Menguak Mitos Dark Web, Apakah Benar-benar Ada?

Share this Post

darkweb adalah
Table of Contents
shopee pilih lokal

Bagi sebagian kecil pengguna internet, pasti kamu pernah mendengar soal dark web dan segala mitosnya. Apa saja faktanya?

Sebagai pengguna internet, tentu kamu memahami bahwa internet tidak pernah benar-benar aman. Di satu sisi, banyak orang yang membangun sistem keamanan di internet.

Namun, di sisi bersamaan ada juga orang-orang yang memanfaatkan internet untuk kejahatan. Sederhananya, tentu kamu tau dan pernah menggunakan software anitivirus bukan?

Software tersebut diciptakan karena adanya orang-orang yang menciptakan malware untuk merusak komputer.

Baca Juga: 10 Manfaat Website E-commerce untuk Bisnis Onlinemu

Memang, selalu ada counter dari setiap sistem keamanan. Dalam dunia internet, bisa jadi ancaman yang mengintai lebih besar. Sebagai contoh, tentu kamu pernah mendengar tentang deep web dan dark web.

Sebenarnya, deep web dan dark web tak selalu bermakna negatif. Namun, kembali lagi banyak oknum yang menggunakannya dengan tujuan yang salah. Alhasil, sebagian besar orang mengartikan web tersebut sebagai hal yang negatif.

Akhirnya, ada banyak mitos yang beredar tentang keberadaan web tersebut. Berikut ini bahasan tentang fakta dan mitosnya, simak yuk!

Memahami Perbedaan Surface Web, Deep Web, dan Dark Web

dark web
(Foto pengguna internet. Sumber: Freepik.com)

Mengutip dari Kaspersky, kamu bisa membayangkan internet sebagai sebuah kota besar. Seperti kota pada umumnya, terdapat ruang publik yang terbuka untuk semua orang. Misalnya, terdapat taman-taman, jalan umum, dan sarana publik yang bisa diakses oleh siapa saja.

Ruang terbuka tersebut diibaratkan sebagai surface web, siapa pun dapat mengaksesnya. Selain ruang publik, sebuah kota juga memiliki area yang lebih privat dan butuh izin untuk mengaksesnya.

Seperti bioskop, stadion, konser musik, dan klub pribadi yang tidak tersedia untuk umum. Kamu membutuhkan izin atau tiket untuk mengakses area tersebut. Tempat-tempat tersebut diibaratkan seperti deep web.

Selain itu, sebuah kota juga memiliki tempat-tempat yang lebih tertutup dengan aturan yang sangat ketat.

Contohnya night club, area VVIP, dan tempat lain yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja. Ada persyaratan yang lebih ketat dan harus dipenuhi.

Tempat-tempat tersebut diibaratkan seperti dark web. Sehingga dapat disimpulkan bahwa surface web adalah situs yang bisa diakses oleh siapa saja dan dapat ditemukan melalui mesin pencari.

Deep web adalah situs yang memuat data internal dan hanya bisa diakses sekelompok orang. Contohnya adalah situs intranet perusahaan, basis data pemerintah, dan sejenisnya.

Sementara itu, dark web adalah situs yang hanya bisa diakses melalui jaringan VPN dan biasanya data pengguna akan disembunyikan. Dalam situs ini, bisa ditemukan data curian dan informasi pribadi orang lain yang diperjual belikan.

Dark web diidentikkan dengan makna negatif. Sebab, hanya orang-orang tertentu yang dapat masuk. Aturannya juga terbilang sangat ketat, sering kali pengguna harus menyelesaikan beberapa task agar mendapat izin untuk masuk.

Dalam beberapa kasus, pengguna bahkan diharuskan melakukan tindakan ilegal dan kejahatan.

Baca Juga: 10 Cara Maintenance Website, Dijamin Praktis!

Cara Kerja Dark Web

Menguak Mitos Dark Web, Apakah Benar-benar Ada?
(Foto cara kerja dark web. Sumber: Freepik.com)

Berbeda dengan surface web atau deep web yang merekam data pengguna atau IP address. Dark web menggunakan sistem kompleks menganonimkan alamat IP penggunanya.

Dengan begitu, sangat sulit mengetahui situs mana yang telah dikunjungi oleh sebuah perangkat. Untuk menyembunyikan alamat IP, digunakan perangkat lunak khusus dan yang paling terkenal adalah TOR (The Onion Router).

Mengutip dari Think UK Now, sekitar 2,5 juta orang menggunakan TOR setiap harinya. Perlu diingat bahwa TOR bukanlah dark web, melainkan sebuah cara untuk menjelajahi internet tanpa diketahui. Misalnya, kamu mungkin pernah menggunakan VPN untuk mengakses situs tertentu bukan?

TOR menyediakan perangkat lunak yang dapat diunduh secara gratis. TOR akan “membungkus” data pengguna sehingga tidak akan bisa dilacak dan diketahui. Pencarian atau aktivitas pengguna akan dipecah melalui “node” yang merupakan sistem daro TOR.

Dark web memang sering digunakan untuk aktivitas ilegal. Contohnya jual beli data kartu kredit, obat-obatan ilegal, senjata api, uang palsu, data pelanggan, perangkat hacking, hingga akun Netflix hasil curian.

Namun, tidak semua dark web ilegal dan meresahkan. Ada juga dark web yang legal dan aman, seperti web komunitas atau klub olahraga. Contoh lain adalah situs ProPublica yang menjadi platform jurnalisme.

Baca Juga: 9 Cara Membuat Website Sendiri yang Perlu Kamu Ketahui

Mengapa Orang-orang Mengakses Dark Web?

Menguak Mitos Dark Web, Apakah Benar-benar Ada?
(Foto pengguna internet. Sumber: Freepik.com)

Setidaknya ada tiga alasan utama mengapa orang-orang mengakses dark web. Berikut penjelasannya.

1. Anonim

Setiap orang tentu ingin data pribadinya tetap aman dan privasi, sehingga beragam cara sangat mungkin untuk dilakukan. Dalam beberapa kasus, sebagian orang merasa berada dalam bahaya jika identitasnya diketahui.

Sebab, orang lain mungkin menggunakannya untuk kejahatan, seperti cyberstalking atau pencurian data. Hal inilah yang membuat sebagian orang menggunakan dark web atau TOR untuk melindungi data pribadi mereka.

Hal tersebut bisa dilakukan misalnya untuk negara yang memberikan batasan ketat terhadap kebebasan pers. Dengan perlindungan anonim, para jurnalis dapat membagikan berita dengan aman.

2. Mengakses Layanan Tersembunyi

Layanan tersembunyi adalah layanan dimana tidak hanya pengguna yang dirahasiakan, namun alamat situs itu sendiri juga diacak oleh TOR. Alhasil, kamu tak akan bisa menemukan alamat situsnya melalui mesin pencari.

Namun, tak selalu layanan tersembunyi ini dimaknai negatif. Ada layanan tersembunyi yang sah, misalnya whistleblowing yang memungkinkan masyarakat untuk berbagai informasi sensitif tentang pengetahuan tindak kejahatan sebagai bentuk pertahanan diri.

Namun, pertukaran informasi tersebut dilakukan melalui dark web agar identitas pengguna dapat dirahasiakan dan tidak bisa dilacak oleh pelaku kriminal.

Begitu pun dengan situs jurnalisme yang dirahasiakan, mungkin saja digunakan untuk bertukar informasi terhangat yang masih belum siap dipublikasikan.

Baca Juga: 9 Taktik Meningkatkan Pengunjung Website Toko Online

3. Aktivitas Ilegal

Selain dua tujuan sebelumnya yang bisa digunakan untuk kepentingan yang positif, dark web pun banyak digunakan untuk kegiatan ilegal.

Aktivitas yang dilakukan dapat berupa jual beli senjata api, obat-obatan terlarang, hewan dan tumbuhan langka, data kartu kredit, hingga data pribadi pengguna lain.

Semua hal tersebut adalah bagian dari layanan tersembunyi yang ilegal. Bertolak belakang dengan layanan tersembunyi dalam ulasan sebelumnya.

Perlu kamu ketahui bahwa menggunakan TOR atau VPN bukanlah tindakan ilegal. Namun, yang menjadikannya ilegal adalah tujuan penggunaannya sendiri.

Jika digunakan untuk melindungi data pribadi, maka pengguaan VPN sah-sah saja. Bila digunakan untuk mencuri data orang lain atau mengakses situs terlarang, tentu dianggap tindakan yang salah.

Itulah penjelasan tentang dark web yang perlu kamu ketahui. Kesimpulannya, dark web memang benar adanya, namun tidak semuanya bermakna negatif. Semuanya tergantung pada tujuan penggunaan, ya!

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X