4 Poin Penting Brand Guidelines, Bantu Jaga Konsistensi Merekmu

Share this Post

brand guidelines
Table of Contents
shopee pilih lokal

Konsistensi sebuah merek sangat diperlukan agar melekat di benak konsumen. Oleh karena itu, dibutuhkan brand guidelines yang dapat menjadi panduan mengomunikasikan merek kepada audiens.

Panduan ini dibutuhkan, baik oleh perusahaan besar maupun kecil. Bayangkan jika logo perusahaan berubah-ubah setiap saat.

Tentu konsumen akan kebingungan dan merasa produk merekmu berasal dari beberapa perusahaan yang berbeda. Merekmu tidak akan melekat di benak mereka dan cenderung mudah dilupakan karena tidak konsisten.

Itulah salah satu alasan mengapa brand guidelines penting untuk dibuat. Berikut ini penjelasannya secara mendalam.

Baca Juga: 4 Tips Usaha Franchise untuk Kembangkan Bisnismu

Definisi Brand Guidelines

definisi brand guidelines
(Foto: desainer sedang mengerjakan desain. Sumber: Freepik.com)

Brand guidelines adalah aturan dan standar yang didefinisikan dengan jelas. Panduan merek ini mengomunikasikan bagaimana merekmu harus direpresentasikan kepada dunia.

Panduan ini membantu bisnis memastikan konsistensi. Mulai dari cara menunjukkan perusahaan, apa yang dilakukannya, dan apa yang diperjuangkannya.

Lalu, apa saja yang harus ada dalam brand guidelines? Informasinya lengkap, mulai dari sejarah, visi, misi, dan nilai perusahaan.

Dari segi teknis, ada panduan mengenai penggunaan logo, warna perusahaan, font, tata bahasa, elemen desain, hingga desain kartu nama dan kop surat. Kamu tidak harus mengikuti formula ketat, tetapi berbagai elemen yang disebutkan, umumnya disertakan dalam panduan.

Sebuah brand guidelines yang efektif adalah pedoman yang dapat dibagikan dan mudah dipahami oleh siapa pun.

Terutama untuk orang-orang yang terlibat dalam mengomunikasikan merekmu, baik secara internal maupun eksternal.

Tujuan dari panduan ini, yaitu untuk membantu memastikan merekmu mudah dikomunikasikan dengan benar secara internal dan disajikan secara konsisten kepada audiens.

Dengan mengikuti pedoman, kamu dapat mempromosikan identitas merek sesuai dengan tujuan utamamu.

Tim internal perlu memahami brand guidelines secara mendalam karena citra perusahaan sangat krusial. Satu logo yang salah digunakan saja, dapat merusak reputasi merek untuk kualitas dan profesionalisme.

Kamu perlu membuat dan membagikan brand guidelines yang jelas dan komprehensif, agar mudah dipahami. Dengan demikian, tim internal dan pemasok eksternal dapat yakin bahwa mereka mempromosikan citra merekmu dengan cara positif serta profesional.

Membangun citra merek membutuhkan waktu, sedangkan mempertahankannya butuh upaya seluruh perusahaan.

Brand guidelines dapat membantu memastikan brand identity kamu dapat dikenali secara meluas, konsisten, dan dengan kualitas terbaik.

Baca Juga: 5 Cara Menghadapi Persaingan Usaha dan Tips bagi UMKM

Tips Membuat Brand Guidelines

tips membuat brand guidelines
(Foto: orang membuat peraturan: Sumber: Freepik.com)

Ada banyak yang perlu kamu perhatikan dalam membuat brand guidelines. Kamu tidak bisa membuatnya dengan asal-asalan, karena ia digunakan dalam jangka panjang dan oleh banyak pihak.

Berikut ini ada sejumlah tips dalam membuat brand guidelines, agar kamu dapat membuat panduan yang komprehensif sejak awal.

1. Ungkapkan Visi dan Misi Merekmu

Pernyataan misi dan visi tidak hanya untuk pitch deck dan landing page di situs web perusahaan. Visi dan misi penting juga untuk brand guidelines.

Kedua hal ini merupakan kisah dan tujuan yang kamu ingin sampaikan kepada khalayak umum. Mulailah dengan membuat visi dan misi, kemudian identifikasi apa tujuan merekmu.

2. Ketahui Karakter Pembelimu

Sebelum memasarkan produk atau jasa, tentunya kamu sudah menetapkan segmentasi pasar mana yang hendak kamu targetkan. Dengan demikian, kamu sudah bisa mengidentifikasi siapa pelanggan idealmu.

Dalam brand guidelines, berikan detail sebanyak mungkin tentang tipikal pelangganmu. Mulai dari usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendapatan, dan hal lain yang relevan untuk dibagikan.

Dengan informasi ini, mudah untuk mengembangkan gaya dan nada untuk konten merek yang akan sesuai selera audiens target.

3. Tentukan Gaya Desainmu

Cobalah untuk menentukan gaya desain merekmu secara keseluruhan. Hal ini termasuk aturan penggunaan logo, font, warna, hingga citra.

Setiap pemilihan warna dan bentuk logo sangat memengaruhi citra perusahaan. Setiap warna dan bentuk memiliki simbol tersendiri. Pastikan semua hal yang kamu pilih mencirikan identitas perusahaanmu.

4. Deskripsikan Gaya Komunikasi Perusahaan

Kamu sudah mengungkapkan visi dan misi dalam brand guidelines, serta menggambarkan bagaimana karakteristik pelanggan.

Hal selanjutnya, sempurnakan bagaimana kamu ingin berkomunikasi dengan pelanggan dan calon pembeli.

Seperti apa gaya komunikasi yang ingin kamu gunakan oleh perusahaanmu? Apakah gayanya akan berbeda di platform yang berbeda pula, atau ada unsur tertentu yang konsistensinya dipertahankan?

Gaya komunikasi tentu akan berpengaruh juga terhadap konten yang akan kamu rilis.

5. Minta Bantuan Profesional

Membuat brand guidelines bisa dilakukan sendiri. Namun jika ingin merek perusahaanmu dapat memberi dampak besar, tentu dibutuhkan sentuhan profesional.

Desainer profesional dapat membantumu membuat brand guidelines yang jauh lebih komprehensif.

Terutama ketika kamu memiliki selera terhadap suatu tampilan atau gaya yang ingin kamu gunakan, tetapi bingung menentukan font atau warna mana yang paling cocok untuk itu.

Baca Juga: 8 Tips Agar Instagram Terlihat Menarik, Apa Saja?

Manfaat Brand Guidelines untuk Bisnis

manfaat brand guidelines
(Foto manfaat brand guidelines. Sumber: Freepik.com)

Brand guidelines harus benar-benar digunakan sebagai alat untuk menjaga merek perusahaanmu tetap konsisten.

Baik bagi bisnis besar maupun bisnis kecil, brand guidelines sangat penting untuk membantu merek bekerja secara efektif.

Tanpa adanya pedoman, pesan merekmu bisa berubah kapan saja dan logo digunakan secara tidak benar. Brand guidelines masih punya banyak manfaat selain yang disebutkan di atas, berikut ini sejumlah manfaatnya.

1. Konsistensi Merek

Merek harus konsisten agar dapat melekat di benar konsumen. Jika kamu mengubah warna logo agar sesuai materi pemasaran tertentu, kemungkinan merekmu tidak dapat dikenali lagi oleh konsumen atau klienmu.

Dengan adanya brand guidelines, kamu dapat memastikan elemen merekmu digunakan secara efektif dan terlihat profesional. Ketika elemen dalam merek digunakan dengan cara benar, kamu dapat membangun merek yang kuat.

2. Menetapkan Standar dan Aturan

Brand guidelines tidak hanya menampilkan hal-hal teknis semacam warna, logo, font, dan sebagainya. Panduan ini harus berisi aturan dan standar khusus mengenai bagaimana elemen-elemn tersebut digunakan.

Selain menginformasikan varian logo, brand guidelines juga menyertakan hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam menampilkan logo.

Panduan ini harus bisa membantu siapa pun yang membuat pesan dan merek, serta memahami elemen mana yang digunakan dan cara menggunakannya.

Baca Juga: Cari Ide Bisnis? Intip Peluang Usaha Cuci Sepatu Ini!

3. Menjadi Alat untuk Membuat Pesan Perusahaan

Brand guidelines tidak hanya berisi tentang aturan, tetapi juga dapat menjadi alat. Alat untuk mengirimkan pesan merek perusahaan yang dibuat oleh orang-orang yang berperan mengomunikasikannya.

Elemen-elemen dalam brand guidelines bekerja untuk menciptakan pesan. Elemen-elemen tersebut merupakan alat yang kamu butuhkan untuk membuat pesan yang menyentuh dan komunikasi pemasaran yang ikonik.

4. Menghindari Kebingungan

Sebagai pendiri perusahaan, kamu tentu mengetahui merekmu luar dalam, karena kamu yang menciptakannya. Namun hal yang sama tidak berlaku untuk karyawan yang baru kamu rekrut, setidaknya mereka tidak segera paham saat baru masuk perusahaan.

Memiliki brand guidelines akan membantu menghindari kebingungan bagi orang-orang yang menggunakan elemen merek dan menjaga merek tetap konsisten.

Demikian penjelasan mengenai brand guidelines. Semoga informasi ini bermanfaat.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X