Mengenal Usaha Ekstraktif, Bisnis Pengelolaan Sumber Daya Alam

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Mari simak penjelasan seputar usaha ekstraktif berikut ini.

Usaha ekstraktif adalah jenis perusahaan yang memiliki peran penting dalam pasar global.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari jurnal UNITED Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), usaha ekstraktif adalah perusahaan yang terdiri dari berbagai kegiatan yang mengarah pada
ekstraksi bahan mentah dari bumi.

Misalnya, minyak, logam, mineral, dan agregat/komposit, sekaligus pengolahan, dan pemanfaatannya untuk pelanggan.

Jadi, usaha ini meliputi pengelolaan sumber daya alam. Mulai dari proses eksplorasi, pengambilan dan pengumpulan, hingga pengolahannya.

Di Indonesia sendiri, usaha ekstraktif sangat banyak dan mudah ditemui. Hal ini karena Tanah Air diperkaya dengan berbagai sumber daya alam.

Namun, jika pengelolaannya tidak tepat, usaha ini bisa menjadi bencana karena dapat merusak lingkungan.

Baca Juga: Daftar Perusahaan Asing di Indonesia, Apa Sektor Usahanya?

Pengertian Usaha Ekstraktif

usaha ekstraktif adalah
Foto: Usaha Ekstraktif (unsplash.com)

Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Tahun 2010 Tentang Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan daerah yang diperoleh dari Industri Ekstraktif disebutkan bahwa industri ekstraktif
adalah industri yang bahan bakunya langsung berasal dari alam.

Dilansir dari jurnal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), ada berbagai macam jenis industri yang bahan bakunya berasal dari alam.

Contohnya industri hasil pertanian, hasil pertambangan (seperti minyak bumi, gas alam, batubara, timah dan sebagainya), hasil perikanan (seperti pengalengan ikan, pengolahan ikan asin dan sebagainya), serta beragam jenis industri alam lainnya.

Baca Juga: 13 Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia, Siapa Juaranya?

Ciri-Ciri Usaha Ekstraktif

ciri-ciri usaha ekstraktif
Foto: Petani Membajak Sawah (unsplash.com)

Untuk membedakan usaha ekstraktif dengan jenis industri lainnya, terdapat ciri-ciri tertentu dari industri ekstraktif, di antaranya:

1. Mengambil Bahan Langsung dari Alam

Ciri dari usaha ini adalah mengambil bahan baku secara langsung dari alam.

Setelah itu, barulah diolah menjadi barang jadi yang bernilai jual dan memiliki manfaat bagi masyarakat.

2. Memeroleh Keuntungan dari Alam

Ciri lain dari usaha ekstraktif adalah memperoleh keuntungan dari alam. Seperti jenis industri lainnya, usaha ekstaktif juga didirikan untuk mendapatkan laba atau keuntungan.

Nah, dari hasil alam yang diambil dan dijadikan produk jadi tersebut, jenis usaha ini dapat menjualnya sehingga mendapatkan keuntungan.

Namun, keuntungan yang diperoleh dengan menetapkan harga jual yang wajar sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Baca Juga: 10 Peluang Usaha di Daerah Sepi yang Banyak Dicari, Coba Yuk!

Jenis-Jenis Usaha Ekstraktif

jenis usaha ekstraktif
Foto: Orang Memetik Teh (unsplash.com)

Usaha ekstraktif terdiri dari berbagai jenis industri, asalkan bahan bakunya terdapat dari alam.

Ingin tahu, apa saja yang termasuk dalam usaha ekstraktif? Ini dia daftarnya yang perlu kamu ketahui:

1. Pertanian

Jenis usaha ekstraktif yang pertama adalah pertanian. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki hasil pertanian yang beraneka ragam.

Oleh sebab itu, banyak dari masyarakat Indonesia yang mencari nafkah di bidang pertanian.

Jika dilihat dari kacamata bisnis, usaha pertanian ini termasuk dalam jenis industri ekstraktif.

2. Perkebunan

Selain pertanian, perkebunan juga termasuk dalam jenis usaha ini yang tumbuh subur di Indonesia.

Ada beragam hasil kebun yang dihasilkan dan bisa dijual. Mulai dari sayuran, buah-buahan, rempah, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Ini 5 Ide Bisnis Sayuran Online, Simak Pula Tipsnya!

3. Perikanan

Jenis usaha ekstraktif lainnya yang memanfaatkan hasil alam adalah perikanan. Baik ikan yang dibudaya sendiri maupun hasil tangkapan nelayan.

Sebagai negara maritim yang memiliki luas lautan lebih banyak daripada daratan, Indonesia memiliki hasil laut yang sangat kaya.

Aneka ragam ikan dan hasil lautnya bisa digunakan untuk konsumsi sehingga membantu dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

4. Perhutanan

Perhutanan termasuk dalam jenis usaha ekstraktif karena hasil hutan, seperti kayu banyak memiliki manfaat untuk keperluan furniture dan lainnya.

Dalam industri perhutanan, kayu yang dihasilkan bisa berupa kayu gelondongan untuk keperluan bangunan.

Bisa juga diolah menjadi aneka mebel, kertas, alat tulis, dan bahan kerajinan dari kayu lainnya yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Jenis Kerajinan yang Bisa Dijadikan Sebagai Ide Bisnis

5. Peternakan

Jenis usaha ekstraktif selanjutnya adalah peternakan yang hasilnya dapat dijadikan untuk keperluan konsumsi.

Misalnya, ternak ayam, ternak ikan, ternak sapi, dan hewan lainnya.

Dalam hal ini, pengusaha peternakan akan berusaha untuk memelihara hewan tertentu dan mengembangbiakkannya.

Hasil ternak yang baik dan berkualitas bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar, lho.

6. Pertambangan

Selain pertanian, perkebunan, perhutanan, peternakan, dan perikanan, pertambangan juga termasuk dalam jenis usaha ekstraktif.

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil tambang yang cukup besar di dunia.

Ada berbagai jenis tambang di sini, seperti emas, minyak bumi, gas, timah, tembaga, nikel, dan lainnya.

Aneka hasil pertambangan tersebut bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai sehingga merupakan industri yang menjanjikan keuntungan dalam jumlah besar.

Baca Juga: Apa Itu Perusahaan Multinasional? Ini Pengertian dan Cirinya

Keuntungan Menjalankan Usaha Ekstraktif

manfaat usaha ekstraktif
Foto: Pria Menyiram Tanaman (unsplash.com)

Lantas, apa saja ya, keuntungan yang akan kamu peroleh jika menjalankan usaha ini?

Tentu saja, ada banyak kelebihannya, berikut di antaranya:

1. Membantu Kelola Sumber Daya Alam

Dengan adanya usaha ekstraktif, maka pengelolaan sumber daya alam lebih terarah.

Namun, perlu diingat bahwa pengelolaan SDA oleh industri ekstraktif harus tetap dilakukan secara hati-hati dan tepat guna.

Jangan sampai, SDA yang dikelola secara habis-habisan ini merusak lingkungan.

Hal ini karena sumber daya alam termasuk dalam sumber daya yang tidak dapat diperbaharui sehingga perlu diperhatikan cara pengolahannya.

Oleh sebab itu, mendirikan usaha ekstraktif tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Ada berbagai persyaratan dan uji kelayakan yang perlu ditempuh sehingga prosesnya dalam menghasilkan keuntungan tidak merusak hal-hal lain yang ada di sekitarnya.

2. Membuka Lapangan Kerja untuk Masyarakat

Layaknya jenis usaha lainnya, industri ekstraktif juga bisa membantu negara Indonesia untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Hal ini karena pengelolaan sumber daya alam tetap membutuhkan sumber daya manusia di dalamnya.

Usaha ekstraktif dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru untuk masyarakat.

Jadi, mereka bisa berdaya secara ekonomi untuk keluarga, serta berkontribusi terhadap keuangan negara.

3. Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Sejak dahulu hingga kini, sumber daya alam tetap banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Hal tersebut bisa dilihat dari banyak usaha jenis ini yang bermunculan.

Jika dilihat dari segi bisnis, jenis usaha apapun, termasuk usaha ekstraktif pasti dirikan untuk menghasilkan keuntungan.

Selain mencari laba untuk perusahaan, hadirnya industri ekstraktif juga bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

Meski banyaknya produk modern yang dibuat secara massal dengan bahan sintetis, barang-barang hasil sumber daya alam juga tetap diminati.

Bahkan, mayoritas pelanggan akan lebih memilih produk dari hasil alam, dibandingkan produk buatan non-organik.

Baca Juga: Potensi Bisnis Porang dan Cara Penanamannya

Itu dia pengertian usaha ekstraktif, beserta jenis-jenis dan keuntungannya.

Usaha ekstraktif adalah jenis industri yang memiliki banyak peluang keuntungan, tetapi harus tetap hati-hati dalam prosesnya.

Jangan sampai merusak lingkungan, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X