Bill of Lading Adalah Istilah dalam Pengiriman Barang

Share this Post

bill of lading adalah
Table of Contents
shopee pilih lokal

Bill of lading adalah istilah dalam pengiriman barang. Kamu akan menemukan istilah ini jika bisnismu melakukan pengiriman kargo.

Dokumen ini penting dalam pengiriman barang jumlah besar melalui kargo. Terutama pengiriman barang ke luar negeri.

Jika bisnismu melakukan kegiatan ekpor dan impor, dokumen ini dapat menjadi informasi tentang barang apa yang dikirimkan.

Pada dokumen yang diterbitkan oleh perusahaan angkutan logistik ini, berisi semua detail agar proses pengiriman berjalan lancar.

Dalam artikel ini akan dijelaskan pengertian dokumen ini, tujuannya, dan berbagai istilah yang terkait dengan dokumen ini.

Baca juga: Perbedaan Shipping Address dengan Billing Address

Apa itu Bill of Lading?

bill of lading adalah
Foto: Freepik.com

Menurut Investopedia, bill of lading adalah dokumen legal yang diterbitkan oleh perusahaan logistik kepada pengirim barang. Isinya memerincikan jenis, jumlah, dan tujuan barang yang diangkut. 

Fungsi bill of lading adalah sebagai tanda terima pengiriman ketika pengangkut mengirimkan barang di tujuan yang telah ditentukan. 

Dokumen ini harus menyertai produk yang dikirimkan, apa pun bentuk transportasinya. Selain itu, dokumen ini harus ditandatangani oleh perwakilan resmi dari pengangkut, pengirim, dan penerima.

Dokumen ini sangat penting. Letak penting bill of lading adalah pada kenyataan bahwa itu merupakan dokumen yang mengikat secara hukum. 

Dokumen ini memberikan pengangkut dan pengirim semua detail yang diperlukan untuk memproses pengiriman secara akurat. 

Hal ini menyiratkan bahwa dokumen tersebut dapat digunakan dalam litigasi jika diperlukan. Semua pihak yang terlibat pun akan berusaha keras untuk memastikan keakuratan dokumen tersebut.

Pada dasarnya, fungsi bill of lading adalah sebagai bukti pengiriman yang tak terbantahkan.

Isi dokumen ini biasanya menyertakan nama dan alamat pengirim (consigner) dan penerima (consignee), tanggal pengiriman, kuantitas, berat yang tepat, nilai, serta klasifikasi pengiriman. 

Selain itu, terdapat deskripsi lengkap barang. Misalnya, apakah barang tersebut diklasifikasikan sebagai barang berbahaya, apa jenis kemasan yang digunakan, instruksi khusus untuk pengangkut, dan nomor pelacakan pesanan khusus.

Baca juga: Apa Itu AirWay Bill? Ini Fungsi dan Cara Melacaknya

Tujuan Bill of Lading

bill of lading adalah
Foto: Freepik.com

Setidaknya ada tiga tujuan utama dari penerbitan dokumen ini. Pertama, ini adalah dokumen hak milik atas barang yang dijelaskan di dalamnya. 

Kedua, dokumen ini adalah tanda terima untuk produk yang dikirim. Ketiga, ia mewakili syarat dan ketentuan yang disepakati untuk pengangkutan barang.

Menurut Marine Insight, dokumen ini harus memiliki sejumlah kualitas hukum. Hal ini karena ia merupakan dokumen transportasi yang berlaku sebagai bukti kontrak pengangkutan barang.

Sejumlah kualitas hukum yang harus dimiliki bill of lading adalah sebagai berikut:

  • Dokumen ini bertindak sebagai bukti untuk kontrak pengangkutan yang berisi syarat dan ketentuan di mana pengangkutan barang akan dilakukan.
  • Menjadi tanda terima yang mendukung bahwa pengangkut telah menerima kargo sesuai kontrak dan barang diterima dalam kondisi baik.
  • Ini merupakan dokumen kepemilikan yang memungkinkan penjualan barang dalam perjalanan dan peningkatan kredit keuangan.
  • Sebagian besar sistem lokal dan internasional tidak menganggap dokumen ini sebagai dokumen kepemilikan. Ini memberikan hak untuk pengiriman dilakukan kepada pemiliknya.

Baca juga: Mudah Kok, Ini 5 Cara Ekspor Barang ke Luar Negeri!

Istilah dalam Pengiriman Barang Terkait Bill of Lading

bill of lading adalah
Foto: Freepik.com

Terdapat sejumlah istilah dalam pengiriman barang yang terkait dengan bill of lading. Meski fungsi utamanya dokumen dalam pengiriman barang, tetapi terdapat variasi yang membedakan antara satu dokumen dengan lainnya.

Berikut daftar istilah-istilah pengiriman barang yang mungkin muncul terkait dokumen penting ini:

1. Open Bill of Lading

Dokumen open bill of lading adalah dokumen yang dapat dinegosiasikan. Nama penerima barang dapat diubah dengan tanda tangan penerima barang. 

Di dalamnya ada instruksi yang jelas diberikan untuk membuat pengiriman barang kepada siapa pun yang memiliki salinan aslinya. Dengan sendirinya, menandakan kepemilikan dan kendali atas barang tersebut. 

Dalam dokumen ini, pembeli, penerima, atau agennya harus memperoleh dan menunjukkan salinan asli di pelabuhan bongkar. Dengan tidak adanya salinan tagihan asli, pengiriman tidak akan dirilis.

2. Straight Bill of Lading 

Jenis dokumen ini mengungkapkan bahwa barang diserahkan kepada orang tertentu dan tidak dapat dinegosiasikan bebas dari ekuitas yang ada. 

Artinya, setiap penerima kuasa tidak memperoleh hak yang lebih baik daripada yang dimiliki oleh pemberi kuasa. 

Dokumen jenis ini juga dikenal sebagai non-negotiable bill. Dari sudut pandang bankir, dokumen jenis ini tidak aman. Jenis tagihan ini biasanya digunakan untuk kargo militer.

3. Bearer Bill of Lading

Dokumen bearer bill of lading adalah bill yang menyatakan bahwa penyerahan harus dilakukan kepada siapa pun yang memegang bill

Bill ini dapat dibuat secara eksplisit atau merupakan tagihan pesanan yang gagal untuk menominasikan penerima barang. Baik dalam bentuk aslinya maupun melalui pemberian kuasa dalam blangko. 

Dokumen ini dapat dinegosiasikan dengan pengiriman fisik. Mereka digunakan untuk kargo curah yang diserahkan dalam jumlah kecil.

Baca juga: 10 Tips Usaha Ternak Kuda dengan Omzet Hingga Puluhan Juta

4. Order Bill of Lading 

Dokumen order bill of lading adalah tagihan menggunakan kata-kata ekspres untuk membuat bill dinegosiasikan. 

Artinya, pengiriman harus dilakukan untuk pesanan selanjutnya dari penerima barang menggunakan kata-kata seperti “pengiriman ke PT A”. 

Kargo hanya dikirim ke pemegang dokumen yang bonafide atau dapat dipercaya. Selain itu, dokumen harus diverifikasi oleh agen yang menerbitkan delivery order dan bill of lading yang diverifikasi.

5. Seaway Bill

Menurut Twill, seaway bill atau ocean bill of lading adalah dokumen kunci lain yang digunakan dalam transportasi laut. 

Dokumen ini digunakan ketika pemasok atau pengirim memutuskan untuk melepaskan kepemilikan kargo kepada pembeli (penerima barang) segera. 

Artinya, kargo dapat diambil oleh pihak yang diidentifikasi dalam seaway bill tanpa menunjukkan dokumen kepemilikan. 

Seaway bill adalah bukti kontrak pengangkutan dan tanda terima barang pengangkutan, tetapi tidak memberikan hak atas barang tersebut.

Baca juga: Peluang Bisnis Jersey Olahraga dan 3 Jenisnya yang Menguntungkan

6. Inland Bill of Lading

Menurut Shipping Solutions, inland bill of lading adalah dokumen transportasi pertama yang dikeluarkan untuk pengiriman internasional. 

Dokumen ini digunakan untuk pengiriman kargo melalui kereta api atau jalan raya, tetapi bukan laut.

7. Air Waybill

Posisi air waybill dalam bill of lading adalah setara dengan seaway bill untuk transportasi udara. 

Namun, tidak seperti seaway bill, dokumen air waybill ini tidak bisa dinegosiasikan sama sekali. Dengan kata lain, barang tidak boleh dikirim “sesuai pesanan”.

8. Multimodal Bill of Lading

Momen yang tepat menggunakan jenis multimodal bill of lading adalah ketika menggabungkan metode pengiriman.

Misalnya, dari lokasi A ke lokasi B menggunakan moda transportasi darat. Kemudian dari lokasi B ke lokasi C menggunakan transportasi laut.

Baca juga: Jenis-jenis Gudang dan Fungsinya, Yuk Simak!

Demikian penjelasan mengenai dokumen penting ini. Bill of lading adalah dokumen yang diperlukan dalam pengiriman barang. Semoga informasi ini bermanfaat!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X