Ini 4 Cara Menghitung Bonus Tahunan untuk Karyawan

Share this Post

cara menghitung bonus tahunan
Table of Contents
shopee pilih lokal

Sebagai pengusaha pemula, tidak ada salahnya jika kamu mengetahui skema bonus untuk karyawan. Tak bisa asal-asalan, kamu juga harus tahu cara menghitung bonus tahunan.

Kamu yang pernah bekerja di perusahaan pasti pernah menerima bonus tahunan. Bonus tersebut bukanlah Tunjangan Hari Raya (THR) yang wajib diberikan perusahaan untuk karyawannya. 

Namun, bonus karyawan juga bukan sesuatu yang wajib diberikan. Jika keuntungan melebihi target, tidak ada salahnya memberi bonus untuk karyawan. 

Memberi bonus untuk karyawan tidak hanya berlaku untuk perusahaan besar. Jika usahamu termasuk baru dan ingin memberi bonus untuk karyawan, tentu tidak ada larangan. 

Bagi karyawan, bonus adalah sesuatu yang ditunggu. Karyawan dengan kinerja bagus akan senang jika mendapatkan bonus.

Bonus juga bisa menjadi pemicu motivasi karyawan agar bekerja lebih giat lagi. Kamu bisa memberikan bonus berdasarkan keuntungan perusahaan, bisa juga berdasarkan kinerja karyawan.

Waktu pemberian bonus bisa kapan saja. Bisa diberikan akhir tahun, setiap empat bulan, enam bulan, atau bisa juga setiap ulang tahun perusahaan. 

Besaran bonus karyawan yang diterima bisa seragam dan bisa berdasarkan kinerja karyawan. Makin berpestasi dan memenuhi target kerja, akan makin besar pula nominal bonus yang diberikan. 

Itu sebabnya sebagai bos, kamu harus mengetahui bagaimana cara menghitung bonus tahunan untuk karyawan. 

Baca juga: Cara Menghitung Customer Churn Rate Produk Bisnis Kamu

Cara Menghitung Bonus Tahunan Karyawan UMKM 

cara menghitung bonus tahunan
(Foto gaji pegawai. Sumber: Freepik.com)

Jika kamu baru memulai usaha, tentu bisa memberikan bonus untuk karyawan UMKM. Besaran bonus karyawan UMKM bisa dihitung berdasarkan kinerja atau jika kamu mendapatkan keuntungan berlipat. 

UMKM biasanya belum memiliki karyawan yang banyak. Perhitungan bonusnya tentu lebih mudah dilakukan dan bisa dilakukan secara tahunan. 

Namun, cara menghitung bonus tahunan tidak bisa diabaikan begitu saja. Ada berbagai aspek yang harus jadi pertimbangan dalam menghitung bonus.

Kamu pun bisa mencoba menghitungnya sendiri. Namun, tidak ada salahnya jika menggunakan pedoman cara menghitung bonus tahunan karyawan UMKM. 

Cara menghitung bonus karyawan UMKM bisa berdasarkan sejumlah aspek berikut:

1. Masa Kerja

Cara menghitung bonus karyawan yang pertama, yaitu menghitung masa kerja. Pada usaha yang kamu jalani, tentu ada karyawan dengan masa kerja terlama. 

Biasanya mereka adalah karyawan loyal yang sejak awal membantu membesarkan usahamu.

Semisal untuk karyawan yang sudah bekerja di atas satu tahun, kamu bisa memberikan bonus penuh. Bagi karyawan yang baru bekerja di bawah satu tahun, kamu bisa menghitungnya menggunakan rumus prorata.

Rumus tersebut sering digunakan untuk perhitungan THR. Namun, tidak ada salahnya jika digunakan untuk menghitung bonus tahunan. 

2. Jabatan

Cara menghitung bonus tahunan juga bisa berdasarkan jabatan atau pekerjaan yang dilakukan. 

Misalnya jabatan manajer dalam sebuah usaha, bisa mendapatkan bonus paling tinggi. Manajer merupakan sosok yang mengatur kerja karyawan, sehingga layak untuk mendapatkan bonus besar.

Staf pelaksana juga harus mendapatkan bonus tahunan. Besaranya mungkin tidak sebanyak manajer atau jabatan di atasnya. 

Penentuan besaran berdasarkan jabatan juga merupakan cara menghitung bonus tahunan untuk karyawan UMKM yang bisa kamu coba. 

Baca juga: Ini Dia Perbedaan UKM dan UMKM yang Perlu Kamu Ketahui

3. Bagian atau Divisi Kerja

Cara menghitung bonus tahunan berikutnya, yakni berdasarkan bagian atau divisi kerja. Usaha kecil pun tentunya bisa memiliki bagian atau divisi kerja. 

Nah, kamu bisa memberikan bonus berdasarkan beban tugas tiap divisi. Misalnya, divisi produksi mendapatkan bonus sesuai jumlah produksi yang mereka hasilkan. 

Kemudian bagian marketing juga mendapatkan bonus yang setara dengan kerja mereka.

Setiap divisi tentunya punya kontribusi besar terhadap perusahaan. Sebagai pemilik usaha, tentu kamu bisa menghitung divisi mana yang beban kerjanya paling berat. 

4. Pencapaian Usaha

Berikutnya, cara menghitung bonus tahunan bisa berdasarkan pencapaian usaha. UMKM pasti punya target yang harus dicapai setiap tahunnya. 

Jika ada sisa keuntungan yang didapat, kamu bisa menjadikannya sebagai bonus tahunan.

Namun sebelum dibagikan ke karyawan, kamu harus memastikan modal, keuntungan, kewajiban bayar usaha lainnya sudah selesai. Jadi, kamu bisa membagi keuntungan ke karyawan. 

Baca juga: Masih Bingung, Ini Cara Menghitung THR Karyawan yang Tepat!

Jenis Bonus Untuk Karyawan

cara menghitung bonus tahunan
(Foto benefit karyawan. Sumber: Freepik.com)

Setelah mengetahui bagaimana cara menghitung bonus tahunan, selanjutnya kamu perlu tahu apa saja jenis bonus yang diberikan untuk karyawan. 

Dikutip dari Salary, bonus bisa diberikan untuk karyawan tertentu karena prestasi yang didapatnya. Bonus juga bisa untuk seluruh karyawan.

Bonus atau hadiah bisa diberikan dalam bentuk uang tunai. Bisa juga dalam bentuk hadiah barang berharga.

Setiap karyawan berhak untuk mendapatkan bonus, jika perusahaan menginginkannya. Ada beberapa macam jenis bonus yang biasanya ada di perusahaan. 

Apa saja itu? Poin-poin penjelasan berikut ini bisa jadi patokan untuk kamu yang baru memulai usaha. 

1. Bagi Hasil Keuntungan 

Salah satu bonus yang diberikan untuk karyawan adalah keuntungan yang didapat. Total keuntungan setelah masuk ke kas atau modal perusahaan baru dibagi ke karyawan. 

Cara menghitung bonus tahunan berdasarkan keuntungan bisa berdasarkan persentase. Misal 0,25% dari keuntungan atau dari gaji pokok yang diperoleh. 

Tujuan dari bonus bagi hasil keuntungan, yaitu untuk mendorong karyawan bekerja lebih giat. 

Karyawan akan tahu bahwa pekerjaan mereka memengaruhi kinerja perusahaan. Jika kinerja perusahaan meningkat, tentunya profit yang didapat akan lebih besar.  

2. Berdasarkan Kinerja Karyawan 

cara menghitung bonus tahunan
(Foto surat kontrak kerja. Sumber: Freepik.com)

Bonus juga bisa diberikan berdasarkan kinerja karyawan. Sebagai pemilik usaha, kamu pasti tahu kinerja karyawan. 

Nah, ini bisa jadi acuan besaran bonus yang diberikan. Jika karyawan mendapatkan bonus yang layak tentu performa kerja mereka akan meningkat.

Namun, untuk menerapkan cara menghitung bonus tahunan berdasarkan kinerja karyawan, kamu perlu punya KPI yang jelas. 

Hal ini agar kamu bisa memberikan bonus sesuai tolok ukur yang pas. Karyawan yang menerima bonus kecil pun akan sportif dan mengakui kinerja karyawan dengan bonus tinggi.

3. Bonus Retensi 

Berikutnya adalah bonus retensi. Bonus ini biasanya diberikan untuk karyawan yang ingin berhenti bekerja. 

Kamu bisa membuat perjanjian kerja dengan karyawan dalam jangka waktu yang telah disepakati bersama.

Baca juga: Ingin Buka Usaha? Ini Cara Menghitung Modal Awal yang Tepat

4. Bonus Liburan 

Bonus liburan ini biasanya diberikan saat hari libur. Misalnya libur Lebaran, tahun baru, Natal, dan lain-lain. 

Bonus diberikan sebagai rasa terima kasih dan penghargaan terhadap karyawan yang ikut andil dalam kesuksesan perusahaan.  

Bonus liburan juga bisa diwujudkan berlibur bersama ke tempat tertentu. Seluruh karyawan bisa ikut berlibur bersama. Tentu seru jika bisa berlibur bersama ke tempat tertentu.

Tidak perlu menerapkan rumus dalam cara menghitung bonus tahunan berupa liburan. Bonus semacam ini merupakan bentuk penghargaan yang bisa pula membangun kerja sama tim lebih baik.

5. Komisi

cara menghitung bonus tahunan
(Foto gaji pegawai. Sumber: Freepik.com)

Bonus yang kerap diterima karyawan adalah komisi. Perhitungannya berdasarkan jumlah pendapatan yang diperoleh perusahaan. 

Karyawan yang berhasil mencapai target penjualan atau menjual barang dengan nominal tertentu, berhak mendapatkan komisi di luar gaji. 

6. Bonus Referensi 

Bonus ini biasanya diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang memberikan referensi atau rujukan karyawan baru ke perusahaan. 

Bonus diberikan setelah karyawan baru bergabung atau jangka waktu tertentu dalam masa percobaan. 

Nah, ini adalah tantangan bagi karyawan untuk mendapatkan karyawan baru yang berkualitas.

Baca juga: Cara Menghitung Upah Lembur yang Sesuai Ketentuan

Demikian ulasan singkat tentang bonus tahunan, jenis, dan perhitungannya. Meski usahamu masih skala UMKM, tidak ada salahnya kamu mulai menerapkannya. 

Bonus tidak harus diberikan dalam jumlah banyak. Asalkan rutin dan sesuai dengan kinerja, tentu akan membuat karyawan makin bersemangat dalam bekerja. 

Itulah cara menghitung bonus tahunan untuk karyawan UMKM. Semoga bisa membantumu dalam membuat skema bonus. Ingat, usahamu bisa berkembang juga berkat kerja keras karyawan.

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X