5 Contoh Analisis Pesaing Usaha, Bisa Ungguli Kompetitor!

Share this Post

analisis pesaing usaha
Table of Contents

Apa pengertian analisis pesaing usaha dan bagaimana kamu bisa menerapkannya?

Ini adalah hal krusial yang perlu kamu lakukan untuk bisnismu agar punya daya saing.

Analisis pesaing usaha sering kali disebut juga sebagai analisis kompetitif. Mengutip dari Mailchimp, analisis pesaing usaha adalah proses mengidentifikasi pesaing di industri dan meneliti berbagai strategi pemasaran mereka. 

Kamu dapat menggunakan informasi ini sebagai titik perbandingan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan bisnismu sendiri.

Selain itu, kamu dapat melakukan analisis pesaing usaha pada tingkat tinggi. Kamu dapat menyelami satu aspek spesifik dari bisnis kompetitor. 

Ada metode tertentu yang bisa kamu lakukan dalam menerapkan analisis pesaing usaha. Kamu bisa menentukan mana yang cocok untuk diterapkan oleh bisnismu.

Baca Juga: 3 Strategi Facebook Ads Library, Trik Baru Mata-matai Kompetitor!

Arti Penting Analisis Pesaing Usaha

analisis pesaing usaha
(Ilustrasi analisis pesaing usaha. Sumber: Freepik.com)

Seberapa pentingkah melakukan analisis pesaing usaha? Apakah ini merupakan hal yang tidak perlu dilakukan pada bisnismu?

Berikut ini ada sejumlah alasan mengapa analisis pesaing usaha penting untuk dilakukan terhadap bisnismu.

1. Mengidentifikasi Kekuatan dan Kelemahan Bisnis

Dengan mempelajari bagaimana persepsi pesaingmu, kamu dapat menarik kesimpulan tentang kekuatan dan kelemahan bisnismu sendiri. 

Mengetahui kekuatan bisnis sendiri dapat menginformasikan posisimu di pasar atau citra produk yang kamu inginkan agar ada di benak audiens target. 

Menyadari kelemahan bisnis, sama pentingnya dalam membantu bisnismu berkembang. 

Memahami di mana kamu gagal memenuhi harapan pelanggan, dapat membantumu mengidentifikasi area yang ingin kamu investasikan waktu dan sumber daya lebih.

Dari analisis pesaing usaha, misalnya, kamu mengetahui bahwa pelanggan lebih memilih layanan pelanggan pesaing.

Pelajari pesaing untuk mengetahui apa yang mereka lakukan dengan benar, dan lihat apa yang dapat kamu terapkan pada bisnis.

2. Pahami Pasarmu

Saat mempelajari pesaing, kamu mungkin menemukan perusahaan yang tidak kamu ketahui atau tidak kamu anggap sebagai bagian dari pesaing.

Mengetahui siapa pesaingmu merupakan langkah pertama untuk mengungguli mereka.

Melakukan penilaian menyeluruh tentang apa yang ditawarkan pesaing juga dapat membantumu mengidentifikasi area di mana pasarmu kurang terlayani. 

Jika kamu menemukan kesenjangan antara apa yang ditawarkan pesaing dan apa yang diinginkan pelanggan, ini bisa jadi kesempayan.

Kamu dapat mengambil langkah pertama dan memperluas penawaranmu sendiri untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Kompetitor dan 6 Cara Menghadapinya dalam Bisnis

3. Memantau Tren Industri

analisis pesaing usaha
(Tren industri. Sumber: Freepik.com)

Mempelajari persaingan juga dapat membantumu melihat ke arah mana industri secara keseluruhan bergerak. 

Namun, kamu tidak boleh melakukan sesuatu hanya karena pesaing melakukannya. Menyalin kompetisi tanpa benar-benar mempertimbangkan posisimu sendiri di pasar, tidak selalu mengarah pada kesuksesan.

Jika kamu melihat pesaing melakukan sesuatu yang tidak kamu lakukan, jangan terburu-buru untuk meniru penawaran mereka. 

Sebaliknya, evaluasi apa kebutuhan pelanggan dan bagaimana kamu dapat menciptakan nilai bagi mereka.

Seringkali lebih baik untuk melakukan hal berbeda ketika orang lain melakukan cara yang kurang lebih sama.

4. Menetapkan Tolok Ukur untuk Pertumbuhan Masa Depan

Saat melakukan analisis pesaing, kamu harus menyertakan perusahaan yang lebih besar dan lebih kecil dari bisnismu sendiri. 

Mempelajari bisnis yang sudah mapan di industri, dapat memberimu model tentang seperti apa kesuksesan itu.

Selain itu, bisa menjadi titik referensi untuk membandingkan pertumbuhan masa depan. 

Di sisi lain, meneliti pendatang baru dalam industri, dapat menjadi informasi perusahaan apa yang dapat mengancam pangsa pasarmu pada masa depan.

Baca Juga: Competitive Advantage Adalah Aspek yang Membuat Bisnis Unggul

5 Contoh Analisis Pesaing Usaha

Berdasarkan penjelasan di atas kamu pasti sudah memahami arti penting analisis pesaing usaha demi kemajuan bisnismu.

Meski bukan hal wajib untuk dilakukan, tetapi memantau perkembangan bisnis pesaing merupakan hal krusial agar bisnismu memiliki daya saing.

Selama beberapa dekade, sejumlah pakar pemasaran telah mengembangkan atau menganjurkan beberapa kerangka kerja analisis pesaing usaha.

Berikut ini adalah lima contoh analisis pesaing usaha yang dapat kamu terapkan pada bisnismu.

1. Porter’s Five Forces Model

analisis pesaing usaha
(Ilustrasi memenangkan kompetisi pasar. Sumber: Freepik.com)

Model Lima Kekuatan Porter atau Porter’s Five Forces Model, pertama kali diperkenalkan pada 1979. Michael Porter, sang pencetus, merupakan Profesor Harvard Business. 

Mengutip dari Smartsheet, Model Lima Kekuatan ini memberikan pandangan terhadap faktor-faktor dalam lanskap industri yang dapat mengancam atau memperkuat posisi bisnismu.

Berikut ini perincian lima kekuatan tersebut:

  • Pendatang baru potensial: pertimbangkan berapa banyak uang, waktu, dan upaya yang diperlukan perusahaan lain untuk menggantikan bisnismu.
  • Persaingan kompetitif: tentukan siapa pesaingmu, siapa pesaing terdekat, termasuk produk, harga, dan kualitas mereka. Lebih sedikit saingan berarti lebih banyak kesempatan bagi kualitas unikmu untuk bersinar. Banyak saingan, berarti lebih banyak pesaing untuk mencuri pelangganmu.
  • Pemasok: makin banyak pemasok potensial yang kamu miliki, makin baik bagi bisnismu.
  • Pembeli: jika kamu memiliki banyak pelanggan, kamu punya kekuatan. Jika tidak, pembeli mendapat kesepakatan yang lebih menguntungkan di tempat lain atau menemukan sumber selain milikmu. Pertimbangkan bagaimana kamu akan memperlakukan situasi tersebut.
  • Substitusi (atau komplementer): Pesaing dapat membuat produk atau model yang menggantikan produkmu. Di sisi lain, produk atau layanan baru juga dapat melengkapi produkmu, yang akan menciptakan situasi penjualan yang saling menguntungkan.

2. Peninjauan Siklus Hidup Industri

Baik industri maupun produk memiliki siklus hidup. Hal ini mencerminkan keadaan penjualan, apakah kuat atau menurun. 

Pahami tahap siklus hidup industri, perusahaan, atau produkmu untuk membantu menargetkan upaya pemasaran. Siklus hidup atau life cycle sebuah perusahaan terdiri dari beberapa tahapan.

Tahap pertama, yaitu introduksi. Pada tahap ini, industri atau produk baru belum dikenal atau terbukti. Pemasaran berfokus pada menjelaskan produk, menciptakan kesadaran di sekitarnya, dan membangun ceruk pasar.

Tahap kedua, yaitu pertumbuhan. Ketika kesadaran tumbuh dan industri atau produk menjadi mapan, keuntungan juga dapat tumbuh. 

Namun, dalam tahap pertumbuhan, produk saingan juga dapat muncul. Meskipun perbaikan membutuhkan dana, efisiensi produksi juga dapat berkembang. 

Beberapa produk hanya memiliki fase pertumbuhan yang singkat. Misalnya, mode tertentu dapat bertahan hanya untuk satu musim. 

Produk lain mengalami fase pertumbuhan yang panjang atau diperpanjang.

Misalnya, produk perangkat lunak yang melanjutkan kegunaannya melalui update atau rilis versi terbaru.

Tahap ketiga, yaitu maturity atau kematangan. Pada tahap ini penjualan dapat berkembang, tetapi pada tingkat yang kurang dipercepat. 

Jika pesaingmu sedikit, kamu dapat mendominasi pasar dan mencoba membedakan kualitas atau meningkatkan penjualan dengan menggembar-gemborkan biaya rendah.

Tahap keempat, yaitu fase kejenuhan. Kamu mencapai tahap kejenuhan ketika setiap pelanggan yang dapat membeli produk sudah memiliki produk tersebut. 

Kurangnya inovasi atau persaingan dari produk unggulan, dapat mengakibatkan kejenuhan di pasar.

Tahap terakhir, yaitu penurunan atau penghentian. Industri dan produk menurun karena beberapa alasan, salah satunya kurangnya inovasi. 

Pada tahap ini, bisnis dapat dilanjutkan di pasar yang lebih kecil atau merger dengan bisnis yang lebih besar dan sukses.

Baca Juga: 9 Tips Bisnis Kardus Bekas, Minim Pesaing

3. Analisis Grup Strategis

Strategic Group Analysis atau analisis grup strategis dapat kamu lakukan pada berbagai perusahaan dalam suatu sektor bisnis, misalnya mobil.

Dengan membagi perusahaan ke dalam kelompok strategis, kamu dapat memahami bagaimana bisnis dengan ukuran berbeda berperilaku dalam lanskap pemasaran.

Bisnis dalam kelompok yang sama cenderung menjadi pesaing, sedangkan bisnis dalam kelompok lain bisa berkaitan, tetapi tidak kompetitif.

Misalnya, sepatu lari dan sepatu perempuan berada dalam kelompok yang berbeda. 

Menganalisis perusahaan dengan cara ini juga dapat mengungkapkan informasi penting lainnya. 

Mulai dari mendapat informasi tentang pesaing langsung dan basis persaingan mereka, bagaimana sebuah perusahaan dapat pindah ke grup lain, serta masalah dan peluang strategis.

4. Analisis SWOT

manfaat analisis swot
(Penggunaan analisis SWOT. Sumber: Freepik.com)

Jenis analisis pesaing usaha yang satu ini termasuk umum digunakan. SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) dapat digunakan untuk menganalisis bisnis sendiri ataupun pesaing.

Intinya, SWOT mewakili apa yang dilakukan dan tidak dilakukan dengan baik oleh pesaing. 

Saat kamu melihat SWOT pesaing, bandingkanlah dengan produk dan layananmu sendiri. Berikut ini perincian penggunaan analisis SWOT:

  • Strengths: apa yang pesaing lakukan lebih baik dibanding bisnismu? Apakah harga, inventaris, kenyamanan, dan tingkat layanan mereka lebih baik daripada bisnismu?
  • Weaknesses: bagaimana pesaing gagal memenuhi standar pasar? Bisakah kamu memanfaatkan kekurangan mereka untuk meningkatkan posisi di mata pelanggan?
  • Opportunities: apa saja dalam lanskap pesaingmu yang dapat kamu manfaatkan untuk keuntungan bisnis?
  • Threats: apakah ada dalam lanskap pesaing yang mengancam posisi bisnismu?

5. Analisis Proposisi Nilai Kompetitif

Contoh analisis pesaing usaha lainnya, yaitu analisis proposisi nilai kompetitif. Adapun ciri-ciri proposisi nilai, yaitu eksklusivitas, kejelasan, dan kredibilitas. 

Metode ini menyangkut seberapa unik produk atau jasa tersebut dan seberapa jelas pesan produk yang disampaikan.

Apakah pesan tersebut dapat dipercaya, didukung oleh bukti, seperti testimoni, statistik, atau hasil tes.

Pelanggan hanya mengingat beberapa keunggulan utama produkmu dari media promosi. Oleh karena itu, proposisi nilai utama harus benar dan jelas, serta sesuai dengan keunggulan kompetitifmu yang sebenarnya. 

Untuk mengetahui bagaimana membedakan bisnismu dengan pesaing, kamu harus menentukan bagaimana pesaing membedakan diri mereka satu sama lain.

Ada tiga aspek analisis yang bisa membantumu untuk  memahaminya.

Pertama, yaitu POPs atau points of parity. Ini adalah elemen manfaat pelanggan yang bisnismu maupun pesaingmu tawarkan.

Kedua, ada PODs atau points of difference. Aspek ini menunjukkan manfaat bagi pelanggan yang kamu tawarkan tetapi pesaingmu tidak tawarkan.

Namun perlu diingat bahwa tidak setiap titik perbedaan itu signifikan bagi para pelanggan.

Terakhir, ada POI atau points of irrelevance. Ini merupakan karakteristik yang tidak dipedulikan pelanggan.

Baca Juga: Analisis Harga Pesaing untuk Menarik Lebih Banyak Pelanggan

Itulah penjelasan singkat mengenai analisis pesaing usaha beserta lima contoh analisisnya. Semoga informasi ini bermanfaat.