Kebutuhan Tersier: Definisi, Ciri, Faktor, dan Contohnya

Share this Post

kebutuhan tersier
Table of Contents
shopee pilih lokal

Kebutuhan tersier merujuk pada kategori kebutuhan manusia yang berada di tingkat yang lebih tinggi daripada kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

Kategori ini melibatkan keinginan yang lebih kompleks dan seringkali lebih abstrak, seperti pendidikan, rekreasi, dan budaya.

Dalam masyarakat modern, kebutuhan tersier menjadi semakin penting karena kemajuan teknologi dan perkembangan ekonomi telah memperluas cakupan kebutuhan manusia di luar hal-hal yang bersifat fisik.

Salah satu aspek penting dari kebutuhan tersier adalah dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan konsumsi.

Seiring dengan meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan, individu cenderung mengalihkan fokusnya dari memenuhi kebutuhan dasar menuju memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.

Hal ini menciptakan peluang bagi industri yang bergerak dalam sektor pendidikan, pariwisata, seni, hiburan, dan lainnya.

Kebutuhan tersier juga menjadi pendorong bagi inovasi dan kreativitas dalam upaya memenuhi keinginan yang semakin beragam dari masyarakat.

Namun, penting untuk diingat bahwa pemenuhan kebutuhan tersier tidak selalu merujuk pada hal-hal material. Banyak dari kebutuhan ini berkaitan dengan aspek-aspek immaterial seperti hubungan sosial, pengembangan diri, dan kesejahteraan mental.

Baca Juga: 5 Prinsip Wealth Management Yang Penting Bagi Pebisnis Muda

Pengertian Kebutuhan Tersier

Kebutuhan Tersier: Definisi, Ciri, Faktor, dan Contohnya
Foto: Wanita Belanja (Freepik.com)

Melansir dari laman Marketing91, kebutuhan tersier merupakan kategori kebutuhan manusia yang berada di tingkat yang lebih tinggi daripada kebutuhan dasar atau primer, serta kebutuhan sekunder atau sekunder.

Kebutuhan dasar mencakup kebutuhan fisik seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal yang esensial bagi kelangsungan hidup manusia.

Kebutuhan sekunder meliputi keamanan, rasa cinta, dan harga diri, yang juga penting bagi kesejahteraan individu tetapi lebih bersifat psikologis dan sosial.

Sementara itu, kebutuhan tersier mencakup keinginan yang lebih kompleks dan sering kali lebih abstrak, seperti pendidikan, rekreasi, dan budaya.

Dalam masyarakat modern, kebutuhan tersier menjadi semakin penting seiring dengan perkembangan ekonomi, teknologi, dan sosial.

Pertumbuhan ekonomi memberikan individu akses yang lebih besar terhadap sumber daya dan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan tersier mereka.

Kemajuan teknologi juga memperluas cakupan kebutuhan tersier dengan memberikan akses terhadap informasi, hiburan, dan sarana komunikasi yang dapat memperkaya kehidupan manusia.

Pemenuhan kebutuhan tersier berkontribusi pada kesejahteraan dan perkembangan manusia secara keseluruhan. Melalui pendidikan, kita dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, membuka peluang kerja dan pengembangan karier.

Rekreasi dan hiburan membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup, sementara eksplorasi budaya memperkaya pengalaman dan memperluas wawasan manusia.

Baca Juga: Konsumerisme: Pengertian, Dampak Dan Budaya

Ciri Kebutuhan Tersier

Kebutuhan Tersier: Definisi, Ciri, Faktor, dan Contohnya
Foto: Wanita Berolahraga (Freepik.com)

Kebutuhan tersier memiliki beberapa ciri yang membedakannya dari kebutuhan dasar atau sekunder. Berikut beberapa ciri-ciri utama kebutuhan tersier:

  1. Subjektif dan Abstrak: Kebutuhan tersier seringkali bersifat subjektif dan abstrak, artinya kebutuhan ini bervariasi antara individu satu dengan lainnya dan sulit diukur secara langsung. Contohnya, keinginan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi atau pengalaman seni yang mendalam mungkin sangat penting bagi satu individu tetapi tidak begitu signifikan bagi individu lain.
  2. Tidak Vital untuk Kelangsungan Hidup: Kebutuhan tersier tidak bersifat vital untuk kelangsungan hidup secara fisik. Meskipun dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seseorang, kebutuhan ini tidak akan mengancam hidup jika tidak terpenuhi.
  3. Melibatkan Pengembangan Pribadi dan Pencapaian: Kebutuhan tersier seringkali berkaitan dengan pengembangan pribadi, pencapaian, dan pemenuhan potensi individu. Ini dapat termasuk keinginan untuk mencapai keberhasilan dalam karir, mendalami minat dalam bidang seni atau budaya, atau bahkan mengejar tujuan spiritual atau filosofis.
  4. Diperoleh melalui Interaksi Sosial dan Kultural: Pemenuhan kebutuhan tersier sering melibatkan interaksi sosial dan kultural. Misalnya, pendidikan lebih sering diperoleh melalui lembaga-lembaga pendidikan formal, sementara pengalaman seni dan budaya sering dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya tempat individu tinggal.
  5. Beragam dan Fleksibel: Kebutuhan tersier dapat sangat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya, dan juga dapat berubah seiring waktu. Apa yang dianggap sebagai kebutuhan tersier bagi seseorang pada suatu titik dalam hidupnya mungkin tidak lagi menjadi prioritas di masa depan, atau sebaliknya, kebutuhan baru mungkin muncul seiring dengan perubahan dalam kehidupan individu tersebut.

Baca Juga: Kebutuhan Primer, Ini Jenis-Jenisnya Yang Perlu Kamu Ketahui

Faktor yang Mempengatuhi Kebutuhan Tersier

Kebutuhan Tersier: Definisi, Ciri, Faktor, dan Contohnya
Foto: Negosiasi Bisnis (Freepik.com)

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan tersier seseorang. Berikut beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi:

1. Faktor Sosial dan Budaya

Lingkungan sosial dan budaya seseorang memiliki pengaruh besar terhadap kebutuhan tersiernya.

Nilai-nilai, norma, dan harapan sosial dalam masyarakat dapat membentuk keinginan dan aspirasi individu.

Misalnya, dalam budaya yang menghargai pendidikan tinggi, individu mungkin merasa dorongan yang kuat untuk mengejar tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

2. Pendapatan dan Status Sosial

Ketersediaan sumber daya finansial memiliki dampak langsung pada kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan tersiernya.

Individu dengan pendapatan yang lebih tinggi cenderung memiliki akses yang lebih besar terhadap pendidikan, rekreasi, dan hiburan yang mahal.

Selain itu, status sosial juga dapat memengaruhi kebutuhan tersier seseorang; individu mungkin memiliki kebutuhan untuk menunjukkan status atau mengikuti tren tertentu dalam lingkup sosial mereka.

3. Pendidikan dan Pengetahuan

Tingkat pendidikan dan pengetahuan seseorang juga memainkan peran penting dalam menentukan kebutuhan tersiernya. Individu yang memiliki pendidikan tinggi mungkin memiliki keinginan untuk terus belajar dan berkembang secara intelektual.

Mereka mungkin memiliki minat dalam seni, budaya, atau penelitian yang membutuhkan akses ke sumber daya tertentu.

4. Tingkat Perkembangan dan Kematangan

Tahap perkembangan dan kematangan individu juga memengaruhi kebutuhan tersiernya.

Anak-anak dan remaja mungkin memiliki kebutuhan tersier yang berbeda dari orang dewasa, karena fokus mereka mungkin lebih pada eksplorasi, belajar, dan pengembangan diri.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan tersier seseorang dapat berkembang dan berubah sesuai dengan tahap kehidupan yang berbeda.

5. Tren dan Pengaruh Media

Tren dalam masyarakat dan pengaruh media juga dapat memengaruhi kebutuhan tersier. Misalnya, tren mode, hobi, atau gaya hidup yang populer dapat memicu keinginan individu untuk mengikuti atau memenuhi tren tersebut.

Media juga dapat mempengaruhi persepsi tentang kebutuhan tersier tertentu dan menciptakan keinginan baru melalui iklan, acara televisi, atau konten online.

6. Pengalaman dan Interaksi Pribadi

Pengalaman hidup individu dan interaksi pribadi dengan orang lain juga dapat membentuk kebutuhan tersiernya. Pengalaman positif atau negatif, serta hubungan interpersonal yang kuat, dapat memengaruhi nilai-nilai, minat, dan aspirasi seseorang.

Misalnya, pengalaman perjalanan atau pertemuan dengan orang-orang yang berbeda budaya dapat memicu minat baru dalam menjelajahi dunia dan memahami kebudayaan lain.

Baca Juga: Kebutuhan Sekunder: Ciri, Faktor, Dan Contohnya

Contoh Kebutuhan Tersier

Kebutuhan Tersier: Definisi, Ciri, Faktor, dan Contohnya
Foto: Pendidikan Tinggi (Freepik.com)

Berikut beberapa jenis dan contoh kebutuhan tersier:

1. Pendidikan Tinggi

Kebutuhan untuk pendidikan tinggi merupakan salah satu contoh kebutuhan tersier yang umum.

Individu yang memiliki kebutuhan tersier ini ingin mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka di luar tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Mereka mungkin memiliki keinginan untuk meraih gelar sarjana, magister, atau doktor dalam bidang studi tertentu untuk mencapai tujuan karier atau pencapaian pribadi.

2. Rekreasi dan Liburan

Kebutuhan untuk rekreasi dan liburan juga merupakan contoh kebutuhan tersier. Individu membutuhkan waktu untuk bersantai, menghibur diri, dan mengalami hal-hal baru di luar rutinitas sehari-hari.

Ini bisa termasuk perjalanan ke destinasi wisata, mengikuti hobi atau aktivitas rekreasi seperti hiking, berenang, atau menonton pertunjukan seni.

3. Hiburan dan Seni

Kebutuhan akan hiburan dan seni mencakup keinginan untuk mengalami kesenangan dan ekspresi kreatif. Ini bisa berupa menghadiri konser musik, menonton pertunjukan teater, membaca buku, atau mengunjungi galeri seni.

Individu mungkin mencari hiburan dan pengalaman seni sebagai bentuk relaksasi, inspirasi, atau pengembangan diri.

4. Kesehatan dan Kebugaran

Kebutuhan akan kesehatan dan kebugaran juga dapat diklasifikasikan sebagai kebutuhan tersier. Ini mencakup keinginan untuk menjaga tubuh dalam kondisi fisik yang baik melalui olahraga, diet sehat, dan perawatan medis preventif.

Individu mungkin menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk program kebugaran, perawatan spa, atau konsultasi dengan profesional medis untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mereka.

5. Pengembangan Pribadi

Kebutuhan akan pengembangan pribadi mencakup keinginan untuk terus belajar, berkembang, dan memperluas wawasan.

Ini bisa berupa mengikuti kursus atau seminar, membaca buku-buku motivasi atau pengembangan diri, atau menjalani proses pembelajaran melalui pengalaman hidup.

Individu mungkin memiliki kebutuhan tersier ini untuk mencapai potensi pribadi mereka dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang diri mereka dan dunia di sekitar mereka.

Baca Juga: Contoh Kemasan Tersier Dan Bedanya Dari Primer Dan Sekunder

Itulah penjelasan seputar definisi kebutuhan tersier, ciri, hingga contohnya. Dengan memahami konsep ini, diharapkan kita dapat membedakan berbagai jenis kebutuhan dengan bijak, ya!

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X