Mengenal Private Label, Ada Kelebihan dan Kekurangannya!

Share this Post

private label
Table of Contents
shopee pilih lokal

Salah satu jenis merek yang bisa kamu temui, yakni private label. Sudah tahu?

Ada berbagai merek di pasar. Mulai dari bisnis besar yang sudah populer hingga bisnis kecil yang baru bermunculan.

Melansir laman Investopedia, private label juga disebut sebagai “label pribadi” atau “merek toko”, merupakan istilah yang merujuk pada produk milik sebuah perusahaan, tetapi tidak diproduksi sendiri.

Jadi, produk private label ini diproduksi oleh kontrak atau produsen pihak ketiga dan kemudian dijual di bawah nama merek pengecer.

Jika kamu memutuskan untuk membuka usaha dengan private label, maka kamu bisa menentukan sendiri segala sesuatu tentang produk yang akan dijual.

Mulai dari apa yang ada di dalamnya, bagaimana kemasannya, hingga seperti apa labelnya.

Produk private label yang telah diproduksi tersebut kemudian dikirim ke pengecer untuk dijual kembali dengan merek sendiri.

Baca Juga: Apa itu Brand Story dan Bagaimana Pengaruhnya Bagi Bisnis?

Cara Kerja Private Label dalam Bisnis

growth hacking
(Foto karyawan meeting. Sumber: Freepik.com)

Produk dari private label biasanya dibuat oleh pihak ketiga atau produsen kontrak dan seringkali pada jalur produksinya sama dengan merek lain.

Hal yang menjadi pembeda hanyalah nama merek dan cara brandingnya.

Membuka usaha private label cenderung lebih praktis karena pemilik bisnis tidak perlu mengeluarkan banyak uang atau investasi pada fasilitas manufaktur besar, perancang, personel penjaminan mutu, atau rantai pasokan khusus.

Dengan memanfaatkan perusahaan lain untuk produksi, kamu tetap bisa menawarkan berbagai barang kepada pelanggan.

Produk private label dapat ditemukan di sebagian besar kategori barang konsumsi.

Beberapa yang paling populer, yakni kosmetik, produk perawatan pribadi, pembersih, pakaian, makanan dan minuman, hingga produk kertas.

Kelebihan Private Label Bagi Bisnis

kelebihan private label
(Foto kemasan produk skincare. Sumber: Pexels.com)

Ada berbagai kelebihan dan keuntungan dari bisnis menggunakan private label. Apa saja? Berikut di antaranya yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Kontrol Terhadap Produksi

Kelebihan pertama dari usaha menggunakan private label adalah kamu memiliki kontrol penuh terhadap produksi barang yang akan dipasarkan.

Sebagai pengecer, kamu bisa menginstruksikan produsen pada semua aspek produk yang dijual dengan private label.

Misalnya, dalam menentukan bahan atau komponen untuk memproduksi barang.

Selain itu, kamu dapat menuntut spesifikasi yang tepat kepada produsen, hingga hal-hal yang mendasar seperti warna atau bentuk produk.

Baca Juga: Ini Perbedaan Brand dan Branding Serta Fungsinya dalam Bisnis

2. Kontrol Terhadap Harga Produk

Keuntungan lain dari usaha dengan private label, yakni kamu memiliki kontrol terhadap harga produk yang akan dijual kepada pelanggan.

Dikutip dari laman Big Commerce, kamu sebagai pengecer bisa menetapkan dan mengendalikan biaya produksi sehingga dapat memastikan harga produk yang paling menguntungkan.

Dengan begitu, produksi barang akan dibuat dengan cara yang memastikan margin akhir yang paling sehat. Kamu pun terhindar dari potensi kerugian.

3. Kontrol Terhadap Merek

Selain memiliki kontrol terhadap produk dan harga, menggunakan merek sendiri juga memungkinkan kamu untuk mendapatkan kontrol penuh terhadap merek.

Karena private label memiliki nama merek dan brandingnya sendiri, maka pelanggan yang menyukai produk kamu berdasarkan brand, bukan produsen atau distributornya.

Kamu pun bisa menentukan nama merek dan memilih desain kemasan yang dibuat sendiri. Jadi, bisa lebih sesuai dengan keinginan dan preferensi pribadi.

Baca Juga: White Label: Definisi, Cara Kerja, dan Manfaatnya bagi Bisnis

4. Kemampuan Beradaptasi Terhadap Pasar

Keuntungan merek sendiri selanjutnya adalah memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik terhadap kondisi pasar.

Hal ini karena pengecer bisa mendapatkan produk dari produsen dengan lebih cepat dibandingkan melalui distributor.

Jadi, pengecer dapat bereaksi lebih cepat jika mereka melihat perubahan perilaku pada pelanggan.

Pengecer pun bisa langsung memberitahukan produsen untuk mengubah spesifikasi produk sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Selain itu, karena pengecer private label tidak memproduksi barang itu sendiri, mereka dapat menguji produk baru tanpa berinvestasi dalam peralatan.

Maka, ketika permintaan untuk suatu produk tumbuh lebih banyak atau menyusut, perusahaan dapat meningkatkan atau menurunkan pesanannya dan juga dapat menghentikan produk atau mengubahnya tanpa kehilangan uang.

5. Hemat Biaya

Menjual produk dengan merek sendiri cenderung lebih hemat modal karena pengecer tidak perlu melakukan produksi sendiri.

Cara ini juga dinilai lebih terjangkau dibandingkan membeli dan menjual kembali produk dengan merek yang sudah ada.

Tentu saja, hal ini dapat memberikan margin keuntungan yang lebih tinggi untuk pengecer.

Jadi, mereka bisa menjual produk dengan biaya lebih rendah daripada produk pesaing sekaligus memungkinkannya untuk dijual kembali ke distributor lain.

Baca Juga: Simak Fungsi Perencanaan Produksi, agar Bisnismu Efisien!

6. Memperkuat Ekuitas Merek

Menjual produk dengan private label juga dapat memperkuat ekuitas merek kamu. Pasalnya, produk private label memiliki merek yang spesifik dan unik sesuai dengan nama pengecer atau pemiliknya.

Dengan begitu, pelanggan akan lebih mudah untuk mengingat merek dan produk yang kamu jual.

Ketika pelanggan menyukai produk dan merasa puas dengan penggunaannya, itu berarti ekuitas merek milikmu sangat kuat.

7. Kompetisi Berkurang

Manfaat menawarkan produk menggunakan private label lainnya adalah kamu bisa mengurangi kompetisi dengan pesaing di pasar.

Hal ini karena kamu memiliki kontrol penuh terhadap produk dan harganya, jadi kamu bisa menawarkan produk serupa dari pesaing dengan harga yang lebih murah.

Tentu saja, strategi ini efektif untuk menarik minat pelanggan dalam melakukan pembelian.

Dengan kegunaan yang sama dan harga yang lebih murah, pelanggan pasti akan lebih memilih produk kamu dibanding pesaing.

Baca Juga: 5 Strategi Rebranding Ampuh Agar Bisnis Makin Sukses

Kelemahan Private Label

kekurangan private label
(Foto botol parfum. Sumber: Pexels.com)

Meski memiliki berbagai keuntungan, penggunaan private label dalam usaha juga memiliki sisi kelemahan.

Berikut kekurangannya yang bisa menjadi pertimbangan kamu sebelum menggunakan private label:

  • Kurangnya Kontrol Saat Produksi

Karena produk private label tidak diproduksi dengan peralatan sendiri, maka kamu mungkin akan kekurangan kontrol produksi.

Produsen lah yang akan memiliki kontrol penuh saat proses produksi. Pengecer hanya bisa memberikan instruksi dan kemudian menerima barang jadi sebelum dipasarkan.

Kurangnya kontrol produksi bisa saja menyebabkan masalah pada kualitas produk jika kamu tidak berhati-hati dalam memilih produsen.

Selain itu, kamu sebagai pengecer juga tidak memiliki formula produk karena tidak terjun langsung dalam proses pembuatan.

Apabila ada hal yang kurang memuaskan, kamu mungkin akan lebih sulit untuk mengajukan produksi ke produsen lain.

  • Sulit Membangun Loyalitas Pelanggan

Produk merek sendiri juga cenderung lebih sulit dalam membangun loyalitas pelanggan.

Hal ini karena pelanggan akan lebih memilih produk dengan merek ternama, dibandingkan produk private label yang belum tentu kualitasnya.

Belum lagi, persepsi pelanggan yang menilai bahwa produk private label biasanya memiliki kualitas yang lebih rendah dibanding produk dari merek ternama.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya kamu melakukan riset yang lebih mendalam sebelum meluncurkan produk ke pasar.

Pastikan produkmu memiliki kualitas yang baik sehingga bisa bersaing dengan produk lain dari merek ternama.

Baca Juga: 7 Manfaat Product Knowledge Bagi Bisnis

Itu dia kelebihan dan kekurangan dari private label, apakah kamu tertarik untuk menjual produk dari produsen dengan merek sendiri?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X