Siapa Pemilik Rabbani? Ini Kisah Sukses Di Baliknya

Share this Post

Table of Contents

Rabbani merupakan salah satu merek fashion muslim yang terkenal di Indonesia. Apakah kamu tahu siapa pemilik Rabbani?

Sebagai negara dengan mayoritas masyarakat yang beragama Islam, brand busana muslim cukup menjamur di tanah air. Setiap merek memiliki keunikannya masing-masing, termasuk Rabbani.

Berawal dari industri rumahan berskala kecil, Rabbani kemudian sukses mengembangkan bisnisnya menjadi CV.

Hingga saat ini, Rabbani telah memiliki 141 cabang di seluruh Indonesia maupun luar negeri. Lantas, seperti apa perjalanan bisnis yang ditempuh oleh pemilik Rabbani hingga sesukses sekarang?

Berikut kisah pemilik Rabbani sebagai pebisnis fashion muslim dari merek ternama yang bisa dijadikan inspirasi.

Baca Juga: 5 Tips Memulai Bisnis Baju Muslim Syar’i, Catat Ya!

Pemilik Rabbani

pemilik rabbani
Foto: Pemilik Rabbani (bandung.pojoksatu.id & jabarexpress.com)

Pemilik Rabbani yang memiliki tagline “Professor Kerudung Indonesia” adalah pasangan suami istri bernama Amry Gunawan dan Nia Kurnia.

Perusahaan yang sudah memulai bisnisnya sejak tahun 1994 itu tentu tidak langsung menjadi besar seperti sekarang. Ada jatuh bangun yang mewarnai proses sang pemilik Rabbani hingga sesukses hari ini.

Awalnya, Amry Gunawan dan Nia Kurnia memulai bisnis fashion muslim dengan nama Rabbani di sebuah kios berukuran 2 x 3 M di kawasan Bandung, Jawa Barat.

Mulai dari industri rumahan, Rabbani kemudian berkembang hingga menjadi CV yang diberi nama CV. Rabbani Asysa di tahun 2001.

Sebelum sesukses saat ini dengan Rabbani, Amry Gunawan telah terjun ke bidang bisnis lain. Mulai dari menjual buku, alat-alat kantor, dan kaos.

Bisnis buku dan ATK tersebut sudah ditekuninya sejak tahun 1991 di depan kampus Universitas Padjajaran. Buku yang dijual merupakan buku-buku Islami.

Bisnis buku dan alat tulis yang dirintisnya cukup sukses sehingga membuat Amry bertekad untuk mendirikan toko. Lalu, berdirilah toko buku milik Amry di sebagian rumah kontrakan yang terletak di Jalan Haur Mekar.

Kemudian, Amry membuka cabang toko buku yang kedua. Dengan tidak menempel lagi dengan sebagian rumahnya. Toko tersebut diberi nama Pustaka Rabbani yang berlokasi di Jalan Dipati Ukur.

Sebagai informasi, nama Rabbani ini terinspirasi dari salah satu surat di kitab suci Alquran yaitu surat Ali Imron ayat 79 yang artinya adalah para pengabdi Allah yang bersedia mengajarkan dan diajarkan kitab Allah.

Berikut isi dari surat Ali Imron ayat 79 yang tertera dalam Alquran:

مَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّؤْتِيَهُ اللّٰهُ الْكِتٰبَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُوْلَ لِلنَّاسِ كُوْنُوْا عِبَادًا لِّيْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ كُوْنُوْا رَبَّانِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَ ۙ

Artinya: Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah,” tetapi (dia berkata), “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya!”.

Walaupun sudah cukup banyak menuai keuntungan dari bisnis buku dan alat tulis, akan tetapi di tahun keempat pemilik Rabbani malah banting stir untuk berjualan kerudung.

Amry dan sang istri melihat peluang berjualan jilbab di Indonesia sangatlah besar. Sebab, ada banyak kaum muslimah di Tanah Air yang membutuhkan kerudung untuk menutup auratnya.

Akhirnya dengan modal nekat, Amry Gunawan dan Nia Kurnia menjual toko buku miliknya untuk modal usaha memulai bisnis kerudung.

Pada saat itu, keduanya juga harus melepaskan 30 orang karyawan yang tidak siap memulai bisnis dari nol bersama.

Baca Juga: 5 Tips Memulai Bisnis Hijab Kekinian, Untung Sepanjang Masa!

Perjalanan Bisnis Rabbani

katalog produk rabbani
Foto: Katalog Rabbani (rabbani.co.id)

Ide untuk mendirikan bisnis kerudung ini muncul pada saat Amry dan sang istri berkunjung ke Tanah Suci. Saat itu, mereka sempat melihat seorang wanita dari China yang mengenakan kerudung kreasi.

Dari situlah muncul beragam ide untuk membuat kerudung. Uang hasil menjual toko buku dan alat tulis kantornya mantap dijadikan sebagai modal usaha kerudung.

Tidak hanya dari uang hasil penjualan toko, Nia Kurnia juga menggadaikan 5 gram emas mahar sebagai tambahan modal.

Dari awal berdiri, Rabbani sudah memiliki fokus untuk memproduksi kerudung-kerudung instan. Seiring dengan perkembangannya yang amat pesat, Rabbani yang berasal dari industri rumahan ini pun pindah ke outlet yang lebih luas di Jalan Hasanudin nomor 26 sebagai outlet utama.

Ketika semakin dikenal, Rabbani menjadi sponsor acara-acara di televisi. Beragam pakaian produksi Rabbani pun dikenakan untuk keperluan acara sehingga namanya juga semakin populer di masyarakat.

Dalam menjalankan bisnis, tentunya akan selalu ada tantangan yang mewarnai. Pemilik Rabbani mengaku bahwa dirinya sempat dihadapkan dengan ketatnya persaingan fashion muslim.

Kerudung instan buatan Rabbani yang mudah untuk diproduksi sering kali ditiru oleh pesaing. Meskipun begitu, sang pemilik Rabbani tidak gentar.

Mereka justru membuat tim khusus yang menangani inovasi dan juga pengembangan desain baru. Jadi, produknya benar-benar terjamin orisinil.

Kini, Rabbani bisa mengeluarkan model baru setiap sepertiga bulan sekali. Hingga awal berdiri sampai dengan sekarang, sudah ada ribuan lusin model kerudung.

Jumlah produksinya pun fantastis. Diperkirakan ada lebih dari 35.000 kerudung untuk 141 outlet Rabbani di dalam maupun luar negeri.

Selain kerudung, Rabbani juga memasarkan berbagai fashion muslim. Mulai dari gamis, Tshirt muslimah, koko, kemko, manset, dan lain-lain.

Baca Juga: Intip 6 Tips Peluang Bisnis Mukena yang Jarang Diketahui

Strategi Bisnis Rabbani

strategi bisnis rabbani
Foto: Muslimah (pexels.com)

Untuk dapat terus bertahan di industri fashion muslim, Rabbani memiliki beberapa strategi bisnis selama operasionalnya, seperti:

1. Menghadirkan Model Variatif

Sebagai brand yang berfokus pada kerudung dan juga fashion muslim lainnya, Rabbani menarik pelanggan melalui model-model produk variatif.

Hal itu ditunjukkan dari konsistensi Rabbani untuk mengeluarkan model baru setiap sepertiga bulan sekali.

Ketika satu model baru yang dikeluarkan sukses terjual, Rabbani tidak menjual model yang sama. Jadi, pelanggan juga merasa mendapatkan model kerudung yang ekslusif.

2. Perluas Pasar dengan Menggaet Member

Pemilik Rabbani terus mengembangkan bisnis fashion muslimnya dengan bantuan para member Rabbani.

Ada beberapa pilihan keanggotaan Rabbani yang bisa diikuti oleh pelanggan. Tentunya, dengan berbagai syarat, ketentuan, dan keuntungan yang berbeda.

Selain bisa menjaga loyalitas pelanggan, sistem member dari Rabbani juga bisa membantu mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Misalnya melalui agen reseller atau pendirian cabang baru di kota-kota yang sebelumnya tidak memiliki outlet Rabbani.

Baca Juga: Rukun, Doa, dan Syarat Jual Beli yang Sah dalam Islam

3. Dukung Toko Fisik Melalui Toko Online

Guna mendukung keberadaan toko fisik di tengah era digital saat ini, Rabbani juga hadir dalam bentuk toko online yang bisa dinikmati pelanggan kapan saja.

Pelanggan bisa berbelanja dengan lebih praktis, tanpa harus pergi ke outlet. Hanya dengan beberapa klik melalui situs web resmi Rabbani.

Rabbani menyajikan katalog produk yang bisa dilihat dengan jelas oleh pelanggan sebelum melakukan pembelian. Prosesnya aman, nyaman, dan cepat.

Bahkan, pelanggan berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan lain seperti potongan harga spesial hingga promo gratis biaya pengiriman.

Itu dia informasi seputar pemilik Rabbani dan juga perjalanan bisnisnya. Semoga bisa menginspirasi kamu dalam menjalani usaha, ya.