Kiat Memulai Bisnis Jasa Pengiriman untuk Pemula

Share this Post

Table of Contents

Ada banyak kiat memulai bisnis jasa pengiriman, mengingat pesatnya kenaikan volume transaksi jual beli berbasis daring yang turut mendongkrak perkembangan bisnis jasa pengiriman atau ekspedisi.

Menurut data Statista, perusahaan logistik adalah tulang punggung dari transaksi global yang nilainya mencapai 5,7 triliun Euro.

Market size dari bisnis pengiriman global diperkirakan mencapai 8,6 triliun USD di 2022 alias mengalami pertumbuhan pesat setelah sempat negatif di awal pandemi 2020 lalu. 

Dari sudut pandang konsumen, kita bisa melihat dari semakin beragamnya pilihan jasa ekspedisi yang turut memengaruhi persaingan tarif ongkos kirim.

Sama dengan bisnis-bisnis lainnya, perlu komitmen yang kuat untuk menjamin kepuasan konsumen, pun diperlukan proses trust building yang tepat pula di awal pendirian.

Modal yang dibutuhkan pun tidak bisa dibilang sedikit. Namun, bukan berarti mustahil untuk dicoba. 

Berikut beberapa bekal dan kiat memulai bisnis jasa pengiriman yang bisa jadi bahan pertimbanganmu.

Baca Juga: 6 Cara Buat Akun Instagram Bisnis, Bikin Usaha Untung!

Kenali Jenis-Jenis Jasa Pengiriman

kiat memulai bisnis jasa pengiriman
Foto: Tempat Barang di Area Pelabuhan (pexels.com)

Sebelum ke deretan tips memulai bisnis jasa pengiriman, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis jasa pengiriman yang berkembang di dunia. 

1. Ekspedisi Darat 

Ekspedisi darat banyak dipakai untuk pengiriman dalam skala nasional. Umumnya kendaraan yang dipakai adalah motor, mobil atau minibus, dan truk, untuk mengangkut barang dengan ukuran sedang. 

Kiat memulai bisnis jasa pengiriman darat adalah dengan mengenal beberapa tipe dan metode pengiriman yang dipakai sebagai berikut:

  • Ekspres adalah jenis jasa pengiriman darat yang mengutamakan kecepatan kirim, sehingga biasanya digunakan kendaraan-kendaraan kecil. Layanan ini didesain untuk melayani pengiriman barang dengan volume dan jarak terbatas. 
  • Full Truck Load (FTL) merupakan jenis pengiriman yang menawarkan jasa sewa satu truk penuh untuk satu konsumen saja. Ia lebih tepat dipakai untuk transaksi Business-to-Business (B2B)
  • Less Than Truckload (LTL) adalah jenis pengiriman yang paling sering ditawarkan. Layanan pengiriman jenis ini beroperasi dengan cara menyatukan beberapa paket barang dari sejumlah konsumen dalam satu truk hingga muatan maksimal truk terpenuhi. 

2. Ekspedisi Laut 

Ekspedisi laut merupakan sarana pengiriman yang cukup ekonomis. Jenis ini bisa memuat lebih banyak barang dengan jenis, bentuk, dan volume yang beragam.

Kelebihan ekspedisi ini adalah mampu menjangkau jarak yang lebih jauh, sehingga banyak dipakai pelaku ekspor impor. Selain itu, harganya juga lebih murah untuk menempuh jarak antar negara.

Sedangkan kelemahannya adalah durasi pengiriman cenderung lebih lama. Jasa pengiriman jenis ini lebih kompleks dibandingkan yang menggunakan moda transportasi darat.

3. Ekspedisi Udara  

Ekspedisi udara ideal untuk pengiriman yang mengutamakan kecepatan dengan jangkauan wilayah yang lebih luas.

Beberapa air shipping internasional menggunakan maskapai penerbangan untuk memangkas waktu.

Risikonya tarif pengiriman akan cenderung lebih tinggi dan beberapa jenis barang tidak bisa dibawa dengan pesawat. Misalnya yang berjenis aerosol atau cairan tertentu.

Baca Juga: Ini 15+ Usaha yang Jarang tapi Dibutuhkan, Minim Pesaing!

Langkah Memulai Bisnis Jasa Pengiriman

Kiat Memulai Bisnis Jasa Pengiriman untuk Pemula
Foto: Proses Pengangkutan Barang (pexels.com)

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memulai bisnis ini. Berikut kiat memulai bisnis jasa pengiriman yang perlu kamu perhatikan:

1. Buat Rencana dan Skala Bisnis 

Rencana bisnis yang matang adalah hal wajib dalam kiat memulai bisnis jasa pengiriman. Mengingat skala usaha ini cukup besar, modal dan teknis operasionalnya pun tidak bisa dibilang kecil.

Kamu pun harus mencari mitra yang tepat. Untuk mendapatkannya, proposal bisnis wajib dibuat dengan seksama dan menyakinkan.  

2. Modal Awal dan Perlengkapan

Ada beberapa modal awal yang harus disiapkan, seperti membeli armada transportasi, sewa bangunan untuk gudang dan drop-off, perlengkapan kantor, izin operasi dan lisensi, serta biaya operasional lainnya.

Kamu bisa menggunakan skema kemitraan atau pinjaman sesuai dengan situasi dan kemampuan. 

3. Sistem Asuransi dan Jaminan untuk Konsumen

Sangat mustahil melupakan urusan asuransi dan lisensi ketika bicara kiat memulai bisnis jasa pengiriman.

Sebagai pebisnis, asuransi untuk menjamin dan menghindarkan diri dari kerugian akibat keterlambatan pengiriman atau kerusakan paket selama pengiriman adalah hal krusial.

Ada banyak pilihan asuransi yang bisa kamu pilih. Asuransi sangat penting untuk memberikan jaminan serta membangun kepercayaan konsumen.

4. Merekrut Karyawan

Bisnis pengiriman membutuhkan banyak tenaga. Tidak hanya di bagian pengiriman, tetapi juga di proses penerimaan paket atau barang dan penyortiran.

Sangat mustahil memulai bisnis pengiriman tanpa merekrut karyawan.

Untuk prosesnya sendiri, penting bagi pebisnis untuk memastikan pegawai untuk memiliki surat kelakuan baik.

Pengalaman di bidang yang berkaitan juga bisa jadi nilai plus yang menguntungkan perusahaan. Namun, imbangi pula dengan jaminan keselamatan kerja dan upah yang layak. 

Baca Juga: 5 Jasa Pengiriman di Indonesia yang Sering Digunakan

Sediakan Pilihan Layanan yang Beragam 

kiat memulai bisnis jasa pengiriman
Foto: Proses Pengiriman Barang (pexels.com)

Usai menentukan skala dan armada yang kiranya sesuai, kamu bisa mencoba kiat memulai bisnis jasa pengiriman dengan memberikan variasi layanan pengiriman yang beragam.

Dengan begini, konsumen bisa menentukan layanan mana yang paling pas untuk kebutuhannya

1. Pengiriman Standar 

Estimasi durasi yang dibutuhkan untuk pengiriman jenis ini adalah 2-3 hari. Cukup untuk melakukan perjalanan darat dari satu kota ke kota lain dalam satu pulau.

Durasi bisa ditambah menjadi 4-6 hari jika pengiriman dilakukan antar pulau. Tarif untuk layanan ini biasa dihitung dari berat dan volume. 

2. Pengiriman Same Day

Sesuai namanya, paket yang dikirim dengan layanan ini diharapkan bisa tiba di tujuan dalam waktu 12-24 jam setelah paket diterima ekspedisi.

Untuk bisa menikmati fitur ini, ada beberapa ketentuan khusus yang harus ditaati konsumen. Misalnya waktu maksimal reservasi pick-up atau drop-off setiap harinya.

Pengirim diharapkan menyerahkan paket sebelum pukul 12.00-13.00 agar barang bisa sampai tujuan di hari yang sama. Jarak jangkaunya pun umumnya lebih sempit, misal dalam kota. 

3. Overnight Shipping Services 

Layanan ini menjamin barang sampai di keesokan harinya meski pengiriman dilakukan antar kota.

Biasanya jenis barang yang dikirim berupa dokumen penting atau produk-produk dengan masa pakai sebentar macam makanan dan obat.

Layanan ini memerlukan armada khusus yang bisa menjamin tidak ada interupsi dalam proses pengiriman. 

4. Parsel

Layanan jenis ini dibuat untuk memfasilitasi pengiriman barang dengan volume kecil dalam waktu yang singkat. Bisa antar kota maupun dalam kota.

Apabila tertarik menawarkan layanan ini, pihak ekspedisi umumnya memiliki ketentuan pengemasan tersendiri untuk menjamin keamanan selama proses pengiriman. 

5. Kargo 

Kargo ditujukan untuk pengiriman barang dengan massa dan volume yang besar. Misalnya saja perabot atau bahan baku yang dibeli dengan sistem grosir.

Layanan kargo cenderung lebih murah, tetapi konsumen harus memastikan paketnya memenuhi berat minimal, misalnya 5 kilogram.

Di bawah itu, konsumen bisa diarahkan untuk menggunakan layanan reguler atau standar. 

Baca Juga: 4 Contoh Delivery Bagi Bisnis, Mengapa begitu penting?

Membuat Situs yang Kredibel dan Interaktif untuk Konsumen 

Kiat Memulai Bisnis Jasa Pengiriman untuk Pemula
Foto: Proses Infromasi Pengiriman Barang (pexels.com)

Di era digital seperti ini, online presence adalah sebuah keharusan dalam bisnis. Tak terkecuali wajib masuk dalam kiat memulai bisnis jasa pengiriman.

Tidak hanya media sosial, sebuah perusahaan ekspedisi wajib memiliki situs yang kredibel dan interaktif. Kredibel artinya bisa diakses kapan saja tanpa gangguan serta mengadopsi desain yang rapi dan mudah dipahami pengunjung baru. 

Sementara interaktif berarti situs bisa memfasilitasi kebutuhan konsumen. Paling dasar adalah kebutuhan mengecek tarif pengiriman dari kota atau wilayah yang dijangkau perusahaan ekspedisi serta kemudahan untuk mengecek resi atau jejak proses pengiriman barang. 

Mulai dengan Menjadi Agen atau Mitra Dulu 

kiat memulai bisnis jasa pengiriman
Foto: Pengangkutan Barang Siap Kirim (pexels.com)

Peluang memulai bisnis pengiriman memang memiliki prospek yang baik. Namun, tidak semuanya bisa berhasil dan mendulang kepercayaan konsumen.

Bagi pemula yang masih menjajaki potensinya bisa mencoba untuk menjadi mitra atau agen perusahaan ekspedisi lain sebelum membangun bisnis sendiri. 

Dari pengalaman tersebut, kamu bisa belajar banyak hal seperti software yang dipakai, alur kerja, hingga mungkin beberapa masalah yang mungkin dihadapi. 

Baca Juga: 10 Tips Membangun Mental Bisnis Kamu, Ini Langkahnya!

Dengan begitu, kamu bisa mencatat kelemahan dan peluang untuk menjawab permintaan pasar yang belum bisa dipenuhi perusahaan ekspedisi lain alias calon kompetitormu. 

Demikian beberapa kiat memulai bisnis jasa pengiriman yang bisa jadi bahan pertimbangan serta motivasimu.

Memulai bisnis bukanlah hal mudah, diperlukan tenaga ekstra dan komitmen untuk terus belajar dan menantang diri.