Perusahaan Agraris: Jenis, Ciri, dan Contoh Produknya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Perusahaan agraris memainkan peran penting dalam perekonomian suatu negara. Apa saja jenis dan karakteristik perusahaan agraris?

Perusahaan agraris menghasilkan berbagai jenis produk, seperti sayuran, buah-buahan, beras, daging, susu, gula, kopi, teh, dan banyak lagi.

Produk-produk ini kemudian diolah dan dikemas untuk dijual di pasar lokal maupun global.

Namun, perusahaan agraris tidak hanya menghasilkan produk pertanian, mereka juga terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

Bisnis pertanian adalah sektor penting dalam perekonomian global karena menyediakan sumber daya makanan, pakan ternak, dan bahan mentah untuk berbagai industri.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan pola pikir manusia yang semakin sadar akan kebutuhan akan produk organik dan lingkungan yang sehat, perusahaan agraris pun semakin diminati.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang perusahaan agraris, simak yuk!

Baca Juga: Tertarik dengan Bisnis Pertanian? Ini 8 Langkah Memulainya

Pengertian Perusahaan Agraris

perusahaan agraris
Foto: Pengertian Perusahaan Agraris (Freepik.com)

Menurut Kementerian Pertanian, definisi perusahaan agraris adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian atau perkebunan, baik sebagai produsen, distributor, maupun pengolah produk-produk pertanian.

Tujuan utama dari perusahaan agraris adalah menghasilkan produk pertanian dan perkebunan yang berkualitas tinggi, serta memasarkannya ke konsumen atau pasar yang tepat.

Definisi perusahaan agraris dapat dilihat dari dua sisi, yaitu aspek kegiatan usaha dan aspek sumber daya alam.

Dari aspek kegiatan usaha, perusahaan agraris dapat didefinisikan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertanian atau perkebunan.

Hal ini yang meliputi kegiatan produksi, pengolahan, dan distribusi produk-produk pertanian atau perkebunan seperti padi, jagung, kedelai, tebu, karet, kelapa sawit, dan lain-lain.

Sedangkan dari aspek sumber daya alam, perusahaan agraris dapat didefinisikan sebagai perusahaan yang menggunakan sumber daya alam berupa lahan pertanian atau perkebunan.

Tentunya untuk menghasilkan produk pertanian atau perkebunan tersebut.

Secara umum, perusahaan agraris memiliki peran yang penting dalam perekonomian suatu negara.

Hal ini disebabkan karena perusahaan agraris menghasilkan bahan pangan dan bahan baku bagi industri makanan, minuman, dan tekstil.

Selain itu, perusahaan agraris juga dapat menjadi sumber devisa negara melalui ekspor produk-produk pertanian atau perkebunan.

Baca Juga: 8 Cara Memulai Bisnis Alat Pertanian, Peluang Keuntungannya Besar!

Jenis-Jenis Perusahaan Agraris

Perusahaan Agraris: Jenis, Ciri, dan Contoh Produknya
Foto: Bisnis Pertanian (Freepik.com)

Berikut jenis-jenis perusahaan agraris yang perlu kamu ketahui.

1. Perusahaan Pertanian

Jenis perusahaan ini berfokus pada produksi tanaman dan ternak.

Perusahaan pertanian dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu perusahaan petani atau perusahaan yang menghasilkan produk-produk pertanian dalam jumlah besar dengan menggunakan teknologi modern.

2. Perusahaan Perkebunan

Perusahaan ini berfokus pada produksi tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, teh, dan karet.

Perusahaan perkebunan biasanya memiliki lahan yang luas dan menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas.

3. Perusahaan Agribisnis

Perusahaan agribisnis berfokus pada pengolahan dan distribusi produk-produk pertanian.

Perusahaan agribisnis dapat mencakup semua tahap dari produksi, pengolahan, dan distribusi, mulai dari benih hingga produk akhir.

4. Perusahaan Pengolahan Pangan

Perusahaan pengolaha pangan berfokus pada pengolahan bahan pangan mentah menjadi produk makanan dan minuman siap saji.

Perusahaan pengolahan pangan dapat mencakup pembuatan makanan dan minuman dari tanaman seperti tepung, minyak, susu, dan gula.

5. Perusahaan Distribusi Pangan

Jenis perusahaan ini berfokus pada distribusi dan penjualan produk makanan dan minuman.

Perusahaan distribusi pangan dapat mencakup berbagai jenis bisnis seperti pasar swalayan, restoran, dan toko kelontong.

6. Perusahaan Agroteknologi

Perusahaan agroteknologi berfokus pada pengembangan teknologi pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam produksi pertanian.

Perusahaan agroteknologi dapat mencakup pengembangan benih unggul, penggunaan teknologi sensor dan pemantauan, serta pengembangan sistem irigasi.

Baca Juga: Urban Farming adalah Kegiatan Pertanian Perkotaan, Ini 5 Cara Memulainya!

Ciri-Ciri Perusahaan Agraris

Perusahaan Agraris: Jenis, Ciri, dan Contoh Produknya
Foto: Usaha Pertanian (Freepik.com)

Ada beberapa ciri perusahaan agraris yang bisa kita kenali, yakni:

  1. Berfokus pada produksi pertanian: Perusahaan agraris biasanya berfokus pada produksi pertanian, baik itu dalam bentuk tanaman, ternak, atau perkebunan. Fokus produksi pertanian ini dapat mencakup semua tahapan produksi, mulai dari pembibitan hingga pengolahan dan distribusi.
  2. Memiliki hubungan erat dengan alam dan lingkungan: Perusahaan agraris sangat bergantung pada lingkungan dan kondisi alam untuk memproduksi produk pertanian. Oleh karena itu, perusahaan agraris harus memahami kondisi lingkungan dan menyesuaikan teknologi dan metode produksi untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
  3. Bergantung pada faktor cuaca dan iklim: Produksi pertanian sangat tergantung pada faktor cuaca dan iklim. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi perusahaan agraris karena perubahan cuaca dan iklim dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas produk.
  4. Bergantung pada teknologi dan inovasi: Perusahaan agraris harus terus mengembangkan teknologi dan inovasi dalam produksi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Teknologi dan inovasi yang digunakan dapat mencakup teknologi sensor, irigasi, penggunaan benih unggul, dan lain sebagainya.
  5. Berperan penting dalam perekonomian: Perusahaan agraris berperan penting dalam perekonomian karena memproduksi produk makanan dan bahan mentah yang digunakan dalam berbagai sektor industri. Perusahaan agraris juga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan.
  6. Terpengaruh oleh perubahan kebijakan pemerintah: Kebijakan pemerintah dapat berdampak signifikan pada perusahaan agraris, misalnya dalam hal pajak, regulasi lingkungan, dan subsidi. Perusahaan agraris harus memperhatikan perubahan kebijakan pemerintah dan menyesuaikan strategi bisnisnya.
  7. Memiliki risiko yang tinggi: Produksi pertanian memiliki risiko yang tinggi karena tergantung pada faktor cuaca dan iklim, serta kemungkinan adanya serangan hama dan penyakit tanaman atau ternak. Oleh karena itu, perusahaan agraris harus mempertimbangkan risiko ini dalam mengambil keputusan bisnis.

Baca Juga: 10 Daerah Penghasil Kopi di Indonesia, dari Aceh hingga Papua!

Contoh Produk Perusahaan Agraris

Perusahaan Agraris: Jenis, Ciri, dan Contoh Produknya
Foto: Produk Hasil Pertanian (Freepik.com)

Ada beberapa contoh produk yang dihasilkan oleh perusahaan agraris, berikut penjelasannya.

  • Padi, jagung, kedelai, gandum, dan biji-bijian lainnya: Perusahaan agraris dapat memproduksi biji-bijian yang menjadi bahan makanan pokok di banyak negara, seperti padi, jagung, kedelai, dan gandum. Biji-bijian ini biasanya dijual dalam bentuk kering dan harus diolah sebelum dapat dikonsumsi.
  • Sayuran dan buah-buahan: Perusahaan agraris juga dapat menghasilkan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, seperti tomat, wortel, kentang, apel, pisang, dan jeruk. Sayuran dan buah-buahan ini biasanya dijual dalam bentuk segar dan memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan manusia.
  • Kacang-kacangan: Kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang hijau, dan kacang merah adalah sumber protein nabati yang baik. Perusahaan agraris dapat memproduksi kacang-kacangan dalam bentuk kering atau segar, tergantung pada kebutuhan pasar.
  • Bahan pangan olahan: Selain menjual bahan makanan mentah, perusahaan agraris juga dapat memproduksi bahan pangan olahan seperti tepung, gula, minyak, dan beras. Produk ini biasanya dijual dalam kemasan yang lebih praktis dan dapat langsung dikonsumsi.
  • Produk hewan: Perusahaan agraris dapat memproduksi produk hewan seperti daging, susu, telur, dan madu. Produk hewan ini dihasilkan dari peternakan yang dikembangkan oleh perusahaan agraris.
  • Tanaman hias dan bunga: Perusahaan agraris juga dapat memproduksi tanaman hias dan bunga yang digunakan untuk dekorasi rumah, taman, atau acara khusus seperti pernikahan.
  • Bahan baku industri: Bahan-bahan seperti kayu, kapas, dan karet yang dihasilkan oleh perusahaan agraris dapat digunakan sebagai bahan baku dalam industri pembuatan kertas, tekstil, dan barang-barang karet.
  • Produk perkebunan: Perusahaan agraris juga dapat memproduksi produk perkebunan seperti teh, kopi, coklat, dan kelapa sawit. Produk ini dihasilkan dari perkebunan yang dikembangkan oleh perusahaan agraris.
  • Obat-obatan dan bahan kosmetik: Beberapa tumbuhan yang dihasilkan oleh perusahaan agraris memiliki kandungan obat atau bahan kosmetik. Misalnya, minyak atsiri dan ekstrak herbal yang dihasilkan dari tanaman seperti bunga lavender dan teh hijau.
  • Benih dan bibit unggul, serta pupuk dan pestisida: Perusahaan agraris juga dapat memproduksi benih dan bibit unggul yang digunakan untuk tanaman, serta pupuk dan pestisida yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Demikian penjelasan seputar perusahaan agraris. Semoga dapat menambah wawasanmu, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X