5 Penyebab Bug dalam Website dan Cara Mengatasinya

Share this Post

bug adalah
Table of Contents

Bug adalah bagian istilah dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk merujuk pada sebuah software atau website website.

Secara harfiah, bug sendiri adalah kosakata bahasa Inggris yang berarti serangga. Namun dalam konteks kali ini, istilah tersebut berkaitan erat dengan software atau website dan dunia komputer lainnya.

Dilansir dari Protegent, bug merupakan hal yang berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan kecil dan menyebabkan perubahan terhadap fungsi komputer.

Bahkan dalam kondisi yang parah, bug dapat membuat komputer mengalami kondisi crash down dan pastinya memerlukan perbaikan.

Maka dari itu, sebagai pengguna komputer, sangat wajib mengetahui soal masalah bug. Terutama beberapa hal yang mungkin menyebabkan masalah tersebut dialami dalam komputer atau laptop kamu.

Terlebih lagi, saat ini penggunaan software, website, dan komputer sangat penting untuk sebuah bisnis. Jangan sampai keberadaan bug menyebabkan kegagalan pada bisnis yang kamu jalankan, terutama bisnis online yang bergantung pada perangkat komputer.

Baca Juga: Software Engineering Adalah: Pengertian, Tugas Dan Fungsi

Berbagai Penyebab Bug

bug adalah
(Foto ilustrasi bug. Sumber: Pixabay.com)

Bug adalah kondisi yang menyebabkan aplikasi atau software pada komputer atau website menjadi eror. Misalnya, komputer tiba-tiba hang atau freeze yang memunculkan layar hitam maupun biru.

Contoh kondisi yang disebabkannya, blue screen of death yang dialami Bill Gates saat mempresentasikan Windows 98. Kondisi ini mengagetkan, ternyata maslaah tersebut bisa ditemui dalam brand teknologi sebesar Windows yang dikembangkan Microsoft.

Sejak saat itu, kondisi error yang dialami komputer menggunakan istilah tersebut. Istilah ini merujuk pada berbagai kerusakan di dunia nyata yang disebabkan oleh serangga.

Bug adalah entitas yang hidup dan berkembang. Ini dibuktikan dengan berkembangnya berbagai jenis masalah teknologi sendiri, yaitu sebagai berikut:

  • Interfacing bug yang muncul saat elemen yang berhubungan dengan interface tampilan sehingga membuat sistem gagal beroperasi.
  • Runtime bug yang terjadi saat software berusaha untuk menjalankan sebuah sistem yang tidak terdapat dalam program.
  • Syntax bug yang merupakan penulisan kode komputer yang jika terdapat kesalahan akan menyebabkan kegagalan dalam beroperasi
  • Logic bug akan muncul saat software salah mengoperasikan perintah dan memberikan output yang keliru.
  • Arithmetic bug terjadi ketika software menjalankan perintah perhitungan sesuai yang diperintahkan.

Dari penjelasan di atas, setidaknya ada beberapa hal menjadi penyebab utamanya. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:

1. Komunikasi yang Buruk

Masalah teknologi ini mungkin terjadi akibat buruknya komunikasi. Kamu harus mengetahui terlebih dahulu, pengembangan sebuah website memerlukan banyak pihak yang terlibat di dalamnya.

Pihak-pihak tersebut yaitu programmer, tester dan klien itu sendiri. Jika komunikasi di antara pihak tersebut tidak berjalan baik, bisa jadi error yang tidak diinginkan.

Misalnya, tester menemukan ada kerusakan kecil, tetapi tidak menyampaikannya pada tim. Kemudian, pihak pengembangan perlu melakukan perubahan dan penambahan fitur. Sayangnya, mereka tidak menghilangkan masalah digital yang sudah terjadi sebelumnya.

Error kecil tersebut bisa menyebabkan terjadinya kesalahan saat mengembangkan fitur dan website itu sendiri. Maka dari itu, sangat wajib untuk melakukan komunikasi dengan baik dan secara terbuka.

Baca Juga: 4 Contoh Content Pillar dan Fungsinya bagi Website Bisnis

2. Waktu Deadline

Ketika para pengembang saat membangun website dikejar oleh deadline yang ketat dan mepet, sementara software masih jauh dari kata siap, bisa memicu kemunculan bug itu sendiri.

Bahkan kemunculannya bisa semakin meningkat. Keterbatasan waktu menyebabkan uji coba web tidak banyak dan sulit menemukan maslaah yang mungkin jadi penyebab utama.

3. Software yang Kompleks

Ketika sebuah software semakin kompleks, emakin tinggi pula kemungkinan error muncul. Ini karena masalah tersebut sesuatu hal yang tidak bisa diperkirakan.

Kerumitan atau kompleksitas software yang berjalan secara bersamaan membutuhkan coding yang baik. Kesalahan satu kode saja dapat mempengaruhi keseluruhan software tersebut. Ini yang menjadi penyebab munculnya masalah komputer tersebut.

4. Perubahan Kode yang Tidak Didokumentasikan

Ketika terdapat beberapa perubahan kode pada software yang dilakukan oleh programmer dan perubahan kode tersebut tidak didokumentasikan dengan baik, ini bisa menjadi penyebab masalah muncul.

Setiap kode dalam program dapat menghasilkan output yang berbeda-beda. Apalagi ketika perubahan kode tidak tercatat dan programmer lain melakukan perubahan. Ini akan muncul hasil yang tidak diharapkan.

Error yang biasanya muncul adalah logic bug, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

5. Masalah Saat Proses Testing

Penyebab munculnya bug, yaitu masalah yang muncul saat proses testing atau pengujian software atau website. Tidak semua proses testing bisa berjalan dengan baik sehingga bisa saja menyebabkan kegagalan yang memicu munculnya error.

Masalah yang muncul disebabkan karena alat testing yang kurang lengkap, prosedur testing yang tidak sesuai standar, dan penyebab lainnya yang menyebabkan testing tidak optimal dan menyebabkan masalah komputer muncul.

Baca Juga: 6 Tips Memilih Jasa Pembuatan Website yang Tepercaya

Cara Menghindari Bug

5 Penyebab Bug dalam Website dan Cara Mengatasinya
(Foto ilustrasi bug. Sumber: Pixabay.com)

Pada dasarnya, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai langkah sederhana untuk menghindarinya.

Salah satunya dengan mencegah agar kondisi yang menjadi penyebab tidak terjadi. Iya, sesederhana mencegah setiap penyebab di atas agar tidak terjadi.

Kamu bisa memulai dengan melakukan komunikasi yang baik dan sejelas mungkin. Agar kesalahan komunikasi tidak terjadi, kamu bisa melakukan hal di bawah ini:

  • Melakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan website, software atau perangkat lunak komputer lainnya.
  • Komunikasikan ketika menemukan error sekecil apapun saat proses uji coba.
  • Tanyakan setiap hal yang tidak dimengerti atau dianggap bermasalah, terutama kepada programmer yang merancang perangkat lunak.
  • Diskusikan setiap temuan masalah digital yang dirasa dapat mengancam perangkat lunak.

Bug adalah sesuatu yang berpotensi menyebabkan kerusakan, jadi jangan sungkan untuk mendiskusikannya dan membicarakan berbagai solusi yang baik.

Selain itu, kamu juga wajib menggunakan tools atau peralatan yang efektif. Beberapa rekomendasi tools yang bisa digunakan seperti Gti, Trello, dan Slack.

Tools di atas dapat mencatat secara detail berbagai perubahan sehingga kemungkinan untuk munculnya bug sangat kecil.

Jangan pernah terburu-buru mengerjakan sebuah software atau website. Karena, banyak hal-hal kecil yang rinci yang tidak terlihat jika dikerjakan dengan terburu-buru. Termasuk juga bug.

Meskipun kamu dikejar deadline, kamu bisa mendiskusikannya dengan baik, terkait waktu ideal yang dibutuhkan. Jika memang tidak ada toleransi, jangan sungkan untuk mengundurkan diri atau membatalkan project.

Karena pencegahan seperti ini lebih baik, ketika sesuatu bisa diprediksikan dan bisa dicegah agar tidak menjadi semakin buruk lagi.

Jangan lupa juga untuk melakukan pengujian kode software secara rutin serta menuliskan kode yang sederhana saja. Ini untuk mencegah penyebaran atau kemungkinan bug muncul.

Menekan jumlah kemungkinan bug untuk muncul tentu merupakan langkah bijak untuk melakukan pencegahan.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu CAPTCHA dan Fungsinya dalam Sebuah Situs

Bug adalah hal yang harus diatasi dan dicegah agar tidak menyebabkan kerusakan-kerusakan lanjutan. Sebagaimana yang bisa kamu simak dalam penjelasan di atas. Semoga penjelasan di atas bisa membuat kamu lebih berhati-hati lagi!