5 Perbedaan e-Business dan e-Commerce, Ini Penjelasannya!

Share this Post

perbedaan e business dan e commerce
Table of Contents
shopee pilih lokal

Perbedaan e-business dan e-commerce perlu kamu ketahui sebelum benar-benar menjalankannya. Meski sama-sama dilakukan secara elektronik, keduanya memiliki perbedaan.

Jangan sampai kamu salah kaprah dan memberi nama yang salah kepada jenis kegiatan bisnis yang kamu lakukan. Meskipun ada perbedaan e-business dan e-commerce, keduanya dapat saling terkait.

Hal ini tergantung dari jenis bisnis yang kamu lakukan. Bisnis e-commerce pun terkadang butuh melakukan e-business untuk menunjang kinerja.

Jadi, apa perbedaan e-business dan e-commerce? Simak penjelasannya dalam artikel ini!

Baca Juga: Apa Fungsi Shipping Label? Berikut Cara Membuatnya

Pengertian E-Business

perbedaan e-business dan e-commerce
Foto: Pengertian e-Business (Freepik.com)

Sebelum mengetahui Perbedaan e-business dan e-commerce, kamu harus mengetahui kedua pengertian istilah ini terlebih dulu.

Melansir dari Geeks for Geeks, e-business mengacu pada melakukan semua jenis kegiatan bisnis melalui internet. Kegiatan tersebut, mencakup pengadaan bahan baku, edukasi pelanggan, penyediaan produr, transaksi, dan sebagainya.

Semua kegiatan e-business ini dilakukan melalui layanan internet, intranet, hingga ekstranet. Situs web, aplikasi, ERP (enterprise resource planning), CRM (customer relationship management), dan lain-lain, sangat diperlukan untuk e-business.

Contoh e-business adalah perusahaan yang memiliki sistem digital internal, baik itu perusahaan e-commerce maupun perusahaan jenis lainnya.

Terdapat sistem khusus untuk melakukan lelang, akses dokumen penting, pengembangan perangkat lunak, perangkat keras, dan sebagainya.

Terkadang Perbedaan e-business dan e-commerce hanyalah persoalan bagaimana bisnis dijalankan. Misalnya, jika kamu adalah perusahaan penasihat desain interior, maka yang kamu lakukan adalah bisnis.

Namun jika kamu menjalankan situs web yang menjadi tempat orang dapat membandingkan opsi furnitur dan desain interior yang ada, maka bisnismu adalah e-business.

Dengan teknologi yang makin maju, mungkin sulit untuk membedakan bisnis mana yang benar-benar melakukan e-business.

Berikut ini sejumlah contoh untuk lebih memahami e-business.

1. E-mail Marketing

Perusahaan yang melakukan e-business, cenderung melakukan pemasaran melalui e-mail kepada pelanggan, calon pelanggan, hingga klien.

Perusahaan ini melakukan proses bisnis secara elektronik. Dalam hal ini pemasaran jasa atau produk.

2. Sistem Online untuk Internal Perusahaan

Perusahaan e-business membangun dan menjual sistem online yang digunakan untuk internal perusahaan. Semisal melacak inventaris, manajemen pergudangan, dan sebagainya.

Manajemen pergudangan merupakan proses bisnis. Ketika manajemen pergudangan difasilitasi secara elektronik, ia akan menjadi bagian dari e-business.

3. Sistem Manajemen Konten

CMS atau content management system, merupakan alat yang dibutuhkan media.

CMS dikembangkan oleh IT developer untuk memudahkan kerja penulis, editor, penerbit, dan sebagainya. Ini juga merupakan contoh e-business.

Jika tidak ada alur kerja elektronik, pergerakan naskah dalam bentuk kertas yang akan melakukan hal ini. Dengan melakukannya secara elektronik, sistem manajemen konten menjadi e-business.

4. Sistem Online Manajemen SDM

Divisi HRD biasanya melakukan manajemen SDM dengan menghitung upah, tunjangan, mengukur kinerja pegawai KPI, menyimpan data pegawan, dan sebagainya.

Ketika HRD melakukannya melalui sistem digital yang sengaja dibuat khusus untuk manajemen SDM, artinya perusahaan tersebut sudah melakukan e-business.

Baca Juga: Ini 8 Teknik Marketing yang Baik, Mana yang Cocok untuk Bisnismu?

Pengertian E-Commerce

5 Perbedaan e-Business dan e-Commerce, Ini Penjelasannya!
Foto: Pengertian e-Commerce (Freepik.com)

Sebelum mengetahui Perbedaan e-business dan e-commerce, kamu juga harus tahu informasi detail soal keduanya.

Pengertian e-commerce mengacu pada melakukan aktivitas komersial secara online. Transaksi dilakukan melalui internet.

Kegiatan e-commerce mencakup kegiatan jual-beli produk, transaksi, dan lain-lain melalui internet. Situs web dan aplikasi diperlukan untuk menjalankan e-commerce, agar dapat terhubung dengan konsumen akhir.

Contoh e-commerce yang paling mudah ditemukan adalah marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Traveloka, dan sebagainya.

Dibandingkan dengan e-business, melansir dari The Balance, dalam bentuk dasarnya, e-commerce menempatkan pesanan dan melakukan pembayaran secara online.

E-commerce memiliki berbagai bentuk. Salah satunya, e-commerce B2C atau business to consumer, sebuah bisnis menjual barang atau jasa kepada konsumen melalui situs web.

Penjualan dalam e-commerce mencakup setiap elemen penjualan. Mulai dari memesan produk, membayar produk, dan melakukan pengiriman.

Bisa juga e-commerce hanya melibatkan sebagian proses tersebut. Semisal, pelanggan melakukan pemesanan produk secara online, tetapi ia mengambil produknya langsung ke toko.

Baca Juga: 9 Tips Cerdas Tingkatkan Retensi Pelanggan untuk Bisnis E-Commerce

Perbedaan E-Business dan E-Commerce

integrasi marketplace
Foto: Perbedaan e-Business dan e-Commerce (Freepik.com)

Setelah mengetahui pengertian masing-masing, kini kita bisa dengan mudah memahami perbedaan e-business dan e-commerce.

Meski sama-sama dilakukan secara online, terdapat perbedaan e-business dan e-commerce yang signifikan.

Terdapat sejumlah poin untuk menggambarkan perbedaan e-business dan e-commerce. Pertama, e-commerce lebih dikenal sebagai kegiatan jual beli barang dan jasa melalui internet.

Berbeda dengan e-business yang merupakan kehadiran bisnis secara elektronik. Semua aktivitas bisnis dilakukan melalui internet, tetapi tidak harus mencakup aktivitas jual-beli.

Kedua, e-commerce merupakan komponen utama dalam e-business. Kegiatan e-business dapat menunjang kegiatan yang terjadi di e-commerce.

Ketika kamu memiliki toko online, kamu pun perlu memiliki aplikasi yang bisa memanajemen persediaan atau membantu dalam hal pembukuan.

Terkait pembukuan, maka kita dapat beralih ke perbedaan e-business dan e-commerce yang ketiga.

Kegiatan e-commerce mencakup transaki yang berhubungan dengan uang, sedangkan e-business mencakup kegiatan manajemen keuangan, seperti penggunaan aplikasi pembukuan tadi.

Keempat, e-commerce memiliki pendekatan ekstovert. Hal ini karena kegiatan e-commerce berhubungan langsung dengan pelanggan, pemasok, distributor, dan sebagainya.

Adapun e-business memiliki pendekatan ambivert. Kegiatan e-business dapat mencakup proses bisnis internal maupun eksternal.

Baca Juga: Bagaimana Alur Penjualan Kredit? Ketahui Tata Cara dan 6 Tips Mengontrolnya

Kelima, e-commerce hanya membutuhkan keberadaan situs web. Hal itu sudah cukup untuk dapat mewakili bisnis e-commerce.

Di sisi lain, e-business tidak hanya memerlukan situs web. Ia juga membutuhkan manajemen hubungan dengan pelanggan, perencanaan sumber daya perusahaan, dan sebagainya untuk menjalankan bisnis melalui internet.

Terakhir, e-commerce menggunakan internet untuk terhubung dengan pihak luar. Hal ini agar e-commerce dapat memasarkan produk atau jasa kepada khalayak umum.

Berbeda dengan e-business yang cenderung membutuhkan internet, intranet, dan ekstranet untuk kepentingan internal.

Bisa juga untuk kepentingan ekternal, tetapi yang bersifat menghubungi pihak tertentu.

Demikian sejumlah perbedaan e-business dan e-commerce. Semoga informasi ini bermanfaat.

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X