Tips Menerapkan Strategi Buy 1 Get 1 Dalam Berbisnis

Share this Post

strategi buy 1 get 1
Table of Contents
shopee pilih lokal

Pebisnis selalu mencari cara agar penjualannya terus meningkat. Maka dari itu penting untuk tahu tips menerapkan strategi buy 1 get 1.

Strategi ini sering dipakai untuk menghabiskan stok barang yang menumpuk di inventori. Cara lainnya adalah dengan dengan menawarkan harga yang lebih hemat untuk pembelian bundling.

Strategi buy 1 get 1 free juga memungkinkan pembeli mendapatkan dua barang dengan hanya membayar satu produk.

Menurut sebuah penelitian oleh Hecker, dkk. dalam Journal of Business Research, strategi buy-one-get-one ternyata lebih efektif menarik perhatian calon konsumen ketimbang diskon.

Ini karena orang cenderung malas memperhatikan angka, alih-alih menghitung persentase potongan harga. 

Sebagai pebisnis, kamu boleh mencoba strategi buy 1 get 1 ini sesekali. Cocok untuk metode perkenalan produk dan cuci gudang. Berikut beberapa serba-serbinya. 

Baca Juga: Ini 8 Langkah Memulai Bisnis Barbershop, Layanan Male Grooming yang Kian Pesat

Metode yang Bisa Dipakai 

strategi buy 1 get 1
Foto: Diskusi Penjualan (Pexels.com)

Strategi buy 1 get 1 tidak hanya bisa diterapkan dalam satu format. Sebagai pebisnis, kamu bisa melakukan sejumlah modifikasi.

Misalnya seperti beberapa format berikut. Silakan melakukan modifikasi lain sesuai dengan situasi dan kebutuhan.

1. Beli Satu Dapat Satu Lagi Gratis 

Format pertama adalah memberikan satu produk gratis yang sama dengan produk yang dibeli konsumen.

Cara ini cocok untuk keperluan cuci gudang atau menghabiskan stok yang menumpuk dan tanggal kadaluarsanya sudah dekat. Dengan begitu, tidak ada produk yang terbuang sia-sia di gudang. 

2. Beli Satu Dapat Barang Lain Gratis 

Tidak hanya bisa diberlakukan untuk produk yang sama, barang gratis atau bonus bisa diambil dari produk yang berbeda dan masih berkaitan.

Misalnya dengan pembelian susu cair merek ini akan mendapat bonus yoghurt kemasan. Bisa juga dilakukan untuk produk sabun cuci piring yang diberi bonus satu sabun mandi. 

3. Beli Dua, Gratis Satu 

Ini adalah modifikasi lain yang menggabungkan antara pembelian bundling dengan buy one get one free.

Dengan pendekatan ini, konsumen akan terdorong untuk melakukan pembelian barang dalam jumlah yang lebih banyak. 

Baca Juga: Apa Itu Hukum Pareto Marketing? Ini 6 Penggunaannya dalam Pemasaran

Keuntungan Menerapkan Strategi Buy 1 Get 1  

strategi buy 1 get 1
Foto: Belanja di Minimarket (Pexels.com)

Strategi buy one get one memiliki beberapa keuntungan untuk penjual, yaitu sebagai berikut:

1. Menggerakan Sirkulasi Stok Tanpa Kehilangan Keuntungan 

Strategi ini banyak dipakai ketika stok tampak menumpuk dan penjualan melambat.

Dengan promosi macam ini, diharapkan sirkulasi stok bisa bergerak lagi sembari memberikan kesempatan untuk pebisnis melakukan evaluasi dan pembaruan inventori.

Stok juga diharapkan tidak terbuang sia-sia karena rusak pasca disimpan terlalu lama di gudang. 

2. Menarik Perhatian Calon Pembeli 

Strategi buy 1 get 1 juga terbukti bisa meningkatkan brand awareness. Pembeli akan lebih tertarik melihat label gratis ketimbang diskon sehingga akan mampir ke booth atau rak produkmu.

Dengan begitu, diharapkan orang yang belum mengenal brand milikmu akan mulai tahu dan mungkin mengingatnya.

Brand baru bisa memanfaatkan teknik ini untuk bersaing dengan brand yang sudah berpengalaman.

Baca Juga: Jenis-Jenis Branding untuk Membangun Bisnis

Tips Menerapkan Strategi Buy 1 Get 1

strategi buy 1 get 1
Foto: Belanja di Pasar (Pexels.com)

Tentunya saat akan menerapkan strategi buy 1 get 1 free, perlu dilakukan beberapa langkah dan perencanaan yang matang. Apa saja? 

1. Tetapkan Target Audience 

Setiap produk punya target audience sendiri. Misalnya saja alat tulis dan tas sekolah untuk para murid dan mahasiswa.

Sementara, kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan sampo akan lebih menarik untuk keluarga.

Setelah tahu target pasarnya, kamu bisa menentukan di mana harus pasang iklan sampai desain kemasan, label, hingga platform yang dipakai untuk memasang iklan. 

2. Ciptakan Urgensi 

Misalnya dengan mencantumkan batas waktu promosi, sehingga memberikan kesan bahwa kesempatan untuk dapat barang gratis atau bonus ini mungkin saja tidak akan datang dua kali.

Dengan begitu, calon konsumen akan terdorong untuk segera melakukan transaksi. 

3. Pemasaran Luring dan Daring 

Digital marketing adalah metode wajib yang harus dicoba pebisnis. Bisa dengan memasang iklan atau membuat video demo produk yang menarik mata saat calon pembeli menggulir layar di media sosial.

Kini sudah banyak platform yang bisa dipakai, mulai Facebook, TikTok, Instagram, dan YouTube. 

Tidak hanya dari platform daring seperti memasang iklan dan video di marketplace dan media sosial, pebisnis bisa mencoba jalur luring dengan memberikan brosur atau menciptakan visual menarik di toko offline.

Buat demo penggunaan produk, sehingga menyakinkan pengunjung toko untuk membeli atau sekadar bertanya. 

Baca Juga: Ini 8 Langkah Memulai Bisnis Barbershop, Layanan Male Grooming yang Kian Pesat

Kelemahan Strategi Buy One Get One

Tips Menerapkan Strategi Buy 1 Get 1 Dalam Berbisnis
Foto: Belanja Baju (Pexels.com)

Meski cukup efektif, strategi ini tetap memiliki kelemahan. Berikut beberapa yang harus kamu ketahui agar tak gegabah menerapkannya:

1. Tidak Memiliki Efek Jangka Panjang 

Bagaimanapun promosi adalah metode meningkatkan angka penjualan dalam jangka pendek saja. Ini karena tidak mungkin selamanya pebisnis bisa memberikan subsidi seperti itu tanpa mengalami kerugian.

Ada baiknya tetap pikirkan solusi jangka panjang lain untuk memastikan operasi bisnismu bisa bertahan di masa sulit sekalipun. 

2. Hanya Menarik Swing Shoppers Bukan Pembeli Tetap 

Strategi macam ini sangat ampuh menarik swing shoppers atau pembeli yang tidak atau belum memiliki preferensi tertentu pada sebuah brand.

Ia tertarik dengan harga murah dan nantinya tetap akan menilai kualitas produkmu. Apabila sesuai dengan selera dan budget, mereka bisa saja melakukan pembelian ulang.

Namun, jika tidak, ia bisa beralih ke merek pesaing. Ini menandakan bahwa kualitas dan harga normal tetap jadi faktor pertimbangan terbesar bagi konsumen. 

3. Konsumen Bisa Saja Merasa Menyesal 

Ini karena mereka cenderung membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan atau merasa barang bonus memiliki kualitas yang tidak seberapa baik.

Mengingat penjual juga cenderung memberikan produk yang kurang baik performa penjualannya.

Perasaan menyesal ini bisa mereka bawa sampai ke sesi belanja berikutnya dan akan memberikan kesan yang kurang baik atas brand-mu. 

4. Mendorong Produsen untuk Bersaing dengan Cara yang Kurang Sehat 

Rothstein dalam Stanford Social Innovation Review menyoroti potensi persaingan tidak sehat yang dilakukan perusahaan atau pebisnis untuk bisa menerapkan strategi ini.

Misalnya dengan memangkas biaya produksi di hulu dengan membeli produk dengan harga yang kelewat murah dari produsen tanpa memikirkan kesejahteraan pegawai dan pengrajin.

Buy 1 get 1 membuat orang fokus pada volume penjualan. Kadang mereka lupa bahwa ada banyak hal di balik proses produksi dan operasional bisnis yang tidak bisa dikorbankan hanya demi menggaet lebih banyak pembeli. 

Strategi penjualan untuk meningkatkan keuntungan bisa dilakukan dalam banyak cara. Beberapa seperti buy one get one dinilai cukup efektif. Namun, ia tidak kebal dari kontra dan efek negatif.

Demikian beberapa strategi buy 1 get 1 yang bisa kamu jadikan pertimbangan untuk meningkatkan penjualan. Tetap lakukan dengan bijak dan seksama, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X