Apa Itu Uang Giral? Berikut Bentuk, Jenis, dan Kelebihannya

Share this Post

Table of Contents

Dalam dunia bisnis, transaksi menggunakan uang kertas dan logam adalah hal yang lumrah.

Uang kertas atau logam ini selanjutnya disebut sebagai uang kartal yang dinyatakan dalam mata uang tertentu.

Akan tetapi, transaksi jual beli rupanya juga bisa dilakukan tanpa menggunakan uang kartal, yakni dengan uang giral.

Uang giral merupakan alat pembayaran lain yang sah dan bisa digunakan untuk bertransaksi.

Sebagai pebisnis, kamu tentu perlu mengetahui berbagai macam metode dan alat pembayaran agar dapat menyesuaikan kebutuhan bisnis.

Sebagai alat pembayaran yang tidak memiliki bentuk, berikut penjelasan seputar uang giral yang perlu kamu ketahui.

Baca Juga: Master Budget Perusahaan: Manfaat dan Cara Menyusunnya

Pengertian Uang Giral

uang giral
Foto: Kartu Kredit (freepik.com)

Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, uang giral ialah tagihan yang ada di bank dan dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran.

Uang giral berbentuk saldo yang diterbitkan oleh bank untuk transaksi rekening koran.

Sebagai bukti transaksi, bank akan merilis surat berharga yang sah. Perlu diketahui, uang giral hanya bisa digunakan dengan mematuhi syarat dan ketentuan tertentu.

Sementara itu, Bank Indonesia mendefinisikan uang giral sebagai rekening giro yang tersimpan di bank umum.

Rekening ini nantinya digunakan dalam transaksi pembayaran melalui cek, bilyet giro, atau perintah lain dalam periode waktu tertentu.

Dengan demikian, transaksi menggunakan uang giral akan melibatkan surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh bank umum.

Baca Juga: Daftar 10 Bank Terbesar di Indonesia Menurut Nilai Asetnya

Perbedaan Uang Giral dan Uang Kartal

Apa Itu Uang Giral? Berikut Bentuk, Jenis, dan Kelebihannya
Foto: Transaksi Cashless (freepik.com)

Ada beberapa perbedaan antara uang giral dan uang kartal, berikut penjelasannya:

  • Bank penerbit: uang kartal hanya diterbitkan oleh bank sentral (BI), sementara uang giral diterbitkan oleh bank umum.
  • Sifat pembayaran: uang kartal merupakan alat pembayaran utama, sementara uang giral dapat ditolak pembayarannya oleh pihak manapun.
  • Bentuk uang: uang kartal berbentuk kertas atau logam, sementara uang giral berupa lembaran surat atau kartu yang dicetak oleh bank.
  • Kepraktisan: jumlah uang kartal dengan nominal yang sama bisa jadi lebih banyak. Sementara uang giral bisa diterbitkan dalam nominal berapapun.
  • Kepemilikan: kepemilikan uang kartal bisa dilihat dari penggunanya, sementara uang giral menggunakan identitas yang hanya dimiliki oleh penggunanya saja.
  • Keamanan: uang kartal lebih mudah berpindah tangan dan bisa digunakan oleh siapa saja, sementara uang giral hanya bisa digunakan oleh pemiliknya.

Baca Juga: Administrasi Keuangan, Kenali Cara Kerja dan Tujuannya

Proses Terjadinya Uang Giral

Apa Itu Uang Giral? Berikut Bentuk, Jenis, dan Kelebihannya
Foto: Cek Bank (freepik.com)

Uang giral tidak bisa langsung dicetak oleh bank. Terdapat proses dan tahapan yang harus dilalui untuk merilis alat pembayaran yang satu ini, berikut prosesnya:

Primary Deposit

Proses pertama terjadinya uang giral adalah melalui primary deposit. Pada tahap ini, nasabah harus memiliki simpanan di bank. Dengan demikian, nasabah memiliki saldo uang kartal yang disimpan oleh bank dan dapat diubah menjadi uang giral.

Loan Deposit

Jika uang kartal sudah disimpan di bank, pihak bank dapat mengelolanya untuk berbagai aktivitas keuangan seperti utang-piutang, sehingga berubah bentuk menjadi loan deposit.

Misalnya, ada nasabah yang meminjam uang di bank, maka pihak bank akan meminjamkan dana dari primary deposit.

Quasi Money

Proses terakhir adalah quasi money. Pada tahap ini, nasabah menyetorkan uang atau simpanan dalam bentuk deposito berjangka.

Dengan begitu, penggunaannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja.

Baca Juga: Pengertian Denominasi, Contoh dan Istilah yang Berkaitan

Jenis-Jenis Uang Giral

Apa Itu Uang Giral? Berikut Bentuk, Jenis, dan Kelebihannya
Foto: Kartu Kredit (freepik.com)

Ada beberapa jenis uang giral yang perlu kamu ketahui, berikut penjelasannya.

1. Cek

Menurut Investopedia, cek adalah perintah tertulis yang mengarahkan bank untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang ditunjuk.

Nasabah yang menulis cek dikenal sebagai pembayar, sedangkan orang yang menerima cek disebut penerima pembayaran.

Cek dapat disimpan atau diuangkan. Ketika penerima cek ingin mencairkan uangnya, Ia perlu pergi ke bank dan meminta penarikan uang dari rekening pembayar.

2. Giro

Giro adalah simpanan di bank yang bisa diambil kapan saja menggunakan beberapa dokumen, seperti cek, bilyet giro, atau pemindahbukuan.

Dana tersebut dapat ditarik setiap saat selama jumlahnya mencukupi. Nasabah akan menerima laporan transaksi setiap bulan yang disebut rekening koran.

3. Kartu Kredit

Kartu kredit dikeluarkan oleh bank umum untuk setiap pemegangnya yang telah memenuhi syarat.

Kartu kredit dapat digunakan untuk melakukan transaksi tanpa membayar secara tunai. Biaya yang dikeluarkan akan dipotong dari limit kredit yang dimiliki penggunanya.

Baca Juga: Petty Cash atau Kas Kecil, Simak Penjelasan Lengkapnya

4. Kartu Debit

Hampir serupa seperti kartu kredit, hanya saja transaksi dengan kartu debit tidak meninggalkan utang.

Setiap transaksi akan memotong saldo yang tersimpan di rekening pengguna.

Dengan begitu, pengguna tidak harus membawa uang tunai atau pergi ke ATM untuk melakukan transaksi.

5. Wesel Pos

Wesel pos adalah layanan pengiriman dan penerimaan yang yang dilakukan di kantor pos. Apakah uang akan dikirim di dalam amplop surat?

Tentu tidak. Kamu memang harus membawa dan menyetorkan uang tunai ke petugas pos, namun bukan uang tersebut yang dikirim dalam surat.

Penerima hanya tinggal datang ke kantor pos terdekat dengan membawa kartu identitas dan menyebutkan pin.

Wesel pos menjadi solusi bagi daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan bank.

Baca Juga: Wajib Tahu, 2 Contoh Sistem Dana Tetap dalam Petty Cash

Kekurangan dan Kelebihan Uang Giral

Apa Itu Uang Giral? Berikut Bentuk, Jenis, dan Kelebihannya
Foto: Kartu Kredit (freepik.com)

Secara umum, kekurangan uang giral adalah keterbatasan penggunaannya. Tidak semua pihak dapat menerima pembayaran dengan uang giral.

Sebagai contoh, kamu tidak bisa melakukan transaksi menggunakan kartu kredit atau kartu debit di warung kelontong.

Transaksi dengan uang giral hanya bisa dilakukan pada pihak-pihak yang memiliki fasilitas atau bersedia menerima alat pembayaran ini.

Untuk nominal transaksi yang besar antar bisnis, penggunaan uang giral tentu lebih efisien.

Kelebihan uang giral adalah kepraktisannya. Uang sebesar Rp1 juta terdiri atas 10 lembar uang Rp100.000,00. Namun, kamu hanya membutuhkan selembar cek saja untuk mewakili nilai Rp1 juta.

Pasalnya, besaran uang giral bisa kamu tentukan sendiri sesuai kebutuhan.

Selain itu, jika uang giral hilang, kamu bisa melacak atau memblokirnya sehingga tidak bisa digunakan orang lain.

Demikian penjelasan tentan uang giral yang perlu kamu ketahui sebagai salah satu alat pembayaran.