Manajemen Risiko Operasional dalam Bisnis, Ini Manfaatnya

Share this Post

risiko operasional
Table of Contents
shopee pilih lokal

Dalam menjalankan bisnis, tentu akan ada banyak tantangan yang perlu kamu hadapi. Maka dari itu, kamu perlu memahami manajemen risiko operasional untuk mengatasi segala kendala yang mungkin hadir dalam berbisnis.

Dilansir dari laman Investopedia, operational risk atau risiko operasional merupakan ketidakpastian dan bahaya yang dihadapi perusahaan ketika mencoba melakukan kegiatan bisnis sehari-hari dalam bidang atau industri tertentu.

Risiko operasional yang dimaksud dapat meliputi kesalahan karena sistem, campur tangan manusia, data yang tidak benar, atau karena masalah teknis lainnya.

Dengan melakukan manajemen risiko operasional yang tepat, bisnis pun dapat meminimalisir kerugian akibat kesalahan tertentu.

Baca Juga: Pentingnya Manajemen Risiko Bisnis, Usaha Tetap Stabil Hadapi Tantangan

Penyebab Risiko Operasional

penyebab risiko operasional
(Foto ilustrasi manajemen risiko operasional. Sumber: Pexels.com)

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan risiko bisnis terjadi, di antaranya:

1. Manusia

Manusia bisa menjadi penyebab timbulnya risiko yang merugikan bagi bisnis. Hal ini karena dalam menjalankan operasionalnya, manusia mungkin saja melakukan kesalahan.

2. Proses

Proses produksi yang berlangsung saat ini bisa saja mengalami kekeliruan. Misalnya ada langkah-langkah yang terlewat sehingga terjadi kesalahan pada proses dan akhirnya menyebabkan hasil produksi tidak optimal.

3. Sistem

Meskipun sistem bisa didesain seefisien mungkin untuk digunakan oleh manusia, hal ini tetap dapat menyebabkan risiko. Sebab, ada banyak hal yang mungkin terjadi di luar dugaan selama proses pengoperasian sistem tersebut.

4. Kejadian Eksternal

Terdapat beberapa faktor atau kejadian di luar perusahaan yang bisa mengakibatkan kerugian bagi bisnis. Jadi, kamu perlu waspada agar kerugian bisnis bisa ditekan hingga seminimal mungkin.

Baca Juga: Waspada, Ini 7 Risiko Usaha Internal yang Perlu Dihindari

Jenis-Jenis Risiko Operasional

jenis-jenis risiko operasional
(Foto ilustrasi manajemen risiko. Sumber: blog.govnet.co.uk)

Operational risk dalam sebuah bisnis dapat meliputi banyak hal, berikut jenis-jenisnya yang perlu kamu ketahui:

1. Kesalahan Manusia

Human error merupakan risiko dalam operasional bisnis yang paling umum. Jenis kesalahan ini terjadi karena kesalahan manusia.

Kesalahan yang disebabkan oleh manusia ini terdiri dari beragam bentuk, seperti informasi yang tidak lengkap, pemahaman yang kurang, pengetahuan yang tidak memadai, pemrosesan yang tidak konsisten, dan lain-lain.

2. Kesalahan Teknis

Risiko lain yang dapat timbul dalam sebuah bisnis ialah kesalahan teknis atau gangguan yang terjadi pada sistem.

Meskipun semua teknologi telah dirancang dengan sempurna, terkadang ada masalah sistem seperti pelambatan proses koneksi, sistem mengalami kemacetan, perhitungan yang salah dalam pembuatan aplikasi, atau fitur yang baru dibuat hilang dari sistem.

Biasanya, kesalahan pada teknis cukup sulit untuk dideteksi. Jadi, output yang diterima mungkin tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan.

3. Gap in Flow

Gap in flow merupakan risiko yang mungkin terjadi selama proses produksi atau kerja sistem. Apabila hal ini terjadi, tentu saja output akan terpengaruh.

4. Peristiwa Tidak Terkendali

Dalam operasional sebuah bisnis, akan ada banyak sekali peristiwa yang mungkin terjadi di luar kendali.

Misalnya, efek yang ditimbulkan dari lingkungan eksternal seperti skenario politik, perubahan cuaca, sindrom yang memengaruhi makhluk hidup, dan lain sebagainya sehingga berdampak pada hasil akhir suatu proses.

5. Kerusakan Aset

Keadaan yang tidak disengaja seperti kebakaran, gempa bumi, aksi teroris, dan lainnya, dapat membahayakan aset fisik perusahaan kamu. Oleh karena itu, perlu diwaspadai sebagai risiko operasional yang mungkin saja menimbulkan kerugian.

Baca Juga: Waspada, 5 Risiko Bisnis Online dan Cara Mengatasinya!

6. Penipuan Internal

Pencurian, penyuapan, atau ketidakpatuhan terhadap peraturan oleh karyawan langsung atau pihak ketiga yang terkait kontrak dengan perusahaan kamu merupakan risiko operasional yang disebabkan oleh penipuan internal.

7. Penipuan Eksternal

Jenis risiko operasional ini disebabkan oleh tindakan orang-orang di luar entitas. Contohnya melakukan aksi pencurian, pemalsuan data, peretasan sistem, dan lain-lain.

8. Risiko Geografis

Ada juga risiko geografis yang menyangkut risiko akibat lokasi fisik perusahaan. Misalnya ketika perusahaan berdiri di area yang rawan banjir, tentunya bisnis memiliki risiko kerugian besar karena operasional tidak dapat berjalan sesuai rencana.

9. Kesalahan dalam Proses

Jika ada kesalahan dalam proses selama melakukan entri data, kesalahan akuntansi/pembukuan keuangan, atau masalah lain dalam kemampuan bisnis untuk memenuhi kewajibannya, perusahaan berisiko mengalami kerugian.

10. Ketidakpastian Ekonomi

Modal merupakan aspek penting yang dibutuhkan bisnis untuk melaksanakan operasionalnya. Apabila terjadi ketidakpastian ekonomi, modal dapat terhambat. Proses operasional bisnis pun menjadi tidak lancar.

Beberapa contoh ketidakpastian kondisi ekonomi yang bisa menghambat operasional dan mungkin menimbulkan kerugian yaitu terjadinya inflasi, ketidakstabilan nilai mata uang negara, bubble economy, dan masalah ekonomi makro lainnya.

Baca Juga: 6M dalam Wirausaha untuk Membangun Sistem Manajemen

Langkah-Langkah Manajemen Risiko Operasional

manajemen risiko operasional
(Foto ilustrasi risiko. Sumber: arborinsurancegroup.com)

Lantas, bagaimana cara melakukan manajemen risiko operasional untuk mengatasi kendala pada bisnis? Berikut langkah-langkahnya yang perlu kamu terapkan:

1. Lakukan Penilaian Diri

Sebelum menyusun strategi penanggulangan risiko operasional, kenali dahulu apa saja potensi bahaya yang mungkin menyerang bisnis kamu.

Jadi, cobalah untuk melakukan identifikasi profil risiko operasional secara spesifik dan lihat indikator utama potensi risiko di industrimu.

Identifikasi risiko yang dilakukan secara efisian akan membantumu dalam pembuatan rencana manajemen risiko operasional yang tepat.

2. Kumpulkan Data

Melansir laman MasterClass, pengambilan keputusan bisnis yang efisien akan bergantung pada sumber informasi yang baik. Jadi sediakanlah anggaran untuk pengumpulan data yang memadai.

Informasi ini sangat diperlukan untuk menilai berbagai faktor dan tingkat risiko bisnis kamu secara lebih akurat.

3. Buat Keputusan Kuantitatif

Setelah mengetahui apa saja potensi risiko bisnis selama proses operasionalnya, kamu perlu membuat keputusan manajemen yang tepat guna menanggulanginya.

Dalam membuat keputusan, pastikan kamu tidak gegabah. Jadi, cobalah untuk melakukan pertimbangan berbagai aspek terlebih dahulu.

4. Berdayakan Karyawan Perusahaan

Memberdayakan karyawan penting guna memiliki manajemen risiko bisnis yang efektif. Jadi ketika kamu telah mengenali apa saja potensi risiko bisnis, bagikanlah informasi tersebut pada karyawan.

Kemudian, arahkan mereka untuk dapat menyiapkan diri sebaik mungkin agar risiko bisnis bisa dihadapi dengan manajemen yang tepat.

5. Susun Strategi Secara Fleksibel

Dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis, kamu perlu menyusun strategi yang efektif dan buatlah manajemen risiko lebih fleksibel.

Hal ini karena keadaan di dunia bisnis akan terus mengalami perubahan. Jadi, penting untuk memiliki manajemen risiko bisnis yang dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi industri.

6. Sediakan Strategi Cadangan

Penting bagi kamu untuk menyediakan manajemen risiko bisnis cadangan untuk menyesuaikannya dengan kondisi yang ada di lapangan.

Kamu pun harus dapat mengantisipasi setiap peristiwa bisnis atau mengukur risiko kerugian operasional yang mungkin terjadi secara akurat.

Manajemen risiko operasional yang efektif ini akan sangat membantu menjaga ketahanan bisnis kamu.

Baca Juga: Ini 9 Arti Penting Manajemen Sumber Daya Manusia bagi Bisnis, Apa Saja Itu?

Manfaat Manajemen Risiko Operasional

manfaat risiko operasional
(Foto pencegahan risiko. Sumber: chiro.org.au)

Dengan manajemen risiko operasional yang tepat, bisnis kamu bisa mendapatkan beberapa manfaat di bawah ini:

1. Proses Pengambilan Keputusan Lebih Efisien

Pembuatan manajemen operational risk bisa membantu kamu untuk membuat keputusan bisnis yang lebih efisien. Jadi, bisnis kamu memiliki strategi yang lebih baik saat menyelesaikan proyek.

Dengan kesadaran akan potensi risiko terkait suatu proses, kamu dapat membuat keputusan yang tepat tentang cara melanjutkan proyek sekaligus menghindari terjadinya risiko ini.

Misalnya, risiko operasional yang dapat berupa kemungkinan serangan dunia maya. Dengan manajemen operational risk yang tepat, kamu dapat mengidentifikasi bahwa hal ini mungkin merupakan penyebab masalah operasional sehingga kamu pun berusaha untuk memperkuat firewall jaringan untuk melindungi data perusahaan.

2. Mengenali Kondisi yang Tidak Aman Bagi Bisnis

Manajemen operational risk juga dapat membantu kamu untuk mengidentifikasi kondisi yang mungkin tidak aman bagi bisnis.

Mengutip laman Indeed, penting bagi kamu untuk mengenali jenis risiko pada bisnis sebelum memulai operasional sehingga kerusakan atau cedera pada karyawan dan properti perusahaan dapat diminimalisir.

3. Ciptakan Produk yang Lebih Baik

Ketika perusahaan kamu mengikuti aturan dengan meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan oleh produksi suatu produk, bisnis dapat menciptakan produk yang lebih konsisten.

Konsistensi inilah yang membuat produk perusahaan dapat diandalkan dan dapat membantu meningkatkan loyalitas pelanggan.

Pada akhirnya, bisnis bisa menghasilkan lebih banyak keuntungan karena produk kamu akan memiliki jumlah penjualan yang besar.

4. Meningkatkan Keuntungan Usaha

Perusahaan yang memiliki sistem penanggulangan risiko efisien, bisa terhindar dari kemungkinan kerugian. Pada akhirnya, hal ini dapat meningkatkan keuntungan bisnis.

Sebaliknya, perusahaan yang kurang tanggap dengan potensi bahaya atau risiko selama proses operasional, lebih mungkin untuk mengalami kerugian. Bahkan, bisa saja mengalami kebangkrutan akibat manajemen yang kurang matang.

5. Memberikan Keamanan

Manajemen risiko yang dibuat dengan berbagai pertimbangan matang, dapat memberikan keamanan bagi para karyawan di dalamnya.

Stabilitas perusahaan pun akan lebih terjaga sehingga semua orang yang ada di dalamnya bisa melakukan tanggung jawabnya secara efisien.

Tidak hanya itu, para pemangku kepentingan di perusahaan seperti para manajer, investor, dan mitra bisnis juga akan merasa lebih percaya serta aman saat menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Apa Itu Sistem Manajemen? Berikut Ini Penjelasan dan Implementasinya

6. Membuat Prediksi Keuangan Bisnis yang Lebih Akurat

Risiko bisnis seringkali menimbulkan kerugian keuangan bagi perusahaan. Namun dengan manajemen risiko yang tepat, kemungkinan kerugian yang ditimbulkan bisa diminimalisir.

Proyeksi keuangan yang dilakukan dengan lebih baik akan bermanfaat bagi bisnis karena membantu proses menentukan anggaran, investasi, dan memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan keuangan lainnya.

Itu dia penjelasan seputar risiko operasional dalam bisnis, berikut cara menanggulanginya. Semoga operasional usahamu lebih lancar, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X