7 Kiat Memulai Bisnis Laboratorium Klinik di Era Digital 

Share this Post

kiat bisnis laboratorium klinik
Table of Contents
shopee pilih lokal

Bisnis laboratorium klinik memiliki peluang yang menjanjikan di masa pandemi.

Laboratorium klinik memegang peranan penting dalam menunjang industri pelayanan kesehatan di sebuah wilayah. Tanpanya dokter tidak bisa melakukan diagnosa dan perawatan yang tepat pada pasien.

Mengingat posisinya yang krusial dalam menentukan nasib seorang pasien, sebuah laboratorium harus memenuhi standar dan kualifikasi tertentu. 

Pengujian harus dilakukan dengan tepat dalam waktu yang masuk akal. Lokasi harus representatif, mudah dijangkau, dan tentunya higienis.

Pengelolaan dan pengolahan data juga harus efisien dan kerahasiaannya terjaga dengan benar. Semua ini bukan hal mudah, ada banyak faktor lain yang harus turut diperhatikan. 

Bila tertarik membangun bisnis laboratorium klinik dengan layanan yang mumpuni, berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan dijadikan pertimbangan agar keputusan yang diambil pun matang. 

Baca Juga: 9 Ide Bisnis Kesehatan yang Bisa Dilakukan secara Online

Kiat Memulai Bisnis Laboratorium Klinik

bisnis laboratorium klinik
Foto: Laboratorium (pexels.com)

1. Temukan Peluang dan Tujuanmu

Sebelum memulai bisnis apa pun, sangat penting bagi pebisnis untuk mengetahui peluang dan tujuannya.

Peluang bisnis laboratorium klinik cukup baik, terutama di wilayah-wilayah yang belum atau tidak memiliki laboratorium independen.

Keberadaannya bisa membantu laboratorium pemerintah yang mengalami kelebihan pasien. Tujuan yang benar dan mulia sejak awal bisa jadi suntikan motivasi untuk pebisnis dan timnya bergerak. 

2. Tentukan Moda Layanan yang akan Dipakai

Setelah tahu peluangnya, silakan tentukan moda layanan yang akan dipakai. Kamu bisa membangun laboratorium klinik offline yang melayani pasien di tempat. Bisa mencoba moda online.

Tentunya, jenis layanan akan berbeda. Ada beberapa layanan uji spesimen yang hanya bisa dilakukan di tempat dan dibantu oleh tenaga medis. 

Sementara, spesimen yang bisa diambil sendiri cukup terbatas. Misalnya ada, harus ada jaminan layanan pengiriman yang benar-benar terpercaya dan baik untuk menjaga keutuhan spesimen tersebut.

Moda jarak jauh seperti ini sudah bisa ditemukan di beberapa negara maju, tetapi belum banyak layanan uji spesimen yang bisa dilakukan secara remote atau mandiri di Indonesia. Hal ini bisa jadi tantangan sekaligus peluang untuk bisnis laboratorium klinik di Indonesia. 

3. Pelajari Regulasi yang Berlaku 

Setelah menentukan dua poin di atas, tentu pelaku bisnis harus bisa memahami dan menaati regulasi yang berlaku.

Ini penting mengingat layanan kesehatan menyangkut hajat hidup seseorang sehingga perizinan bisnis laboratorium klinik pun akan lebih kompleks dan ketat.

Silakan baca ketentuannya di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Pusat serta Dinas Kesehatan setempat untuk tahu lebih rinci tentang persyaratan dan berkas yang harus disiapkan untuk pengajuan. 

4. Rekrut Personel yang Memiliki Profisiensi di Bidang Terkait

Laboratorium klinik tidak bisa berjalan dengan sendirinya, perlu tim yang mumpuni untuk mengelola data, melakukan uji dan pengambilan spesimen, menyediakan jasa konsultasi dan diagnosis yang kredibel, melakukan upaya pemasaran, mencari mitra, dan lain sebagainya.

Harus ada keseimbangan antara sektor bisnis dan kesehatan di sini yang tentu membutuhkan tenaga manusia yang kompeten di bidangnya. Caranya tentu melalui rekrutmen yang ketat dan tidak terburu-buru. 

5. Lengkapi dengan Sarana Prasarana yang Memadai 

Sebagai laboratorium, alat kesehatan yang dibutuhkan pun harus benar-benar tersedia dan siap dipakai.

Untuk itu, mencari dan mengamankan kerjasama dengan supplier alat kesehatan dan obat adalah hal wajib saat memulai sebuah bisnis laboratorium klinik. 

Di samping itu, sarana di bidang IT dan teknologi pun harus diperhatikan. Akan ada banyak data yang harus disimpan, dikelola, dan dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan yang benar.

Tentunya tetap dalam koridor etis yang berlaku seperti menjamin keamanan dan kerahasiaan data pasien dengan tidak memperjualbelikannya ke pihak ketiga. 

6. Bekerja Sama dengan Mitra Asuransi Kesehatan

Bisnis laboratorium klinik akan diminati ketika ia terintegrasi dengan asuransi kesehatan. Ini akan memudahkan pasien untuk mengklaim asuransi yang sudah mereka bayarkan secara rutin tiap bulan.

Pun akan meningkatkan minat pasien untuk mengakses layanan di laboratorium yang kamu kelola. Dengan begitu, kamu bisa menarik pasien yang berasuransi maupun tidak sekaligus.

7. Pastikan Bekerja dengan Etika dan Etos yang Tinggi 

Mengingat bisnis ini bersifat menawarkan jasa, etika dan profesionalitas harus jadi prioritas. Memastikan personel atau pegawai yang terlibat bisa melayani pasien dengan efisien, baik dan profesional adalah keharusan.

Untuk itu, regulasi internal yang tegas dan jelas pun harus disusun dan disepakati sejak awal. Misalnya, dengan menekankan adanya sanksi atau teguran bagi pegawai yang melanggar atau bersikap kurang profesional selama bekerja.  

Baca Juga: Tertarik Bisnis Apotek? Berikut 8 Cara Memulainya

Peluang Bisnis Laboratorium Klinik di Era Digital 

bisnis laboratorium klinik
Foto: Menggunakan Alat Laboratorium (pexels.com)

Peluang bisnis laboratorium klinik di era digital masih tinggi. Ini karena masih banyak fasilitas kesehatan yang hanya bisa diakses on-site atau di tempat dan tidak bisa dilakukan melalui koneksi daring.

Digitalisasi justru bisa jadi peluang di ranah pemasaran dan komunikasi.

Dengan adanya media sosial, laboratorium bisa melakukan upaya-upaya digital marketing untuk menarik calon konsumen.

Selain melakukan promosi secara hard-selling, pengusaha bisa mencoba cara-cara soft-selling dengan meningkatkan engagement masyarakat menggunakan konten-konten edukatif di segala kanal. 

Tidak hanya unggahan media sosial, tetapi juga bisa blog dan video misalnya.

Hal ini terbukti efektif pada kasus penyedia layanan konsultasi dokter daring yang saat pandemi meningkat drastis penggunaannya. Digitalisasi juga akan berdampak baik pada proses administrasi data pasien.

Banyak peluang automasi data yang bisa mengurangi biaya untuk merekrut tenaga manusia misalnya. Automasi juga bisa mempercepat durasi dan meningkatkan efektivitas layanan yang ditawarkan. 

Tantangan Bisnis Laboratorium Klinik

bisnis laboratorium klinik
Foto: Melakukan Praktek di Laboratorium (pexels.com)

Tak ada bisnis yang tidak memiliki tantangan. Dengan meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan maka persaingan pun akan semakin ketat.

Sebagai pebisnis, kamu akan dituntut untuk melakukan inovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik karena pasien memiliki lebih banyak opsi untuk dipilih. 

Menurut artikel ilmiah yang ditulis Buljanovic dan Dubrava, tantangan lain ada pada permodalan dan biaya operasional yang besar. Ini mengingat industri kesehatan biasanya banyak mengandalkan suplai impor dari obat hingga alat.

Biaya gaji untuk tenaga kesehatan pun tidak bisa dibilang murah. Jangan pula abaikan dana untuk perawatan gedung dan alat yang harus dilakukan secara rutin oleh profesional di bidangnya.

Intinya, ini adalah bisnis yang padat karya, tetapi juga memiliki risiko yang tak main-main bila gagal. 

Proposal bisnis laboratorium klinik harus benar-benar matang sejak awal.

Kemitraan adalah hal wajib karena pebisnis tentu tidak bisa melakukan segala hal mulai dari pembangunan sistem IT hingga penyediaan alat kesehatan serta obat secara mandiri.

Urusan perizinan dan tata kelola administrasi legal pun membutuhkan banyak modal dan tenaga.

Baca Juga: Ini 7 Peluang Join Usaha Tanpa Modal, Apa Saja Itu?

Bisa disimpulkan bahwa peluang bisnis laboratorium kesehatan ini cukup menjanjikan, tetapi tidak disarankan untuk pemula. Ini tergolong industri berskala menengah hingga besar karena modal biaya dan manpower yang tidak sedikit. 

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X