kepada pembeli. Tanyakan seberapa puas produk atau layanan kamu dan cari tahu juga apakah ada kritik dan saran yang bisa dipertimbangkan.

4. Jumlah Produk yang Tak Sesuai Permintaan

Penyebab lain yang bisa mengakibatkan marketing myopia adalah jumlah produksi yang tidak sesuai dengan permintaan pelanggan.

Oleh sebab itu, sebaiknya kamu mempertimbangkan strategi jangka panjang ketika memproduksi barang. Jangan sampai kamu memproduksi barang berlebihan yang pada akhirnya menyebabkan kerugian.

Perlu diingat bahwa permintaan pelanggan bisa berubah kapan saja, maka kamu perlu selalu berhati-hati.

Terutama jika perusahaan kamu memproduksi barang musiman, jenis bisnis seperti ini mungkin hanya akan bertahan 1 tahun.

Ketika tahun berikutnya, kamu mungkin perlu mengubah jadwal dan jumlah produksi untuk menghindari kerugian.

5. Strategi Pemasaran yang Salah

Marketing myopia juga dapat disebabkan oleh strategi pemasaran yang salah. Oleh karena itu, kamu sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu lingkup pemasaran saja.

Saat ini, sudah ada banyak saluran pemasaran yang bisa kamu manfaatkan. Mulai dari media konvensional hingga digital.

Maksimalkanlah keduanya agar kamu bisa menjangkau lebih banyak pelanggan sehingga dapat meningkatkan penjualan.

Baca Juga: 8 Jenis Marketing Objective dan Perbedaannya Dalam Bisnis

Cara Menghindari Marketing Myopia

cara mencegah marketing myopia
(Foto pembeli dan penjual di kasir. Sumber: Unsplash.com)

Jika berhati-hati dalam menjalankan bisnis, kamu dapat menghindari marketing myopia. Bagaimana caranya? Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan agar marketing myopia tidak terjadi.

1. Tentukan Tujuan Jangka Panjang

Marketing myopia terjadi pada perusahaan yang hanya berfokus pada tujuan jangka pendek. Maka, kamu perlu menentukan tujuan jangka panjang untuk menghindarinya.

Dikutip dari Indeed, perencanaan tujuan jangka panjang dapat membantu perusahaan menciptakan strategi pemasaran yang efektif.

Cobalah buat tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Dengan begitu, kamu bisa mengukur keberhasilan yang diperoleh dari rencana pemasaran tersebut.

Kamu pun dapat mengetahui manakah strategi pemasaran yang paling efektif bagi perusahaan. Selain itu, tujuan bisa menjadi panduan bagi kamu agar perusahaan terus berkembang.

Baca Juga: Apa Itu Evaluasi Usaha? Simak Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya

2. Jangan Lupakan Pelanggan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hanya berfokus pada kualitas produk bisa menjadi salah satu penyebab marketing myopia.

Oleh karena itu, jangan pernah melupakan pelanggan saat menjalankan bisnis. Jadi, pertimbangkanlah untuk melibatkan pelanggan dalam strategi pemasaran kamu.

Kamu bisa memulainya dengan berpikir dari sudut pandang pelanggan saat merancang sebuah produk dan membuat strategi pemasaran.

Bisa juga dengan meminta feedback dari pelanggan sehingga kamu dapat mengembangkan produk atau layanan sebaik mungkin dan disukai pelanggan.

Untuk mendapatkan feedback, kamu perlu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan.

Dengan hubungan pelanggan yang positif, kamu pun bisa menciptakan loyalitas pelanggan yang pada akhirnya bermanfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang.

3. Lakukan Riset Pasar

Cara lain yang bisa kamu lakukan untuk menghindari marketing myopia adalah dengan rutin melakukan riset pasar.

Karena seperti yang kamu ketahui, kondisi pasar bisa berubah kapan saja sehingga penting untuk menganalisisnya untuk menjaga bisnis tetap stabil.

Jadi sebelum meluncurkan produk atau layanan baru, pastikan kamu selalu melakukan riset pasar. Dengan begitu, produk atau layanan yang kamu tawarkan sesuai dengan minat calon pelanggan.

Setelah peluncuran produk atau layanan, kamu juga tetap perlu melakukan riset pasar untuk melihat apakah tetap relevan bagi pelanggan.

Pelanggan juga bisa mengalami perubahan sehingga penting bagi perusahaan untuk selalu melakukan riset pasar.

Baca Juga: Kenali 4 Perilaku Konsumen Berikut Agar Bisnismu Makin Untung!

4. Inovasi dan Variasi Produk

Selain memerhatikan pelanggan, melakukan inovasi dan menciptakan variasi produk yang sesuai dengan tren pasar juga bisa mencegah marketing myopia.

Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pelanggan baru dan meningkatkan penjualan produk kepada pelanggan yang sudah ada.

Jadi, jangan ragu untuk meluncurkan produk baru sebagai tambahan produk yang sudah ada saat ini.

5. Sesuaikan dengan Tren Pasar

Agar produk atau layanan perusahaan kamu tetap diminati oleh pelanggan, kamu perlu membuatnya tetap relevan dengan kebutuhan dan tren pasar.

Oleh sebab itu, pastikan untuk selalu up to date dengan kondisi pasar. Jika ada hal yang perlu diperbaiki dalam produk atau layanan kamu, segeralah lakukan inovasi.

Produk atau layanan yang relevan dengan minat dan kebutuhan pelanggan pasti akan memiliki potensi penjualan besar.

Dengan begitu, kamu akan tetap untung dan bisa bertahan di industri.

Baca Juga: 5 Strategi Rebranding Ampuh Agar Bisnis Makin Sukses

Itu dia informasi seputar marketing myopia yang perlu kamu ketahui. Yuk, terapkan tips di atas untuk mencegah kerugian akibat marketing myopia.