Ingin Memulai Bisnis Vape? Yuk, Mulai dengan 8 Langkah Ini

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Vape atau rokok elektrik menjadi tren anak muda dalam beberapa tahun terakhir. Pengguna vape pun makin banyak di kota-kota besar, membuat bisnis vape jadi sesuatu yang menjanjikan. 

Pengguna vape adalah pelanggan loyal jika kamu memulai bisnis vape. Apalagi jika di sekitar tempat tinggalmu belum ada yang membuka usaha ini. 

Pengguna vape makin banyak. Mereka memilih vape ketimbang rokok karena rasa yang beragam. Malah sekarang ini banyak perokok biasa yang mulai beralih ke vape.

Mereka beralasan vape lebih aman dari sisi kesehatan ketimbang rokok biasa. Itulah yang membuat banyak perokok beralih. 

Bisnis vape pun punya peluang emas untuk dikembangkan.

Tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di kota kecil bisnis rokok elektrik tersebut punya potensi berkembang.

Baca Juga: Bisnis Cengkeh: Peluang, Manfaat, dan Tantangannya

Cara Memulai Bisnis Vape 

bisnis vape
Foto: Alat Vape (unsplash.com)

Memulai bisnis vape hampir sama dengan bisnis lainnya. Mudah tetapi susah. Namun tidak bisa dibilang susah juga.

Ada beberapa tips atau cara yang bisa dilakukan ketika kamu terjun ke bisnis vape.

Selain itu, ada beberapa aspek yang harus dilakukan sejak awal dan bisa membantu mengembangkan bisnismu pada masa depan. 

Mengutip Light Speed HQ, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan ketika memulai bisnis vape. Apa saja itu? 

1. Menyusun Rencana Bisnis

Apa pun jenis bisnis yang akan kamu jalani, pastikan untuk membuat rencananya terlebih dahulu. Demikian pula dengan bisnis vape. 

Tuliskan tujuan dan target bisnismu dalam catatan tertulis. Tujuannya agar kamu lebih mudah menjalankan bisnis dan tetap ada di jalurnya. 

Rencana bisnis meliputi informasi usaha dan brand, analisis kompetitor, target pemasaran, dan rencana keuangan. 

2. Memilih Lokasi 

bisnis vape
Foto: Toko Suplai Vape (unsplash.com)

Lokasi yang tepat menentukan masa depan bisnismu. Pilih lokasi toko vape yang strategis dan di pusat keramaian. 

Selain itu, pastikan ada lahan untuk parkir kendaraan pelanggan dan mudah diakses. 

Pemilihan lokasi ini penting, sebab diprediksi tren vape terus meningkat. Banyak orang yang ingin terjun ke bisnis vape

Kamu juga bisa membuka usaha toko vape di ruko dekat perumahan atau pemukiman. Jadi, mereka tidak perlu pergi ke mal atau pusat kota jika ingin mengisi ulang vape.

Tidak menutup kemungkinan pebisnis vape mulai melirik pusat perbelanjaan atau  tempat umum lain. 

Kamu bisa mengambil peluang lain, dengan membuka toko vape di dekat perumahan. Pemilihan lokasi yang tepat akan menentukan keberhasilan bisnis vape milikmu. 

3. Modal Awal

Bisnis pasti membutuhkan modal awal. Nah, kamu harus memiliki pengetahuan yang cukup terkait modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis vape. 

Untuk membuka bisnis vape, dibutuhkan beberapa poin penting, misalnya kelengkapan toko. Contohnya untuk etalase, apakah kamu akan membeli atau menyewa terlebih dahulu?

Selanjutnya, perizinan untuk membuka usaha vape. Selain itu, pikirkan pula biaya yang dikeluarkan, seperti gaji karyawan, pajak, pemeliharaan toko, dan lain-lain.

Baca Juga: Cukai Rokok Naik 10%, Ini Cara Menghitungnya!

4. Pemasok Berkualitas 

bisnis vape
Foto: Mengisi Liquid ke Dalam Alat Vape (unsplash.com)

Carilah pemasok yang tidak hanya murah, tetapi juga berkualitas. Pastikan produk mereka tepercaya dan berkualitas. 

Kualitas produk adalah ujung tombak bisnismu. Kamu bisa riset atau survei terlebih dahulu terkait pemasok atau pemasok liquid vape yang berkualitas. 

Kamu bisa saja mengambil liquid dari beberapa pemasok, sebab pelanggan punya selera yang unik dan tidak bisa ditebak.

Sebelum menentukan jenis liquid, lakukan dahulu survei kecil-kecilan ke pengguna vape terkait jenis liquid apa yang paling banyak dicari. 

Selain liquid vape, kamu juga bisa menyediakan perlengkapan vape lainnya, seperti baterai, mod, dan starter kit

5. Strategi Promosi yang Tepat 

Setiap usaha pasti membutuhkan promosi atau marketing. Lakukan promosi melalui media sosial dan rekanan atau kawan yang menggunakan vape. 

Untuk promosi offline, kamu bisa membuat spanduk atau baliho yang menarik di sekitaran lokasi usahamu. 

6. Rekrut Karyawan dan Prioritaskan Pelanggan 

Untuk memudahkan pekerjaan, sebaiknya ada karyawan yang membantu mengelola. Sebagai awalan, kamu bisa merekrut satu atau dua karyawan. 

Pastikan karyawan tersebut mengetahui tentang produk yang dijual. Pasalnya, mereka akan memberikan saran dan rekomendasi produk untuk pelanggan. 

Pelanggan pun pasti akan senang jika pelayanan yang diberikan memuaskan dan sesuai dengan keinginan mereka.

Termasuk pengguna vape baru, karyawan dapat membantu memilih dan tahu betul terkait produk yang ditawarkan.

7. Lanjutkan Edukasi

Edukasi tentang penggunaan vape yang benarnjuga merupakan suatu hal yang penting lho!

Teruslah mengikuti perkembangan terbaru dalam industri vape, termasuk tren produk, regulasi baru, dan riset kesehatan terkait vaping, serta berikan edukasi kepada pelanggan tentang penggunaan yang aman dan bertanggung jawab.

8. Website dan Media Sosial

Jangan lupa untuk membuat situs web dan akun media sosial sebagai salah satu bentuk alternatif dalam mempromosikan bisnis kamu.

Di sini, kamu bisa berbagi informasi produk, dan berinteraksi dengan pelanggan.

Baca Juga: 10 Tips Bisnis Minyak Goreng agar Keuntungan Melimpah

Tips Memilih Liquid Vape yang Banyak Digunakan 

bisnis vape
Foto: Pelanggan Menggunakan Vape (unsplash.com)

Bukan hanya karyawan, kamu juga harus mengetahui seluk beluk tentang vape. Termasuk apa saja yang akan ditanyakan oleh pelanggan.

Salah satu yang bakal ditanyakan oleh pelanggan adalah liquid vape. Apalagi mereka yang baru beralih atau menggunakan vape.

Ketika memilih liquid vape, sebaiknya pilih dari pemasok yang memiliki izin resmi dan komposisinya dari bahan berkualitas.

Banyak pelanggan yang pasti akan menanyakan, “Rasa apa yang harus saya pilih?”  Beberapa pelanggan mungkin ada yang menanyakan rasa dari rokok merek tertentu.

Sebagian besar perokok yang beralih ke vape akan memilih rasa tembakau, baru kemudian mereka akan mencoba liquid vape dengan rasa buah-buahan. 

Setelah menanyakan rasa liquid yang sebaiknya dipilih, pelanggan akan menanyakan kadar nikotin yang ada dalam vape yang mereka hisap.

Jika ada pertanyaan seperti ini, kamu bisa menanyakan seberapa banyak si pelanggan merokok dalam sehari.  

Hal ini untuk menentukan kadar nikotin yang dimasukkan ke vape. Apalagi jika perokok berat, pastilah tidak akan cukup dengan kadar nikotin yang sedikit. 

Lain halnya dengan mereka yang baru mulai menggunakan vape atau tidak masuk pada klasifikasi perokok berat.

Baca Juga: Tips Jualan Baju Online, Buat Website untuk Toko Online-mu!

Nah, demikian ulasan singkat terkait bisnis vape dan bagaimana memilih liquid vape untuk pelanggan.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X