Apa Itu Pasar Sekunder? Para Investor Wajib Tahu

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Dalam transaksi pasar modal, ada yang disebut sebagai pasar sekunder. Tahukah kamu yang disebut sebagai pasar sekunder?

Mengutip laman Corporate Finance Institute (CFI), pasar sekunder adalah tempat investor membeli dan menjual sekuritas dari investor lain.

Di pasar sekunder, transaksi dilakukan dengan investor lain, bukan penerbit sekuritas. Beberapa instrument keuangan yang diperdagangkan ialah saham, obligasi, dan sekuritas lainnya.

Saat sekuritas diperdagangkan di platform ini, penerbit asli tidak ikut campur dalam memperdagangkan sekuritas. Bahkan, harga aset ditentukan berdasarkan kinerjanya di pasar dan tidak dipengaruhi oleh nama perusahaan penerbit.

Yuk, cari tahu lebih lanjut terkait pasar sekunder dalam artikel di bawah ini.

Baca Juga: Kenali Perusahaan Go Public dari Arti, Manfaat, dan Syaratnya

Perbedaan Pasar Primer dan Pasar Sekunder

pasar primer vs pasar sekunder
Foto: Ilustrasi Pasar Saham (pexels.com)

Secondary market atau pasar sekunder juga erat kaitannya dengan pasar primer/pasar perdana. Meskipun begitu, keduanya merupakan jenis pasar yang berbeda.

Pasar primer atau primary market merupakan pasar di mana sekuritas dijual untuk pertama kalinya. Jadi, ini merupakan tempat saham baru dijual.

Sedangkan secondary market memungkinkan investor untuk memperdagangkan sekuritas yang diterbitkan sebelumnya dengan investor lainnya.

Di ​​pasar perdana, investor membeli sekuritas langsung dari emiten saat IPO. Di sisi lain, secondary market menyaksikan investor memperdagangkan saham satu sama lain.

Di pasar perdana, sekuritas diterbitkan langsung oleh perusahaan. Sementara itu di secondary market, sekuritas hanya ditransfer antar investor.

Umumnya, penjualan di pasar perdana bertepatan dengan harga tetap. Di mana harga sekuritas di pasar perdana ditetapkan oleh manajemen perusahaan yang menerbitkannya.

Sedangkan penjualan di pasar sekunder berfluktuasi berdasarkan beberapa faktor. Misalnya ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar bursa.

Walaupun begitu, saham tidak dapat diperdagangkan di secondary market sampai diterbitkan di primary market terlebih dahulu.

Baca Juga: Daftar Produk Pasar Modal, Tidak Hanya Saham Lho

Jenis-Jenis Pasar Sekunder

jenis pasar sekunder
Foto: Proses Investasi (pexels.com)

Setelah memahami apa saja perbedaan antara primary market dengan secondary market, kamu perlu mengetahui jenis-jenisnya.

Dalam pasar sekunder, ada beberapa jenis pasar yang berperan, di antaranya:

1. Pasar Reguler

Salah satu jenis secondary market adalah pasar reguler. Ini merupakan pasar yang memperdagangkan saham dalam satuan lot. Bagi kamu yang belum tahu, nilai satu lot saham sama dengan 100 lembar saham.

Biasanya, proses tawar-menawar saat periode sedang berjalan selesai dalam jangka waktu tiga hari. Setelah transaksi dilaksanakan, saham dapat terus berfluktuasi untuk acuan indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. Pasar Negosiasi

Jenis secondary market selanjutnya yaitu pasar negosiasi. Melalui pasar ini, terjadi proses negosiasi antara individu anggota bursa jual maupun bursa beli.

Dalam pasar negosiasi, kamu dapat melakukan jual beli dengan satuan lot dan tidak memiliki auto rejection (penolakan otomatis) pada harga saham seperti di pasar reguler.

Adapun referensi yang digunakan dalam proses perdagangan di market negoisasi ini adalah harga terakhir di pasar reguler.

Pasar negoisasi juga sering disebut dengan istilah over the counter market (OTC) atau di Indonesia dikenal sebagai bursa pararel.

Transaksi yang dilakukan di bursa pararel tersebut tidak ditangani oleh suatu organisasi perdagangan yang terorganisir seperti PT Bursa Efek Jakarta, tetapi terjadi diluar bursa dan terhubung secara elektronis di antara berbagai dealer-dealer yang terlibat.

3. Pasar Tunai

Pasar tunai adalah jenis secondary market yang dapat menjadi pilihan bagi investor, yang membutuhkan dana pada hari yang sama.

Jadi, proses pencairan dana dapat dilakukan oleh investor dengan lebih cepat. Namun biasanya, harga penawarannya cenderung lebih rendah dari harga pasar.

4. Pasar Lelang

Melansir Jurnal Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, pasar lelang adalah pasar sekuritas yang melibatkan proses pelelangan (penawaran) pada sebuah lokasi fisik.

Transaksi antara pembeli dan penjual ini menggunakan perantara broker yang mewakili masing-masing pihak pembeli atau penjual. Dengan demikian, investor tidak dapat secara langsung melakukan transaksi, tetapi dilakukan melalui perantara broker.

5. Pasar Dealer

Jenis pasar sekunder selanjutnya adalah pasar dealer.

Dikutip dari Indeed, pasar dealer secara publik memposting harga beli dan jual mereka untuk sekuritas di pasar dealer.

Jenis pasar ini tidak melibatkan broker. Jadi, investor yang ingin menerima harga tersebut dan memulai pertukaran dapat terlibat langsung dengan broker.

Contoh pasar dealer adalah perusahaan pertukaran di negara asing. Mereka biasanya mengiklankan atau memposting harga untuk tujuan pembelian dan penjualan mata uang yang berbeda.

Baca Juga: Ketahui 4 Contoh Transaksi Derivatif Ini Jika Mau Terjun ke Pasar Modal

Instrumen Pasar Sekunder

instrumen pasar sekunder
Foto: Investor (pexels.com)

Dikutip dari laman Groww, instrumen yang diperdagangkan di pasar sekunder terdiri dari instrumen pendapatan tetap, instrumen pendapatan variabel, dan instrumen hybrid.

Apa perbedaan dari masing-masing instrumen pasar sekunder ini? Berikut penjelasan selengkapnya yang perlu kamu pahami:

1. Instrumen Pendapatan Tetap

Salah satu instrumen keuangan dalam secondary market adalah instrumen pendapatan tetap. Ini merupakan instrumen utang yang memastikan bentuk pembayaran regular seperti bunga dan pokoknya dilunasi pada saat jatuh tempo.

Beberapa contoh instrumen pendapatan tetap dalam pasar sekunder di antaranya surat utang, obligasi, dan saham preferen.

2. Instrumen Pendapatan Variabel

Jenis instrumen lainnya dalam secondary market yaitu instrumen pendapatan variabel.

Apabila berinvestasi dalam intrumen pendapatan variabel, kamu akan mendapatkan tingkat pengembalian efektif. Namun, tetap ada beberapa faktor pasar yang menentukan jumlah pengembalian tersebut.

Mengingat tingkat pengembaliannya lebih tinggi dibanding instrumen lainnya, akan tetapi investasi jenis ini memiliki risiko yang lebih tinggi.

3. Instrumen Hybrid

Selanjutnya, ada instrumen hybrid yang juga termasuk dalam komponen pasar sekunder.

Instrumen hybrid ini merupakan penggabungan antara dua atau lebih instrumen keuangan yang berbeda.

Salah satu contoh instrumen hybrid yaitu obligasi konversi yang tersedia sebagai pinjaman atau efek utang yang dapat dikonversi menjadi saham ekuitas setelah periode yang telah ditentukan.

Contoh lain dari instrumen keuangan hybrid yaitu saham preferen (preference shares), silent partnerships, shareholder loan, participation bonds, convertible bonds, warrant bonds, dan profit participation loans.

Baca Juga: 5 Jenis Investasi yang Aman Saat Resesi, Bisa Dicoba Nih!

Contoh Pasar Sekunder

contoh pasar sekunder
Foto: Ilustrasi Proses Trading (pexels.com)

Agar kamu lebih paham, bisa menyimak salah satu contoh pasar sekunder. Seperti yang telah dijelaskan, investor di secondary market melakukan transaksi efek dengan investor lain, dan bukan membelinya langsung dari emiten.

Jadi, apabila kamu ingin melakukan investasi dengan membeli saham dari perusahaan A, proses jual-belinya harus dari investor lain yang memiliki saham perusahan A tersebut.

Kamu tidak membelinya dari perusahaan, sehingga perusahaan tidak terlibat langsung dalam transaksi.

Baca Juga: Mengenal Pasar Internasional, 4 Ciri dan Contohnya

Fungsi Pasar Sekunder

fungsi pasar sekunder
Foto: Proses Analisis Grafik (pexels.com)
shopee pilih lokal
shopee gratis ongkir

Lantas, apa saja fungsi dari adanya secondary market? Berikut fungsi pasar sekunder yang perlu kamu ketahui:

1. Menjaga Kestabilan Harga Saham

Fungsi pertama dari secondary market yaitu dapat bantu menjaga kestabilan harga saham. Dengan bergantung pada keseimbangan permintaan dan penawaran.

Pasar sekunder adalah pasar sekuritas yang sudah diterbitkan setelah penawaran umum perdana (IPO). Pasar modal berjalan atas dasar penawaran dan permintaan saham.

Karena tidak ada agen tunggal yang dapat mempengaruhi harga saham, jadi pasar sekunder bisa membantu menjaga harga wajar sekuritas tetap utuh.

2. Memfasilitasi Alokasi Modal

Fungsi lainnya dari secondary market ialah untuk memfasilitasi alokasi modal dengan pensinyalan harga pada pasar primer.

Dengan memberi sinyal harga saham yang belum dirilis di pasar, pasar sekunder membantu mengalokasikan saham.

3. Menyesuaikan Portofolio

Fungsi lainnya dari secondary market yaitu memungkinkan investor untuk beradaptasi dengan menyesuaikan portofolio sekuritas.

Itu artinya, pasar sekunder memungkinkan investor untuk memilih saham untuk dibeli maupun dijual untuk membangun portofolio saham yang solid sehingga mereka dapat memeroleh pengembalian maksimal.

Investor dan pemegang saham juga dapat mengubah portofolio investasinya di pasar sekunder yang tidak dapat dilakukan di tempat lain.

Baca Juga: Begini 3 Cara Cek Perusahaan yang Terdaftar di OJK, Investor Catat!

4. Menyediakan Likuiditas bagi Investor

Fungsi pasar sekunder lainnya yaitu menyediakan likuiditas bagi investor.

Pasar sekunder memiliki fungsi penting karena menyediakan likuiditas bagi investor. Hal ini karena membeli dan menjual sekuritas dengan cepat seringkali mengurangi jumlah nilai yang hilang dalam perdagangan.

Jadi, pasar ini memungkinkan investor yang lebih kecil untuk terlibat dalam perdagangan sekuritas. Para investor kecil yang awalnya tidak memiliki akses ke penawaran umum perdana (IPO), akhirnya bisa berinvestasi melalui pasar ini.

Itu dia penjelasan seputar secondary market dalam transaksi investasi. Semoga informasinya bermanfaat, ya.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X