Mengenal Marketing Funnel, Pemasaran Menarik untuk Bisnismu

Share this Post

funnel adalah
Table of Contents

Funnel adalah sistem pemasaran yang merupakan bentuk lain dari customer journey.

Baik marketing funnel atau customer journey, keduanya sama-sama menjelaskan suatu proses tentang seseorang yang tidak mengenal brand, kemudian mengenal brand, menimbang-nimbang, melakukan pembelian, menilai produk dari brand, hingga akhirnya menjadi pelanggan setia.

Dikutip dari laman SendPulsemarketing funnel digambarkan sebagai corong.

Jadi, seperti sebuah corong, pemasar membuat jaring yang luas untuk menangkap sebanyak mungkin prospek, dan kemudian perlahan-lahan memelihara calon pelanggan melalui keputusan pembelian

Visualisasi dalam bentuk corong dapat menggambarkan proses pemasaran dalam bisnis.

Misalnya ketika tahap awal promosi, kamu sebagai pebisnis mungkin dapat menjangkau orang sebanyak mungkin.

Namun, dari sekian banyak calon pelanggan tersebut, akan hanya ada sedikit orang yang benar-benar ingin tahu tentang brand milik kamu.

Orang yang membeli dan menjadi pelanggan setia pun pada akhirnya dapat dihitung dengan jari.

Baca Juga: Apa Itu Affiliate Marketing? Cek Teknik Pemasaran Online Ini

Mengapa Marketing Funnel Penting?

marketing funnel
(Foto tahap jual beli. Sumber: Freepik.com)

Lalu, mengapa marketing funnel menjadi penting bagi sebuah bisnis? Berikut alasan dan manfaat dari penggunaan marketing funnel.

1. Membantu Menentukan Strategi Pemasaran

Melalui marketing funnel, kamu dapat memahami calon pelanggan bagaimana mereka mengetahui brand dan mengapa memutuskan untuk melakukan pembelian.

Saat memahami hal tersebut, kamu pun bisa lebih mudah dalam menganalisis strategi pemasaran mana yang paling efektif.

Kamu juga bisa melihat manakah strategi yang sudah optimal dan bagian mana yang masih kurang maksimal. Jadi, kamu bisa memperbaiki strategi marketing ke arah yang lebih baik lagi.

Baca Juga: 9 Strategi Online to Offline Marketing untuk Tingkatkan Penjualan!

2. Mempertahankan Promosi

Dengan marketing funnel, kamu tidak perlu lagi memikirkan langkah selanjutnya untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.

Jadi, kamu bisa mempertahankan promosi dalam jangka panjang, tanpa perlu mengubahnya sesering mungkin yang bisa memakan waktu dan biaya besar.

Meski demikian, kamu harus membuat rencana aktivitas pemasaran yang matang, sehingga bisa mendorong calon pelanggan untuk melakukan pembelian produk.

3. Menghemat Waktu dan Tenaga

Marketing funnel memungkinkan kamu untuk mengetahui perjalanan pelanggan, sehingga memiliki rencana aktivitas pemasaran yang lebih matang.

Dengan demikian, kamu bisa menghemat waktu dan tenaga dalam mengoptimalisasi pemasaran bisnis. Hal ini juga memungkinkan kamu untuk mencapai hasil terbaik yang diinginkan.

Baca Juga: Coba Meme Marketing, Strategi Promosi Kekinian Ala Gen Z

4. Meningkatkan Penjualan

Selanjutnya, yang menjadi manfaat marketing funnel adalah bisa membantu bisnis kamu dalam meningkatkan penjualan.

Bahkan, marketing funnel dapat mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang karena kamu bisa menerapkan rencana aktivitas pascapembelian.

Jadi, pelanggan tetap terlibat dan kembali berbelanja di kemudian hari.

Hal ini sangat penting bagi keberlangsungan bisnis karena mempertahankan pelanggan yang sudah ada akan menghemat biaya hingga 5 kali lebih murah daripada mendapatkan pelanggan yang baru.

5. Memprediksi Penjualan

Marketing funnel yang diibaratkan sebagai corong memungkinkan kamu untuk memahami hasil aktivitas pemasaran dengan lebih baik.

Kamu juga dapat mengetahui konversi prospek untuk setiap tahap pemasaran.

Jadi, kamu mampu memprediksi berapa banyak prospek yang pada akhirnya akan berubah menjadi pelanggan yang membeli produk.

Baca Juga: Bahasa Marketing: Istilah-Istilah dalam Dunia Marketing

Tahapan Marketing Funnel

Mengenal Marketing Funnel, Pemasaran Menarik untuk Bisnismu
(Foto proses negosiasi. Sumber: Freepik.com)

Untuk mendapatkan beberapa keuntungan dari marketing funnel seperti yang telah disebutkan di atas, berikut tahapannya yang perlu dipahami.

1. Awareness (Kesadaran)

Kesadaran adalah tahap paling atas dari marketing funnel. Ini merupakan tahap saat calon pelanggan sadar akan keinginan dan kebutuhannya.

Biasanya, mereka akan sadar tentang kebutuhannya melalui masalah yang sedang dihadapi. Lalu, mereka akan mencari solusi melalui berbagai media, seperti media sosial, iklan, atau mesin pencari.

Jika kamu sudah mengetahui permasalahan yang dialami, cobalah untuk membuat konten yang menawarkan solusi pada mereka.

Selanjutnya, rekomendasikanlah produk atau jasa untuk mengatasinya sehingga mereka tertarik untuk melakukan pembelian.

Dikutip dari Forbes, salah satu cara terbaik untuk membangun hubungan yang kuat dengan pembeli pada marketing funnel adalah menggunakan sistem CRM (Customer Relationship Management).

2. Interest (Minat)

Tahap selanjutnya adalah minat, di mana calon pelanggan akan belajar lebih banyak tentang perusahaan, produk, hingga meneliti setiap informasi yang disediakan.

Apabila calon pelanggan telah menunjukkan ketertarikan, kamu harus memaksimalkan strategi sehingga mereka melakukan pembelian nantinya.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menarik calon pelanggan untuk terus menyaksikan konten bisnis kamu. Jadi, mereka tetap berada di target pelanggan.

Dengan begitu, mereka akan terbayang mengenai produk yang ditawarkan dan hingga akhirnya sampai pada tahap pembelian.

Baca Juga: 8 Jenis Event Marketing dan Manfaatnya Bagi Bisnis

3. Consideration (Menimbang-nimbang)

Sebelum masuk tahap pembelian, tahap berikutnya dalam marketing funnel adalah consideration.

Pada tahap ini, calon pelanggan akan mencari tahu tentang produk lebih banyak mungkin. Bahkan, akan melakukan pertimbangan kualitas dan harga dengan pesaing yang menjual produk sama.

Untuk meyakinkan calon pelanggan dalam tahap ini, kamu pun perlu terlibat dalam memberikan infromasi sebanyak-banyaknya.

Cobalah untuk menginformasikan detail produk dan penawaran melalui kampanye email marketing, sambil terus memelihara hubungan dengan pelanggan melalui konten yang ditargetkan, studi kasus, uji coba gratis, dan lainnya.

4. Purchase (Pembelian)

Setelah melalui beberapa tahap di atas, pembeli nantinya akan sampai pada tahap purchase atau pembelian.

Pada tahap ini, pelanggan telah memutuskan untuk membeli dan berubah menjadi pelanggan. Di sinilah penjualan mengurus transaksi pembelian.

Jika pelanggan mendapatkan pengalaman positif, hal tersebut dapat mengarah pada rujukan yang mendorong bagian atas saluran pemasaran sehingga proses dan tahapannya dimulai kembali.

Baca Juga: Proses Pertama Customer Journey: Pengertian dan Manfaatnya

5. Retention (Pembelian Ulang)

Tahap retention (pembelian ulang) terjadi jika pelanggan merasa puas dengan pelayanan dan kegunaan produk yang mereka beli.

Oleh sebab itu, kamu perlu menjual produk yang berkualitas serta memberikan pelayanan pelanggan seramah dan sesolutif mungkin. 

Tentu saja, hal ini untuk menarik pelanggan untuk terus berbelanja kembali.

6. Advocacy (Testimonial)

Jika pelanggan selalu puas dengan pengalaman berbelanja dan produk yang dibeli, mereka pun akan terus melakukan pembelian yang pada akhirnya menciptakan loyalitas. Dengan begitu, mereka akan memberikan ulasan atau review produk yang jujur dan positif.

Jangan sia-siakan tahap ini ya, coba kumpulkan seluruh testimoni positif dari pelanggan untuk mendorong adanya pelanggan baru.

Caranya, unggah atau tunjukkan testimoni baik tersebut sehingga pelanggan tertarik untuk turut membeli produk. Dengan ulasan yang terpercaya, seseorang pun akan semakin yakin untuk memutuskan pembelian.

Hal ini pun telah didukung oleh fakta dari Hubspot yang menunjukkan bahwa, sebanyak 70% orang lebih mempercayai ulasan pelanggan dibanding iklan.

Baca Juga: 5 Strategi Pemasaran Jasa untuk Tawarkan Service Business

Itu dia informasi seputar funnel, beserta manfaat dan prosesnya. Semoga bermanfaat, ya!