Open Rate Email Marketing: Definisi dan Cara Menghitungnya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Open rate dalam email marketing merupakan upaya untuk mengukur performa pemasaran. Beriku pengertian lengkapnya!

Coba cek kotak masuk email kamu, pasti kamu akan menemukan email dari kategori promosi yang dikirim oleh berbagai brand. Termasuk email yang berasal dari situs yang baru saja kamu registrasi.

Kumpulan email yang dikirim dari brand umumnya berisi informasi terkini soal promosi, peluncuran produk baru, maupun fitur-fitur lain yang terkait dengan bisnis.

Bagaimana brand dapat mengirim email promosi? Sederhananya, brand memperoleh dan mengumpulkan alamat email pengguna ketika melakukan registasi akun.

Dengan mengklik tombol berlangganan atau subscribe, artinya kamu menyetujui untuk menerima email notifikasi.

Rupanya, email yang dikirim oleh brand memiliki matriks sendiri untuk mengukur tingkat efektivitasnya. Semakin banyak pengguna yang membuka dan membaca email, maka semakin positif performanya.

Indikator tersebut menjadi bagian dari open rate email marketing yang akan kamu pelajari bersama dalam artikel ini. simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: Ini 7 Cara Mengatasi Bounce Email, Anti Gagal Kirim!

Pengertian Open Rate Email Marketing

open rate
Foto: Inbox Email (Freepik.com)

Menurut SendPulse, open rate merupakan persentase pengguna yang membuka dan membaca email promosi yang dikirim oleh suatu brand.

Persentase tersebut diukur berdasarkan perbandingan antara jumlah pengguna yang membuka email dengan jumlah penerima email secara keseluruhan.

Semakin tinggi persentasenya, maka performa suatu kampanye pemasaran akan dianggap lebih baik.

Open rate juga merujuk pada seberapa baik kamu dapat menarik perhatian pelanggan menggunakan email yang diterima di kotak masuk atau folder spam.

Banyak pemasar yang menggunakan matriks tersebut sebagai indikasi untuk menentukan kesuksesan sebuah strategi pemasaran.

Meskipun rasio dibukanya email itu penting, namun tidak ada jaminan bahwa semakin banyak email dibaca, akan semakin banyak pula tingkat penjualan produk.

Setidaknya, semakin banyak pengguna yang membaca email, semakin menarik dan efektif pula strategi pemasaran yang dilakukan.

Dengan begitu, pemasar dapat menentukan metode pemasaran mana yang layak untuk dilanjutkan dan mana yang perlu diperbaiki atau bahkan dihentikan.

Baca Juga: Cara Membuat Email Bisnis dengan Berbagai Platform, Ini Keuntungannya

Pentingnya Open Rate Email Marketing

Open Rate Email Marketing: Definisi dan Cara Menghitungnya
Foto: Email Marketing (Freepik.com)

Open rate adalah salah satu indikator utama untuk memantau keberhasilan kampanye pemasaran yang dilakukan.

Cara ini membantu untuk memahami aspek mana dari strategi email yang membutuhkan peningkatan.

Jika rasio pengguna yang membuka email rendah, artinya ada kekurangan dalam strategi pemasaran yang dilakukan.

Sebeb, penerima email tidak akan membuka dan membaca email yang dianggap kurang menarik dan informatif. Dengan begitu, pemasar dapat mengetahui materi email seperti apa yang cocok untuk pelanggannya.

Selain itu, open rate juga penting untung mengukur keberhasilan promosi melalui rasio klik tautan, jumlah pengguna yang berhenti berlangganan, dan jumlah keluhan spam.

Pasalnya, email dari brand yang diterima oleh pengguna dapat dilaporkan sebagai spam dan/atau membuat penerima memilih unsubscribe.

Semakin sedikit rasio tersebut, maka email pemasaran dianggap semakin efektif untuk menjangkau pelanggan.

Pada akhirnya, tidak masalah berapa banyak orang yang membaca email perusahaan. Bagian terpenting adalah berapa banyak dari mereka yang akhirnya membuka tautan penjualan dan melakukan pembelian.

Baca Juga: 5 Manfaat dan Cara Buat Email Blast untuk Bisnismu, Yuk Cek!

Cara Menghitung Open Rate Email Marketing

Open Rate Email Marketing: Definisi dan Cara Menghitungnya
Foto: Open Rate Email (Freepik.com)

Sebelum mempelajari cara meningkatkan open rate, kamu perlu mengetahui cara menghitung rasio tersebut. Berikut rumus open rate email yang dapat kamu gunakan:

(Jumlah email yang dibuka : jumlah email yang dikirim) x 100

Sebagai contoh, dari 100 email yang kamu kirim, ada 25 email yang dibuka. Maka, open rate dapat dihitung dengan cara: (25/100) x 100 = 25. Artinya, rasio pengguna yang membuka email sebesar 25%.

Bagaimana cara mengetahui jumlah email yang dibuka? Kamu bisa menggunakan beberapa tools atau plug in yang dapat melacak setiap email yang kamu kirim.

Aplikasi email tracker ini bisa membantumu mengetahui berapa banyak email yang sudah diterima dan dibaca oleh pengguna.

Nah, untuk meningkatkan tingkat keberhasilan email marketing, berikut beberapa tips yang bisa kamu coba.

1. Jangan Membeli Daftar Email

.Untuk melakukan strategi email marketing, tentunya kamu harus memiliki daftar email calon penerima. Mungkin masih ada bisnis yang membeli daftar email kepada pihak lain.

Pada dasarnya jual beli email orang lain adalah tindakan illegal. Kamu bisa mendapatkan alamat email pelanggan melalui formulir pesanan maupun melalui survei.

2. Perhatikan Isi Email

Email marketing sebaiknya dibuat dengan mengandung teks atau konten yang relevan. Gunakan bahasa yang sopan serta hindari terlalu banyak materi yang tidak perlu.

Sebab, jika email yang kamu kirim masuk dalam daftar spam maka penerima email tidak akan mengetahui adanya email masuk.

3. Kirimkan Email Jika Benar-Benar Perlu

Meskipun pemasaran melalui email sangat murah, bukan berarti kamu bisa mengirimkan email sebanyak-banyaknya.

Tetap perhatikan kapan waktu kamu akan mengirimkan email. Kirimlah email jika benar-benar dibutuhkan saja, misalnya untuk promo-promo khusus atau produk baru.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Jenis dan Manfaat Email Marketing untuk Bisnis Online

Itulah penjelasan seputar pengertian open rate email marketing dan cara menghitungnya, Yuk, tingkatkan penjualan dengan strategi pemasaran yang efektif!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X