Grab Tutup Layanan GrabKitchen, Seperti Apa Model Bisnisnya?

Share this Post

grabkitchen
Table of Contents

GrabKitchen merupakan layanan cloud kitchen pertama di Indonesia yang resmi menutup layanannya 19 Desember lalu. Seperti apa model bisnisnya?

Jika kamu sering memesan makanan secara online khususnya menggunakan aplikasi Grab, maka tentu sudah tak asing dengan istilah GrabKitchen.

Berbeda dengan outlet lainnya, di GrabKitchen, kamu bisa menemukan beragam menu makanan dan minuman yang merupakan gabungan dari berbagai merek kuliner.

Grab sendiri merupakan Superapp Asia Tenggara dan raksasa layanan ride-hailing yang sudah cukup lama mengaspal di Indonesia. Sebagai pesaing terkuat dari Gojek, Grab juga terus menghadirkan inovasi dan promo menarik bagi penggunanya.

Berawal dari aplikasi pemesanan transportasi online, Grab kemudian menghadirkan layanan lain seperti GrabFood, GrabMart, GrabExpress, GrabTaksi, dan lainnya.

GrabKitchen sendiri merupakan bagian dari layanan GrabFood yang dapat diakses oleh semua pengguna. Akan tetapi, Superapp Asia Tenggara ini berencana menutup layanan cloud kitchen-nya pada 19 Desember mendatang. Cek fakta-fakta berikut, yuk!

Baca Juga: Tips dan Cara Daftar GrabFood yang Wajib Kamu Ketahui!

Grab Tutup Layanan GrabKitchen

grabkitchen
(Foto driver Grab. Sumber: Grab.com)

Dalam sebuah pernyataan, Grab mengatakan bahwa layanan GrabKitchen menunjukkan pertumbuhan yang tidak konsisten selama empat tahun beroperasi di Indonesia.

“Situasi ini memaksa kami untuk mengambil keputusan yang sulit, yaitu tidak melanjutkan operasi GrabKitchen kami di Indonesia,” kata Mayang Schreiber, Chief Communications Officer Grab Indonesia.

Penutupan layanan GrabKitchen pada 19 Desember lalu berdampak pada lebih dari selusin karyawan Grab dan mitra merchant di 40 lokasi.

“Untuk karyawan yang terkena dampak, Grab memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi posisi yang tersedia di divisi lain,” kata Schreiber, mengingat mereka yang berpisah dengan Grab akan ditawari kompensasi tambahan di luar kompensasi wajib.

Sebelumnya pada awal tahun ini, Grab mengumumkan akan menghentikan layanan quick commerce di Bandung. Grab mengatakan bahwa perusahaan masih menguji model pengiriman yang berbeda di berbagai kota untuk menemukan layanan yang sesuai dengan pasar.

Pada kuartal kedua tahun 2022, Grab telah melaporkan kerugian bersih sebesar $572 juta, meningkat 29% dari kerugian yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.

Grab membuka GrabKitchen pada tahun 2018 untuk melayani pengiriman makanan dari usaha kecil dan merek besar seperti Sour Sally dan Kopi Kenangan.

Pada awal pembukaannya, GrabKitchen mendapat banyak pujian dari para pelaku UMKM karena terbukti meningkatkan penjualan dan memungkinkan mereka untuk menjual produk pada saat toko-toko ritel tutup.

Kembali pada awal tahun 2021, Grab juga mengumumkan kerja samanya dengan perusahaan manajemen cloud kitchen Yummy Corp, yang memungkinkan data yang dikumpulkan oleh Grab untuk digunakan oleh manajemen Yummy Corp.

Pesaing langsung Grab, Gojek, juga memiliki cloud kitchen sendiri bernama “Dapur Bersama” yang menyediakan infrastruktur berbeda.

Baca Juga: Daftar E-Commerce yang Pungut Biaya Layanan di Indonesia

Mengenal Layanan Cloud Kitchen

Grab Tutup Layanan GrabKitchen, Seperti Apa Model Bisnisnya?
(Foto Grab Kitchen Bali. Sumber: Grab.com)

Menurut Goteso, Cloud kitchen adalah ruang yang digunakan untuk menyiapkan makanan khusus untuk delivery order saja. Cloud kitchen bertindak sebagai restoran virtual tanpa ruang makan fisik.

Ada berbagai nama lain yang diberikan untuk konsep cloud kitchen, seperti virtual kitchen, virtual restaurant, shared kitchens, commissary kitchens, ghost kitchen, shadow kitchen, dan dark kitchen.

Sederhananya, cloud kitchen diartikan sebagai dapur bersama yang hanya digunakan untuk menyiapkan makanan pesan-antar. Artinya, kamu tidak bisa memilih dine in atau makan di tempat.

Grab Kitchen adalah salah satu contoh cloud kitchen dengan memberdayakan bisnis lokal dan brand makanan populer dalam satu dapur virtual.

Dalam satu GrabKitchen, terdapat beberapa merek makanan yang bisa kamu pesan. Semua menu makanan tersebut akan dibuat dan disiapkan di Grab Kitchen dan diantar langsung ke tempatmu.

Cloud kitchen termasuk model bisnis B2B, maka dari itu kamu akan bermitra dengan pebisnis lain. Berikut beberapa keuntungan bisnis cloud kitchen, yaitu:

1. Tidak Perlu Memikirkan Servis dan Fasilitas

Cloud kitchen mengapus keberadaan layanan makan di tempat. Artinya, kamu tak perlu menyiapkan lahan dan tempat duduk. Kamu hanya perlu menyiapkan area dapur yang ideal dan dekat dengan target pasar.

2. Peluang Ekspansi yang Luas

Bagian terbaik dari cloud kitchen adalah adanya peluang ekspansi yang luas. Kamu tidak memerlukan investasi yang besar untuk memulainya.

Kamu bisa menggandeng beberapa mitra usaha kuliner lokal dahulu. Jika sudah stabil, kamu bisa membuka dapur bersama baru di lokasi lain.

Baca Juga: Ini 5 Aplikasi Jual Makanan Online, Banyak Promonya!

3. Hemat Biaya Overhead

Model bisnis dapur bersama ini juga menghemat biaya. Jika mendirikan tempat makan, kamu perlu biaya untuk pegawai, biaya dekorasi, area parkir, dan pengadaan fasilitas lain.

Dapur bersama bisa menghemat begitu banyak biaya, bahkan kamu juga tak perlu pusing memikirkan pemasaran. Sebab pada dasarnya kamu hanya berperan sebagai penyedia tempat saja.

Itulah fakta seputar penutupan Grab Kitchen dan model bisnis cloud kitchen di Indonesia.