Berjualan dengan Sistem Preorder, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Mari simak penjelasan sistem preorder berikut ini.

Preorder atau PO merupakan salah sistem penjualan yang banyak digunakan dalam transaksi jual beli.

Sistem penjualan PO banyak digunakan dalam transaksi jual beli online. Strategi pemasaran yang satu ini terbukti cukup efektif untuk meningkatkan penjualan usaha, lho.

Dilansir dari laman Cashlez, preorder mengacu pada sistem penjualan yang mencatat pesanan pelanggan terlebih dahulu.

Jadi, barang yang dipesan oleh pelanggan tidak tersedia secara langsung, tetapi harus dipesan dan memerlukan jangka waktu tertentu untuk dapat dikirimkan ke pelanggan.

Meskipun barang PO membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dibuat dan dikirimkan, tetapi pelanggan harus tetap melakukan pembayaran di awal sebagai deposit.

Baca Juga: 4 Poin Penting Brand Guidelines, Bantu Jaga Konsistensi Merekmu

Kelebihan Jualan dengan Sistem Preorder

cara meningkatkan ctr
Foto: Belanja Online (Unsplash.com)

Tentu saja, berjualan produk dengan sistem preorder ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dibandingkan barang yang siap jual.

Kira-kira, apa saja ya, kelebihan dari berjualan produk menggunakan sistem PO ini? Berikut di antaranya:

1. Menciptakan Antusiasme Pelanggan

Salah satu kelebihan yang bisa kamu dapatkan dengan menjual produk preorder, yaitu bisa menciptakan antusiasme pelanggan yang lebih besar.

Kamu bisa menggunakan sistem PO dalam meluncurkan produk baru, mengadakan penawaran terbatas, atau diskon tertentu.

Dengan sistem PO tersebut, kamu bisa menghadirkan rasa urgensi dalam benak pelanggan sehingga mereka lebih tertarik untuk melakukan pembelian sesegera mungkin.

Baca Juga: 11 Tips Foto Aesthetic Produk agar Lebih Menarik

2. Penjualan dan Pendapatan Terjamin

Kelebihan dari menjual produk dengan sistem preorder selanjutnya, yakni kamu bisa mendapatkan hasil penjualan dan pendapatan yang lebih terjamin.

Pasalnya, produk baru akan dibuat dan dikirimkan setelah pelanggan membayar harga barang dan biaya pengiriman di awal pemesanan.

Uang yang masuk tersebut sudah pasti menjadi pendapatan usaha kamu. Jadi, setiap barang yang kamu produksi dengan sistem PO menghasilkan keuntungan yang nyata.

3. Memprediksi Permintaan Produk

Dengan sistem PO, kamu juga bisa memprediksi permintaan suatu produk. Jadi, kamu bisa melakukan pengukuran minat pelanggan secara lebih efektif.

Melalui pemesanan PO, kamu bisa mencari tahu seberapa besar minat pelanggan terhadap produk yang ditawarkan.

Ketika mengetahui minat pelanggan terhadap suatu produk, kamu pun bisa memperkiraan produksi selanjutnya.

Strategi pemasaran berikutnya bisa diperbaiki sehingga lebih sesuai dengan keinginan dan harapan pelanggan.

Baca Juga: Ingin Membuat Perencanaan Usaha? Ikuti 9 Tips Ini!

4. Meminimalisir Risiko

Menggunakan sistem preorder dalam menjual sebuah produk juga bisa membantu bisnis kamu dalam meminimalisir risiko.

Hal ini karena kamu hanya memproduksi barang yang telah benar-benar dipesan dan dibayar oleh pelanggan.

Jadi, kamu tidak perlu membuang-buang uang untuk membeli bahan baku dan membayar ongkos produksi yang belum tentu menghasilkan keuntungan sepadan.

Lain halnya jika kamu melakukan produksi massal dan menjadikannya sebagai inventaris.

Bisa saja, stok produk tersebut tidak laku sehingga membuat kamu menimbun inventaris yang pada akhirnya mengganggu siklus keuangan dan mempersempit gudang.

5. Meningkatkan Brand Awareness

Penjualan produk dengan sistem PO juga bisa membantu kamu untuk meningkatkan brand awareness.

Sebab, kamu bisa menggunakannya sebagai strategi pemasaran yang menciptakan rasa urgensi di benak pelanggan.

Ketika trik marketing kamu viral dan menjangkau audiens yang lebih luas, baik offline maupun online, maka akan semakin banyak pula pelanggan yang mengetahui tentang merek sekaligus produkmu.

Produk yang berhasil diperbincangkan oleh masyarakat bisa membuat mereka penasaran dan menarik lebih banyak orang untuk membelinya.

Baca Juga: Ini Perbedaan Brand dan Branding Serta Fungsinya dalam Bisnis

Kekurangan Jualan dengan Sistem Preorder

kekurangan sistem preorder
Foto: Penjual Online (Freepik.com)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sistem PO ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

Ini dia beberapa kekurangan strategi pemasaran produk PO bagi sebuah bisnis:

1. Kemampuan Produksi Terbatas

Karena kamu hanya memiliki ongkos produksi sesuai dengan jumlah pesanan yang diterima, maka kemampuan untuk melakukan produksi pun terbatas.

Biasanya, sistem PO dilakukan oleh jenis usaha yang baru dirintis atau bisnis kecil sehingga mereka pun memiliki dana produksi yang terbatas.

Jadi, ketika hanya mengandalkan pendapatan dari pembayaran produk di muka, bisnis kamu bisa kewalahan dalam memenuhi permintaan.

Sebab, kamu hanya bisa melayani pesanan pelanggan yang telah membayar produk di awal transaksi.

2. Bergantung pada Pabrik

Dalam penjualan dengan sistem PO, kamu juga akan memiliki kecenderungan untuk bergantung pada pabrik yang melakukan produksi.

Ketika ingin menjual barang, kamu harus meminta pihak pabrik untuk memproduksi jumlah produk yang dibutuhkan.

Berbeda halnya dengan menyimpan produk sendiri menggunakan sistem inventaris pribadi.

Kamu bisa dengan mudahnya memenuhi pesanan pelanggan tanpa perlu mengkhawatirkan stok barang.

Pada saat ada kendala produksi di pabrik, kamu juga tidak bisa melakukan banyak cara dalam mengatasinya.

Hal yang bisa kamu lakukan hanya menunggu pabrik untuk mengatasinya karena tidak memungkinkan bagi kamu untuk membatalkan produksi dan menggunakan pabrik lain.

Pasalnya, akan memakan lebih banyak waktu dan juga biaya.

Baca Juga: Jenis, Proses Operasi, dan Fungsi Gudang bagi Bisnis

3. Ketidaksesuaian Jumlah Produksi

Meski pada dasarnya penjualan produk dengan sistem PO bisa meminimalisir risiko kerugian akibat terlalu banyak stok, tetapi kamu juga bisa mengalami ketidaksesuaian jumlah produksi dengan banyaknya penjualan yang masuk.

Jadi, ada kemungkinan bahwa jumlah produk yang terjual dengan sistem preorder tidak akan benar-benar berkorelasi dengan jumlah penjualan.

Oleh karena itu, kamu berhati-hati dalam menggunakan sistem PO untuk berjualan.

Pastikan jumlah barang yang diproduksi dan jumlah penjualan atau pendapatan yang kamu terima seimbang.

4. Waktu Tunggu Pelanggan yang Lebih Lama

Ketika pelanggan memutuskan untuk membeli produk yang dijual dengan sistem PO, mereka harus rela untuk menghabiskan waktu tunggu yang lebih lama.

Hal ini karena barang PO baru akan diproduksi setelah kuota produksi terpenuhi dan semua pelanggan melakukan pembayaran.

Mereka harus menjadi orang yang sabar untuk benar-benar menerima produk yang dipesan karena sistem PO ini bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga bulanan.

Tergantung pada kebijakan setiap toko yang mengadakan penjualan dengan sistem PO.

Berbeda dengan produk yang bisa dibeli langsung dan tersedia dalam jumlah banyak.

Tentu saja, mereka tidak membutuhkan waktu lama karena proses pengemasan barang dan pengiriman hanya membutuhkan waktu sekitar beberapa hari saja.

Baca Juga: Simak Fungsi Perencanaan Produksi, agar Bisnismu Efisien!

5. Kemungkinan Pelanggan untuk Kecewa Lebih Besar

Membeli produk preorder juga bisa menyebabkan kekecewaan pelanggan yang lebih besar. Hal ini karena bisa saja, produk yang mereka tunggu tidak sesuai dengan ekspetasi.

Pelanggan hanya bisa melihat contoh atau ilustrasi produk dalam bentuk gambar dan juga video.

Mereka mungkin tidak bisa mengetahui produk secara real sehingga katalog dengan barang yang diterima bisa saja memiliki ketidaksesuaian.

Lain halnya dengan produk yang dapat dibeli langsung, mereka mungkin akan memiliki gambaran yang lebih jelas dari testimoni pelanggan lain.

Itu dia kelebihan dan kekurangan berjualan produk dengan sistem preorder. Apakah kamu tertarik untuk menerapkannya dalam bisnis?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X