Ini 7 Cara Mengatasi Bounce Email, Anti Gagal Kirim!

Share this Post

bounce email
Table of Contents
shopee pilih lokal

Email marketing merupakan salah satu praktik digital marketing yang cukup efektif untuk melakukan retensi pelanggan. Namun, kamu harus hati-hati dengan bounce email.

Untuk melakukan email marketing, kamu bisa menggunakan platform email blast yang ada banyak macamnya di luar sana.

Platform semacam ini memudahkanmu untuk membagikan pesan ke banyak alamat email dalam satu kali kirim.

Namun pesan yang kamu kirim terkadang tidak benar-benar sampai ke alamat email para pengguna yang berlangganan email kamu. Inilah yang disebut bounce email.

Nah, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi bounce email? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini.

Baca Juga: Yuk, Ketahui Jenis dan Manfaat Email Marketing untuk Bisnis Online

Pengertian Bounce Email

Bounce email
(Inbox email pelanggan. Sumber: Freepik.com)

Mengutip dari Tech Target, pengertian bounce email adalah surat elektronik yang dikembalikan ke pengirimnya karena tidak dapat dikirimkan akibat suatu hal.

Ketika email kembali, biasanya akan ada notifikasi baru di kotak email masuk. 

Pada umumnya, ada dua jenis bounce email, yaitu hard bounce dan soft bounce. pengertian mengenai keduanya akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.

Kasus bounce email dapat ditangani oleh platform email blast yang kamu gunakan. 

Bentuk penanganan yang biasanya direkomendasikan, yaitu mencoba mengirimnya kembali beberapa saat kemudian, menghapus alamat email dari daftar kirim, atau mengambil tindakan lain.

Baca Juga: 5 Manfaat dan Cara Buat Email Blast untuk Bisnismu, Yuk Cek!

Jenis Bounce Email

Bounce email
(Email tidak terkirim. Sumber: Freepik.com)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada dua jenis bounce email yang umum terjadi, yaitu hard bounce dan soft bounce.

Namun selain kedua jenis itu, ada dua jenis lain lagi, yaitu pending bounce dan global bounce. Berikut ini penjelasannya masing-masing.

1. Hard Bounce

Ini merupakan jenis bounce email yang menunjukkan adanya kesalahan permanen, tetapi juga dapat disebabkan oleh filter keamanan email yang ketat. 

Untuk melindungi reputasi kamu sebagai email sender, platform email blast biasanya mengeluarkan alamat email ini dari daftar email untuk pengiriman selanjutnya.

2. Soft Bounce

Jenis yang satu ini menunjukkan adanya masalah sementara dengan server penerima, atau masalah teknis sementara lainnya. 

Alamat email yang mengalami soft bounce, memenuhi syarat untuk menerima email selanjutnya darimu.

3. Pending Email

Jenis bounce email yang satu ini biasa disebabkan oleh masalah teknis sementara dengan server email pengirim atau penerima. 

Platform email blast akan terus mencoba mengirim email beberapa saat kemudian. Namun jika tidak terkirim juga, email akan dikategorikan sebagai soft bounce.

4. Global Bounce

Jenis bounce email ini tergolong sebagai hard bounce dengan alasan permanen pada sejumlah akun kamu di platform email marketing.

Terjadinya bounce permanen, biasanya karena penggunanya tidak dikenal, misalnya kamu belum verifikasi sebagai pengguna.

Selain itu, bisa jadi karena mailbox sudah penuh.

Email yang mengalami global bounce nasibnya sama seperti hard bounce, yakni tidak akan dimasukkan ke dalam daftar email untuk pengiriman selanjutnya.

Baca Juga: 9 Tips Cerdas Tingkatkan Retensi Pelanggan untuk Bisnis E-Commerce

Cara Mengatasi Bounce Email

Berdasarkan penjelasan di atas, kamu sudah tahu apa itu bounce email, jenis-jenisnya, termasuk bagaimana itu bisa terjadi.

Nah, kini kamu harus tahu bagaimana cara mengatasi bounce email, agar email promosi kamu bisa sampai ke email pelanggan dengan aman.

1. Gunakan Double Opt-in

Bounce email
(Mengirim email ke pelanggan. Sumber: Freepik.com)

Menurut Sales Handy, double opt-in merupkan salah satu metode terbaik untuk membangun daftar email yang berharga. 

Setelah pengguna berlangganan milis kamu, minta mereka untuk memverifikasi akun mereka. 

Ini akan memberimu jaminan tentang keaslian alamat email mereka. Proses sederhana ini akan membantumu mengurangi rasio bounce email secara drastis.

2. Perbarui Terus Daftar Email Kamu

Penting bagimu untuk selalu memperbarui daftar email secara berkala. Alamat email biasanya kedaluwarsa seiring waktu, yang meningkatkan kemungkinan bounce email

Mempertahankan daftar yang “bersih”, dengan kata lain memastikan seluruh email dalam daftar tersebut masih aktif, bisa membuat daftar email kamu sehat. 

Menjadwalkan email campaign dengan daftar ini, membuatmu dapat melakukan pengiriman yang lebih baik dan mengurangi bounce rate.

3. Periksa Kembali Typo

Pengguna terkadang salah ketik atau typo ketika menuliskan alamat email. Cara terbaik untuk mencegahnya, yaitu dengan menggunakan metode double opt-in tadi.

Namun, jika kamu membuat daftar email secara manual, jenis kesalahan ini tentunya bisa terjadi. Kamu harus sangat berhati-hati saat mencantumkan alamat email sebelum mengirim email campaign

Bounce email bisa terjadi karena hal paling sepele sekalipun, misalnya penulisan @yahooo.com ketimbang @yahoo.com. Jadi cek lagi alamat email yang benar.

Baca Juga: Coba Meme Marketing, Strategi Promosi Kekinian Ala Gen Z

4. Autentikasi Akun Email Kamu

Autentikasi merupakan proses yang dilakukan untuk menjaga reputasi kamu sebagai pengirim email

Ini secara tidak langsung bisa membantumu untuk mengurangi rasio bounce email. Setidaknya ada tiga jenis autentikasi untuk meminimalisasi bounce, yaitu SPF, DKIM, dan DMARC.

Sejumlah teknik ini membantu server penerima untuk memeriksa keaslian email yang diterima.

5. Awasi Skor Sender Reputation Kamu

Bounce email
(Mengirim email secara konsisten. Sumber: Freepik.com)

Skor sender reputation adalah nilai standar yang diberikan kepada domain untuk memeriksa aktivitas email mereka. 

Reputasi yang rendah, dapat menyebabkan bounce email, email menjadi spam, dan terkadang memblokir akunmu.

Ikutilah panduan best practice terkait pengiriman email campaign sambil memantau skor sender reputation kamu. 

Ada banyak alat gratis yang bisa kamu pakai untuk memantaunya, seperti Sender Score. Kamu bisa memantau skormu di alat tersebut.

6. Kirim Email secara Konsisten

Kamu harus selalu menjaga engagement dengan para pengguna yang berlangganan email kamu. 

Ketika ada aliran pesan yang konstan antara dua akun, server penerima mendapat jaminan kualitas percakapan email

Server penerima tetap mengetahui aktivitas email yang membuat akunmu tidak terlalu rentan terhadap bounce email.

7. Jangan Melebihi Batas Pengiriman Harian

Setiap platform email marketing atau email blast, biasanya memberikan batas pengiriman. 

Jika kamu mencoba mengirim lebih dari batas yang ditentukan dalam sehari, email kamu pasti akan mengalami bounce.

Sebaiknya hitung berapa banyak email yang kamu jadwalkan dalam sehari dan rencanakan dengan tepat.

Baca Juga: 10 Manfaat Newsletter, Pemasaran Lewat Email yang Patut Dicoba

Itu dia penjelasan mengenai bounce email, jenis-jenisnya, hingga cara mengatasinya. Semoga email campaign kamu berjalan mulus dan mendatangkan profit!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X