Apa Itu Experiential Marketing? Ini Manfaatnya untuk Bisnis

Share this Post

contoh experiental marketing
Table of Contents
shopee pilih lokal

Experiential marketing adalah teknik pemasaran yang bisa memberikan pengalaman terbaik untuk pelanggan. Apa manfaatnya untuk bisnis?

Secara umum, experiential marketing adalah cara kreatif untuk menyampaikan pesan brand, dimana audience bisa menyentuh, melihat, dan merasakan langsung secara fisik.

Tujuannya adalah untuk membangun ikatan yang lebih erat dengan customer, menimbulkan emosi positif, dan meningkatkan brand loyalty semaksimal mungkin melalui sebuah pengalaman.

Baca Juga: Apa Itu Pemasaran Digital Marketing? Berikut Penjelasannya

Salah satu contoh experiential marketing sukses di Indonesia adalah brand es krim ternama yang membangun citra eksklusif salah satu produknya melalui berbagai campaign, mulai dari peragaan busana, kuis berhadiah item fashion branded di webstore, sampai perjalanan ke luar negeri.

Mereka melihat bahwa cara itu sangat potensial untuk menyampaikan pesan khusus brand pada target audience dan menghasilkan dampak yang maksimal.

Apa Itu Experiential Marketing?

experiential marketing
(Foto interaksi brand. Sumber: Freepik.com)

Mengutip dari Sendpulse, experiential marketing adalah strategi pemasaran yang melibatkan komunikasi tatap muka dengan audiens sehingga dapat melibatkan pengalaman audiens dengan produk yang dipasarkan.

Teknik pemasaran ini memberikan kesempatan kepada target audiens untuk mencoba dan merasakan langsung produk yang dijual. Misalnya, audiens dapat menyentuh, merasakan, dan berinteraksi dengan produk.

Misalnya, produsen mobil yang mempersilahkan target pasarnya untuk melakukan test drive. Contoh lainnya adalah brand minuman yang membuka booth dan membagikan minuman gratis.

Teknik pemasaran ini bertujuan membantuk ikatan emosional dengan pelanggan. Pada akhirnya, dapat meningkatkan brand awareness dan loyalitas pelanggan.

Experiential marketing melibatkan pengorganisasian berbagai acara offline seperti workshop, pameran, pertunjukkan musik, dan berbagai event lainnya yang dapat mempertemukan target audiens dengan produk yang dipasarkan.

Secara umum, ada beberapa manfaat dari experiential marketing, yaitu:

  • Melibatkan prospek dan target pasar dalam berbagai jenis kegiatan.
  • Memperkenalkan merek dan produk kepada target pasar dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mencobanya.
  • Meningkatkan loyalitas pelanggan.
  • Meningkatkan brand awareness.

Selain itu, experiential marketing yang baik dapat menghasilkan hal-hal berikut:

  • Mengundang konsumen untuk terlibat secara emosional dan fisik dengan merek dan produk.
  • Mempromosikan pesan dan nilai merek.
  • Memperkuat hubungan dengan merek atau produk.
  • Mendapat eksposur media dan penyebutan di media sosial.
  • Menumbuhkan hubungan yang langgeng dengan pelanggan.

Baca Juga: 10 Manfaat WhatsApp Marketing untuk Bisnis, Kamu Sudah Pakai?

Jenis-Jenis Experiential Marketing Berdasarkan Pengalaman

Apa Itu Experiential Marketing? Ini Manfaatnya untuk Bisnis
(Foto event marketing. Sumber: Freepik.com)

Experiential marketing melibatkan berbagai acara offline yang dapat membangun pengalaman pelanggan. Berikut ini jenis-jenis experiential marketing berdasarkan tingkat pengalaman pelanggan.

1. Mega Events

Beberapa acara offline dapat dikemas berskala besar. Misalnya, mengundang selebriti, influencer bisnis, investor, dan mengundang media.

Acara yang besar ini juga bisa melibatkan kegiatan lain seperti talkshow, seminar, dan masih banyak lagi. Acara yang diselenggarakan juga bisa berlangsung beberapa hari dalam skala yang besar.

2. Guerilla Campaigns

Teknik pemasaran dengan menyebarkan tenaga pemasaran ke keramaian dengan misi membagikan produk gratis, selebaran, atau interkasi lainnya. Misalnya, dalam event olahraga, kamu bisa saja mengirim tenaga pemasaran untuk membuka booth.

3. Exclusive Experience

Ini merupakan acara tertutup yang diperuntukkan kepada pelanggan terpilih saja. Artinya, hanya undangan yang dapat menghadiri acara ini secara eksklusif. Kegiatan ini dapat dilakukan untuk memberikan apesiasi kepada pelanggan setia.

Baca Juga: 8 Jenis Marketing Objective dan Perbedaannya Dalam Bisnis

Cara Mengukur Keberhasilan Experiential Marketing

Apa Itu Experiential Marketing? Ini Manfaatnya untuk Bisnis
(Foto event marketing. Sumber: Freepik.com)

Tingkat keberhasilan experiential marketing dapat diukur menggunakan beberapa asepk. Berikut penjelasannya, simak yuk!

1. Tentukan Standar Dasar

Sebelum mulai melakukan campaign, tentukan dulu Key Performance Indicator (KPI) atau indikator performa kunci, agar kamu tahu dengan jelas tujuan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mengukurnya.

Salah satu cara untuk menentukan KPI adalah dengan mengidentifikasi bagaimana sebuah campaign bisa dibilang sukses.

  • Hasil apa yang ingin kamu lihat dari campaign yang sukses?
  • Langkah apa saja yang harus dikerjakan dalam campaign agar bisa sukses?
  • Apa saja KPI yang harus dipenuhi agar campaign sukses?
  • Apa campaign masih bisa dibilang sukses kalau hasil salah satu KPI kurang baik?

Setelah semua pertanyaan tadi terjawab dan kamu sudah menentukan KPI, sekarang waktunya mencari tahu metriks apa yang akan kamu pakai untuk mengukur kesuksesan campaign. 

Apakah yang mudah diukur seperti nilai penjualan dan peningkatan jumlah followers atau like, atau yang agak susah di monitor, seperti brand sentiment.

Baca Juga: Ketahui 7 Strategi Customer Acquisition Marketing Ini untuk Gaet Pelanggan Baru

2. Aktifitas di Media Sosial Setelah atau Selama Campaign

Hampir semua orang senang berbagi pengalaman di media sosial setelah mengikuti suatu event, dan 92% konsumen ternyata lebih percaya rekomendasi orang terdekat saat akan membeli sesuatu.

Kalau experiential campaign kamu berhasil, brand toko online kamu bisa meraih jangkauan sosial yang lebih luas melalui postingan peserta event ataupun liputan.

Coba platform, seperti Radian6 dan Sprout Social untuk mengukur semua hal tadi dengan basis brand sentiment dan jangkauan sosial.

Kamu juga bisa membuat hashtag khusus di Facebook, Twitter, atau Instagram, supaya bisa digunakan oleh mereka yang post tentang event, sekaligus melihat pendapat objektif dari audience.

3. Jumlah Lead atau Pelanggan Baru

Supaya brand bisa terus sukses, penting sekali loh untuk secara konsisten memikat orang menjadi pelanggan baru.

Nah, salah satu keuntungan experiential marketing adalah membuat orang yang masih asing dengan brand kamu merasa terpesona dan senang.

Karena itu pastikan promosi ditujukan pada target audience yang tepat, juga disesuaikan dengan kebiasaan dan kesukaan mereka.

4. Angka Penjualan

Brand awareness di media sosial sudah, mendapatkan lead dan pelanggan baru juga sudah, tapi yang paling menentukan tingkat kesuksesan experiential marketing adalah event yang bisa meningkatkan jumlah penjualan.

Coba deh kamu bandingkan angka penjualan toko online kamu pada periode tertentu tanpa campaign dan setelah melakukan campaign.

Semakin besar perbedaan positif diantara keduanya, maka bisa dibilang semakin sukses juga experiential marketing yang kamu jalankan.

Baca Juga: 6 Strategi Omnichannel Marketing yang Bisa Tingkatkan Penjualan

Nah, itulah penjelasan tentang experiential marketing yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Apakah kamu tertarik mencobanya?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X