Modal Usaha Batako Tak Sampai Rp1 Juta, Ini Dia Hitungannya!

Share this Post

Table of Contents

Memulai usaha batako ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Jika kamu punya pekarangan yang cukup luas, kamu bisa memulainya sebagai usaha rumahan.

Modal awal yang kamu butuhkan pun tak sampai Rp1 juta. Margin profitnya bahkan terbilang cukup tinggi.

Peluang usaha batako juga masih luas. Pembangunan dan pengembangan perumahan masih banyak dan menjanjikan.

Ini tentunya sinyal yang baik bagi usaha material bangunan, tidak terkecuali usaha batako.

Penasaran bagaimana peluang dan hitungan modal serta keuntungan usaha batako? Yuk, simak artikel ini hingga akhir!

Baca Juga: Libur Sekolah? Intip 7 Ide Usaha Sampingan Guru untuk Uang Tambahan

Peluang Usaha Batako

usaha batako
Foto: Pabrik Batako (unsplash.com)

Usaha batako memiliki peluang yang cukup menggiurkan. Modal awal yang kamu butuhkan bahkan tidak mencapai belasan juta rupiah.

Kamu bisa memulainya sebagai usaha rumahan dengan modal yang sangat minim. Namun, bagaimana dengan permintaan batako di pasaran?

Peluang usaha batako tentunya cukup besar di kawasan yang sedang mengalami pembangunan atau pengembangan perumahan.

Untuk membuat satu bangunan rumah kecil saja, tidak sedikit batako yang dibutuhkan. Jika kamu bisa menjualnya di tempat yang strategis, usaha batako tentu akan sangat menguntungkan.

Adapun menurut Startupyo, batako berlubang atau yang memiliki rongga merupakan alternatif penjualan batako yang menarik.

Batako berongga merupakan bahan konstruksi modern. Permintaan jenis batako ini makin hari makin meningkat karena aktivitas konstruksi yang meningkat pula dari hari ke hari. 

Batako berongga merupakan pengganti batako konvensional. Terdapat banyak keuntungan yang ditawarkan batako jenis ini.

Keuntungan tersebut antara lain konstruksi bisa jadi lebih cepat, daya tahan lebih lama, kualitas seragam, dan keterlibatan tenaga kerja yang lebih rendah. Batako berongga juga cocok digunakan untuk membuat fasad yang estetik.

Adapun permintaan batako secara keseluruhan memang tinggi. Hal ini karena material ini dibutuhkan dalam semua jenis konstruksi.

Mulai dari konstruksi bangunan industri, komersial, hingga tempat tinggal. Permintaan akan batako selalu tinggi di semua suburban hingga pusat kota. 

Baca Juga: Ingin Coba Bisnis Kacamata? Ini 8 Cara Memulainya

Cara Membuat Batako

usaha batako
Foto: Susunan Batako (unsplash.com)

Jika kamu ingin memulai usaha batako, kamu tentu harus tahu bagaimana cara membuatnya.

Mulai dari bahan dasar yang dibutuhkan, peralatan, hingga tahapan pembuatan, semua hal ini perlu kamu ketahui untuk memulai usaha batako.

Berikut ini akan dijelaskan secara komprehensif mengenai cara membuat batako yang bisa kamu terapkan pada usaha rumahan.

1. Bahan Baku yang Dibutuhkan

Menurut Made How, untuk membuat batako, bahan baku yang umum digunakan adalah campuran antara semen portland, air, pasir, dan kerikil. 

Campuran bahan baku ini menghasilkan blok abu-abu muda dengan tekstur permukaan yang halus dan kuat tekanan tinggi. 

Secara umum, campuran yang digunakan untuk batako memiliki persentase pasir yang lebih tinggi. Adapun persentase kerikil dan air lebih rendah daripada campuran semen. 

Racikan bahan ini menghasilkan campuran yang sangat kering dan kaku, sehingga mempertahankan bentuk batako saat dikeluarkan dari cetakan balok.

2. Desain Batako

Ukuran dan desain batako bisa berbeda satu sama lain. Misalnya untuk batako dinding luar, memiliki standar ukuran 40 x 20 x 20 cm. 

Adapun batako standar berukuran 30 x 10 x 15. Masih banyak desain batako lainnya yang memiliki desain berbeda, seperti batako H, batako U, batako lengkung, dan sebagainya.

Banyak produsen batako yang menawarkan variasi bentuk untuk efek visual yang unik atau untuk memenuhi kebutuhan struktural yang diinginkan. 

Misalnya, sebuah produsen bisa menawarkan batako yang dirancang khusus untuk menahan kebocoran air dari dinding luar. 

Ada pula yang menawarkan desain batako lain dengan tujuan untuk memberi tampilan arsitektur yang menarik dan estetik.

Baca Juga: 7 Contoh Desain Toko Online yang Bisa Jadi Inspirasi

3. Mengatur Proporsi Bahan Baku

Setelah menyediakan semua bahan baku dan menentukan desain batako, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mencampur semua bahan.

Namun sebelum mencampurnya, kamu perlu mengatur proporsi bahan baku terlebih dahulu.

Dalam hal ini, campuran lain berupa pasir dan kerikil tidak boleh lebih dari enam kali lipat volume semen. Artinya, perbandingan maksimal yang bisa dilakukan, yaitu 6:1 antara campuran lain dengan semen.

4. Pencampuran

Langkah selanjutnya untuk membuat batako, yaitu pencampuran bahan baku. Pertama-tama, campur semen dengan pasir dan kerikil.

Secara bertahap, tambahkan air pada campuran tersebut. Kamu bisa melakukan pencampuran secara manual atau menggunakan alat pengaduk.

Baca Juga: 5 Kiat Sukses Bisnis Bahan Kue, Masih Jarang Pesaing!

5. Pencetakan

Setelah melakukan pencampuran bahan baku, hal selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah memasukkan campuran tersebut ke alat cetak.

Jika kamu melakukannya secara manual, kamu butuh alat cetak dan balok untuk memadatkan campuran batako. 

Setelah bahan campuran terasa padat di dalam cetakan, langsung buka cetakan tersebut dan letakkan batako di tempat aman. Kemudian, ulangi proses pencetakan.

Pastikan kamu tidak melakukan pemadatan yang berlebihan karena akan mengakibatkan terbentuknya kantong-kantong air dengan kandungan air yang lebih tinggi.

6. Curing

Setelah dicetak, batako perlu disimpan, setidaknya selama 24 jam untuk pengeringan. Setelah pengeringan, masukkan batako ke dalam tangki air untuk curing.

Proses curing akan memberikan tekanan kuat yang dibutuhkan dan akan memakan waktu sekitar dua minggu.

7. Pengeringan

Pada langkah ini, setelah curing selesai, batako sedikit menyusut dengan hilangnya kelembapan. 

Kemudian batako harus dibiarkan mengering secara bertahap. Kamu dapat menggunakan mesin pengering atau mengeringkannya secara normal di tempat teduh.

Baca Juga: 4 Tips Usaha Franchise untuk Kembangkan Bisnismu

Modal dan Keuntungan Usaha Batako

usaha batako
Foto: Dua Wanita yang Sedang Memikul Batako di Atas Kepala (unsplash.com)

Berdasarkan penjelasan di atas, kamu setidaknya sudah memahami bagaimana proses pembuatan batako.

Jika kamu tertarik memulai usaha batako, berikut ini ada simulasi perhitungan modal dan keuntungan yang bisa kamu raih.

Anggaplah kamu akan memulai usaha batako sebagai usaha rumahan. Artinya, kamu akan membuatnya secara manual tanpa mesin press.

Tahapannya pun lebih sederhana. Setelah mengeluarkan dari cetakan, kamu bisa langsung menyimpannya untuk pengeringan.

Untuk skala usaha rumahan, kamu juga tidak memerlukan banyak alat cetak. Satu alat cetak sudah cukup.

Adapun untuk karyawan, kamu bisa memilih untuk mempekerjakan satu orang sebagai asisten atau melakukannya sendiri.

Berikut ini perhitungan modal untuk satu kali produksi batako skala usaha rumahan:

  • Semen 1 sak: Rp50.000
  • Pasir 6 karung: Rp15.000 x 6 = Rp90.000
  • Cetakan besi: Rp150.000
  • Alat pemadat (balok kayu): Rp20.000
  • Gerobak sorong: Rp400.000
  • Sekop: Rp50.000
  • Air: Rp100.000

Total modal awal usaha batako ini, yaitu Rp938.000. Adapun satu kali produksi, bisa menghasilkan 100-110 batako ukuran 30 x 10 x 15 cm. 

Jika kamu menjual batako dengan harga Rp2.500, maka kamu akan mendapat penghasilan Rp275.000 dalam satu kali produksi.

Dengan total bahan baku senilai Rp140.000, kamu mendapatkan profit sebesar Rp135.000 setiap satu kali produksi.

Jika kamu bisa membeli pasir dalam volume minimal 5 meter kubik, kamu bisa lebih berhemat lagi dalam soal biaya bahan baku.

Sama halnya jika kamu bisa membeli semen dalam jumlah banyak sekaligus. Kamu bisa meminta potongan harga kepada pemasok.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Jarang Pesaing dengan Modal Kecil

Itulah penjelasan terkait modal dan keuntungan usaha batako dalam skala usaha rumahan. Bagaimana? sudah tertarik untuk menjadi produsen batako?