Ini 9 Arti Penting Manajemen Sumber Daya Manusia bagi Bisnis, Apa Saja Itu?

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Setiap perusahaan membutuhkan manajemen sumber daya manusia yang baik. Apalagi jika kamu sudah mempekerjakan cukup banyak karyawan.

Tujuan setiap perusahaan, yaitu merekrut karyawan berkualitas, sesuai dengan budaya perusahaan, dan mempertahankan mereka dalam jangka panjang.

Untuk mencapai hal tersebut, perusahaanmu perlu menerapkan manajemen SDM yang mumpuni dan berkualitas pula.

Salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan karyawan. Karyawan yang sejahtera dan bahagia tentunya dapat lebih produktif serta loyal terhadap perusahaan.

Baca Juga: 8 Cara Manajemen Stok Barang, Kamu Sudah Menerapkannya?

Apa Itu Manajemen Sumber Daya Manusia?

manajemen sumber daya manusia
Foto: Poster Human Resources (freepik.com)

Menurut The Balance Careers, manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah fungsi organisasi yang mengelola semua masalah terkait tenaga kerja dalam suatu organisasi. 

Tugas-tugas yang dilakukan dalam manajemen sumber daya manusia, yakni seputar penggajian, rekrutmen, manajemen kinerja, dan pengembangan organisasi. 

Perhatian MSDM lainnya, yakni seputar keselamatan kerja, kesehatan, tunjangan, motivasi karyawan, komunikasi, administrasi kebijakan, dan pelatihan.

Manajemen sumber daya manusia juga merupakan pendekatan strategis dan komprehensif untuk mengelola manusia dan budaya serta lingkungan tempat kerja. 

Jika manajemen dilakukan dengan baik, karyawan dapat berkontribusi secara efektif dan produktif kepada perusahaan. Hal ini mendorong tercapainya tujuan dan sasaran perusahaan secara keseluruhan.

Baca Juga: Blue Ocean Strategy Adalah? Simak Pengertian, Konsep, dan Penerapannya

Pentingnya MSDM dalam Bisnis

manajemen sumber daya manusia, rekrutmen
Foto: Memberi Arahan terhadap Karyawan (freepik.com)

Manajemen sumber daya manusia atau MSDM tentunya memiliki arti penting dalam bisnis. Apalagi jika kamu mempekerjakan sejumlah tenaga kerja.

Perlu ada manajemen agar pekerjaan karyawanmu dapat terarah dan kesejahteraannya terpenuhi. Berikut ini sejumlah poin penting MSDM dalam bisnis yang bisa jadi pertimbangan untuk perusahaanmu.

1. Menjaga Kualitas Kehidupan Kerja

Keberadaan manajemen sumber daya manusia, yaitu untuk menjaga kualitas kehidupan kerja. Ada pun menurut Businesstopia, kualitas kehidupan kerja adalah persepsi karyawan mengenai hubungan antara kondisi kerja dan manajemen. 

Sederhananya, ini merupakan hubungan antara karyawan dan lingkungan kerja secara keseluruhan. Kualitas kehidupan kerja berkaitan dengan persepsi karyawan tentang kesejahteraan fisik dan psikologis di tempat kerja. 

Hal ini dapat diperoleh dengan mempertahankan otonomi kerja, kebebasan kerja, pengakuan pekerjaan, rasa memiliki, penghargaan, dan sebagainya.

2. Meningkatkan Produktivitas dan Profit

Manajemen sumber daya manusia dapat memastikan kualitas dan kuantitas personel yang tepat di tempat kerja. 

Selain itu, MSDM menciptakan peluang untuk memotivasi individu dan kelompok karyawan untuk tumbuh serta memajukan karier mereka. 

Karyawan yang termotivasi untuk bekerja keras memenuhi tujuan karier pribadi mereka, secara langsung memengaruhi produktivitas organisasi. 

Meminimalkan biaya dan memaksimalkan profit merupakan inti dari produktivitas. Karyawan produktif dan berkualitas tentu merupakan keuntungan bagi perusahaan.

3. Menghasilkan Karyawan yang Mampu Menghadapi Perubahan

Manajemen sumber daya manusia memiliki sejumlah fungsi, salah satunya pelatihan dan pengembangan keterampilan karyawan. 

Program pelatihan dan pengembangan dapat membuat karyawan selalu mempelajari keterampilan baru. 

Dengan mempelajari hal baru, tentu membuat karyawan terbiasa beradaptasi dengan perubahan. Hal ini diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan, struktur, dan teknologi organisasi.

Baca Juga: Tips Menerapkan Strategi Buy 1 Get 1 Guna Meningkatkan Penjualan

4. Mencocokkan Kebutuhan SDM

Dengan adanya manajemen sumber daya manusia, perusahaan dapat memantau apakah sudah memiliki jumlah pekerja yang memadai atau tidak. 

Jika jumlah SDM perusahaan tidak memadai, MSDM dapat melakukan kegiatan seperti rekrutmen dan seleksi untuk menyeimbangkan kebutuhan. 

Sama halnya dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan yang tidak efisien. Ini dapat terjadi jika perusahaan memiliki karyawan yang berlebihan.

5. Memotivasi Karyawan untuk Mencapai Tujuan Perusahaan

Memanfaatkan SDM sepenuhnya dan mempertahankannya di perusahaan untuk jangka panjang, merupakan fungsi utama manajemen sumber daya manusia. 

Dalam menjalankan fungsi ini, MSDM melakukan berbagai tugas, seperti memberikan tunjangan, kompensasi, dan penghargaan kepada karyawan yang layak. 

Kegiatan ini tidak hanya mempertahankan karyawan di perusahaan, tetapi juga membuat perusahaan mencapai tujuan secara efektif.

6. Mengakui Prestasi dan Kontribusi Karyawan

Dengan manajemen sumber daya manusia, perusahaan dapat melakukan penilaian kinerja karyawan untuk mengidentifikasi pekerja baik dan buruk. 

Para pekerja yang berkinerja baik, diberi benefit tertentu sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.

Baca Juga: 13 Bisnis Sampingan Karyawan yang Tak Menyita Waktu

7. Menciptakan Rasa Memiliki dan Semangat Tim

Manajemen sumber daya manusia merancang pekerjaan atas dasar kerja tim. Hal ini karena kerja tim menuntut kontribusi dari setiap anggota tim. 

Oleh karena itu, MSDM fokus untuk membuat setiap karyawan merasa dihargai. Jadi, karyawan akan memberikan kontribusi terbaik mereka.

8. Menyelesaikan Konflik

Pada setiap perusahaan, baik besar maupun kecil, konflik bisa saja terjadi antar-individu dan kelompok. 

Konflik tidak dapat dihindari dan tidak boleh diabaikan, karena akan memengaruhi kinerja tim secara keseluruhan. 

Manajemen sumber daya manusia bertindak sebagai konsultan untuk menyelesaikan konflik tersebut. Sekaligus memastikan kegiatan perusahaan tetap berjalan lancar.

9. Mengembangkan Citra Perusahaan

Setiap perusahaan harus menjaga citra yang baik di mata publik agar dapat bertahan di pasar. 

Perusahaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan karyawannya tentu akan mendapat citra baik di mata publik, selain mendapat SDM yang produktif.

Di sisi lain, perusahaan yang tidak memperlakukan karyawannya dengan baik, dapat mengalami kekurangan karyawan karena tingkat pengunduran diri yang tinggi.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menentukan Gaji Karyawan untuk Usaha Kecil?

Kesalahan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia yang Harus Dihindari

manajemen sumber daya manusia, rekrutmen pegawai baru
Foto: Interview Kerja (freepik.com)

Kini, kamu sudah memahami bahwa manajemen sumber daya manusia memiliki banyak manfaat bagi sebuah perusahaan.

Hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan untuk bisnismu, yaitu menerapkan MSDM yang baik.

Namun tentu dalam implementasinya, terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan, terutama yang terkait dengan melakukan kesahalan.

Berikut ini sejumlah kesalahan umum dalam manajemen sumber daya manusia yang perlu kamu hindari.

1. Mempekerjakan Orang yang Salah

Kamu tahu bahwa logika utama kehadiran manajemen sumber daya manusia adalah untuk mempekerjakan orang yang tepat. Namun, merekrut karyawan tidak semudah itu.

Sering kali dan banyak perusahaan mempekerjakan orang yang salah. Entah kemampuannya yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau kepribadiannya yang tidak sesuai dengan budaya perusahaan.

Ini tentu menyebabkan masalah di tempat kerja, sampai pada titik di mana kamu perlu menggantinya dan memulai proses dari awal lagi.

Menurut Connecteam, pemilik usaha kecil umumnya tidak memiliki waktu atau uang untuk melakukan pemeriksaan latar belakang yang menyeluruh. 

Namun, itu merupakan langkah yang tidak boleh dihindari. Ajukanlah pertanyaan dengan ukuran yang jelas apakah orang yang kamu rekrut dapat melakukan tugas sesuai deskripsi pekerjaan.

2. Deskripsi Pekerjaan Tidak Jelas

Agar dapat mempekerjakan orang yang tepat, kamu perlu mengatur deskripsi pekerjaan secara tepat pula.

Sebaiknya jangan menetapkan deskripsi pekerjaan dengan kalimat ambigu yang tidak dapat diukur. Selain itu, sesuaikan deskripsi dengan jabatan yang ditawarkan.

Jangan meminta calon pekerja yang bisa melakukan banyak hal, padahal tidak sesuai dengan jabatannya. Para pencari kerja bisa mundur terlebih dahulu sebelum melamar.

3. Masa Orientasi yang Buruk

Ketika karyawan baru sudah direkrut dan mulai menjalani hari pertamanya bekerja, pihak manajemen sumber daya manusia perlu menanam kesan pertama yang baik.

Kamu tentu ingin karyawan baru betah untuk waktu yang lama. Satu-satunya cara untuk mencapainya, yaitu dengan melakukan masa orientasi yang efisien. 

Baca Juga: Intip Fungsi Balance Scorecard, Metrik Kinerja untuk Tingkatkan Bisnis

4. Kinerja Tidak Terdokumentasi

Setiap kinerja karyawan perlu terdokumentasi dengan baik, hingga pada hal-hal paling detail. Selain itu, harus ada metrik yang terukur untuk menentukan kinerja karyawan baik atau tidak.

Jika ada masalah yang muncul, mulai dari kinerja hingga sikap, kamu punya catatan yang jelas. Kamu memerlukan informasi ini jika kamu hendak memutus kontrak karyawan tersebut. 

Di sisi lain, penilaian kinerja juga dapat menunjukkan kemajuan karyawan. Dengan catatan yang jelas, kamu dapat menentukan kenaikan gaji, promosi, dan penghargaan lain yang bisa diberikan.

5. Mengabaikan Undang-Undang Ketenagakerjaan

Kesalahan yang satu ini boleh dikatakan sangat terkutuk dan tidak boleh sampai terjadi di perusahaanmu.

Jangan sampai kamu mengabaikan undang-undang yang terkait dengan perlindungan tenaga kerja demi keuntungan perusahaan semata.

Jika kamu dengan sengaja ataupun tidak sengaja mengabaikan peraturan negara, ini bisa jadi bumerang bagi perusahaanmu pada kemudian hari.

Baca Juga: Begini Cara Menghitung PPN 11%, Pelaku Bisnis Wajib Tahu 

Demikian penjelasan mengenai manajemen sumber daya manusia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi bisnismu.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X