4 Contoh Content Pillar dan Fungsinya bagi Website Bisnis

Share this Post

Contoh Content Pillar
Table of Contents

Content pillar merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah website. Terutama yang berkaitan dengan pemasaran digital.

Yuk, pelajari lebih lengkap terkait content pillar dan lainnya di bawah ini!

Bagi kamu yang seorang pebisnis dan menjalankan pemasaran secara digital, tentu sudah tidak asing lagi dengan content pillar itu sendiri.

Seberapa penting content pillar untuk keberlangsung website itu sendiri?

Mari kita mulai pembahasannya dengan mengulas terkait pengertiannya terlebih dahulu di bawah ini!

Baca Juga: Ini 3 Skill yang Dibutuhkan oleh Content Creator

Apa Itu Content Pillar?

content pillar
Foto: Membuat Konten (pixabay.com)

Dilansir dari, Hello Social content pillar adalah sebuah pondasi atau dasar bagi sebuah konten yang mampu memberikan jawaban rinci terkait pertanyaan yang tengah dicari oleh audiens.

Sederhananya, konten pilar dapat meningkatkan ranking website bisnis milikmu di mesin pencarian Google.

Artinya, ada kemungkinan konte yang kamu buat bisa berada di halaman awal dari mesin pencarian tersebut.

Konten pilar merupakan usaha yang dapat diberikan oleh website kepada audiens atau user dalam mencari apa yang dibutuhkan. Setiap konten yang berkualitas mampu menjadi konten pilar.

Konten pilar sendiri bukan hanya menghibur, tetapi juga dapat mengedukasi dan memberikan manfaat. Hal ini dapat memberikan solusi atas setiap pertanyaan dan permasalahan yang didapatkan.

Perlu kamu ketahui, terdapat beberapa hal yang menjadi dasa bagi content pillar itu sendiri. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Harus dapat memberikan jawaban terhadap setiap pertanyaan yang dicari. Jawaban yang diberikan harus rinci dan tentu saja akurat.
  • Konten dapat memberikan manfaat dalam waktu yang lama, sehingga dapat memberikan dampak yang besar terhadap audiens atau pengguna. Maka dari itu, bukan hanya konten yang berkualitas, tetapi juga bermanfaat.
  • Konten harus dapat membangun kepercayaan yang tinggi, bukan hanya bermanfaat atau menarik. Harus dikombinasikan dengan konten yang berdampak tapi juga bermanfaat.

Maka dari itu, konten pilar yang ideal merupakan konten yang dapat diaplikasikan untuk sebuah postingan dengan tujuan atau fungsi apa pun. Contohnya konten yang menggunakan artikel.

Konten dengan artikel dapat memberikan informasi terkait banyak hal yang lebih rinci dan detail. Bukan hanya itu, di saat bersamaan, konten pillar juga dapat melengkapi dan mendukung kegiatan promosi media sosial.

Konten pilar di media sosial, dapat meningkatkan engagement dan memberikan value sehingga dapat berdampak pada bisnis itu sendiri.

Baca Juga: Ketahui 7 Perbedaan Content Writer dan Copywriter Ini!

Fungsi dan Contoh Content Pillar

4 Contoh Content Pillar dan Fungsinya bagi Website Bisnis
Foto: Sedang Browsing (pixabay.com)

Dalam penjelasan di atas, telah dijelaskan bahwa content pillar memiliki fungsi atau manfaat. Terutama fungsi dan manfaatnya untuk website.

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan content pillar yang baik.

  • Konten pilar yang baik dapat meningkatkan traffic website dan ranking dalam mesin pencarian. Contohnya, mesin pencarian Google.
  • Konten pilar yang baik akan sering dikunjungi oleh audiens sehingga bukan hanya satu konten saja yang akan meningkatkan traffic. Namun, juga konten lainnya. Maksudnya, konten pilar dapat meningkatkan keterbacaan konten lainnya.
  • Dapat membuat website bisnis kamu menjadi rujukan konten-konten lain karena dianggap mampu menjadi solusi dan menjawab setiap pertanyaan yang tengah dicari.
  • Konten pilar juga dapat menjadi media marketing gratis dan efektif, selain itu audiens juga dapat merekomendasikan website yang kamu miliki kepada orang lain. Tentunya, ini semakin meningkatkan traffic itu sendiri.
  • Konten pilar juga merupakan konten evergreen atau konten yang dapat bertahan lama dan sangat relevan kapan pun.

Dari fungsi yang telah dijelaskan di atas terkait content pillar, tentu kamu bisa merasakan banyak manfaatnya.

Maka dari itu, banyak manfaat yang bisa dirasakan, terutama yang berkaitan dengan bisnis dan marketing digital.

Tidak heran banyak perusahaan atau startup yang berlomba-lomba membangun website dan berusaha membuat setiap kontennya dapat menjadi konten pilar.

Terdapat beberapa contoh dari content pillar yang perlu kamu ketahui. Karena setiap konten pilar memiliki fungsi dan manfaatnya yang lebih rinci lagi.

Baca Juga: 10 Strategi SEO yang Sering Terlupakan Saat Menulis Artikel

Berikut ini, kita akan bahas beberapa jenis atau contoh dari konten pilar itu sendiri. Apa saja contoh-contohnya? Yuk, mari langsung kita simak penjelasannya di bawah ini.

1. Functional Content

Jenis pertama content pillar adalah Functional Content. Konten ini sangat cocok digunakan sebagai sebuah media untuk memberikan informasi terkait bisnis, produk dan layanan yang tersedia.

Bukan hanya itu, konten ini juga dapat digunakan untuk memberikan informasi terkait jasa yang kita berikan. Biasanya, konten ini dapat berupa konten promosi atau artikel produk yang menjelaskan unique selling point

Konten yang berisi terkait keunggulan produk, cara menggunakan produk hingga testimoni dari pengguna yang telah mencoba produk yang dipromosikan.

Biasanya, perusahaan atau startup yang memiliki produk unik selalu membuat konten satu ini. Tentunya, agar dapat mempertahankan pelanggan yang telah ada serta dapat menarik perhatian pelanggan baru.

2. Educative Content

Jenis content pillar yang kedua adalah Educative Content, seperti namanya konten ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada audiens dan membuat mereka paham.

Contohnya memberikan informasi dan edukasi lengkap terkait sebuah produk yang disampaikan langsung oleh ahlinya. Konten ini biasanya berisi sebuah infografis atau artikel yang dapat dicerna dengan mudah oleh audiens.

3. Creative Content

Selanjutnya adalah Creative Content, yang dibuat untuk merangsang imajinasi audiens sehingga tergerak untuk mencari lebih jauh tentang produk yang dipromosikan.

Bukan hanya itu, konten ini juga bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada pembaca. Umumnya konten ini menggunakan bahasa yang ringan, santan dan tidak kaku sehingga memberikan kesan dekat dengan audiens.

Baca Juga: Praktis dan Mudah! Simak Cara Setting Yoast SEO Di Sini

4. Agile Content

Contoh atau jenis content pillar terakhir yaitu Agile Content. Agile Content sendiri merupakan sebuah konten yang harus berkaitan dan berhubungan dengan isu yang sedang hangat.

Bukan hanya isu yang sedang hangat, namun juga topik yang sedang viral dan mengangkat topik yang berhubungan dengan sebuah hari besar, baik hari keagamaan atau hari nasional.

Misalnya Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Natal, Hari Kemerdekaan Indonesia atau mungkin isu atau berita hangat yang tengah menjadi isu nasional.

Tujuan membuat konten yang berkualitas yaitu agar dapat membuat konten menjadi pilar. Sehingga konten tersebut dapat meningkatkan traffic dan konversi pengunjung dan serta dapat meningkatkan engagement  itu sendiri.

Selain itu, konten juga dapat menjadi solusi bagi setiap masalah yang dihadapi pelanggan dan dapat meningkatkan kepercayaan dan memberikan nilai bagi masyarakat itu sendiri.

Indikator keberhasilan konten kita menjadi konten pilar adalah ketika konten kita menjadi rujukan banyak audiens dan direkomendasikan kepada orang lain.

Maka dari itu, untuk mencapai hal tersebut bukan sebuah perkara mudah.

Perlu usaha dan kerja keras setiap harinya, agar dapat memberikan dampak dan manfaat bagi segala aspek lainnya.

Baca Juga: Mengenal User Generated Content Sebagai Strategi Marketing yang Efektif

Nah itulah tadi penjelasan lengkap terkait content pillar, semoga penjelasan di atas membantu kamu untuk mengembangkan website dan dapat membantu kamu membuat konten pilar dan meningkatkan pemasaran secara digital!