Harga Keseimbangan Pasar, Ini Penyebab dan Perhitungannya

Share this Post

Table of Contents

Apakah kamu sudah memahami harga keseimbangan?

Dalam dunia ekonomi, ada istilah yang disebut sebagai harga keseimbangan.

Harga keseimbangan (ekuilibrium) adalah harga yang terbentuk dari titik pertemuan antara kurva penawaran dan kurva permintaan.

Jadi, titiknya benar-benar berada di pertemuan antara kedua kurva.

Apabila ada di bawah harga keseimbangan, itu artinya permintaan memiliki kelebihan. Sebaliknya, jika pasar melebihi atau di atas harga keseimbangan, penawaran mengalami kelebihan.

Ekuilibrium ini juga bisa disebut harga yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli. Misalnya ketika kamu melakukan tawar-menawar dengan penjual di pasar.

Lalu, kedua belah pihak menyetujui harga barang dan itulah yang disebut sebagai harga keseimbangan.

Baca Juga: Apa Itu Grafik Permintaan? Ini 3 Faktor Perubahannya

Faktor Terciptanya Harga Keseimbangan

faktor harga keseimbangan
Foto: Pembeli Produk Sepatu (pexels.com)

Jika ditelaah lebih lanjut, munculnya harga keseimbangan bisa ditentukan oleh beberapa faktor. Jadi, tidak serta-merta terjadi begitu saja karena dapat dipengaruhi oleh berbagai hal.

Proses terbentuknya ekuilibrium dalam ekonomi ini bisa dipengaruhi salah satu faktor di bawah ini:

  • Tingginya permintaan terhadap barang atau jasa dan terus bertambah, sementara jumlah barang dan jasa tersebut cenderung sedikit bahkan terbatas.
  • Tinggi rendahnya biaya produksi yang digunakan dalam pembuatan suatu barang atau jasa.
  • Pandangan di masa depan dari produsen maupun konsumen di pasar.
  • Pihak produsen mengetahui selera konsumen secara mendalam.
  • Meningkatnya penawaran barang atau jasa, akan tetapi daya beli konsumen tetap atau mungkin mengalami pengurangan di pasar.
  • Penawaran akan barang dan jasa bertambah, namun daya beli konsumen cenderung tetap atau mengalami penurunan.

Penyebab Terjadinya Harga Keseimbangan

penyebab harga keseimbangan
Foto: Pelanggan Toko Buah dan Sayur (pexels.com)

Selain faktor-faktor di atas, ada juga beberapa penyebab terjadinya keseimbangan harga di pasar, antara lain:

1. Ketersediaan Barang Sesuai Permintaan

Ketika produsen atau penjual memiliki persediaan barang yang sesuai dengan jumlah permintaan konsumen, akan tercipta keseimbangan di pasar.

Sebaliknya, jika barang yang ditawarkan ke pasar terlalu besar sementara permintaannya sedikit, keseimbangan tidak akan terjadi.

2. Ketersediaan Barang Sesuai Penawaran

Saat ketersediaan barang dari produsen selaras dengan besarnya tingkat penawaran yang dilakukan oleh pelanggan dan disetujui penjual, keseimbangan pasar dapat terjadi.

Ketika pembeli dan penjual menemukan harga yang mereka sepakati, konsumen pun akan membayar harga barang sesuai jumlah yang mereka butuhkan.

Kesepakatan yang terjadi antara penjual dengan pembeli inilah yang disebut sebagai keseimbangan harga di pasar.

Untuk menghasilkan kesepakatan dari kedua belah pihak, biasanya akan terjadi proses negosiasi atau tawar-menawar terlebih dahulu.

Ini merupakan hal yang cukup lumrah terjadi di pasar sehingga seringkali ditemui dalam transaksi jual beli.

3. Keseimbangan Permintaan dan Penawaran

Keseimbangan harga di pasar juga bisa disebabkan oleh tingkat permintaan dan penawaran yang sama besar.

Jadi, ketika pembeli melakukan permintaan pasar yang tidak mengubah jumlah permintaan secara keseluruhan, dan produsen memiliki persediaan yang cukup untuk memenuhinya, keseimbangan pasar dapat terjadi.

4. Kesamaan Jumlah Permintaan dan Penawaran

Keseimbangan pasar dapat dipengaruhi oleh jumlah permintaan konsumen dan jumlah penawaran yang diberikan produsen.

Dalam hal ini, penawaran dapat dikatakan efektif ketika produsen berhasil menjual hasil produksi sesuai jumlah yang mereka miliki.

Keseimbangan pun akan terjadi saat konsumen melakukan permintaan secara konsisten dan produsen tidak menambah jumlah persediaan untuk keperluan pasar.

Ketika keseimbangan pasar berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama, itu artinya tidak akan ada kenaikan maupun penurunan harga.

Jadi, kondisi pasar secara keseluruhan berlangsung stabil.

Baca Juga: 4 Faktor yang Mempengaruhi Kurva Permintaan dan Penawaran dalam Bisnis

Tujuan Ditetapkannya Harga Keseimbangan

tujuan ditetapkannya harga keseimbangan
Foto: Penjual di Pasar (pexels.com)

Ditetapkannya ekuilibrium bukanlah tanpa alasan, ada beberapa tujuan dari terciptanya harga keseimbangan di pasar, di antaranya:

  • Menampilkan perubahan kebutuhan yang terjadi di masyarakat.
  • Memberikan stimulus kepada para pebisnis untuk dapat melakukan inovasi ketika terjadi perubahan permintaan di pasar.
  • Membantu para penjual untuk menentukan penawaran.
  • Membantu pihak produsen untuk menentukan jenis barang yang akan diproduksi berdasarkan tingkat permintaan konsumen.
  • Membantu menentukan pembagian hasil produksi di antara para konsumen.
  • Menentukan teknologi apa yang tepat untuk digunakan dalam proses produksi suatu barang sesuai permintaan konsumen.

Fungsi Harga Keseimbangan

fungsi harga keseimbangan
Foto: Pedagang Kaki Lima (unsplash.com)

Terjadinya ekuilibrium memiliki peran yang cukup penting dalam dunia ekonomi, khusunya sektor bisnis dan investasi.

Peran penting harga keseimbangan ini dapat kamu lihat menjadi dua bagian, yaitu:

1. Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan dalam ekuilibrium diidentifikasikan dengan terdapatnya jumlah barang atau jasa yang sesuai permintaan, serta sederet faktor pendukung lain. Misalnya hukum permintaan yang berlaku di pasar.

Jadi, ketika suatu barang atau jasa mengalami kenaikan harga, permintaan akan barang dan jasa tersebut akan menurun secara otomatis.

Sebaliknya, saat harga barang atau jasa mengalami penurunan, tingkat permintaan terhadap barang dan jasa tersebut bisa menjadi lebih tinggi.

Bisa diartikan bahwa fungsi permintaan adalah memicu munculnya hubungan antara jumlah barang dan harga yang seringkali berbanding terbalik.

Hal itu bisa kamu lihat dari contoh di atas di mana penurunan harga bisa dipengaruhi oleh tingginya permintaan, begitu pula sebaliknya.

Oleh karena itu, diperlukan kompetisi antar pebisnis sehingga terjadilah harga yang seimbang. Konsumen pun perlu berkompetisi agar bisa mendapatkan barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

2. Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran berfokus pada korelasi persamaan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan oleh pihak produsen kepada konsumen.

Mekanisme fungsi penawaran pun disesuaikan dengan hukum penawaran, yaitu jika ada peningkatan jumlah barang, biasanya akan diikuti dengan kenaikan harga di pasar.

Fungsi ini lebih menekankan kepada adanya hubungan yang sebanding antara jumlah produk dengan harga produk. Jadi ketika jumlah barang yang ditawarkan besar, harganya juga akan semakin tinggi.

Nah, ketika jumlah barang yang ditawarkan sesuai dengan jumlah barang yang diminta, terjadilah keseimbangan pasar.

Sebaliknya, jika jumlah produk melebihi tingkat permintaan pasar, akan terjadi kelebihan penawaran. Agar terjadi keseimbangan pasar, permintaan harus lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah barang yang diproduksi dan ditawarkan di pasar.

Baca Juga: Apa Itu Harga Eceran Tertinggi (HET)? Ini Aturannya

Cara Menghitung Harga Keseimbangan

cara menghitung harga keseimbangan
Foto: Kurva Keseimbangan (study.com)

Untuk dapat menghitung harga keseimbangan di pasar, sebenarnya tidaklah sulit. Kamu pun bisa menggunakan salah satu cara dari tiga metode perhitungan keseimbangan di bawah ini:

1. Perhitungan Harga Keseimbangan dengan Tabel

Salah satu cara yang bisa kamu gunakan untuk menghitung keseimbangan harga di pasar ialah dengan tablel.

Dalam hal ini, kamu perlu membuat tabel yang berisi harga dengan kode P, jumlah barang yang diminta dengan kode Qd, dan jumlah barang yang ditawarkan dengan kode Qs.

Pada tabel tersebut, kolom harga harus diisi dengan daftar harga jual barang yang ditawarkan.

Sementara pada kolom jumlah barang yang diminta, perlu diisi dengan jumlah unit barang yang diminta berdasarkan harganya.

Lalu dalam kolom jumlah barang yang ditawarkan, kamu isi dengan jumlah unit barang yang kamu tawarkan dengan harga tersebut.

Melalui pembuatan tabel dengan cara tersebut, kamu pun bisa mengetahui tingkat keseimbangan antara harga dengan jumlah penawaran dan permintaannya.

2. Perhitungan Harga Keseimbangan dengan Kurva

Selanjutnya, kamu bisa melakukan perhitungan keseimbangan harga dengan menggunakan kurva. Sebenarnya, cara ini cukup mirip dengan metode tabel yang telah dijelaskan di atas.

Hal yang harus kamu lakukan yaitu cukup dengan menjadikan harga (P) dan jumah (Q) dalam bentuk kurva.

Lalu, dibuat perpotongan pada bagian permintaan (D) dengan penawaran (S) yang berbentuk garis lurus. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui hasil harga yang seimbang.

3. Perhitungan Harga Keseimbangan dengan Pendekatan Matematis

Metode perhitungan keseimbangan harga di pasar yaitu dengan menggunakan pendekatan matematis.

Namun, cara menghitung keseimbangan harga dengan permintaan dan penawaran ini tidak bisa diterapkan dalam semua kasus.

Metode ini hanya dapat kamu gunakan apabila data yang didapatkan adalah fungsi penawaran dan fungsi permintaan.

Berikut rumus yang bisa kamu gunakan untuk menghitung harga keseimbangan menggunakan pendekatan matematis: Qd = Qs atau Pd = Ps

Di mana Qd artinya jumlah yang diminta dan Qs adalah jumlah yang ditawarkan. Sementara Pd ialah harga yang diminta dan Ps merupakan harga yang ditawarkan.

Baca Juga: Catat, Ini Dia Cara Mencari Harga Penjualan yang Tepat

Itu dia penjelasan seputar keseimbangan harga dengan permintaan dan penawaran yang juga disebut sebagai ekuilibrium.

Kini, kamu sudah semakin memahaminya, bukan?