Alur Transaksi Penjualan: Definisi, Fungsi, dan Jenisnya

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

Apa itu alur transaksi penjualan? Sebagai pemilik bisnis, kamu perlu tahu bagaimana alur sebuah penjualan hingga barang dan jasa sampai ke tangan pembeli.

Ketika kamu melakukan penjualan, pembayaran yang dilakukan oleh pembeli atau pelanggan tidak selalu kamu terima secara tunai.

Bisnismu bisa saja menerima pembayaran secara kredit atau menerima pembayaran di muka. Hal ini tergantung dari jenis bisnismu dan ketentuan yang kamu terapkan pada bisnismu.

Dalam bisnis jasa, pembayaran secara kredit biasa dilakukan. Bisnis jasa menerima pembayaran di muka sebagai tanda jadi.

Kemudian bisnis secara berangsur-angsur akan mengirim tagihan ke pelanggan hingga layanannya selesai.

Dalam artikel ini akan dibahas seluk-beluk mengenai alur transaksi penjualan.

Baca Juga: Apa Itu Retail? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

Pengertian Transaksi Penjualan

alur transaksi penjualan
Foto: Proses Transaksi Non Tunai (Freepik.com)

Sebelum membahas bagaimana alur transaksi penjualan, ada baiknya memahami terlebih dahulu apa itu transaksi penjualan.

Menurut Investopedia, transaksi penjualan merupakan kegiatan antara dua pihak atau lebih yang melibatkan pembeli menerima barang, jasa, aset berwujud, atau aset tidak berwujud dengan imbalan uang.

Dalam beberapa kasus, pembayaran dilakukan dengan aset lain. Di pasar keuangan, transaksi penjualan dapat merujuk pada kesepakatan yang dibuat oleh pembeli dan penjual mengenai harga sekuritas.

Terlepas dari bagaimana konteksnya, transaksi penjualan pada dasarnya merupakan kontrak antara pembeli dan penjual barang atau jasa tertentu yang bersangkutan.

Dilihat dari jenisnya, terdapat tiga jenis alur transaksi penjualan. Ini dia penjelasan lebih lanjut:

  • Transaksi penjualan tunai: Pada transaksi ini, uang tunai diterima saat suatu bisnis melakukan penjualan dan mengirimkan produk dan layanan kepada pelanggan.
  • Transaksi penjualan kredit: Uang tunai tidak diterima sampai kurun waktu tertentu setelah penjualan dilakukan. Pelanggan diberikan jangka waktu untuk melunasi pembayaran kepada bisnis.
  • Transaksi penjualan pembayaran di muka: Pelanggan membayar kepada bisnis sebelum penjualan dilakukan. Uang sudah disetorkan sebelum bisnis mengirimkan produk atau layanan kepada pelanggan.

Baca Juga: 10 Jenis Transaksi Online untuk Bisnismu

Pengaruh dan Fungsi Transaksi Penjualan dalam Bisnis

tips mengelola retur
Foto: Transaksi COD (BU photo stock)

Sebelum mengetahui bagaimana alur transaksi penjualan, kamu harus tahu terlebih dahulu pengaruh dan fungsi transaksi penjualan dalam bisnis.

Penjualan menentukan bahwa penjual menyediakan barang atau jasa kepada pembeli dengan imbalan sejumlah uang atau aset tertentu.

Untuk menyelesaikan penjualan, baik pembeli maupun penjual harus menyetujui persyaratan khusus transaksi. Misalnya, harga, jumlah barang yang dijual, hingga logistik pengiriman.

Barang atau jasa yang ditawarkan harus benar-benar tersedia untuk dibeli. Penjual pun berwewenang untuk mengalihkan barang dan jasa tersebut kepada pembeli.

Agar kegiatan menukarkan barang dengan imbalan dianggap sebagai penjualan formal, transaksi harus melibatkan pembeli dan penjual.

Jika satu pihak memberikan barang atau jasa ke pihak lain tanpa imbalan apa pun, transaksi tersebut diperlakukan sebagai hadiah atau sumbangan dari sudut pandang pajak penghasilan.

Setiap hari, jutaan orang melakukan transaksi penjualan yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia.

Hal ini menciptakan aliran aset yang konstan dan membentuk tulang punggung ekonomi. Inilah pengaruh dan fungsi transaksi penjualan dalam bisnis.

Transaksi penjualan bisa berupa bisnis ke konsumen, bisnis ke bisnis, hingga individu ke individu. Makin banyak transaksi penjualan yang terjadi, pendapatan sebuah bisnis pun makin meningkat.

Jika dilihat dari sudut pandang makro, ada perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan PDB atau produk domestik bruto suatu negara.

Baca Juga: Apa Beda Kwitansi dan Nota? Ini 3 Perbedaannya

Alur Transaksi Penjualan

merchant
Foto: Transaksi Via QR Code (Unsplash.com)

Setelah memahami apa itu transaksi penjualan, selanjutnya kamu perlu tahu bagaimana alur transaksi penjualan.

Sebagai pebisnis, kamu perlu tahu bagaimana alur transaksi penjualan. Jadi, kamu bisa menerapkan aturan yang konsisten kepada pelanggan atau calon pembeli.

Pelanggan akan bingung ketika kamu tidak memiliki alur transaksi penjualan yang jelas. Jika dibiarkan, mereka bisa membatalkan pembelian karena ragu bertransaksi dengan bisnismu.

Menurut Chron, ada dua jenis alur transaksi penjualan, yaitu tunai dan akrual. Berikut ini penjelasannya secara terperinci.

1. Alur Transaksi Penjualan Tunai

Berikut ini tahapan alur transaksi penjualan yang dilakukan secara tunai:

  • Tetapkan prosedur untuk melakukan penjualan, misalnya melalui mesin kasir atau surat perjanjian. Jika kamu tidak memiliki mesin kasir, buatlah bukti penerimaan dengan menggunakan kwitansi. Jika kamu melakukan bisnis eceran, pertimbangkan untuk memiliki mesin kasir. Kenyamanan menggunakan mesin kasir, yaitu dapat memerinci pembelian dan otomatis mencetak tanda terima penjualan pelanggan.
  • Masukkan jumlah barang yang dibeli di kasir untuk memproses transaksi penjualan. Jika kamu menggunakan buku kas, buatlah secara spesifik mengenai pembelian, seperti daftar barang yang dibeli dan jumlahnya. Setelah kamu menerima pembayaran dari pelanggan, berikan tanda bukti terima dengan kwitansi penjualan kepada pelanggan.
  • Jumlahkan penjualanmu untuk hari itu dan masukkan jumlahnya di buku besar perusahaanmu. Jadikan ini sebagai rutinitas harian agar kamu tidak mengalami kebingungan ketika melakukan tutup buku pada akhir tahun.

Baca Juga: 4 Tips Menggunakan Kartu Kredit untuk Modal Usaha

2. Alur Transaksi Penjualan Akrual

Akrual merupakan pendapatan yang diperoleh atau biaya yang dikeluarkan yang berdampak pada laba bersih perusahaan di laporan laba-rugi.

Namun, kas yang terkait dengan transaksi tersebut belum berpindah tangan. Akrual memengaruhi neraca, karena melibatkan aset dan kewajiban non-tunai.

Akun akrual mencakup utang, piutang, kewajiban pajak yang masih harus dibayar, dan bunga yang diperoleh atau utang yang masih harus dibayar.

Dengan kata lain, alur transaksi penjualan akrual merupakan pembayaran yang tertunda atau kredit, meski barang dan jasa sudah diberikan ke pelanggan.

Berikut ini tahapan alur transaksi penjualan yang dilakukan secara akrual:

  • Tetapkan persyaratan pembayaran untuk bisnismu. Kriteria pembayaranmu merupakan apa yang kamu putuskan sebagai yang terbaik untuk bisnismu. Misalnya, membebankan pembayaran di muka dengan sisa jatuh tempo setelah kamu menyelesaikan layanan atau mengirimkan produk akhir. Ini umum terjadi, terutama jika kamu mengeluarkan biaya untuk mulai mengerjakan pesanan pelanggan.
  • Konfirmasi pesanan pelangganmu. Dalam metode akrual, penjualan tidak akan dianggap sebagai penjualan sampai kamu mengonfirmasi pesanan, melakukan pengiriman, atau memberikan layanan kepada klien.
  • Buatlah invoice dan kirimkan ke klienmu untuk memproses transaksi penjualan. Invoice harus memberikan detail yang cukup kepada klien, termasuk tanggal, perincian semua layanan atau produk yang dibeli, dan syarat pembayaranmu.
  • Catat penjualan dalam catatan akuntansimu. Masukkan penjualanmu di buku besar bisnismu.

Demikian penjelasan mengenai alur transaksi penjualan. Semoga bermanfaat bagi bisnismu.

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X