10 Jenis Point Of Purchase dalam Strategi Bisnis

Share this Post

Point of Purchase
Table of Contents
shopee pilih lokal

Point of purchase (POP) atau titik pembelian merupakan strategi pemasaran yang banyak digunakan oleh toko ritel untuk meningkatkan penjualan.

POP yang merupakan kependekan point of purchase mengacu pada lokasi fisik tempat pelanggan memutuskan apakah mereka akan membeli produk atau tidak.

Sederhananya, ini merupakan tempat display produk yang biasanya diletakkan secara strategis sehingga pelanggan bisa lebih mudah dalam melihatnya dan tertarik untuk melakukan pembelian.

Yuk, ketahui lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan point of purchase!

Baca Juga: 10 Barang Terlaris di TikTok Shop, Bisa Jadi Ide Jualan!

Jenis-Jenis Display Point of Purchase

jenis display point of purchase
Foto: Display Produk (Unsplash.com)

Penempatan atau display produk atau POP ini dibedakan menjadi beberapa jenis, yang meliputi:

1. Temporary

Tampilan point of purchase temporer atau sementara ini dirancang untuk bertahan dalam waktu yang singkat.

Jadi, biasanya hanya menampilkan promosi atau diskon musiman dan dapat mudah diganti setelah jangka waktu tertentu.

Salah satu contoh display temporary yaitu papan nama atau iklan sementara yang biasa dipajang dalam toko.

2. Semi-permanent

Semi-permanent merupakan tampilan POP sekunder atau display off-shelf yang dirancang dapat bertahan sedikit lebih lama dari display temporary.

Jangka waktu penggunaannya biasanya selama 6-12 bulan. Umumnya, jenis display ini terbuat dari bahan kaca atau karton tebal.

3. Permanent

Ini merupakan jenis display permanen yang dibuat untuk dalam jangka waktu penggunaan selama 1-3 tahun. Oleh karena itu, biasa dibuat dari bahan yang tahan lama dan membutuhkan biaya lebih besar.

Dengan menggunakan jenis permanen, tentunya ini akan lebih menghemat modal produksi suatu bisnis.

4. Danglers

Selain dibedakan dari jangka waktu penggunaannya, display point of purchase juga dapat dikelompokkan berdasarkan posisinya.

Danglers merupakan display POP yang paling umum digunakan oleh merek untuk menarik perhatian pelanggan agar mau melakukan pembelian.

Biasanya, ini ditampilkan pada langit-langit toko yang berisi konten untuk mendidik pelanggan tentang kualitas merek dan diskon, obral, atau promosi lainnya.

5. End Caps

End caps merupakan display POP yang ditempatkan di ujung lorong. Mengutip laman Feedough, ini adalah display pemasaran produk yang memiliki tingkat visibilitas tinggi.

Biasanya, deskripsi display ditutup dengan kalimat menarik yang dapat membantu menarik pelanggan untuk melakukan pembelian sekaligus meningkatkan citra merek.

Baca Juga: Tips Hasilkan Uang dengan YouTube Short, Simak Panduannya!

6. Freestanding Display

Freestanding display adalah jenis display produk yang dapat ditempatkan pada posisi mana saja secara bebas. Dengan begitu, tampilannya dibuat sekreatif mungkin untuk menarik perhatian pelanggan di toko.

7. Shelf Talkers

Shelf talkers merupakan label gantung atau tanda merek yang ditempatkan di dekat produk dalam rak lorong toko-toko ritel.

Tag ini membuat produk terlihat lebih menonjol di antara produk dan bisa mengedukasi pelanggan tentang kualitas produk dan nilai yang diberikannya.

Desain display ini biasanya penuh warna, menarik, dan menonjolkan kualitas produk dalam satu atau dua baris kalimat.

Beberapa display ini bahkan menyertakan promosi, diskon, dan kupon agar dapat mendorong pelanggan untuk membeli produk.

8. Interactive Display

Sesuai dengan namanya, ini merupakan jenis display produk yang interaktif sehingga memberikan pengalaman unik bagi pelanggan.

Dibandingkan dengan jenis display biasanya, interactive display dinilai lebih efektif untuk membuat pelanggan lebih tertarik dalam melakukan pembelian.

9. Dump Bin

Ini merupakan jenis display POP yang biasa digunakan untuk mempromosikan produk-produk dengan kemasan kecil seperti permen atau coklat.

Display dump bin biasanya ditempatkan secara strategis di dalam toko sehingga dapat dilihat atau berinteraksi lebih dekat dengan pelanggan.

10. Floor Graphics

Floor graphics yang memiliki desain unik dan kreatif biasanya ditempatkan di bagian depan produk, sehingga membantu pelanggan membedakan produk dari barang serupa lainnya di rak dalam toko ritel.

Baca Juga: Kamu Freelancer Online? Ini 12 Website untuk Kelola Bisnis

Manfaat Point of Purchase

manfaat point of purchase
Foto: Pelanggan Toko Ritel (Unsplash.com)

Penggunaan salah satu atau kombinasi dari jenis display produk atau point of purchase ini tentu memiliki banyak keuntungan bagi bisnis, di antaranya:

1. Menarik Perhatian Pelanggan

Menerapkan strategi pemasaran dengan menggunakan point of purchase bisa membantu kamu untuk menarik lebih banyak pelanggan di toko.

Display yang mempromosikan produk harus tampil beda dan menarik agar pelanggan mau mencari tahu lebih lanjut sekaligus melakukan pembelian.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena pasti akan ada banyak sekali produk yang dijual dalam suatu toko. Jadi, brand harus cerdas dalam mencari cara menarik perhatian pelanggan.

2. Menempatkan Produk Secara Strategis

Point of purchase bisa membantu penempatan produk lebih strategis yang pada akhirnya efektif menarik perhatian pelanggan untuk melakukan pembelian.

Dengan menempatkan produk di lokasi yang mudah terlihat dan dijangkau pembeli, keuntungan bisnis yang diperoleh brand kamu pasti akan lebih tinggi.

Agar penempatan display yang strategi lebih maksimal, usahakan untuk membuat desain promosi semenarik mungkin agar pelanggan mudah terpikat.

Baca Juga: Tugas, Kisaran Gaji, dan Skill yang Wajib Dimiliki Brand Executive

3. Menargetkan Audiens yang Spesifik

Fungsi lain dari point of purchase yaitu mempermudah merek untuk menargetkan audiens yang spesifik.

Melansir laman Indeed, display POP dapat menjadi alat yang efektif untuk menargetkan pembeli impulsif.

Jika mereka memiliki niat untuk membeli sesuatu, sebuah tampilan promosi mencolok yang menunjukkan nilai unik dari merek atau produk tertentu, pasti akan membujuk mereka untuk membelinya.

4. Memengaruhi Perilaku Pembelian

Brand dapat menggunakan POP marketing secara efektif untuk memengaruhi keputusan pembelian pelanggan sesuai keinginan mereka.

Dengan display POP yang menarik dan kreatif, kamu akan lebih mudah untuk menonjolkan produk tertentu dan membujuk pelanggan untuk membelinya.

5. Mengurangi Biaya Pemasaran

Iklan produk yang dibuat dan dipublikasikan melalui media tradisional atau digital, akan membutuhkan biaya besar. Namun, dengan display POP, kamu tidak lagi membutuhkan biaya pemasaran alias gratis.

Kamu hanya perlu membuat desain yang menarik untuk rak dan letakkan produk di tempat strategis agar dapat dilihat dengan lebih mudah oleh pelanggan potensial.

Display POP dapat berisi berbagai penawaran merek, mengedukasi pelanggan tentang kualitas berbagai produk, sekaligus mengiklankan diskon atau penawaran menarik apa pun dari produk tersebut.

6. Meningkatkan Brand Awareness

POP juga digunakan untuk meningkatkan kesadaran merek yang selanjutnya dapat membangun citra merek.

Saat pelanggan melihat display POP yang besar, unik, dan menarik, mereka dapat mengingat merek atau produk secara lebih mudah.

Bahkan jika interaksi tidak langsung mengarah pada pembelian, pelanggan akan tetap ingat saat melihat tampilan dari merek tersebut karena merasa familiar. Akhirnya, brand awareness meningkat.

Baca Juga: 10 Fungsi Pelacakan Batch Number bagi Perusahaan, Penting!

7. Memberikan Pengalaman Belanja yang Unik

Display POP biasanya sengaja didesain semenarik mungkin untuk memikat pelanggan sehingga mereka mau melakukan pembelian.

Oleh karena itu, pelanggan bisa mendapatkan pengalaman belanja yang unik dengan display POP tersebut.

Itu dia penjelasan mengenai point of purchase yang bisa kamu terapkan dalam memasarkan produk atau layanan.

Yuk, coba terapkan agar bisnis kamu bisa meraup keuntungan maksimal!

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X