Mau Mulai Usaha? Ini Syarat Pendirian PT Terbaru di Tahun 2022 

Share this Post

Syarat pendirian PT
Table of Contents
shopee pilih lokal

Perseroan Terbatas atau PT adalah badan usaha yang paling banyak digunakan oleh pengusaha untuk menjalankan bisnis. Tak heran jika banyak yang mencari tahu apa saja syarat pendirian PT.

PT adalah badan usaha paling ideal di antara badan usaha yang ada di Indonesia seperti CV dan Firma. PT bisa dimiliki lebih dari satu orang, sedangkan CV bisa dimiliki hanya satu orang saja. 

Kamu tahu mengapa PT merupakan bentuk usaha paling ideal untuk melakukan bisnis? Jika kamu memiliki bisnis dan mendirikan PT, maka kamu lebih leluasa melakukan bisnis.

Ada beberapa jenis usaha yang hanya bisa dijalankan oleh badan hukum seperti PT. Misalnya saja sektor perhubungan sektor pariwisata, usaha konstruksi, dan beberapa jenis usaha lainnya. 

Jika badan hukum usahamu adalah PT, maka kamu bisa bekerja sama dengan pihak luar. Tentunya ini berpotensi untuk mengenalkan dan mengembangkan usahamu.

Nah, jika kamu ingin usahamu berkembang, kamu bisa melegalkannya menjadi sebuah PT. Oleh karena itu, kamu wajib mencari tahu bagaimana syarat pendirian PT terbaru. 

Kamu harus mendapatkan informasi terbaru tentang pendirian PT. Pasalnya syarat pendirian PT bisa berubah dari tahun ke tahun. 

Proses pelegalan badan usaha tidaklah susah. Kamu hanya perlu mengumpulkan berkas dan persyaratan sebagai syarat mendirikan PT. Termasuk besaran biaya yang harus dibayar untuk mendapatkan legalitas sebagai badan usaha. 

Baca juga: Pahami Arti Perseroan Terbatas dan 8 Alasan Kamu Butuh Bentuk Usaha Ini

Ini Syarat Pendirian PT pada Tahun 2022

Syarat pendirian PT
Foto: Freepik.com

Syarat pendirian PT memang tidaklah susah. Kendati demikian kamu tetap harus mendapatkan informasi terbaru. Tujuannya agar kamu tidak bolak balik mengumpulkan berkas persyaratan yang belum ada. 

Aturan tentang PT ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007. Dalam beleid tersebut, dijelaskan bahwa PT adalah badan hukum persekutuan modal.

Badan hukum tersebut didirikan untuk melakukan kegiatan usaha. Modal PT tersebut kemudian dibagi dalam bentuk saham.

Nah, untuk legalitasnya ada syarat pendirian PT yang harus diikuti. Apa saja itu?

1. Pengajuan Nama PT 

Syarat pendirian PT yang pertama, yaitu pengajuan nama. Sebaiknya kamu melibatkan notaris dalam pendirian badan hukum. 

Melalui jasa notaris tersebut, kamu bisa melakukan pengajuan nama PT dengan mudah dan cepat.

Pengajuan dan pengecekan ini diperlukan karena nama tidak boleh sama dengan perusahaan lain. Nah, untuk mengajukannya diperlukan melampirkan formulir asli dan pendirian surat kuasa. 

Berikutnya ialah melampirkan fotokopi dan KK mereka yang akan terlibat dalam perusahaan tersebut. Jangan sampai lupa, ya!

2. Pembuatan Akta Pendirian PT

Syarat pendirian PT
Foto: Freepik.com

Akta pendirian PT dibuat dan disahkan oleh notaris yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Akta dibuat setelah pihak notaris memastikan bahwa nama PT bisa digunakan. 

Notaris akan memesan nama perusahaan dan membuat draf akta. Jadi, pastikan data perusahaan yang disepakati pemegang saham sudah benar.

Data perusahaan biasanya berisi nama PT, tempat dan kedudukan, maksud dan tujuan, besaran modal dan kepemilikan saham, serta struktur kepengurusan perusahaan. 

Setelah draf disepakati, kamu akan melaju ke tahap finalisasi dan ditandatangani di depan notaris. Setiap pemegang saham perusahaan wajb hadir dalam penandatanganan tersebut. 

Jika kamu salah satu pemilik saham dan tidak bisa hadir dalam penandatanganan akta, maka wajib memberikan surat kuasa ke orang lain. 

Pengurus perusahaan, seperti direktur, komisaris, atau struktur pengurus lain tidak wajib hadir. Kecuali jika pengurus juga merupakan pemegang saham. 

Baca juga: Ingin Buat SIUP? Ini Cara Membuat Izin Usaha Online

3. Pembuatan SKDP 

Syarat pendirian PT berikutnya, yaitu pembuatan SKDP atau Surat Keterangan Domisili perusahaan. 

Kamu juga harus melengkapi sejumlah persyaratan, seperti fotokopi bukti pembayaran PBB terakhir, perjanjian sewa atau kontrak jika lokasi perusahaan bukan di gedung perkantoran, dan identitas direktur. 

Persyaratan selanjutnya, ada surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) apabila perusahaan dibangun tidak di gedung perkantoran.

4. Pembuatan NPWP

Syarat pendirian PT selanjutnya, yaitu pembuatan NPWP sesuai dengan lokasi berdirinya PT. 

Kamu juga harus melengkapi dokumen lain, seperti NPWP pribadi direktur, fotokopi identitas direktur, SKDP, dan akta pendirian PT.

Baca juga: Mudah dan Cepat, Begini 9 Cara Daftar NPWP Online

5. Pembuatan Anggaran Dasar Perseroan 

Syarat pendirian PT
Foto: Freepik.com

Syarat pendirian PT berikutnya, yakni pembuatan anggaran dasar perseroan. Jika persyaratan sudah lengkap, permohonan diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM. 

Kamu harus melengkapi bukti setor bank, nominalnya sesuai yang tertulis dalam akta pendirian. 

Selain itu, dokumen yang harus disertakan adalah bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan akta asli pendirian.  

6. Mengajukan Tanda Daftar Perusahaan 

Kamu juga harus mengajukan tanda daftar perusahaan sebagai syarat pendirian PT.  

Terkait persyaratan ini, kamu bisa mengajukan permohonan ke Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

7. Pengesahan dari Kemenkumham 

Terakhir, kamu melakukan wajib daftar perusahaan dan mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham. Dengan demikian, semua syarat pendirian PT telah dipenuhi. 

Jika syarat pendirian PT telah lengkap dan telah mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham, wajib diumumkan di Berita Acara Negara Republik Indonesia (BNRI). Jika sudah, perusahaanmu telah sah berbadan hukum.

Baca juga: NPP Perusahaan: Cara Mendapatkan dan Manfaatnya untuk Pebisnis

Biaya Pendirian PT

Syarat pendirian PT
Foto: Freepik.com

Setelah semua dokumen lengkap untuk syarat pendirian PT, kamu harus mendaftarkan secara online

Menurut laman resmi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumhan, pengajuan nama perusahaan, pembayaran pesan nama, dan penerbitan izin, dilakukan melalui laman ahu.go.id.

Untuk biaya, masing-masing tahapan dikenai biaya yang berbeda. Untuk proses pengajuan sampai penerbitan izin dikenai biaya Rp200.000. Waktu pembuatannya dua hari kerja.

Standar akta perusahaan dari notaris dikenai biaya Rp1 juta. Adapun waktu yang diperlukan untuk pembuatan akta perusahaan hanya satu hari saja. 

Selanjutnya, pengajuan izin badan hukum dan penerimaan biaya bukan pajak (PNBP) dikenai biaya Rp1 juta. 

Ada beberapa pendaftaran atau pengajuan sebagai syarat pendirian PT tidak dikenakan biaya. Kamu harus cermati ini, jangan sampai ada pungutan liar alias tidak resmi.

Persyaratan yang tidak dikenai biaya, antara lain pengajuan SIUP dan TDP, pendaftaran perusahaan di Dinas Tenaga Kerja, serta pendaftaran BPJS. 

Kamu juga harus tahu, selain biaya yang harus dibayarkan tersebut, ada modal sebagai syarat pendirian PT. 

Modal minimal yang diwajibkan untuk pendirian PT adalah Rp50 juta. Untuk UMKM tidak harus menyetor sesuai nominal tersebut. 

Khusus untuk UMKM, pendirian perusahaan disesuaikan dengan kemampuan para pemilik saham.

Nominal tersebut tentu akan lebih jika kamu menggunakan jasa notaris untuk mengurusnya. Silakan sesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang kamu punya, ya.

Baca juga: Perkembangan UMKM di Indonesia dan Perannya, Seperti Apa?

Nah, demikian syarat pendirian PT yang harus kamu penuhi. Salah satu keuntungan perusahaanmu sah secara hukum, yaitu kamu bisa mengikuti proyek besar. 

Jika kamu memang berniat untuk melegalkan usahamu, mulai dari sekarang lengkapi persyaratan dan dokumen.

Kamu juga wajib mencari siapa saja yang akan menjadi pemegang saham dalam perusahaanmu. Kamu bisa mengajak kerabat atau temanmu sebagai pemegang saham. 

Selain melengkapi dokumen, selanjutnya adalah kamu cek biaya dan pastikan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Yuk, mulai sekarang lengkapi dokumen sebagai syarat pendirian PT agar usahamu semakin maju dan berkembang!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X