Mau Jadi Jutawan? Ini 5 Tips Membangun Bisnis Emas

Share this Post

Ini-Tips-Membangun-Bisnis-Emas
Table of Contents

Bisnis emas menjadi jenis usaha yang terlihat tradisional, tetapi cukup menjanjikan, lho. Hal ini karena harga jual emas selalu naik tiap waktu.

Sebagai contoh, di Indonesia banyak masyarakat menganggap kendaraan adalah barang mewah dan simbol kekayaan. Padahal, setiap tahun nilai kendaraan selalu menyusut. Pasalnya, akan selalu ada kendaraan tipe terbaru dengan fitur lebih canggih.

Kondisi ini berbeda dengan emas dan properti yang nilainya tak akan menyusut. Setiap tahun, harga emas dan properti akan selalu naik. Itulah mengapa kedua hal ini juga menjadi aset investasi jangka panjang.

Dalam bisnis, tentu kamu ingin menjual barang yang harganya naik dengan sendirinya tanpa perlu repot mengaturnya. Bisnis emas bisa menjadi pilihan sebab harga emas ini berlaku secara nasional dan juga global.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kamu yang ingin memulai bisnis emas. Lantas, bagaimana peluang usahanya?

Baca Juga: Harga Emas Makin Turun, Masih Menjanjikan untuk Investasi?

Peluang Bisnis Emas

bisnis emas
(Foto emas batangan. Sumber: pexels.com)

Menurut Bank Bazaar, harga emas cenderung naik karena investor lebih suka memiliki emas dibanding uang kertas. Pada tahun 1980-an hingga 1990-an, uang kertas lebih disukai karena kinerja yang positif.

Namun pada tahun-tahun berikutnya, kinerja emas justru menjadi lebih baik. Kebanyakan orang yang khawatir dengan adanya inflasi memilih menginvestasikan uangnya dalam bentuk emas.

Logam mulia yang satu ini dipandang sebagai aset yang aman di tengah gejolak ekonomi.

Ketika nilai tukar dolar Amerika Serikat melemah, justru emas akan menguat. Logam mulia ini juga banyak dibeli oleh investor untuk melindungi kekayaannya ketika bank sentral mengalami defisit.

Selain itu, ada juga beberapa faktor yang memengaruhi perubahan harga emas, yaitu berikut ini.

  • Nilai dolar AS. Harga emas umumnya berbanding terbalik dengan nilai tukar dolar AS. Ini karena logam emas berdenominasi dengan mata uang tersebut. Dolar AS yang kuat cenderung menjaga harga emas lebih rendah dan terkendali. Sebaliknya, nilai dolar AS yang melemah bisa mendorong kenaikan harga emas.
  • Naiknya permintaan global. Tingginya permintaan emas bisa membuat harganya naik. Hal ini merupakan teori dasar dari penawaran dan permintaan. Logam mulia ini tak hanya digunakan sebagai perhiasan, teapi juga untuk perangkat medis dan kebutuhan industri lainnya.
  • Melindungi kekayaan. Selama terjadi resesi atau inflasi, lebih banyak orang beralih ke investasi emas. Logam emas mendapat julukan sebagai “safe haven” bagi investor. Ini karena logam mulia ini terhindar dari devaluasi mata uang.
  • Permintaan investasi. Tingginya permintaan akan investasi emas juga turut mendorong naiknya harga. Hal ini juga konsep dasar dari permintaan dan penawaran, tetapi dalam lingkup investasi.
  • Produksi emas. beberapa pertambangan di dunia menghasilkan emas untuk dijual ke tempat lain. Harga emas bisa meningkat ketika biaya produksi pertambangan tersebut juga meningkat.

Baca Juga: Begini 3 Cara Cek Perusahaan yang Terdaftar di OJK, Investor Catat!

Mengapa Emas Banyak Disukai?

Mau Jadi Jutawan? Ini 5 Tips Membangun Bisnis Emas
(Foto emas. Sumber: pexels.com)

Membangun bisnis emas rupanya sangat menguntungkan. Meskipun terlihat begitu tradisional, usaha emas selalu diminati.

Bahkan, tanpa perlu membuka toko online pun akan selalu ada pangsa pasar dari logam mulia ini. Bisnis emas tentunya kebal pandemi dan tahan terhadap tren.

1. Emas Adalah Barang Mewah

Setiap orang memiliki hasrat untuk diakui oleh orang lain. Hasrat ini mendorong keinginan memenuhi kebutuhan aktualisasi diri atau prestise.

Untuk mendapatkannya, sejumlah orang ingin memiliki barang-barang mewah yang memiliki nilai jual tinggi.

Dibandingkan kendaraan dan properti, emas adalah barang mewah yang bisa mewakili status ekonomi. Berapa pun kadar dan beratnya, emas akan selalu menjadi barang mewah.

2. Harga Emas Cenderung Naik

Sudah jadi rahasia umum bahwa harga emas cenderung naik tiap tahun. Hal ini karena banyak orang segera ingin memiliki emas dengan berbagai tujuan. Banyak orang berpikir bahwa menunda membeli logam mulia ini hanya akan membuat harganya semakin mahal.

Bahkan, tak sedikit pasangan yang membeli cincin kawin berbulan-bulan lebih dulu dari acara pernikahannya. Ada juga orang-orang yang membeli emas dengan harapan bisa dijual kembali nantinya.

3. Emas Sebagai Investasi

Menyambung alasan sebelumnya, emas banyak diburu karena bisa menjadi aset investasi. Harganya yang cenderung naik membuat logam mulia ini banyak dibeli sebagai aset.

Biasanya, orang-orang menyimpan emas murni atau fine gold selama mungkin dengan harapan bisa menjualnya lagi dengan harga yang lebih tinggi. Selain berinvestasi emas dalam wujud fisik, kamu juga bisa berinvestasi dengan membuka tabungan emas.

Baca Juga: Lebih Untung Mana, Bisnis Trading atau Investasi?

Tips Memulai Bisnis Emas

Mau Jadi Jutawan? Ini 5 Tips Membangun Bisnis Emas
(Foto emas 50 gram. Sumber: pexels.com)

Setelah memahami informasinya, kamu bisa menyiapkan bisnis emasmu sendiri. Berikut tips yang bisa diikuti, yaitu:

1. Tentukan Jenis Usaha

Meskipun bisnis emas adalah usaha sejak dahulu kala, bukan berarti bisnis ini tak bisa mengikuti perkembangan zaman.

Kamu bisa membuka toko emas secara offline maupun online. Ada baiknya, kamu harus menentukan jenis usahamu terlebih dahulu.

Keduanya memiliki teknik pemasaran yang berbeda. Jadi, pastikan kamu benar-benar menguasai cara pemasaran yang tepat.

2. Lakukan Riset Harga

Langkah selanjutnya dalam memulai bisnis emas adalah lakukan riset harga. Harga yang dimaksud adalah harga jual dan harga beli emas. Hal ini karena harga logam mulia tersebut sering mengalami perubahan.

Sebagai pebisnis, tentu kamu harus selalu update dengan harga jual beli emas terbaru. Jangan lupa untuk selalu memeriksanya dari sumber tepercaya.

Baca Juga: 13 Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia, Siapa Juaranya?

3. Mulailah dengan Menjual Emas Sendiri

Jika kamu memilikinya, cobalah memulai bisnis emas dengan menjual milikmu sendiri. Mengapa begitu?

Dengan menjualnya, kamu bisa mempelajari pola permintaan pasar. Mungkin saja, nantinya calon pembeli akan meminta harga murah. Kamu perlu membiasakan diri untuk bernegosiasi harga untuk menjaga margin keuntunganmu.

4. Analisis Kompetitor

Setiap bisnis memiliki pesaing, begitu pun bisnis emas. Meskipun emas memiliki harga yang berlaku secara nasional, setiap usaha bisa mematok margin keuntungan yang berbeda.

Sebagai pemain baru dalam bisnis emas, usahakan menjual emas dengan harga yang kompetitif. Sebaiknya jangan menjual emas lebih tinggi dari harga rata-rata.

5. Tentukan Lokasi

Jika ingin memulai bisnis emas dengan menyewa toko fisik, kamu sangat perlu memikirkan lokasi toko. Pertama, pilihlah lokasi yang strategis. Kedua, pilihlah lokasi yang aman.

Emas adalah barang bernilai tinggi, artinya selalu ada kemungkinan tindak kejahatan. Sebaiknya, sewalah toko emas yang berada di dalam pasar yang dikelola oleh pemerintah setempat, misalnya Pasar Jaya. Sebab, ada sistem keamanan yang baik.

Baca Juga: Sukuk Adalah Investasi Syariah yang Patut untuk Dicoba

Nah, itulah tips memulai bisnis emas yang mudah untuk pemula. Apakah kamu tertarik mencobanya?