5 Strategi Rebranding Ampuh Agar Bisnis Makin Sukses

Share this Post

strategi rebranding
Table of Contents

Banyak bisnis-bisnis baru atau startup yang muncul dan berhasil menarik atensi konsumen. Terkadang, strategi rebranding dibutuhkan untuk menstimulus pertumbuhan bisnis.

Sebagai pebisnis, ada banyak sekali cara yang bisa kamu coba untuk memajukan bisnismu. Mulai dari meningkatkan mutu produk, hingga memperluas bauran pemasaran.

Bisnis tentunya harus terus berjalan, dan dalam perjalanannya inovasi-inovasi baru harus dimunculkan. Namun, terkadang ada masanya identitas bisnis yang kamu miliki kurang mampu merepresentasikan kegiatan bisnismu.

Tentu kamu membutuhkan merk baru, logo baru, atau bahkan merombak total identitas bisnismu. Alhasil, tak ada pilihan lain selain menyusun strategi rebranding.

Strategi rebranding ini bisa menjadi terobosan untuk “meremajakan” bisnismu menjadi lebih kekinian. Saat ini, pergeseran tren dan selera desain turut mengubah pandangan konsumen tentang sebuah brand.

Kebanyakan brand yang disukai saat ini adalah brand yang lebih kasual, memiliki visual yang minimalis, dan dekat dengan masyarakat.

Strategi rebranding perlu dicoba untuk mendorong kemajuan bisnis. Lantas apa itu rebranding dan bagaimana tipsnya?

Baca Juga: Jenis-Jenis Branding untuk Membangun Bisnis

Branding vs Rebranding

strategi rebranding
Foto: Pexels.com

Sebelum membahas lebih lanjut tentang strategi rebranding, kamu perlu mengetahui perbedaan antara branding dan rebranding.

Keduanya tentu saling berkaitan, sebab bisa dikatakan bahwa branding dan rebranding merupakan satu kesatuan.

Menurut The Branding Journal, branding adalah proses pemberian makna bagi organisasi, perusahaan, produk, atau layanan tertentu dengan menciptakan dan membentuk merk dalam pikiran konsumen.

Branding dilakukan agar konsumen dapat mengenali sebuah merk dengan baik. Bisa juga dilakukan melalui filosofi merek, desain visual, iklan, sponsor, dan reputasi suatu perusahaan.

Lalu, apa kaitannya dengan rebranding? Dilansir dari SendPulse, rebranding terjadi ketika perusahaan mengubah logo, slogan, visi, misi, nilai, nama usaha, atau target pasar untuk membangun identitas merk baru di benak konsumen atau pesaing.

Rebranding adalah proses mengubah citra perusahaan atau produk. Tujuannya untuk membuat citra baru yang lebih menarik bagi konsumen.

Ada banyak alasan mengapa rebranding perlu dilakukan, salah satunya adalah karena ingin menonjolkan citra baru perusahaan kepada konsumen. Jika dilakukan dengan benar, pastinya rebranding akan mampu mendongkrak pertumbuhan bisnis.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 8 Cara Membangun Produk Branding

Manfaat Rebranding

strategi rebranding
Foto: Pexels.com

Setiap waktu tren akan terus berkembang, sehingga perusahaan juga membutuhkan perubahan untuk memikat pelanggan baru. Hal tersebut sangat mungkin melalui rebranding.

Lalu apa saja manfaat rebranding?

1. Mendapat Pelanggan Baru

Manfaat utama dari rebranding adalah mendapatkan pelanggan baru. Rebranding membuka kesempatan bagi perusahaan untuk menjangkau target pasar yang lebih luas.

Melalui rebranding, kamu bisa meningkatkan jumlah pelanggan lama sambil mencari pelanggan baru dengan latar belakang yang berbeda.

Kamu bisa tetap mempertahankan nilai-nilai lama perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada, dan menyebarkan nilai-nilai baru kepada calon pelanggan baru.

2. Menyegarkan Perusahaan

Rebranding memungkinkanmu untuk menjaga perusahaan agar tetap kekinian. Seiring berjalannya waktu, minat dan selera konsumen juga terus berubah. Tren dan gaya hidup juga turut memengaruhi pandangan konsumen tentang suatu barang.

Rebranding bisa dilakukan untuk memberikan penyegaran kepada perusahaan dengan mengikuti tren terbaru. Dengan begitu, produkmu juga akan terlihat lebih up to date dan mudah diterima oleh konsumen.

3. Meningkatkan Visibilitas Bisnis

Rebranding dapat dilakukan untuk membangun merek yang lebih kuat. Termasuk di dalamnya serangkaian metode pemasaran yang lebih kekinian dan bisa dilakukan secara digital.

Strategi rebranding bisa dilakukan agar merek perusahaan dapat lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari (SEO). Harapannya, peningkatan visibilitas perusahaan akan berdampak pada pendapatan.

4. Efisiensi Kinerja

Strategi rebranding tidak hanya bermanfaat bagi konsumen dan citra perusahaan. Strategi rebranding juga bisa digunakan untuk mengefisiensi kinerja pegawai.

Sebagai pebisnis, jika kamu merasa performa dan cara kerja pegawaimu kurang optimal, artinya ada suatu kendala yang harus segera diselesaikan. Mungkin kamu bisa mulai dengan menanamkan budaya kerja baru.

Cara yang bisa kamu lakukan untuk menanamkan budaya kerja adalah melakukan restrukturisasi bisnis. Proses tersebut bisa dikatakan sebagai bagian dari rebranding perusahaan untuk merombak sistem dan etos kerja.

Baca Juga: 9 Tips Membuat Nama Brand untuk Bisnis yang Menarik

Jenis-Jenis Rebranding

strategi rebranding
Foto: Pexels.com

Rebranding dibagi menjadi 3 jenis. Setiap jenis memiliki cakupan proses yang berbeda. Yuk, simak perbedaannya berikut ini.

1. Penyegaran Merek

Jenis rebranding ini dilakukan dengan mengubah sebagian kecil dari merk bisnismu. Misalnya, kamu bisa mengubah jenis font dalam logo, membuat slogan baru, atau memodernisasi logo dengan warna baru.

2. Rebranding Parsial

Rebranding parsial dilakukan dengan mengubah beberapa aspek merk bisnis. Misalnya, kamu bisa mengubah bentuk logo, namun tetap mempertahankan warna dan tata letak.

3. Rebranding Total

Jenis rebranding ini artinya kamu mengubah seluruh identitas merek. Misalnya, kamu mengubah total logo lamamu dan membuat logo baru yang benar-benar berbeda dengan yang lama.

Baca Juga: Mengapa Brand Voice Penting Untuk Bisnis? Ini Tipsnya

Tahapan Strategi Rebranding

strategi rebranding
Foto: Pexels.com

Strategi rebranding perlu dilakukan melalui beberapa tahapan. Berikut ini beberapa tahap rebranding yang bisa kamu coba.

1. Tentukan Ulang Target Pasar

Setiap bisnis yang berjalan pastinya memiliki target pasar yang berbeda. Dalam menjalankan strategi rebranding, kamu perlu mendefinisikan ulang siapa target pasar bisnismu.

Kamu bisa melakukan riset mendalam untuk memahami calon konsumen dan mengetahui apa yang benar-benar mereka inginkan.

Kamu bisa membandingkan hasilnya dengan target pasar awal untuk mengetahui bagian apa yang bisa diperbaiki.

2. Pikirkan Lagi Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan

Setelah menentukan target pasar baru, kamu bisa memikirkan ulang visi, misi, dan nilai perusahaan. Kamu bisa mengevaluasi ketiga hal tersebut berdasarkan hasil riset pasar yang kamu lakukan.

Kamu bisa menyesuaikannya dengan minat pelanggan dan tuntutan zaman. Pastikan visi, misi, dan nilai perusahaanmu hadir untuk menjawab tantangan dan kebutuhan saat ini.

3. Tentukan Nama Baru

Setelah menetapkan tujuan baru perusahaan, kamu memerlukan nama baru yang dapat merepresentasikan tujuan tersebut.

Mengubah nama perusahaan memang langkah yang paling berat, sebab kamu perlu melakukan pengenalan ulang.

Namun, jika dilakukan dengan benar maka nama baru bisnismu akan diterima dengan cepat oleh konsumen.

Baca Juga: Kenalan Dulu dengan Brand Awareness dan cek Manfaatnya!

4. Buat Logo dan Slogan Baru

Setelah memiliki nama usaha baru, selanjutnya kamu perlu memvisualisasikan nama tersebut dalam bentuk logo. Kamu bisa menyewa jasa desainer grafis untuk membuat logo baru, atau bahkan mengadakan sayembara logo.

Logo baru dibutuhkan sebagai identitas pertama yang akan diperkenalkan ke konsumen. Logo yang sederhana, kaya makna, dan menarik dilihat akan mudah diterima oleh konsumen. Pastikan kamu memilih perpaduan warna dan slogan baru yang unik.

Itulah beberapa penjelasan dan tips startegi rebranding yang bisa kamu coba. Yuk, kembangkan bisnismu dengan memperkenalkan citra baru yang lebih kekinian!