Seed Funding atau Modal Awal Startup, Berikut 9 Jenisnya

Share this Post

seed funding
Table of Contents

Seed funding atau bibit pendanaan merupakan jenis modal awal dari startup.

Dalam menjalankan perusahaan startup, kamu membutuhkan banyak pendanaan agar bisnis dapat berkembang. Bentuk pendanaan awal yang paling dasar, yakni uang.

Salah satu jenis dana untuk startup, yaitu seed funding.

Jenis modal startup yang diperoleh dalam bentuk seed funding ini bukanlah pinjaman. Akan tetapi, diperoleh dari investor.

Melansir Alpha JWC Ventures, investor menginvestasikan modal ke perusahaan pada tahap awal dengan imbalan saham ekuitas.

Jadi, pemilik bisnis biasanya memberi investor bagian kepemilikan dan/atau bagian dari keuntungan perusahaan sebagai imbalan atas penyertaan modal.

Baca Juga: Ini Perbedaan Startup dan Unicorn yang Perlu Kamu Ketahui

Pentingnya Seed Funding

pentingnya seed funding
(Foto pendanaan startup. Sumber: Pexels.com)

Pendanaan awal sangat diperlukan oleh startup untuk membeli peralatan, menyewa kantor, dan membayar gaji karyawan.

Intinya, pendanaan awal ini dibutuhkan agar startup dapat tumbuh sebelum perusahaan bisa menghasilkan keuntungan.

Dengan modal awal, perusahaan startup yang kamu bangun dapat memiliki modal kerja sehari-hari sehingga proses bisnis bisa berjalan dengan lancar.

Kamu pun bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis, membangun kerja sama dengan mitra, serta mengurangi risiko bagi pendiri.

Jadi, bisnis kamu bisa mencapai tahap selanjutnya seperti yang diharapkan dengan lebih cepat

Baca Juga: Mengenal Growth Hacking, Strategi Marketing Ala Startup

Jenis-Jenis Seed Funding

jenis-jenis seed funding
(Foto kerja sama bisnis. Sumber: Unsplash.com)

Ada banyak sekali sumber seed funding yang bisa start up dapatkan. Ini dia jenis-jenis seed funding yang bisa diperoleh oleh perusahaan startup:

1. Crowdfunding

Crowdfunding merupakan jenis pendanaan awal startup yang diperoleh dari penggalangan dana. Kini, startup bisa memeroleh modal dengan menggalang dana dari berbagai platform crowdfunding.

Platform crowdfunding ini sering kali tersedia untuk umum. Jadi, siapa saja dan dari mana saja di dunia dapat mendukung sebuah konsep, ide, atau produk.

Perusahaan startup kamu bisa memeroleh crowdfunding tersebut dari sekelompok individu yang tertarik dengan ide bisnismu sehingga mereka mau memberikan bantuan dana.

Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Crowdfunding

2. Corporate Seed Funds

Corporate seed funds atau dana awal perusahaan ialah modal yang bisa didapatkan oleh startup untuk mengembangkan usahanya.

Ada beberapa perusahaan besar yang menyediakan pendanaan awal ini bagi startup. Misalnya, Google, Intel, dan Apple yang rutin melakukan investasi pada startup dalam bentuk modal awal.

Selain ketiga perusahaan tersebut, masih ada banyak perusahaan besar lainnya yang mau memberikan pendanaan bagi startup karena melihatnya sebagai sumber bakat baru dan ide-ide baru.

Tidak hanya membantu perusahaan kamu secara operasional, dana awal yang diberikan oleh perusahaan besar ini juga akan meningkatkan visibilitas startup yang kamu bangun.

Hal ini sangat penting untuk membantu kamu dalam membangun kesadaran, citra, atau kredibilitas perusahaan dan merek.

3. Angel Investors

Seed Funding atau Modal Awal Startup, Berikut 9 Jenisnya
(Foto rapat investor. Sumber: Pexels.com)

Dikutip dari laman Diligent Equity, angel investors atau investor malaikat merupakan individu dengan kekayaan bersih tinggi yang menginvestasikan dana awal untuk perusahaan startup dengan imbalan ekuitas kepemilikan atau hutang konversi.

Keuntungan dari hutang konversi adalah penilaian perusahaan ditangguhkan sampai putaran pembiayaan berikutnya.

Pada saat itu, hutang akan diubah menjadi ekuitas dan investor malaikat menerima diskon “investor awal”.

Sebutan angel investor ini disematkan kepada mereka yang memberikan kontribusi pembiayaan pada periode ketika bahaya kegagalan bisnis cukup tinggi, yaitu pada tahap awal.

Selain secara pribadi, angel investor juga dapat bergabung bersama kelompok inangel.

Hal ini memungkinkan mereka menginvestasikan jumlah yang lebih signifikan, mendapat manfaat dari kepemilikan saham yang lebih besar, dan menerima potensi pengembalian dana yang lebih besar.

Kelompok angel investor ini pun sering kali menyertakan investor dari berbagai industri dan pasar, serta membuat keputusan kelompok apakah mereka akan berinvestasi, berapa banyak yang harus mereka investasikan, dan dengan syarat apa.

Baca Juga: Ketahui 7 Jenis Pinjaman Modal Usaha dan Tips Memilihnya

4. Incubators

Incubators adalah jenis investor startup yang tidak hanya menyediakan dana awal dalam jumlah kecil, tetapi juga fokus membantu usaha baru dengan mengadakan pelatihan dan seringkali juga menyediakan ruang kantor.

Umumnya, incubators ini tidak meminta kepemilikan ekuitas dari startup.

Jadi, tidak memaksa perusahaan untuk menyerahkan saham apa pun, tetapi mereka tetap memberikan dukungan selain bantuan keuangan.

Incubators biasanya merupakan lembaga pendidikan terkemuka yang ingin berkontribusi pada perusahaan startup karena potensi yang dimilikinya.

5. Accelerators

Selain incubators, ada juga yang disebut dengan accelerators.

Ini merupakan investor yang lebih peduli untuk membantu startup dalam meningkatkan operasi mereka daripada membantu dan mengembangkan inovasi pada tahap awal.

Accelerators akan memberikan pendanaan dalam jumlah kecil. Namun, akan memberikan bantuan lainnya, berupa layanan profesional, peluang jaringan, pelatihan, dan ruang kerja untuk bisnis startup.

Kebanyakan akselerator tidak seperti kebanyakan inkubator. Jadi, akselerator membutuhkan ekuitas karena umumnya hanya didanai secara pribadi.

Baca Juga: 8 Keuntungan Venture Capital Bagi Startup, Sudah Tahu?

6. Venture Capital

Seed Funding atau Modal Awal Startup, Berikut 9 Jenisnya
(Foto capital venture. Sumber: Pexels.com)

Venture capital atau modal ventura merupakan investor profil tinggi yang mendanai bisnis berdasarkan berbagai faktor termasuk potensi pertumbuhan, keadaan pasar, visi pendiri, konsep, dan eksekusi.

Dalam hal ini, investor dapat memberikan kontribusi mereka kepada perusahaan startup dapat mencakup keahlian profesional atau pun uang.

Sebagai gantinya, investor akan menerima persentase saham startup atau posisi tertentu di perusahaan.

7. Bootstrap

Bootstrap merupakan jenis pendanaan awal startup yang diperoleh dari tabungan pribadi pemiliknya.

Untuk modal awal, pendiri startup dapat menggunakan tabungan atau uang pribadinya.

Jenis pendanaan tahap awal ini bisa membantu startup untuk mengembangkan usaha tanpa memberikan tekanan finansial tambahan.

Selain itu, pengusaha juga tidak mengharuskan mereka membayar kembali dana tersebut karena bukan modal pinjaman.

Baca Juga: 10 Peran Inkubator Bisnis Bagi Startup, Tertarik Mencobanya?

8. Barter

Dalam menjalankan perusahaan startup, kamu juga dapat memeroleh dana awal melalui sistem barter.

Barter merupakan pertukaran beberapa komoditas, yaitu barang atau jasa apa pun untuk produk atau layanan lain.

Ini bisa menjadi salah satu pilihan yang efektif untuk memeroleh modal awal. Terutama, bagi perusahaan-perusahan kecil atau yang baru memulai usahanya.

Misalnya, ketika kamu membutuhkan peralatan untuk mendukung operasional usaha, mungkin kamu dapat menawarkan jasa sebagai imbalannya.

9. Hibah

Jika kamu termasuk dalam salah satu pengusaha yang beruntung, mungkin bisa memeroleh dana usaha melalui hibah atau pemberian secara cuma-cuma sebagai bentuk dari seed funding.

Hibah biasanya diberikan oleh pemerintah sebagai bentuk bantuan kepada para perusahaan kecil atau mereka yang baru memulai usaha.

Namun, kamu harus memenuhi beberapa syarat dan kriteria terlebih dahulu hingga dinilai layak untuk mendapatkan dana hibah.

Selain itu, kamu juga perlu menyiapkan berbagai dokumen untuk mengajukan dana hibah.

Pendanaan yang satu ini sangat membantu operasional sebuah usaha. Terlebih lagi, dana yang diberikan tidak perlu dikembalikan atau dibayar kembali oleh pemilik usaha.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Jarang Pesaing dengan Modal Kecil

Kebanyakan bisnis juga sulit berkembang karena keterbatasan modal. Agar bisnismu mampu melebarkan sayapnya di pasaran dengan modal yang kuat, tonton video berikut, yuk!

Itu dia penjelasan terkait seed funding dalam perusahaan startup. Kini, kamu sudah lebih paham dengan seed funding, bukan?