Tertarik Bisnis Kapulaga? Ini 6 Cara Budidayanya

Share this Post

bisnis kapulaga
Table of Contents

Bisnis kapulaga termasuk salah satu ide usaha rempah yang cukup menguntungkan. Apakah kamu tertarik coba?

Dikutip dari Jurnal Universitas Andalas Padang, kapulaga (Amomum cardamomum L.) merupakan sejenis buah yang biasanya dimanfaatkan sebagai rempah atau campuran jamu.

Tanaman yang satu ini banyak digunakan sebagai obat-obatan. Oleh karena itu, permintaan pasar terhadap kapulaga cukup besar karena manfaatnya yang luar biasa.

Seperti yang kamu ketahui, Indonesia adalah negara penghasil rempah-rempah yang besar. Budidaya kapulaga pun cukup banyak dilakukan.

Tidak hanya populer di kalangan pasar lokal, rempah ini juga banyak diincar oleh pasar internasional, lho.

Nah, bagi kamu yang tertarik bisnis kapulaga pun memiliki peluang untuk mengembangkan bisnis dengan mengimpornya ke luar negeri.

Baca Juga: Potensi Bisnis Porang dan Cara Penanamannya

Peluang Bisnis Kapulaga

bisnis kapulaga
Foto: SPICEography.com

Kapulaga sebagai rempah tidak hanya digunakan dalam pembuatan makanan atau minuman, akan tetapi juga dapat menjadi campuran bahan dalam pembuatan produk farmasi.

Di Indonesia sendiri, terdapat 3 jenis kapulaga lokal, yaitu jenis buah putih, buah merah besar, dan buah merah kecil.

Ketiga jenis kapulaga tersebut sama-sama mengandung minyak atsiri yang berguna sebagai bahan penyedap atau pengharum makanan, minuman, dan sebagai bahan baku/campuran di dalam industri parfum, serta menjadi campuran jamu untuk produk kesehatan.

Menurut informasi yang dihimpun dari Jurnal Kementerian Pertanian Direktorat Jendral Holtikultura Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat 2019, kapulaga yang diimpor ke berbagai negara adalah buah yang telah dikeringkan.

Dalam perdagangan internasional, kapulaga lokal dikenal sebagai false cardamom dan kapulaga sabrang dikenal sebagai true cardamom.

Perbedaan penyebutan ini disebabkan karena genus dan kandungan minyak atsirinya berbeda.

Hingga saat ini, baik di dalam maupun di luar negeri prospek bisnis kapulaga cukup baik.

Negara-negara pengimpor kapulaga Indonesia, yakni Vietnam, Cina, Singapura, Hongkong, Korea Selatan, Malaysia, Thailand dan Taiwan serta beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat dan Jerman.

Baca Juga: 7 Tips Memulai Bisnis Tanaman Hias, Cocok Bagi Pecinta Flora

Cara Budidaya Bisnis Kapulaga

budidaya kapulaga
Foto: Gardenerspath.com

Bagi kamu yang tertarik untuk merintis bisnis kapulaga dan memasuki pasar impor dengan berdagang rempah-rempah, pahami dahulu cara bisnis kapulaga berikut ini.

1. Persemaian Tanaman Kapulaga

Untuk menjalankan bisnis kapulaga, tentu saja kamu perlu membudidayakan tanaman yang satu ini. Nah, tahap pertama dalam budidaya kapulaga adalah persemaian.

Menurut Jurnal Institut Pertanian Bogor, tahap persemaian dimulai dari membuat bedengan pada tanah yang subur dan berdekatan dengan sumber air agar lebih mudah untuk menyiramnya.

Kemudian, membuat petak di bedengan dengan hati-hati. Dalam hal ini, tanah harus dicangkul halus-halus hingga gembur, setelah itu dicampur dengan pupuk kompos.

Biji-biji yang akan ditabur untuk disemai berasal dari benih kapulaga yang telah masak. Biji-biji disebarkan di atas petakan kemudian ditutup dengan sedikit tanah yang gembur.

Penyiraman tanaman biasanya dilakukan sehari sekali sedangkan kegiatan penyiangan dilakukan sekali dalam 6 bulan.

Setelah 6 bulan, bibit kapulaga dapat dipindahkan ke lahan perhutani.

2. Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dilakukan dengan cara membersihkan tanah dari batu, rumput-rumputan/gulma, dan sisa tanaman lainnya sehingga kapulaga siap tumbuh maksimal.

Pencangkulan tanah dilakukan sedalam kurang lebih sedalam 30 cm.

Persiapan lubang tanam dilakukan sebulan sebelum penanaman dengan terlebih dahulu dibuat lubang tanam dengan ukuran panjang 50 cm dan dalamnya 40 cm.

Sebaiknya, 15 hari setelah pembuatan lubang, tanah dikembalikan lagi ke dalam lubang yang sebelumnya tanah dicampur dulu dengan pupuk kandang secukupnya.

Baca Juga: Ini 8 Tips Cara Bisnis Kayu bagi Kamu yang Ingin Memulainya!

3. Penanaman Kapulaga

Tanaman kapulaga dapat tumbuh subur di tempat teduh atau di bawah tegakan kayu Perhutani yang sebagian besar berupa pohon pinus.

Jadi, pohon pinus ditanam sebelum penanaman kapulaga sehingga pada saat tanam, pohon pinus tersebut telah berfungsi dengan baik dengan perbandingan 1 : 2 (1 penaung – 2 kapulaga).

Teknis penanaman tanaman kapulaga, yaitu setelah tanah olahan atau lubang tanam telah tersedia dan bibit telah disiapkan, kemudian bibit diletakkan sedalam 10-15 cm.

Setelah itu, bibit ditimbun dengan memperhatikan tunas agar tidak sampai terluka atau patah agar dapat tumbuh dengan baik.

4. Pemeliharaan Tanaman Kapulaga

Usai penanaman dilakukan, langkah pembudidayaan kapulaga adalah dengan memelihara tanaman kapulaga.

Dalam pemeliharaan tanaman kapulaga, kegiatan yang harus dilakukan di antaranya adalah pemupukan dan penyiangan rumput yang berada di sekitar tanaman kapulaga.

Pupuk yang digunakan untuk mendukung tumbuh kembang tanaman kapulaga adalah pupuk kandang.

Setelah penanaman, pemupukan dilakukan setiap bulan pada tahun pertama, dan setelah tahun pertama pemupukan ini cukup dilakukan selama dua bulan sekali.

Apabila ada bagian dari tanaman kapulaga yang terserang hama, maka cara pengendalian yang efektif adalah dengan membuang tanaman yang terserang.

Kemudian, tanah harus dibuat lubang kembali dan menanam bibit baru berasal dari tanaman yang pertumbuhannya baik.

Cara yang paling mudah untuk melakukan penanaman kembali, yakni melalui pengembangan vegetatif.

Dengan cara membagi-bagi atau membelah-belah rumpunnya dan setiap lubang tanam akan ditanami sebanyak 3 batang.

Cara ini dapat menghasilkan pertumbuhan yang baik karena diambil dari tanaman yang sudah terpilih, relatif mudah, lebih murah, dan lebih cepat dibanding menanamnya dari biji.

Baca Juga: Ikuti 8 Tips Jualan Bibit Tanaman secara Online Ini, Biar Profitmu Tumbuh!

5. Pemanenan Kapulaga

Perlu kamu ketahui bahwa, tanaman kapulaga berbuah sepanjang tahun sehingga dapat dipanen sebulan sekali, yaitu dengan cara memetik buah yang tumbuh di pangkal batang.

Panen kapulaga dapat dilakukan setelah tanaman berumur 1,5-2 tahun hingga umur 10 sampai 15 tahun.

Buahnya berbentuk bulat, berukuran 1 cm yang bergerombol di atas permukaan tanah, dan jumlahnya berkisar 10-20 buah per gerombol.

Buah kapulaga yang dipetik adalah buah yang telah matang yang ditandai dengan warna buah merah kecoklatan.

Pemanenan buah kapulaga yang sudah masak dilakukan dengan cara memotong tandan buahnya dengan pisau.

Dalam satu tandan akan diperoleh 10-15 buah.

Setelah dipanen, buah kapulaga harus dilepas dari tandannya dan dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat hingga bersih.

6. Pengeringan Kapulaga

Setelah hasil panen buah kapulaga selesai dibersihkan, kamu bisa meletakkannya di dalam wadah, seperti tampah untuk kemudian dijemur di bawah sinar matahari langsung hingga kering.

Namun, bisa juga langsung dijemur dalam lantai atau halaman terbuka yang bersih.

Biasanya, proses pengeringan buah kapulaga memakan waktu selama 7 hingga 10 hari.

Selama proses penjemuran, buah kapulaga harus dibolak-balik dengan tangan menggunakan sarung tangan bersih agar keringnya merata.

Buah kapulaga yang kering harus memiliki kadar air maksimal 12 %, yang dicirikan apabila ditekan dengan 2 jari akan pecah dan bijinya terpisah-pisah.

Selain menggunakan pengeringan alami dengan mengandalkan sinar matahari, buah kapulaga juga bisa dikeringkan dengan mesin pengering.

Ketika buah kapulaga selesai dikeringkan, penyortiran dilakukan kembali dengan memisahkan kotoran, seperti kelopak buah yang mengelupas, bahan asing yang mengotori saat proses sebelumnya, dan memisahkan kwalitas (grade) buah.

Baca Juga: Untung Banyak! Ini 5 Ide Bisnis Tanaman Hias dari Rumah

Itu dia peluang bisnis kapulaga yang cukup menggiurkan.

Apabila kamu tertarik untuk memiliki bisnis kapulaga, jangan lupa untuk menerapkan cara budidaya yang telah dijelaskan di atas, ya.

Yuk, raup keuntungan dengan mulai merintis bisnis kapulaga!