Perbedaan Blog dan Website dari Jenis Konten

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Apakah kamu tahu perbedaan blog dan website? Jika belum, yuk kita belajar sama-sama melalui artikel ini!

Sebagai seseorang yang sudah sering menjelajahi internet apakah kamu tahu bahwa website dan blog memiliki perbedaan.

Penting untuk kamu mengetahui keduanya karena kamu tidak bisa terus mengandalkan peran media sosial saja dalam memenuhi kebutuhan atau keperluanmu.

Blog dan website menjadi sesuatu yang bisa dipertimbangkan. Untuk bisnis, kehadiran keduanya akan membuat brand bisnis yang kamu miliki menjadi semakin mudah ditemukan mesin pencarian.

Sebelum mencoba memanfaatkan platform mana yang paling tepat, ada sebaiknya kamu mengenali pengertian dan perbedaan blog dan website berikut!

Baca Juga: 15 Bahan Pengawet Makanan yang Aman Digunakan Oleh Bisnis

Pengertian Blog dan Website

Perbedaan Blog dan Website dari Jenis Konten
Foto: Blog (Unsplash.com)

Secara sangat sederhana, blog umumnya berisi konten berupa berbagai artikel, video, dan, foto. Biasanya, blog fokus pada satu bidang tertentu.

Jadi, dalam satu blog bisa terfokus pada lifestyle, finance, teknologi, dan sebagainya. Untuk konten blog sendiri biasanya di-update secara berkala.

Blog sendiri sebenarnya memang salah satu jenis website, tetapi blog punya tujuan yang lebih spesifik.

Misalnya untuk menjangkau target audiens yang relevan dengan blog, menjaring traffic, dan mendapatkan leads yang berkualitas dan lebih prospek.

Sementara itu, dilansir dari Techopedia, website merupakan situs laman daring yang terhubung dalam satu domain dan pengelolaannya dilakukan oleh suatu tim ahli.

Ini juga berarti bahwa blog memang termasuk dari website.

Baca Juga: 10 Manfaat Promosi untuk Tingkatkan Keuntungan Penjualan, Wajib Tahu!

Perbedaan Blog dan Website

perbedaan blog dan website
Foto: Contoh Website (Unsplash.com)

Seperti sudah dibahas sebelumnya, meskipun blog termasuk dari website, keduanya memiliki perbedaan. Lalu, apa perbedaan blog dan website? Simak penjelasan berikut!

1. Tujuan Pengelolaan

Perbedaan blog dan website yang pertama adalah tujuan pada pengelolaan keduanya.

Secara garis besar, tujuan pembuatan blog biasanya untuk menjangkau target audiens yang relevan. Misalnya, kesesuaian dengan niche atau topik blog, demografi, dan lain sebagainya.

Selain itu, blog dibangun untuk dapat menjaring traffic dengan menerapkan Search Engine Optimization (SEO) dan juga mendapatkan leads yang berkualitas.

Sedangkan untuk website, tidak digunakan untuk berkomunikasi khusus dengan audiens. Fungsi utamanya adalah untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Cara yang dilakukan misalnya dengan memperluas brand awareness dengan menjaring trafik organik serta melalui digital marketing untuk meningkatkan keberhasilan strategi bisnis.

Selain itu, website menyediakan informasi lengkap seputar bisnis. Jadi, isi yang ditampilkan ialah mulai dari halaman profil perusahaan, katalog produk, dan lain-lain.

Jadi, pada intinya blog punya komunikasi dua arah, berbeda dengan website yang terfokus pada komunikasi searah.

Website sangat cocok untuk keperluan branding dan transaksi. Sedangkan blog mampu menjangkau audiens dengan cara yang lebih komunikatif.

2. Isi Konten

Perbedaan blog dan website yang berikutnya adalah topik konten.

Blog umumnya berisi konten-konten yang relevan untuk pembacanya. Bentuknya pun dapat beragam tergantung niche dan siapa pemiliknya.

Contoh kontennya bisa artikel, video, hingga podcast dengan tema tertentu.

Tidak jarang pula isi konten blog merupakan pengalaman, opini, dan aktivitas pribadi dari pemilik blog.

Namun untuk blog perusahaan, konten yang disajikan tetap topik-topik yang berhubungan dan mendukung bisnisnya.

Untuk mendapat jangkauan yang luas, konten blog menggunakan teknik SEO. Dengan cara ini, konten lebih mudah ditemukan lewat mesin pencari seperti Google.

Sedangkan untuk konten website, kebanyakan berisi informasi yang spesifik tentang produk atau layanan perusahaan. Contohnya adalah sejarah perusahaan, alamat, produk, dan kontak perusahaan.

Selain itu, karena kata kunci utama konten website adalah nama perusahaan dan kata kunci yang berhubungan dengan produk atau layanan, maka pemanfaatan SEO-nya pun punya trik tersendiri.

Baca Juga: Tujuan Riset Pasar untuk Tarik Pelanggan, Ini Tips Melakukannya

3. Cara Komunikasi

Komunikasi adalah salah satu perbedaan blog dan website. Blog umumnya menyajikan cara komunikasi lebih interaktif, sedangkan website bersifat satu arah.

Mengapa dikatakan blog bisa lebih interaktif dari website pada umumnya?

Karena kamu bisa meninggalkan komentar di blog dan blogger bisa membalasnya. Dengan demikian, ruang diskusi yang terjadi jauh lebih luas.

Sedangkan website memiliki cara lain untuk komunikasi.

Umumnya website lebih memilih menyediakan form kontak, live chat, atau langsung mengarahkan pengunjung ke sosial media atau nomor perusahaan yang dapat dihubungi.

Hal itu terjadi karena memang website memang fokusnya ke transaksi. Jadi, apabila ada prospek, pengelola website berharap bisa berkomunikasi secara langsung ke yang bersangkutan secara mendalam.

4. Intensitas Konten

Perbedaan blog dan website selanjutnya adalah intensitas masing-masing konten. Karena blog berfokus kepada konten, maka intensitas update-nya pun lebih dibuat lebih sering.

Oleh karena itu, tidak jarang kamu bisa menemui blog yang update setiap harinya. Hal ini dilakukan oleh para blogger untuk memperbarui kontennya supaya blog miliknya bisa tetap up-to-date.

Sedangkan website punya intensitas yang lebih sedikit dibandingkan blog. Website bisa dikatakan lebih jarang mengunggah konten.

Mereka mengunggahnya pada saat dibutuhkan saja, semisal ada perubahan informasi produk atau layanan, rilis fitur baru, dan sebagainya.

5. Berlangganan atau Subscribe

Perbedaan blog dan website yang selanjutnya adalah tujuan berlangganan.

Blogger umumnya memasang fitur berlangganan yang memungkinkan subscriber menerima notifikasi setiap ada konten baru.

Di website pun sebenarnya kamu bisa menemukan tombol subscribe. Namun, fungsinya supaya pengunjung mendapat newsletter seputar produk atau layanan.

Pembaruan itu bisa berupa info promo, katalog produk terbaru, update fitur, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 7 Manfaat Blog untuk Bisnis, Apa Saja?

6. Pengelola/Administrator

Perbedaan blog dan website berikutnya adalah pengelola. Umumnya, blog dikelola oleh seorang atau beberapa penulis, dan mereka inilah yang disebut blogger.

Sedangkan website, banyak dikelola oleh seorang profesional atau tim atau bahkan perusahaan tertentu.

Biasanya, pengelolaan dilakukan oleh seorang atau tim yang terdiri dari developer, copywriter, web designer, dan sebagainya.

7. Kategorisasi

Perbedaan blog dan website yang cukup mencolok adalah pada pembagian kategorinya.

Blog lebih mengarah ke topik konten tertentu, sedangkan website fokus ke produk atau layanan yang disediakan perusahaan.

Blogger memang membuat pembagian berdasarkan topiknya, misalnya menjadi Thoughts, Travel, dan Daily Life. Sedangkan perusahaan membaginya berdasarkan layanan atau produk yang ada.

8. Gaya Bahasa yang Digunakan

Perbedaan blog dan website selanjutnya terdapat pada gaya bahasa yang digunakan. Blog cenderung menggunakan bahasa yang lebih santai.

Ini karena tujuannya untuk berkomunikasi dengan target audiens dengan persona yang jelas, supaya komunikasi yang dibangun lebih interaktif.

Diharapkan juga isi kontennya mudah dinikmati dan dipahami.

Berbeda dengan blog, website umumnya menggunakan bahasa yang lebih profesional dan formal. Karena memang target audiens website lebih luas dan umum.

Oleh sebab itu, bahasanya pun dibuat lebih formal agar pesan yang ingin disampaikan bisa langsung ditangkap.

Baca Juga: Mengenal Produsen Kompor Listrik Myamin yang Dibagikan Gratis oleh Pemerintah

Demikian artikel mengenai perbedaan blog dan website yang harus kamu ketahui.

Kamu bisa menentukan usaha kamu akan lebih tepat menggunakan platform yang mana. Pastikan model yang akan kamu bangun dalam usaha cocok dengan platform yang kamu pilih, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X