3 Cara Memulai Bisnis Gadai dan Jenis-Jenisnya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Tertarik menjalankan bisnis gadai? Yuk, simak tips dan cara memulainya di sini!

Banyak orang yang membutuhkan uang segera karena kebutuhan yang mendesak. Namun, tidak dapat mengajukan pinjaman dari lembaga keuangan. Bisnis gadai akhirnya sangat dibutuhkan.

Orang-orang kemudian dapat menggadaikan barang tersebut untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Fenomena ini tentunya dapat dijadikan sebagai suatu peluang bisnis.

Kamu pun ternyata tidak membutuhkan terlalu banyak modal untuk memulai bisnis ini. Setidaknya, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelum masuk ke pembahasan cara memulai bisnis ini, lebih baik kamu simak terlebih dahulu pengertiannya agar paham dan menguasainya. Saat memulainya, kamu bisa menjalankan dengan baik.

Baca Juga: Mau Gadai Emas? Coba Lakukan Cara Ini dan Cek Syaratnya

Pengertian Bisnis Gadai

3 Cara Memulai Bisnis Gadai dan Jenis-Jenisnya
Foto: Cincin Permata (Unsplash.com)

Mungkin kamu sudah tidak asing dengan istilah gadai. Usaha ini merupakan suatu hak yang diperoleh atas suatu benda bergerak dan dipakai sebagai jaminan atas pinjaman yang diberikan oleh penerima gadai. 

Pengertian begerak dalam gadai adalah benda yang dapat dipindahkan. Bukan benda tetap seperti tanah atau bangunan.

Di Indonesia sendiri, sistem pinjam meminjam berbasis gadai sebenarnya telah berlangsung cukup lama baik secara formal maupun informal. Secara informal, gadai berlangsung antar individu dalam masyarakat. 

Sedangkan, secara formal bisnis gadai telah dimulai seiring berdirinya perusahaan pegadaian pada tahun 1901.

Dilansir dari Small Business, kamu perlu menyiapkan sejumlah modal yang dibutuhkan serta harus mengantisipasi lonjakan harga. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: 5 Tips Membangun Bisnis Emas, Bisa Bikin Jadi Jutawan

Cara Memulai Bisnis Gadai

3 Cara Memulai Bisnis Gadai dan Jenis-Jenisnya
Foto: Aksesoris Gadget (Unsplash.com)

Untuk memulai bisnis gadai terdapat beberapa cara yang bisa kamu perhatikan. Berikut adalah cara-cara yang bisa kamu coba terapkan.

1. Mengurus Perizinan ke OJK

Sesuai dengan regulasi yang ada, yaitu Peraturan tentang Usaha Pergadaian mereka yang ingin mendirikan bisnis gadai haruslah memiliki izin dan terdaftar di OJK.

Pelaku usaha yang sudah mendaftar diminta urus perizinannya. Untuk urusan perizinan terdaftar, ada beberapa syarat.

Salah satu syarat untuk pelaku usaha gadai yang terdaftar namun belum memiliki izin, yakni wajib mengajukan permohonan izin usaha sebagai Perusahaan Pegadaian paling lama tiga tahun sejak POJK 31/2016 diundangkan.

2. Menyiapkan Modal

Saat mengajukan izin usaha dalam bisnis gadai kamu, diharuskan menyetor modal. Kamu harus memenuhi ekuitas sebesar Rp500 juta untuk lingkungan wilayah usaha kabupaten atau kota.

Sedangkan untuk lingkup wilayah provinsi sebesar Rp2,5 miliar. Modal ini harus disetor secara tunai dan penuh atas nama perusahaan pegadaian pada salah satu bank umum atau bank umum syariah di Indonesia.

Setiap usaha tidak akan berjalan jika kamu tidak menyediakan modal. Modal ibarat sebuah pondasi bangunan. Berdiri dan berjalannya sebuah bisnis bergantung pada kesiapan modal yang dimiliki.

3. Membuat Perseroan Terbatas

Selain itu, kamu harus  memenuhi kewajiban lain sambil menunggu proses perizinan, pelaku usaha gadai juga diharuskan pula untuk mendirikan atau membuat Perseroan Terbatas (PT).

Kamu juga harus memiliki kantor operasional seperti menyewa ruko. Selain itu, bisnis gadai kamu wajib mempunyai lemari besi standar dengan ukuran besar dan diasuransikan, memiliki alat untuk mengecek kadar emas atau perhiasan, serta memiliki juru taksir bersertifikat. 

Pada tahap awal sendiri, pelatihan juru taksir di gadai swasta akan dilatih oleh PT Pegadaian (Persero) supaya mengantongi sertifikat resmi.

Sangat mungkin ke depannya terdapat lembaga independen khusus yang melakukan sertifikasi terhadap juru taksir gadai swasta. 

Baca Juga: Agunan Adalah Aset Jaminan Pinjaman, Ini 5 Jenisnya!

Jenis Bisnis Gadai

bisnis gadai
Foto: Barang Elektronik (Unsplash.com)

Setelah mengetahui bagaimana tips dan cara memulai bagaimana bisnis ini, kamu juga harus mengetahui yang bisa dijalankan dengan mudah di tahap awal. Berikut ini daftar bisnis yang bisa dilakukan:

1. Bisnis Gadai Motor

Bisnis gadai motor dapat kamu lakukan misalnya dengan menggadai Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraan.

Gadai motor menjadi salah satu solusi mudah ada yang membutuhkan dana mendesak. Prosesnya terbilang cepat dan syarat yang dibutuhkan juga cukup mudah.

BPKB dapat menjadi jaminan karena dokumen penting ini berfungsi sebagai bukti kepemilikan kendaraan bermotor. Namun perlu diketahui, BPKB berbeda dengan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).

Oleh sebab itu, butuh dana mendesak BPKB dapat dimanfaatkan sebagai barang gadaian.

Umumnya, sistem atau jenis gadai ini diberikan kepada pengusaha kecil yang sedang butuh dana untuk mengembangkan usaha miliknya. 

Nilai yang ditaksir nantinya dapat dilihat dari jenis, spesifikasi, dan masa produksi motor yang digadaikan.

2. Bisnis Gadai Barang

Pada dasarnya, barang apa saja yang bisa digadaikan di suatu bisnis gadai. Barang yang dapat digadaikan merupakan barang-barang yang memiliki nilai ekonomis.

Sementara barang yang tak dapat digadaikan adalah barang yang mudah busuk, barang terlarang, atau barang berbahaya yang mudah terbakar.

Jenis bisnis ini merupakan jenis yang banyak dijalankan, karena banyak selain lebih mudah dan para pelanggan bisa menggunakan jasa gadai.

Hampir setiap orang memiliki barang berharga untuk digadaikan. Atas dasar itu, banyak pelaku bisnis ini yang memainkan barang sebagai objek yang dapat digadaikan.

3. Barang Elektronik

Pertama, kamu dapat menjadi barang elektronik sebagai barang jaminan. Barang yang dimaksud adalah barang berharga seperti televisi, ponsel, kulkas, laptop atau komputer, dan kamera.

Nilai gadai dari barang elektronik kemudian akan ditentukan berdasarkan kondisi barang tersebut. Semakin baik keadaan barang-barang yang akan digadaikan, semakin besar pula pinjaman yang bisa seseorang dapatkan.

Baca Juga: Ini 5 Peluang Emas Bisnis Pariwisata, Kamu Pilih Mana?

4. Alat-Alat Pertanian dan perikanan

Beberapa alat pertanian dan perikanan pun sebenarnya termasuk barang yang bisa digadaikan. Contohnya adalah gergaji mesin, mesin pompa air, mesin diesel kapal, dan traktor tangan.

Jadi, untuk para nelayan dan petani yang sedang memerlukan modal tambahan bisa menggadaikannya. Namun, sebaiknya alat-alat yang digunakan tersebut sudah tidak dipergunakan lagi oleh orang yang menggadaikannya.

5. Gadai Sertifikat

Selain itu, beberapa sertifikat dapat digadaikan. Sertifikat-sertifikat tersebut adalah sertifikat tanah dan sertifikat rumah.

Nilai pinjaman dari pegadaian sertifikat tanah nantinya akan ditentukan dari PBB dan seberapa strategis posisi tanah yang digadaikan.

Sementara itu, sertifikat rumah pun bisa berharga tinggi jika nilai jualnya mahal. Hal ini berlaku apabila rumah dan tanah yang digadaikan memiliki kondisi yang bagus.

6. Surat Berharga (Efek atau Obligasi)

Barang atau surat yang bisa digadaikan selanjutnya adalah surat berharga atau efek berupa saham dan obligasi. Gadai efek sendiri adalah layanan pemberian pinjaman dengan jaminan saham atau obligasi. 

Jangan khawatir, gadai efek menjadi layanan pinjaman dengan jaminan berupa saham dan obligasi tanpa warkat (scriptless) yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek di Indonesia.

Baca Juga: Jenis-Jenis Kredit Bank, Ini Kegunaan dan Jangka Waktunya

Demikian, rupanya bisnis gadai merupakan contoh bisnis yang diminati oleh banyak masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagai suatu peluang bisnis. Kamu bisa memulai memulai langkah bila serius akan mendirikan bisnis gadai.

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X