Tugas Public Relation dan Skill yang Perlu Dimilikinya

Share this Post

Table of Contents

Dalam sebuah organisasi bisnis, ada peran penting yang disebut dengan profesi public relation. Tahukah kamu, apa saja tugas dari seorang public relation (PR)?

Public relation sering juga disebut sebagai staf humas (hubungan masyarakat). Sesuai dengan namanya, ini merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan kemampuan komunikasi kepada publik.

Dalam hal ini, seorang humas perlu menggunakan berbagai media untuk membangun dan mempertahankan citra publik yang positif untuk merek dan klien lainnya.

Jadi tidak hanya untuk keperluan organisasi, public relation juga dibutuhkan untuk kepentingan individu dan juga suatu merek.

Beberapa staf PR fokus bekerja pada proyek dan kampanye untuk perusahaan mereka sendiri, sementara yang lain dipekerjakan oleh agensi (atau pekerja lepas) dan bekerja dengan sejumlah klien.

Lebih lanjut, berikut tanggung jawab seorang PR beserta skill yang perlu dikuasai untuk menunjang kinerjanya.

Baca Juga: Tanggung Jawab Founder dan Cofounder dalam Perusahaan, Apa Saja?

Tanggung Jawab Public Relation

tanggung jawab public relation
Foto: Juru Bicara (pexels.com)

Bagi kamu yang belum tahu, seorang PR memiliki tanggung jawab besar. Berikut ini pekerjaan public relation:

  1. Menanggapi permintaan rilis informasi atau konferensi pers dari media. Bisa juga menunjuk juru bicara atau sumber informasi.
  2. Membangun dan memelihara hubungan dengan konsumen, komunitas, karyawan, dan kelompok kepentingan publik.
  3. Menulis siaran pers dan komunikasi media lainnya untuk mempromosikan klien.
  4. Merencanakan atau mengarahkan pengembangan program untuk mempertahankan pandangan publik dan pemegang saham yang baik tentang agenda dan pencapaian organisasi.
  5. Melatih perwakilan klien dalam komunikasi yang efektif dengan publik dan karyawan.
  6. Mempelajari tujuan organisasi, kebijakan promosi, dan kebutuhan untuk membangun strategi hubungan masyarakat yang memengaruhi opini publik dan mempromosikan produk, ide, serta layanan.
  7. Mempersiapkan dan mengedit publikasi organisasi, termasuk buletin karyawan atau laporan pemegang saham, untuk audiens internal dan eksternal.
  8. Memperbarui dan memelihara konten di web dan media sosial yang berhubungan dengan citra publik.
  9. Merancang atau mengelola proyek produksi komunikasi visual dan konten digital.
  10. Berunding dengan manajer untuk mengidentifikasi tren dan kepentingan kelompok dan memberikan nasihat tentang keputusan bisnis.
  11. Menganalisis liputan media.
  12. Menugaskan atau melakukan riset pasar yang relevan dan analisis data.
  13. Mengorganisir dan menghadiri acara promosi seperti konferensi pers, pameran, tur dan kunjungan.

Baca Juga: Sifat Leader yang Perlu Dimiliki dalam Menjalankan Usaha

Jenis Public Relation

jenis public relation
Foto: Ilustrasi PR Berbicara di Publik (freepik.com)

Dalam proses kerjanya, public relation dapat dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

  • Media Relations

Media relations merupakan PR yang bertugas untuk menjalin hubungan baik dengan organisasi media dan bertindak sebagai sumber konten mereka.

  • Government Relations

Ada juga jenis PR yang disebut sebagai government relations. Ini merupakan staf hubungan masyarakat yang mewakili merek kepada pemerintah sehubungan dengan pemenuhan kebijakan seperti tanggung jawab sosial perusahaan, persaingan yang adil, perlindungan konsumen, perlindungan karyawan, dan lainnya.

  • Social Media Community

Social media community bertugas untuk melacak dan mengelola citra perusahaan atau klien mereka di media sosial.

Dalam hal ini, PR menggunakan alat pendengar sosial untuk mengukur reputasi publik perusahaan, dan untuk mendukungnya, mereka berinteraksi dengan pengikut media sosial mereka, membuat pengumuman perusahaan di media sosial, dan menemukan influencer media sosial untuk mempromosikan merek mereka.

  • Community Relations

Ada juga public relations yang disebut sebagai community relations. Seorang PR dalam hal ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan perusahaan atau klien mereka memenuhi potensi sebagai perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial.

Bentuk tanggung jawab secara sosial yang dilakukan bisa meliputi berpartisipasi dalam acara komunitas yang positif, seperti mensponsori acara tertentu, menyumbangkan uang ke organisasi, atau mengerjakan acara filantropi/charity.

  • Investor Relations

Sesuai dengan namanya, jenis PR ini menangani acara investor, merilis laporan keuangan dan pengajuan peraturan, menangani pertanyaan dan keluhan investor, analis, maupun media.

  • Internal Relations

Internal relations adalah jenis PR yang memiliki tugas untuk menasihati karyawan organisasi sehubungan dengan kebijakan, tindakan, tanggung jawab organisasi, dan tanggung jawab mereka sebagai staf perusahaan.

  • Customer Relations

Seorang customer relations bertanggungjawab untuk menangani hubungan dengan target pasar dan mengarahkan konsumen.

Sekaligus melakukan riset pasar untuk mengetahui lebih banyak tentang minat, sikap, dan prioritas pelanggan dan menyusun strategi untuk memengaruhi hal yang sama menggunakan media yang diperoleh.

  • Marketing Communications

Dikutip dari Feedough, seorang marketing communications memiliki tugas untuk mendukung upaya pemasaran yang berkaitan dengan peluncuran produk, campaign atau promosi khusus, kesadaran merek, citra merek, dan pemosisian merek di pasar.

  • Spokesperson

Spokesperson atau juru bicara adalah wajah merek dari perusahaan mereka bekerja.

Seorang spokesperson memiliki tanggung jawab untuk berbicara kepada masyarakat umum atas nama perusahaan mereka selama konferensi pers, tampil di TV, dan menanggapi setiap kritik yang mungkin dihadapi perusahaan.

Baca Juga: Tugas Admin Toko Online Beserta Skill yang Perlu Dimiliki

Skill yang Dibutuhkan Public Relation

skill public relation
Foto: Kegiatan Presentasi (pexels.com)

Untuk dapat menjadi public relation yang membawa perwakilan individu, merek, atau organisasinya dengan baik, ada beberapa skill yang perlu dimiliki oleh seorang PR, meliputi:

1. Keterampilan Komunikasi dan Membangun Hubungan

Salah satu skill penting yang dibutuhkan oleh seorang PR ialah keterampilan komunikasi dan membangun hubungan.

Dikutip dari Indeed, kemampuan komunikasi yang baik bisa membantu seorang PR untuk membuat konten menarik di media sosial, terlibat dengan target audiens, serta membuat campaign menarik.

Keterampilan komunikasi juga akan membantu seorang PR untuk bekerja lebih efektif sebagai bagian dari tim, karena dapat mengekspresikan ide kepada rekan kerja dengan lebih baik.

2. Kemampuan untuk Mengelola Media Sosial

Mengelola media sosial merupakan tanggung jawab dari seorang public relations.

Oleh karena itu, kemampuan untuk menggunakan berbagai media sosial, membuat dan mempublikasikan konten, serta mengelolanya termasuk dalam skill penting seorang PR.

Dalam hal ini, kamu perlu mengetahui bagaimana perilaku target audiens di media sosial, apa yang mendorong mereka untuk mengambil keputusan, dan apa yang menarik bagi mereka.

Kamu juga perlu mengikuti tren media sosial dan memanfaatkannya untuk keuntungan klien atau perusahaan.

Dengan begitu, kamu bisa membuat strategi yang efektif untuk memaksimalkan penggunaan media sosial.

3. Keterampilan untuk Melakukan Riset

Tidak hanya itu, seorang public relations juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan riset dan analisis data. Oleh karenanya, PR perlu memiliki keterampilan untuk melakukan penelitian dan analisis.

Hal tersebut penting untuk dilakukan karena sebagai PR, kamu perlu mengetahui sebanyak mungkin tentang klien dan bagaimana cara memikat target audiens.

Riset menyeluruh juga akan membantu kamu dalam menentukan pendekatan yang paling efektif untuk menarik perhatian target audiens serta memertahankan citra klien di mata publik.

Baca Juga: Apa Itu Merchandiser? Ini Tugas dan Tanggung Jawabnya

4. Kemampuan Presentasi

Seorang PR akan berhubungan dengan banyak orang dalam pekerjaannya. Oleh karenanya, memiliki kemampuan presentasi sangat dibutuhkan untuk menunjang kinerja PR.

Untuk dapat memiliki keterampilan komunikasi yang baik selama presentasi, kamu perlu banyak berlatih.

Dengan begitu, kamu bisa menguraikan dan menjelaskan ide atau informasi secara profesional sekaligus penuh wawasan kepada klien dan jurnalis yang mewakili media saat proses wawancara.

5. Manajemen Waktu yang Baik

Mengingat tanggung jawab seorang PR sangatlah banyak, maka kamu perlu memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik.

Dalam lingkungan kerja PR yang penuh tekanan, kemampuan untuk mengerjakan banyak proyek sekaligus akan menjadi bagian dari keseharianmu.

Nah, dengan manajemen waktu yang efektif, akan memungkinkan kamu untuk tetap teratur dan mencapai tujuan sekaligus mempertahankan tingkat kualitas dalam bekerja.

Ketika kamu memiliki manajemen waktu yang baik, orang lain yang bekerja denganmu pasti akan senang karena energi positif yang diberikan.

6. Kemampuan untuk Berpikir Strategis

Seorang PR harus memiliki kemampuan untuk berpikir yang strategis. Kemampuan ini penting untuk membantu kamu dalam memahami merek klien, melakukan promosi, menjalankan acara, dan melaksanakan campaign yang sukses.

Untuk dapat berpikir secara strategis, kamu perlu menyikapi setiap persoalan dengan membuat rencana dan analisis terlebih dahulu.

Dengan begitu, kamu akan lebih siap untuk menghadapi tantangan atau kesulitan yang menyertai persoalan tersebut.

Kemampuan untuk berpikir strategis ini dapat kamu asah. Misalnya dengan selalu berpikir maju, mampu merespons tren secara cepat, serta mau mengambil risiko dan mencari peluang.

Sebagai seorang PR yang memiliki kemampuan untuk berpikir secara strategis, kamu harus menyeimbangkan perhatian terhadap masalah operasional sehari-hari sekaligus inisiatif dalam jangka panjang ke depannya.

Baca Juga: Tugas, Kisaran Gaji, dan Skill yang Wajib Dimiliki Brand Executive

7. Kreativitas yang Tinggi

Penting juga bagi seorang PR untuk memiliki kreativitas yang tinggi. Kreativitas yang dimaksud bisa ditunjukkan dengan menulis, memunculkan pendekatan baru terhadap ide lama, atau menemukan cara untuk menarik pelanggan baru.

Seorang profesional PR selalu dituntut untuk menjadi kreatif. Sebab, setiap situasi PR bisa saja berbeda, jadi kamu harus bisa menemukan dan menerapkan pendekatan atau teknik yang berbeda untuk menghadapi setiap skenario yang mungkin diberikan.

8. Memiliki Sikap yang Penuh Ketelitian

Seorang public relations diharapkan tidak membuat kesalahan selama bertugas, sehingga penting bagi kamu untuk memiliki perhatian terhadap detail.

PR yang profesional harus memahami cara menyusun pesan dan tetap fokus. Hal ini dibutuhkan ketika kamu perlu mengirimkan siaran pers atau menulis konten online.

Ingatlah selalu bahwa kesalahan sekecil apapun bisa mencoreng nama baik individu, merek, atau organisasi yang kamu wakili. Campaign yang dilakukan pun mungkin saja gagal akibat kesalahan yang kamu perbuat.

Jadi, fokuslah dalam melakukan pekerjaan apapun. Dengan bertindak penuh kehati-hatian, pelan-pelan, dan usahakan untuk selalu membaca ulang konten selama beberapa kali sebelum mengklik “kirim” atau “posting”.

9. Kemampuan Menulis yang Baik

Ketika bertugas, seorang public relation akan memiliki tanggung jawab untuk menulis rilis atau caption guna keperluan posting di media sosial.

Karenanya, penting bagi kamu untuk memiliki kemampuan menulis yang baik sebagai PR.

Pastikan kamu memahami tata bahasa dan penggunannya dengan tepat. Dengan begitu, kamu bisa berkomunikasi secara lebih baik bersama berbagai kalangan di luar sana.

Untuk dapat memiliki kemampuan menulis yang baik, kamu bisa mencari berbagai referensi gaya penulisan.

Selain itu, pastikan untuk selalu menuliskan poin penting dalam setiap artikel atau rilis yang kamu buat.

Perhatikan juga tata bahasa yang digunakan, pastikan sesuai dengan target audiens sehingga lebih mudah untuk dipahami.

Baca Juga: 2 Tugas Profesi Relationship Manager dan Prospeknya dalam Bisnis

10. Jujur dan Bersikap Terbuka

Jujur dan bersikap terbuka juga penting untuk dimiliki oleh seorang humas. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kredibilitas kamu, tetapi juga dapat meningkatkan citra perusahaan (dan merek) yang diwakili.

Hindarilah kebohongan sekecil apapun, karena hal ini akan sangat merugikan kamu.

Jadi, bersikaplah apa adanya dengan menjunjung integritas, tidak melebihkan atau mengurangi fakta saat memberikan informasi, dan jadilah diri sendiri.

Itu dia tanggung jawab seorang public relations beserta skill yang dibutuhkan. Semoga informasinya bermanfaat bagi kamu yang menjalani profesi sebagai PR, ya!