Arti Buyback, Dampak, dan Cara Kerjanya dalam Pasar Modal

Share this Post

buyback
Table of Contents
shopee pilih lokal

Istilah buyback cukup familiar digunakan dalam pasar modal. Pelajari istilah ini untuk memperkaya wawasanmu, yuk!

Dalam istilah yang sederhana, buyback saham adalah ketika perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar terbuka.

Hal ini sering kali dianggap sebagai langkah strategis karena dapat memberikan beberapa manfaat, mulai dari meningkatkan nilai saham hingga meningkatkan laba per saham.

Namun, seperti yang dapat dilihat dari berbagai kasus di pasar, implementasi buyback saham juga bisa menjadi kontroversial, memicu debat tentang alokasi modal dan keadilan pasar.

Dari perspektif perusahaan, buyback saham memberikan kesempatan untuk menunjukkan bahwa manajemen percaya pada prospek jangka panjang perusahaan.

Ketika perusahaan memutuskan untuk mengeluarkan sejumlah besar uang untuk membeli kembali sahamnya sendiri, hal ini sering dianggap sebagai tanda bahwa manajemen yakin dengan kinerja masa depan perusahaan.

Selain itu, buyback saham juga dapat membantu meningkatkan nilai saham, karena dengan lebih sedikit saham beredar di pasar, nilai per sahamnya memiliki potensi untuk lebih tinggi.

Baca Juga: 7 Strategi Mengelola Risiko Investasi Saham, Wajib Tahu!

Arti Buyback

Arti Buyback, Dampak, dan Cara Kerjanya dalam Pasar Modal
Foto: Saham Perusahaan (Freepik.com)

Melansir dari Investopedia, buyback atau yang sering disebut juga dengan istilah “share repurchase“, adalah suatu kegiatan di pasar keuangan di mana sebuah perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri dari pemegang saham yang ada di pasar terbuka.

Praktik ini menjadi bagian penting dari strategi manajemen keuangan perusahaan untuk menggunakan kelebihan kas dan mengelola modalnya dengan efisien.

Proses buyback ini dilakukan dengan berbagai tujuan, termasuk meningkatkan nilai saham, mengurangi jumlah saham beredar, dan memberikan sinyal positif kepada investor tentang keyakinan manajemen terhadap kinerja dan prospek masa depan perusahaan.

Buyback saham sering kali dianggap sebagai alat strategis bagi perusahaan untuk meningkatkan nilai sahamnya.

Dengan membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar terbuka, perusahaan dapat mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar.

Akibatnya, ini dapat meningkatkan laba per saham (earnings per share) karena laba yang sama akan dibagi oleh jumlah saham yang lebih sedikit.

Selain itu, dengan saham yang lebih sedikit beredar, perusahaan juga dapat meningkatkan pengendalian atas kepemilikan dan mengurangi kemungkinan dilusinya suara pemegang saham.

Namun, penting untuk diingat bahwa keputusan untuk melakukan buyback saham harus dipertimbangkan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan situasi keuangan dan strategi jangka panjang perusahaan.

Meskipun buyback saham dapat memberikan manfaat seperti peningkatan nilai saham dan sinyal positif kepada pasar, namun harus ada keseimbangan dengan kebutuhan perusahaan.

Tujuannya adalah untuk investasi dalam pertumbuhan jangka panjang, risiko keuangan, dan tanggung jawab kepada seluruh stakeholders.

Baca Juga: 5 Jenis Investasi Yang Aman Saat Resesi, Bisa Dicoba Nih!

Dampak Buyback Bagi Perusahaan

Arti Buyback, Dampak, dan Cara Kerjanya dalam Pasar Modal
Foto: Saham Perusahaan (Freepik.com)

Buyback saham dapat memiliki berbagai dampak bagi perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pertama, secara langsung, buyback saham dapat mempengaruhi struktur modal perusahaan.

Dengan membeli kembali sahamnya sendiri, perusahaan mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar, yang pada gilirannya meningkatkan proporsi kepemilikan bagi pemegang saham yang tersisa.

Hal ini bisa menjadi strategi untuk meningkatkan nilai saham karena laba yang sama akan dibagi oleh jumlah saham yang lebih sedikit, sehingga potensial meningkatkan laba per saham (earnings per share).

Selain itu, buyback saham juga dapat menjadi alat untuk mengatur kas perusahaan.

Penggunaan surplus kas untuk buyback saham dapat dianggap lebih fleksibel daripada pembayaran dividen, karena buyback memberikan pilihan untuk mengatur jumlah dan waktu pembelian.

Namun, ada risiko bahwa perusahaan menghabiskan terlalu banyak kas untuk buyback saham daripada mengalokasikannya untuk investasi dalam pertumbuhan jangka panjang, penelitian dan pengembangan, atau pengurangan utang.

Di sisi lain, secara tidak langsung, buyback saham juga dapat memiliki dampak psikologis dan reputasi.

Tindakan buyback saham sering diinterpretasikan sebagai tanda bahwa manajemen percaya pada prospek perusahaan dan bahwa saham perusahaan tersebut dianggap undervalued.

Baca Juga: Obligasi Korporasi, Investasi Yang Tak Kalah Menjanjikan!

Cara Kerja Buyback Saham

buyback
Foto: Saham Perusahaan (Freepik.com)

Berikut tahapan umum dari proses buyback saham:

1. Perencanaan dan Persetujuan

Langkah pertama dalam proses buyback saham adalah perencanaan dan persetujuan dari pihak manajemen perusahaan.

Manajemen biasanya melakukan analisis terhadap keuangan perusahaan, termasuk kas yang tersedia dan kinerja saham.

Ini untuk menentukan apakah buyback saham merupakan langkah yang sesuai dan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan pemegang saham.

2. Pengumuman Buyback

Setelah persetujuan diperoleh, perusahaan mengumumkan rencana buyback saham kepada publik dan otoritas yang berwenang, seperti Bursa Efek tempat saham perusahaan diperdagangkan.

Pengumuman ini berisi detail tentang jumlah saham yang akan dibeli kembali, harga maksimum yang ditetapkan untuk pembelian, serta jangka waktu pelaksanaan buyback.

3. Pelaksanaan Pembelian

Setelah pengumuman, perusahaan mulai membeli kembali sahamnya sendiri sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Proses pembelian dapat dilakukan secara langsung oleh perusahaan melalui pialang saham atau melalui program buyback saham yang telah disetujui sebelumnya.

Perusahaan biasanya memiliki kebebasan untuk menentukan kapan dan berapa banyak saham yang akan dibeli kembali, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan keuangan perusahaan.

4. Penyelesaian dan Penghapusan Saham

Setelah pembelian saham selesai, saham yang dibeli kembali biasanya disimpan sebagai saham yang tidak beredar (treasury stock) atau dapat dihapuskan dari jumlah saham yang beredar.

Penghapusan saham dari jumlah saham yang beredar akan mengurangi jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka.

5. Pelaporan

Perusahaan wajib melaporkan detail transaksi buyback saham kepada otoritas yang berwenang dan publik sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku.

Ini mencakup informasi tentang jumlah saham yang dibeli kembali, harga pembelian, serta total biaya yang dikeluarkan untuk buyback saham.

Baca Juga: 10 Cara Menjadi Miliarder, Dari Investasi Hingga Freelancer!

Demikian informasi seputar arti buyback saham dan cara kerjanya. Semoga dapat memperkaya wawasanmu, ya!

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X