9 Indikator Kualitas Produk dan Manfaatnya bagi Bisnis

Share this Post

kualitas produk
Table of Contents
shopee pilih lokal

Jika kamu ingin terjun ke dunia bisnis dengan menjual barang, penting untuk selalu memperhatikan kualitas produk.

Setiap pelanggan yang melakukan pembelian tentu saja menginginkan produk berkualitas baik. Oleh sebab itu, menjaga kualitas produk tidak boleh dilewatkan.

Dengan kualitas produk yang baik, kamu bisa mendapatkan kepercayaan dari pelanggan. Mereka yang membeli akan merasa puas dan tak ragu untuk kembali melakukan pembelian di lain waktu.

Tidak hanya produk kamu yang mendapatkan tanggapan positif dari pelanggan, kualitas produk yang baik juga bisa meningkatkan citra dan nilai merek dagangmu.

Jadi, kualitas produk bisa memengaruhi keputusan pembelian dan juga keuntungan usaha kamu.

Baca Juga: Contoh Komplain Pelanggan Dan Tips Mengatasinya

Pengertian Kualitas Produk

pengertian kualitas produk
Foto: Menilai Kualitas Produk (Pexels.com)

Ada berbagai pengertian kualitas produk menurut para ahli. Salah satunya, dijabarkan oleh Philip Kotler dan Amstrong.

Pengertian kualitas produk menurut Philip Kotler dan Amstrong adalah karakteristik produk atau jasa yang tergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau diimplikasikan.

Intinya, kualitas produk merupakan sifat-sifat yang dideskripsikan dari suatu produk dan digunakan untuk memenuhi harapan pelanggan.

Jadi, kualitas produk dapat digunakan untuk mengetahui kadar atau tingkat baik buruknya suatu produk apakah produk tersebut memiliki kemampuan dan kegunaan yang sesuai harapan pelanggan.

Baca Juga: Customer Value, Tingkatkan Nilai Kepuasan Pelanggan Dengan Tips Ini

Indikator Kualitas Produk

indikator kualitas produk
Foto: Catatan Hasil Pemeriksaan Produk (Pexels.com)

Untuk menentukan seberapa baik kualitas suatu produk, tentu saja ada beberapa indikator yang harus dipenuhi.

Kotler dan Keller menyatakan bahwa terdapat sembilan faktor dimensi yang dapat diukur kualitas produk, antara lain:

1. Bentuk (Form)

Produk dapat dibedakan secara jelas dengan yang lainnya berdasarkan bentuk, ukuran, atau struktur fisik produk.

Ini mengacu pada perbedaan visual atau fisik antara produk dengan produk lainnya. Misalnya, dalam industri pakaian, perbedaan dalam bentuk dapat terlihat dari desain atau siluet pakaian.

2. Ciri-ciri Produk (Features)

Karaktersistik sekunder atau perlengkapan yang berguna untuk menambah fungsi dasar yang berkaitan dengan pilihan-pilihan dan pengembangannya.

Ini mencakup karakteristik tambahan atau perlengkapan produk yang meningkatkan fungsionalitasnya. Misalnya, dalam sebuah mobil, fitur-fitur tambahan seperti sistem navigasi atau sunroof dapat menjadi pembeda.

3. Kinerja (Performance)

Berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membeli barang tersebut.

Ini berkaitan dengan seberapa baik produk dapat melakukan fungsi-fungsinya yang mendasar. Dalam elektronik, kinerja produk mungkin diukur dari kecepatan prosesor atau kualitas gambar pada layar.

4. Ketepatan/kesesuaian (Conformance)

Berkaitan dengan tingkat kesesuaian dengan spesifikasi yang ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan.

Kesesuaian mereflesikan derajat ketepatan antara karakteristik desain produk dengan karakteristik kualitas standar yang telah ditetapkan.

5. Ketahanan (Durabillity)

Berkaitan dengan berapa lama suatu produk dapat digunakan. Ini menunjukkan berapa lama produk dapat bertahan atau digunakan sebelum memerlukan penggantian. Misalnya, dalam industri peralatan rumah tangga, ketahanan produk seperti oven atau kulkas sering kali menjadi pertimbangan penting.

6. Kehandalan (Reliabillity)

Berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang berhasil menajalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu pula.

7. Kemudahan Perbaikan (Repairbillity)

Berkaitan dengan kemudahan perbaikan atas produk jika rusak. Idealnya produk akan mudah diperbaiki sendiri oleh pengguna jika rusak.

Produk yang mudah diperbaiki tidak hanya menghemat biaya untuk konsumen tetapi juga memperpanjang umur pakai produk.

8. Gaya (Style)

Penampilan produk atau kesan konsumen terhadap produk. Ini berkaitan dengan estetika atau tampilan visual produk. Produk dengan gaya yang menarik dapat menciptakan daya tarik tambahan bagi konsumen.

9. Desain (Design)

Keseluruhan keistimewaan produk yang akan mempengaruhi penampilan dan fungsi produk terhadap keinginan konsumen.

Mencakup keseluruhan penampilan dan fitur produk yang mempengaruhi kepuasan konsumen. Desain yang baik tidak hanya mempertimbangkan estetika tetapi juga fungsionalitas dan kenyamanan penggunaan.

Baca Juga: 9 Tips Cerdas Tingkatkan Retensi Pelanggan Untuk Bisnis E-Commerce

Manfaat Menjaga Kualitas Produk

manfaat menjaga kualitas produk
Foto: Simbol Rating Produk (Pixabay.com)

Pastinya, sangat penting bagi kamu untuk selalu memertahankan kualitas suatu produk.

Lantas, apa saja ya, manfaat dari menjaga kualitas produk bagi sebuah bisnis? Berikut di antaranya:

1. Membangun Kepercayaan Pelanggan

Apabila produk yang kamu jual memiliki kualitas baik, pelanggan tentu akan merasa senang dan puas saat membelinya.

Tanpa disadari, kepuasan pelanggan karena kualitas barang yang baik ini bisa membangun kepercayaan terhadap bisnismu, lho.

Dikutip dari laman business, sebagian besar bisnis tidak akan berhasil jika mereka tidak dapat membangun kepercayaan pelanggan.

Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk selalu memperhatikan kualitas suatu produk sehingga bisa dipercaya oleh pelanggan.

Dengan memberikan produk berkualitas, kamu akan mendapatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen.

Pada akhirnya itu akan membuatmu memiliki lebih banyak kebebasan untuk membuat keputusan usaha, seperti menaikkan harga.

Jika pelanggan sudah percaya, mereka akan lebih menghargai keputusan bisnismu. Pelanggan juga biasanya akan lebih setia untuk membeli.

Baca Juga: Pelanggan Eksternal Dan Jenis Pelanggan Lain Yang Harus Kamu Ketahui

2. Mendorong Rekomendasi dari Mulut ke Mulut

Ketika pelanggan sudah percaya akan kualitas produk yang kamu jual, mereka pun tidak akan ragu untuk merekomendasikannya kepada orang-orang terdekat.

Secara tidak langsung, menjaga kualitas barang bisa mendorong pemasaran word of mouth sehingga usahamu semakin dikenal banyak orang.

Rekomendasi dari mulut ke mulut dapat menjadi faktor persuasif baik dalam keputusan pembelian online maupun offline. Maka dari itu, kamu tak boleh menyepelekannya.

Word of mouth marketing bahkan dinilai lebih ampuh untuk menghasilkan penjualan.

Sebab, mayoritas orang lebih percaya pada rekomendasi dari orang yang mereka kenal dibanding iklan dari brand itu sendiri.

Semakin tinggi kualitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan kamu, maka semakin besar pula peluang untuk mendapatkan ulasan positif hingga rekomendasi di antara konsumen.

3. Meminimalkan Kritik dan Pengembalian Produk

Ketika barang yang kamu jual sudah memiliki kualitas baik sesuai dengan harapan pelanggan, maka hal ini bisa meminimalkan keluhan atau kritik dari pembeli.

Pelanggan cenderung mendapatkan pengalaman yang positif saat menggunakan produk tersebut. Mereka pun merasa puas terhadap barang yang telah dibeli.

Produk yang terbukti berkualitas juga bisa berfungsi secara maksimal saat digunakan. Oleh sebab itu, kemungkinan pengembalian produk dari pelanggan semakin kecil.

Tentu saja, hal ini merupakan kabar baik bagi kamu sebagai pengusaha. Perusahaan juga akan memiliki citra yang baik karena barang yang dijual benar-benar teruji dan berkualitas.

Ketika pelanggan merasa senang dan puas, kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian berulang pun akan semakin besar.

Baca Juga: Word Of Mouth Marketing Mengandalkan Pengalaman Pelanggan

4. Meningkatkan Keuntungan Usaha

Ketika produkmu yang berkualitas kerap dibicarakan oleh pelanggan dari mulut ke mulut, maka akan lebih banyak lagi pelanggan yang datang untuk melakukan pembelian.

Citra produk dan perusahaan positif juga bisa meningkatkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian.

Pada akhirnya, hal ini bisa meningkatkan keuntungan usaha. Sebagaimana hasil studi yang menunjukkan bahwa, ada hubungan positif yang kuat antara kualitas dan profitabilitas.

Jadi, produk yang memiliki kualitas tinggi dapat menghasilkan laba atas investasi (ROI) yang lebih tinggi untuk setiap pangsa pasar tertentu.

Selain itu, menurut MIT Sloan Management Review, lebih sedikit cacat atau kegagalan di lapangan dapat menghasilkan biaya manufaktur dan layanan yang lebih rendah.

Peningkatan kinerja, fitur, atau dimensi kualitas lainnya juga dapat mengarah pada peningkatan penjualan dan pangsa pasar yang lebih besar.

Apabila kamu telah menghasilkan produk yang berkualitas dan telah memasarkannya secara efektif, kamu mungkin bisa mempertimbangkan untuk memotong biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas.

5. Membuka Peluang untuk Berkembang

Ketika bisnis kamu memiliki citra yang positif di mata pelanggan dan penjualan semakin meningkat, hal ini pun bisa membuka peluang bagi usahamu untuk berkembang.

Setelah menghasilkan produk yang berkualitas, kamu tak boleh langsung berpuas diri. Justru kesuksesan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar usahamu semakin besar.

Misalnya, dengan coba memasuki pasar baru sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.

Baca Juga: 10 Manfaat Kuisioner Kepuasan Pelanggan, Berikut Contohnya

Itu dia informasi seputar kualitas suatu produk yang sangat penting untuk kamu perhatikan saat berbisnis.

Selain memerhatikan kualitas produk yang dijual, penting juga bagi kamu untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

Salah satu bentuk pelayanan yang bisa meningkatkan kepuasan pelanggan, yaitu dengan menyediakan toko online yang mudah diakses. Baik melalui smartphone maupun perangkat elektronik lainnya.

Demikian penjelasan seputar indikator kualitas produk dan tips menjaganya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X