Last Mile Delivery: Pengertian, Tips, dan Keunggulannya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Apa itu last mile delivery? Mari kita simak pembahasan mengenai konsep last mile delivery secara lengkap.

Dalam dunia supply chain, terdapat berbagai pihak yang berkontribusi pada prosesnya. Salah satu elemen krusial dalam logistik adalah last mile delivery atau pengiriman “akhir perjalanan.”

Last mile delivery menjadi bagian terpenting dalam manajemen rantai pasok, khususnya dalam proses distribusi barang hingga sampai ke tangan pelanggan.

Ini memiliki dampak signifikan terhadap kepuasan pelanggan.

Apa itu last mile delivery? Artikel ini akan merangkum semua informasi yang perlu kamu ketahui tentang pengiriman last mile, mulai dari definisi, hingga keunggulan dan kelemahannya.

Mari simak penjelasannya secara detail!

Baca Juga: 10+ Cara Mengemas Paket Agar Tetap Aman Sampai Tujuan

Pengertian Last Mile Delivery

Last Mile Delivery: Pengertian, Tips, dan Keunggulannya
Foto: Paket Diterima Oleh Pelanggan (pexels.com)

Last mile delivery adalah bagian akhir dari proses pengiriman, di mana barang dikirimkan dari pusat distribusi atau gudang setempat langsung ke pelanggan akhir.

Secara logistik, last mile delivery memiliki peran signifikan dalam rantai pasokan, seringkali menjadi tahap paling mahal dan memakan waktu paling lama dalam keseluruhan proses pengiriman.

Pengiriman last mile umumnya dilakukan oleh penyedia layanan pengiriman pihak ketiga atau kurir, yang memiliki tanggung jawab mengantarkan barang langsung ke pintu pelanggan.

Ruang lingkupnya dapat mencakup pengiriman ke rumah tangga, lokasi bisnis, atau bahkan tempat kerja pelanggan.

Konsep last mile merujuk pada kenyataan bahwa ini adalah tahap terakhir dalam perjalanan pengiriman, seringkali menjadi tahap yang paling kompleks.

Tantangannya mungkin melibatkan akses sulit, terutama di daerah pedesaan atau terpencil.

Faktor-faktor seperti kemacetan lalu lintas dan penutupan jalan juga dapat menyebabkan keterlambatan, yang menantang bagi kurir untuk memenuhi batas waktu pengiriman.

Penting untuk dicatat bahwa pengiriman last mile memiliki dampak strategis pada rantai pasokan logistik, khususnya dalam konteks pertumbuhan e-commerce yang terus berkembang.

Dengan memahami tantangan dan peluang yang terkait dengan last mile delivery, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk mengoptimalkan proses pengiriman dan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan.

Baca Juga: 4 Cara Cek Resi Pengiriman Dari Luar Negeri, Mudah Kok!

Perkembangan Last Mile Delivery dalam Dunia Logistik

Perkembangan last mile delivery telah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, menurut World Economic Forum perkiraan pertumbuhan last mile delivery mencapai 78% pada tahun 2030.

Hal ini tidak terlepas dari upaya perusahaan logistik untuk meningkatkan efisiensi pengiriman dan memenuhi harapan pelanggan. Beberapa tren kunci yang muncul dalam last mile delivery adalah:

  1. Penerapan Teknologi: Teknologi, seperti sistem GPS dan manajemen rute, telah menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi pengiriman last mile. Inovasi seperti penggunaan drone dan kendaraan otonom juga sedang diuji coba untuk mencari solusi pengiriman yang lebih efisien.
  2. Pengiriman Same Day atau 24 Jam: Banyak perusahaan logistik menawarkan opsi pengiriman pada hari yang sama atau dalam waktu 24 jam guna memenuhi harapan pelanggan akan pengiriman yang lebih cepat. Beberapa bahkan menawarkan layanan pengiriman pada jam yang sama, terutama di daerah perkotaan yang padat.
  3. Fleksibilitas dalam Pilihan Pengiriman: Pelanggan kini memiliki opsi pengiriman yang lebih fleksibel, seperti pengiriman ke kotak pos atau pengambilan barang di toko lokal. Hal ini memberikan fleksibilitas kepada pelanggan untuk mengatur waktu dan lokasi pengiriman sesuai dengan preferensi mereka.
  4. Kesadaran Lingkungan: Perusahaan logistik semakin menyadari dampak lingkungan dari last mile delivery. Mereka berusaha mengurangi jejak karbon dengan mengadopsi kendaraan ramah lingkungan, seperti mobil listrik atau sepeda, untuk pengiriman di wilayah tertentu.

Secara umum, last mile delivery terus berkembang seiring dengan evolusi teknologi dan perubahan kebutuhan konsumen.

Perusahaan logistik yang dapat beradaptasi dengan perubahan ini memiliki keunggulan kompetitif dan dapat memberikan pengalaman pengiriman yang lebih baik kepada pelanggan.

Baca Juga: 5 Tips Kirim Paket Tepat Waktu Untuk Menjaga Kepuasan Konsumen

Keunggulan Last Mile Delivery

Last Mile Delivery: Pengertian, Tips, dan Keunggulannya
Foto: Kurir Sedang Mencatat List Paket (pexels.com)

Tidak hanya dikenal sebagai tahap terakhir dalam rantai pasok logistik, last mile delivery juga mendapatkan popularitas berkat sejumlah keunggulannya. Beberapa keunggulan tersebut meliputi:

1. Peningkatkan Kepuasan Pelanggan

Last mile delivery meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan pengiriman yang lebih cepat dan tepat waktu.

Pelanggan memiliki opsi untuk memilih metode pengiriman yang lebih fleksibel, seperti pengambilan barang di toko terdekat, meningkatkan tingkat kenyamanan mereka.

2. Efisiensi Operasional

Penyelesaian last mile delivery yang efisien membantu perusahaan logistik menghemat biaya dan meningkatkan produktivitas.

Adopsi teknologi seperti GPS dan sistem manajemen rute membantu mengoptimalkan proses pengiriman, mengurangi waktu tempuh, dan meminimalkan biaya.

3. Visibilitas Lebih Baik

Last mile delivery memberikan visibilitas tambahan terhadap status pengiriman dan lokasi pelanggan. Ini membantu perusahaan logistik untuk memantau dan melacak pengiriman secara real-time, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

4. Keberlanjutan Lingkungan

Penggunaan kendaraan ramah lingkungan dalam last mile delivery, seperti mobil listrik atau sepeda, dapat membantu mengurangi emisi dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan.

Inisiatif ini tidak hanya memberikan dampak positif pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan citra perusahaan.

5. Peningkatan Pendapatan

Last mile delivery membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui penawaran layanan pengiriman tambahan, seperti pengiriman pada hari yang sama atau dalam jam tertentu.

Hal ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pelanggan dan merangsang pertumbuhan pendapatan perusahaan logistik.

Last mile delivery tidak hanya memberikan keunggulan operasional bagi perusahaan logistik tetapi juga meningkatkan pengalaman pelanggan.

Dengan pemanfaatan teknologi dan peningkatan layanan, last mile delivery dapat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memenuhi ekspektasi pelanggan.

Baca Juga: Contoh Resi Pengiriman Barang, Ini Dia Manfaatnya!

Apa Saja Tantangan Last Mile Delivery

Last Mile Delivery: Pengertian, Tips, dan Keunggulannya
Foto: Penerimaan Paket dari Kurir ke Pelanggan (pexels.com)

Pengiriman last mile dihadapkan pada sejumlah tantangan yang harus diatasi untuk mencapai efisiensi dan kesuksesan dalam mengantarkan barang ke konsumen akhir.

Beberapa tantangan kunci last mile delivery melibatkan:

1. Kemacetan Lalu Lintas Perkotaan

Proses pengiriman seringkali harus melibatkan rute perkotaan yang penuh dengan kemacetan lalu lintas. Ini dapat menyebabkan keterlambatan dan meningkatkan risiko ketidaktepatan waktu pengiriman.

2. Akses yang Sulit

Beberapa daerah, baik di perkotaan atau pedesaan, mungkin memiliki akses yang sulit seperti jalan sempit, kompleks perumahan yang rumit, atau wilayah terpencil. Ini menambah kompleksitas pengiriman dan memerlukan upaya ekstra untuk mencapai konsumen.

3. Variasi Jumlah Pesanan

Dalam pengiriman e-commerce, jumlah pesanan dapat sangat bervariasi, mulai dari pengiriman tunggal hingga pengiriman dalam jumlah besar. Mengelola variasi ini secara efisien dan memastikan ketepatan pengiriman menjadi tantangan.

4. Penerima Tidak Tersedia

Situasi di mana penerima tidak ada di lokasi pengiriman saat barang tiba sering terjadi. Ini membutuhkan rencana alternatif, seperti pengiriman ulang atau penjadwalan ulang, untuk memastikan paket sampai kepada konsumen.

5. Keamanan Pengiriman

Keamanan paket selama proses pengiriman menjadi perhatian utama. Risiko pencurian atau kerusakan barang selama last mile delivery harus diatasi dengan menggunakan metode pengemasan yang sesuai dan melibatkan kurir yang dapat dipercaya.

6. Ekspektasi Tinggi Pelanggan

Ekspektasi pelanggan terhadap pengiriman yang cepat, akurat, dan memiliki opsi pelacakan yang baik semakin meningkat. Memenuhi ekspektasi ini menjadi tantangan dalam menyediakan pengiriman last mile yang memuaskan pelanggan.

Mengatasi tantangan-tantangan ini memerlukan pemanfaatan teknologi seperti pemetaan rute otomatis, pelacakan real-time, dan analitik data.

Kerja sama dengan penyedia logistik lokal dan penggunaan layanan distributor penyimpanan juga dapat membantu meningkatkan efisiensi last mile delivery.

Baca Juga: Fungsi Formulir Pengiriman Barang Dan Cara Mengisinya

Tips Menerapkan Last Mile Delivery

Last Mile Delivery: Pengertian, Tips, dan Keunggulannya
Foto: Kurir Memberikan Paket ke Pelanggan (pexels.com)

Jika kamu tertarik memulai bisnis pengiriman last mile, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Optimalisasi Rute Pengiriman

Jika kamu berencana memulai bisnis last mile delivery, prioritaskan pencarian rute pengiriman yang efisien dengan minimnya kemacetan lalu lintas.

Hal ini bertujuan untuk mempercepat pengiriman barang ke tujuan. Terkadang, rute terpendek tidak selalu menjadi yang tercepat karena kemungkinan adanya kemacetan.

2. Pemetaan Wilayah Pengiriman

Lakukan pemetaan wilayah pengiriman, identifikasi jalur-jalur yang dapat dilalui oleh kendaraan pengiriman dan kurir.

Lakukan juga pemetaan lokasi atau daerah yang memiliki permintaan tinggi untuk layanan last mile delivery.

Pemetaan ini dapat menjadi rencana alternatif jika terjadi kemacetan di rute utama.

3. Teknologi Prediksi Lalu Lintas

Gunakan teknologi untuk memprediksi kondisi lalu lintas. Proses pemetaan dan perencanaan rute dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi canggih saat ini.

Google Maps dan informasi CCTV pemerintah dapat membantu dalam merencanakan rute pengiriman berdasarkan kondisi lalu lintas aktual.

4. Sistem Pengiriman Dinamis

Terapkan sistem pengiriman dinamis yang menyesuaikan rute berdasarkan permintaan dan prioritas pengiriman.

Misalnya, barang yang memiliki urgensi tinggi akan dikirimkan lebih dahulu sebelum barang lainnya.

Hal ini dapat diterapkan pada pengiriman bahan makanan atau produk yang memerlukan penanganan khusus.

5. Peningkatan Kepatuhan Waktu Pengiriman

Keberhasilan bisnis last mile delivery sangat tergantung pada ketepatan waktu pengiriman.

Tetapkan standar waktu pengiriman yang efisien dan pertahankan konsistensi dalam mencapainya.

Punctuality yang terus dijaga dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi bisnis kamu.

6. Transparansi Informasi untuk Pelanggan

Sebagai penyedia jasa, berikan informasi yang akurat kepada konsumen, termasuk detail bisnis, nomor layanan pelanggan, dan alamat perusahaan.

Konsumen berhak mendapatkan informasi yang jelas terkait bisnis kamu. Hal ini membantu konsumen dalam memberikan pertanyaan atau mengatasi kendala selama proses pengiriman.

7. Sistem Pelacakan Paket Real-time

Pertimbangkan untuk menyediakan nomor pelacakan paket dan informasi pelacakan secara real-time kepada konsumen.

Dalam era digital, fitur pelacakan menjadi penting untuk memantau posisi barang selama pengiriman.

Berikan nomor pelacakan agar konsumen dapat melacak dan memperkirakan kedatangan barang dengan lebih akurat.

Baca Juga: Jam Kerja J&T Express, Berikut Layanan Pengiriman Yang Bisa Kamu Pilih

Itulah penjelasan mengenai last mile delivery yang dapat kamu terapkan demi kesuksesan dalam menjalankan bisnis pengiriman barang.

Bisnis pengiriman mil terakhir menjadi opsi terbaik di tahun ini, mengingat permintaan yang tinggi dari masyarakat.

Jika kamu berminat untuk memulai bisnis last mile delivery, sangat krusial untuk mengikuti panduan-panduan di atas guna memastikan kelancaran bisnis kamu.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X