Tanpa Privilege, Ini Perjalanan Bisnis Erick Thohir

Share this Post

erick tohir
Table of Contents
shopee pilih lokal

Erick Thohir, siapa yang tak kenal sosoknya? Ia adalah Menteri BUMN sekaligus pebisnis yang sangat sukses. Seperti apa kisahnya?

Memilliki role model atau panutan dalam bisnis sangat penting. Menurut Study.com, role model adalah orang yang dijunjung tinggi oleh orang lain untuk membantu menentukan perilaku yang tepat. 

Panutan bisa positif atau negatif. Panutan positif menawarkan berbagai perilaku yang bermanfaat. Sementara itu, panutan negatif memberikan contoh perilaku berbahaya atau mengganggu.

Dalam bisnis, memiliki panutan artinya kamu dapat mempelajari bagaimana perjalanannya membangun bisnis. Kamu bisa mengambil nilai-nilai positifnya, dan menjadikan kegagalan orang lain sebagai pelajaran berharga.

Dengan begitu, kamu bisa jauh lebih siap membangun bisnis dan menghadapi setiap risiko yang ada. Bagi kawula muda, sosok Erick Thohir tentu sudah sangat terkenal.

Menteri BUMN sekaligus pengusaha sukses ini memang menginspirasi banyak orang dalam bekerja dan membangun bisnisnya. Lantas, bagaimana perjalanan bisnis sosok yang satu ini?

Baca Juga: Intip 9 Gurita Bisnis Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia!

Biografi Erick Thohir

Tanpa Privilege, Ini Perjalanan Bisnis Erick Thohir
(Foto Erick Thohir. Sumber: Instagram.com/erickthohir)

Berbicara tentang perjalanan bisnis, tentu tak lengkap jika tidak diawali dengan cerita kehidupannya.  Erick Thohir lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970. Eksistensi nama Thohir dimulai dari sang ayah, Teddy Thohir yang merupakan salah satu pendiri Astra Group.

Erick memiliki dua saudara bernama Garibaldi Thohir dan Rika Thohir. Garibaldi juga merupakan pengusaha sukses yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Adaro Energy. Bisnisnya memang banyak di bidang pertambangan.

Sementara itu, Rika Thohir kini menjadi Ketua Yayasan Pertiwi Indonesia. Sang ibu, Edna Thohir merupakan wanita keturunan Tionghoa yang memeluk agama Islam saat menikah dengan Teddy.

Garis keturunan sang ibu membuat wajar Erick sepintas memiliki sisi oriental. Meski lahir dari keluarga yang sukses, bukan berarti perjalanan bisnisnya menjadi lebih mudah.

Ketika usianya menginjak 9 tahun, Erick mulai berjualan biji karet untuk bermain adu pulpen yang sedang hits pada saat itu. Sejak kecil hingga lulus SMA, Erick menghabiskan waktunya di Jakarta.

Ia melanjutkan kuliah di Amerika Serikat yakni Glendale University. Kemudian Ia mendapat gelar master di California National University pada tahun 1993 dengan jurusan Business Administration.

Baca Juga: 10 Bisnis Gibran Rakabuming Raka, Dari Kuliner Hingga Startup

Membangun Bisnis Tanpa Privilege

Tanpa Privilege, Ini Perjalanan Bisnis Erick Thohir
(Foto Erick Thohir di depan Gedung Sarinah. Sumber: Instagram.com/erickthohir)

Kesuksesan Erick dicapai dengan usaha kerasnya sendiri. Keterampilan ini diturunkan dari sang ayah yang jeli melihat peluang bisnis dan ulet dalam mencapai tujuan hidup.

Ia tak mendapatkan kesuksesannya dengan campur tangan sang ayah. Ia tak mendapat privilege atau perlakuan khusus dari ayahnya. Teddy Thohir memang hidup jauh dari kemewahan. Kehidupannya dahulu beratapkan bilik kayu dan beralas tanah.

Selain pernah berjualan bisnis karet, Erick dan teman-temannya dahulu juga pernah berdagang Siomay di depan SD Tebet Timur.

Sepulangnya ke Indonesia, bersama dengan sahabat-sahabatnya Erick mendirikan Mahaka Group. Perusahaan ini mengakuisisi Republika tahun 2001 yang saat itu berada di ambang kebangkrutan.

Pada saat itu, Ia mendapat bimbingan dari sang ayah, serta Jakob Oetama dan Dahlan Iskan karena belum berpengalaman di bisnis media. Erick menjabat sebagai Presiden Direktur Mahaka Media hingga 2008, kemudian menjabat sebagai komisioner hingga sekarang.

Erick juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi, Ia mendirikan Darma Bakti Mahaka Foundation dan Dompet Dhuafa Republika. Mahaka Group juga melebarkan sayapnya ke bisnis stasiun TV dan radio.

Baca Juga: Cara Daftar Franchise Burger Bangor, Hasilnya Menggiurkan!

Olahraga dan Politik

erick thohir
Foto Erick Thohir. Sumber: Instagram.com/erickthohir

Erick Thohir rupanya memiliki ketertarikna yang tinggi pada bidang olahraga, terutama basket. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia tahun 2006-2010.

Ia juga pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara pada tahun 2006-2010 dan tahun 2010-2014. Ia juga menjadi orang Asia pertama yang memiliki klub National Basketball Association (NBA) dengan membeli saham Philadelphia 76ers.

Erick juga memiliki dua klub basket di Indonesia, yaitu Satria Muda Britama dan Indonesia Warriors. Selain basket, Ia juga memiliki saham klub sepakbola asal Amerika Serikat, yakni D.C United yang dibeli tahun 2012.

Setahun berikutnya, Erick dan dua pengusaha tanah air lainnya berhasil mengakuisisi saham klub Inter Milan sebesar 70%. Namanya semakin terkenal tak hanya di Indonesia, bahkan juga di dunia setelah membeli Inter Milan.

Pada 2019, Ia melepas semua saham Inter Milan miliknya ke perusahaan asalh Hong Kong. Erick juga pernah dipilih menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sebelumnya pada tahun 2018, kala itu Indonesia dipilih menjadi tuan rumah Asian Games. Erick dipercaya menjadi Ketua Panitia Asian Games 2018. Sosok Erick Thohir berhasil meyakinkan perusahaan Grab untuk menghibahkan uang senilai 80 juta dolar untuk event olahraga ini.

Kesuksesan Asian Games 2018 tentu tak perlu dipertanyakan lagi. Mulai dari pembukaan hingga penutup sukses memukau semua orang. Erick juga pernah menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia.

Kesuksesannya di Asian Games 2018 membuat Indonesia berani mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2023.

Kedatangan Michael Essien dan Carlton Cole dalam tim Persib Bandung juga berkat campur tangan Erick yang duduk sebagai pemegang saham dan wakil komisaris.

Baca Juga: Kisah Sukses Bittersweet by Najla, Ubah Hobi Jadi Bisnis!

Menjabat Sebagai Menteri BUMN

Pada 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo memilih Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dan masuk dalam jajaran kabinet Indonesia Maju (2019-2024). Bila ditelisik, ada sebanyak 142 BUMN dengan total aset hingga 8.200 triliun.

Salah satu gebrakan yang Ia buat adalah dengan memilih Basuka Tjahaja Purnama sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Selain itu, Ia juga banyak membuat gebrakan baru untuk memperbaiki struktur BUMN.

Ia memang sangat berpengalaman dalam dunia bisnis. Erick juga dikenal tegas dan berani dalam membuat keputusan.

Ia pernah memberhentikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia karena sudah merugikan negara sekitar Rp1,5 miliar. Ketika menjabat sebagai menteri, Ia melepas semua jabatan bisnis yang Ia miliki.

Hingga kini, Ia masih menjabat sebagai Menteri BUMN. Tentunya, masih ada gebrakan-gebrakannya juga akan terus berlanjut.

Nah, itulah perjalanan bisnis dan politik Erick Thohir yang begitu menginspirasi. Apakah Ia merupakan salah satu idolamu?

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X