Definisi Dividen Likuidasi: Kelebihan, Contoh dan Perhitungannya

Share this Post

Dividen Likuidasi
Table of Contents
shopee pilih lokal

Dividen likuidasi adalah pembayaran kepada pemegang saham yang merupakan kombinasi dari bagian dari laba dan pengembalian modal.

Biasanya, perusahaan yang berencana untuk mengakhiri operasinya, seperti dalam kasus joint venture atau kebangkrutan, akan memberikan dividen likuidasi kepada pemegang saham.

Ini terjadi ketika perusahaan memiliki sisa kekayaan setelah melunasi semua kewajiban, dan sisa kekayaan ini dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen likuidasi.

Namun, jika perusahaan tidak memiliki sisa kekayaan yang tersisa, dividen likuidasi tidak dapat dibayarkan kepada pemegang saham.

Baca Juga: Tarif Penyusutan Fiskal Dan Cara Menghitungnya, Catat!

Definisi Dividen Likuidasi

Definisi Dividen Likuidasi: Kelebihan, Contoh dan Perhitungannya
Foto: Definisi Dividen Likuidasi (Freepik.com)

Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk menghentikan bisnisnya, itu menandakan bahwa perusahaan tersebut akan menjual semua asetnya, termasuk inventaris, bangunan, dan mesin yang dimilikinya.

Tujuan utama dari penjualan aset adalah untuk membayar semua utang kepada kreditur yang aman dan tidak aman.

Setelah itu, sisa uang akan dibagikan kepada para pemegang saham sebagai dividen likuidasi.

Di Amerika Serikat, ada persyaratan regulasi untuk membayar dividen likuidasi. Perusahaan dapat membayar dividen tersebut kepada pemegang saham dalam satu atau beberapa pembayaran.

Informasi mengenai pembayaran ini akan dicantumkan dalam Formulir 1099 Div dengan rincian yang dibutuhkan, seperti jumlah dan bentuk pembayaran.

Ketika pemegang saham menerima dividen likuidasi, jumlah yang dibayarkan dilaporkan dalam Formulir 1099 – DIV.

Jumlah yang melebihi basis pemegang saham akan dikenai pajak sebagai keuntungan modal di tangan pemegang saham.

Pajak atas keuntungan modal bisa berupa pajak jangka pendek atau jangka panjang, tergantung pada durasi kepemilikan saham oleh pemegang saham.

Keuntungan modal dianggap jangka panjang jika saham tersebut telah dimiliki lebih dari satu tahun, dan jangka pendek jika dimiliki kurang dari satu tahun.

Jika pemegang saham telah membeli saham dalam periode yang berbeda, maka dividen akan dibagi menjadi jangka pendek atau jangka panjang sesuai dengan kelompok saham yang berkaitan dengan tanggal pembelian mereka.

Proses dividen likuidasi melibatkan beberapa langkah.

Pertama, manajemen perusahaan mengevaluasi posisi keuangannya dan menentukan bahwa langkah terbaik adalah menghentikan operasi.

Selanjutnya, perusahaan mulai menjual aset-asetnya, termasuk real estat, peralatan, inventaris, dan kepemilikan lainnya.

Uang hasil penjualan aset tersebut kemudian digunakan untuk melunasi utang yang masih belum terbayarkan, seperti pinjaman atau kewajiban lainnya.

Setelah kewajiban keuangan perusahaan terpenuhi, dana yang tersisa dibagikan di antara para pemegang saham sebagai dividen likuidasi.

Mari kita ilustrasikan ini dengan contoh.

Misalnya, perusahaan XYZ memutuskan untuk menutup bisnisnya. Perusahaan tersebut menjual aset-asetnya seharga 2 miliar dan memiliki kewajiban yang belum terbayar serta biaya likuidasi sebesar 1,5 miliar.

Dengan menerapkan rumus: Dividen Likuidasi = 2.000.000.000 – 1.500.000.000 – 100.000.000 = 400.000.000. Perusahaan akan mendistribusikan 400.000.000 di antara para pemegang sahamnya sebagai dividen likuidasi.

Baca Juga: Kuota Impor: Pengertian, Jenis, Tujuan, Dan Cara Kerja

Kelebihan Dividen Likuidasi

Definisi Dividen Likuidasi: Kelebihan, Contoh dan Perhitungannya
Foto: Kelebihan Dividen Likuidasi (Freepik.com)

Setelah mengetahui cara kerja beserta contohnya, berikut beberapa kelebihan dari dividen likuidasi yang bisa jadi pertimbangan perusahaan.

  1. Strategi yang Terstruktur: Dividen likuidasi memberikan strategi keluar yang terstruktur bagi perusahaan yang menghadapi tantangan atau pergeseran pasar yang tidak bisa diatasi. Ini memungkinkan bisnis untuk secara bertahap menutup operasinya, menyelesaikan kewajiban keuangan, sambil mendistribusikan aset yang tersisa kepada para pemegang saham.
  2. Penyelesaian Utang: Dividen likuidasi memungkinkan perusahaan untuk memenuhi komitmen mereka dengan menyelesaikan utang dan kewajiban yang masih beredar. Perusahaan dapat memenuhi tanggung jawab keuangan mereka sebelum menyelesaikan operasi dengan mengonversi aset menjadi uang dan menggunakan hasilnya untuk membayar utang.
  3. Pemulihan bagi Pemegang Saham: Para pemegang saham mendapatkan manfaat dari dividen likuidasi dengan mendapatkan kembali sebagian dari investasi mereka. Hal ini memberikan penghiburan finansial di tengah penutupan perusahaan.
  4. Kepercayaan Investor: Perusahaan yang memilih dividen likuidasi menunjukkan komitmen terhadap perlakuan yang adil terhadap para pemegang saham, bahkan dalam situasi yang sulit. Hal ini meningkatkan kepercayaan dan keyakinan investor terhadap tindakan perusahaan, yang dapat memengaruhi keputusan mereka dalam peluang investasi di masa depan.
  5. Transparansi: Dividen likuidasi menekankan transparansi dan keadilan dalam proses distribusi aset. Pendekatan ini memastikan para pemegang saham mengetahui keputusan keuangan perusahaan dan bagaimana aset yang tersisa digunakan.
  6. Pertimbangan Pajak: Dalam beberapa kasus, dividen likuidasi dapat menawarkan keuntungan pajak dibandingkan dengan bentuk distribusi lainnya. Perusahaan dan pemegang saham dapat menjelajahi manfaat pajak potensial dengan berkonsultasi dengan ahli keuangan untuk mengoptimalkan posisi pajak mereka.
  7. Reposisi Strategis: Bagi investor, dividen likuidasi menawarkan kesempatan untuk melakukan reposisi strategis pada investasi mereka. Mereka dapat mengalihkan sumber daya mereka ke venture lain yang lebih sesuai dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko mereka.

Baca Juga: Cara Membuat Kartu Kredit BCA, Catat Persyaratannya!

Tanggal Penting dalam Pembagian Dividen

Definisi Dividen Likuidasi: Kelebihan, Contoh dan Perhitungannya
Foto: Pembagian Dividen (Freepik.com)

Investor perlu memperhatikan beberapa tanggal penting terkait pembagian dividen. Berikut adalah lima tanggal yang harus diperhatikan:

1. Tanggal Pengumuman

Pada tanggal yang dimaksud, perusahaan mengumumkan rencana pembagian dividen kepada para pemegang saham.

Pengumuman tersebut juga mencakup besaran dividen yang akan diterima setiap investor berdasarkan jumlah saham yang dimilikinya.

2. Cum Dividend

Cum dividend adalah tanggal terakhir bagi investor yang ingin memperoleh dividen dari perusahaan.

Artinya, para investor yang ingin memenuhi syarat untuk menerima dividen harus membeli saham sebelum tanggal cum dividend.

Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memperhatikan tanggal cum dividend agar tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan dividen yang telah diumumkan oleh perusahaan.

3. Ex Dividend

Ex date, yang merupakan singkatan dari ex-dividend date, adalah hari pertama di mana saham tidak lagi disertai dengan hak untuk menerima dividen yang telah diumumkan oleh perusahaan.

Pada ex date, saham yang diperdagangkan tidak lagi termasuk hak atas dividen yang akan dibagikan. Jadi, bagi investor yang baru membeli saham pada ex date, mereka tidak akan memenuhi syarat untuk menerima dividen dari perusahaan.

Hal ini penting untuk dipahami agar investor tidak salah mengira bahwa mereka akan memperoleh dividen setelah membeli saham pada ex date.

4. Tanggal Pencatatan

Tanggal pencatatan, atau yang dikenal sebagai recording date, adalah waktu ketika perusahaan mencatat semua pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Pada hari ini, perusahaan secara resmi menentukan daftar pemegang saham yang akan memperoleh pembagian dividen sesuai dengan saham yang mereka miliki pada cum date.

Jadi, bagi investor yang telah membeli saham hingga cum date, mereka akan tercatat dalam daftar pemegang saham perusahaan dan berhak menerima dividen yang telah ditetapkan.

5. Tanggal Pembayaran

Payment date, atau biasa disebut sebagai tanggal pembayaran, adalah waktu yang sangat dinantikan oleh para pemegang saham.

Pada hari ini, perusahaan akan menyalurkan dividen kepada para pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang mereka miliki. Umumnya, payment date jatuh sekitar 10 hari setelah ex cum dividen.

Dividen dapat dibagikan dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk uang tunai atau penambahan kepemilikan lembar saham.

Jika perusahaan memutuskan untuk membayar dividen dalam bentuk uang tunai, para investor akan menerima pembayaran langsung ke rekening mereka setelah dikenakan potongan pajak penghasilan sebesar 10%.

Baca Juga: 4 Fungsi Pajak Dan Manfaatnya Untuk Pembangunan Negara

Perhitungan Dividen Likuidasi

Definisi Dividen Likuidasi: Kelebihan, Contoh dan Perhitungannya
Foto: Perhitungan Dividen (Freepik.com)

Dalam investasi saham, terdapat beberapa metode untuk menghitung dividen. Tiga pendekatan yang umum digunakan adalah sebagai berikut.

1. Dividend Payout Ratio (DPR)

Dividend Payout Ratio (DPR) adalah ukuran yang menggambarkan persentase dari laba bersih perusahaan yang dibayarkan sebagai dividen kepada para pemegang saham.

Sebagai contoh, jika perusahaan X memiliki laba bersih sebesar Rp1 miliar dan DPR-nya adalah 50%, itu berarti perusahaan akan membagikan dividen sebesar Rp500 juta kepada para pemegang saham.

Ini menunjukkan seberapa besar bagian dari laba yang dialokasikan perusahaan untuk memberikan imbalan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen.

2. Dividend Per Share (DPS)

Dividend per Share (DPS), atau dividen per lembar saham, adalah metrik yang mengukur jumlah dividen yang dibagikan oleh perusahaan untuk setiap lembar saham yang dimiliki oleh para pemegang saham.

Misalnya, jika perusahaan X memutuskan untuk membayar dividen sebesar total Rp500 juta dan jumlah saham yang beredar adalah 2 juta lembar, maka DPS akan dihitung sebagai Rp500 juta dibagi dengan 2 juta lembar saham, yang hasilnya adalah Rp250 per lembar.

Ini menggambarkan jumlah dividen yang diterima oleh setiap pemegang saham per lembar saham yang mereka miliki.

3. Dividend Yield

Dividend yield adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar dividen yang dibayarkan oleh sebuah perusahaan dalam bentuk persentase dari harga saham saat ini.

Sebagai contoh, jika perusahaan X membayar dividen sebesar Rp250 per lembar saham dan harga saham perusahaan tersebut pada penutupan perdagangan adalah Rp5.000, maka dividend yield-nya adalah 250 dibagi 5.000, kemudian hasilnya dikalikan 100%, yang menunjukkan bahwa dividen yang dibayarkan oleh perusahaan X mencapai 5% dari harga saham saat itu.

Ini memberikan gambaran kepada investor tentang tingkat pengembalian yang mereka dapatkan dari investasi dalam saham perusahaan tersebut.

Baca Juga: 3 Cara Cek Pajak Motor Lewat HP, Mudah Dan Praktis!

Kesimpulannya, dividen likuidasi merupakan pembagian dividen kepada pemegang saham oleh perusahaan yang memutuskan untuk menutup operasi atau menjual semua asetnya.

Proses ini memberikan manfaat bagi perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban keuangan, memberikan kembali sebagian investasi kepada pemegang saham, dan memberikan penutupan yang terstruktur bagi perusahaan dan para pemegang saham.

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X