Pengertian EOQ, Cara Menghitung, dan Manfaatnya bagi Bisnis

Share this Post

Table of Contents
shopee pilih lokal

EOQ adalah singkatan dari economic order quantity. Ia adalah sebuah formula atau rumus yang dapat membantu dalam manajemen barang persediaan.

Saat berjualan melalui e-commerce, ketersediaan stok menjadi hal yang cukup penting. Namun, memiliki stok yang berlebih juga tidak baik untuk bisnismu.

Para pemilik bisnis e-commerce pada umumnya, terutama yang masih pemula, selalu menggunakan firasat ketika menentukan stok. Mengira-ngira mana produk yang bakal laris dan yang tidak.

Jika salah perhitungan, kamu bakal menimbun persediaan yang sebenarnya permintaannya sedang turun. Sebaliknya, kamu tidak memiliki sama sekali produk yang sedang dibutuhkan.

Lalu, bagaimana cara kita mengetahuinya?

Dalam hal ini, perhitungan melalui rumus economic order quantity menjadi penting agar kita tahu barang persediaan mana yang perlu ditambah atau tidak.

Dalam pendekatan ini, tingkat ekonomis dicapai pada keseimbangan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.

Jika persediaan besar, biaya pemesanan akan turun tetapi biaya penyimpanan naik. Sebaliknya, bila persediaan kecil, biaya pemesanan akan naik, tetapi biaya penyimpanan turun.

Baca Juga: Mengenal Metode Inventory Control dan Manfaatnya untuk Bisnis

Pengertian EOQ

pengertian eoq
Foto: Gudang EOQ (Pexels.com)

Economic order quantity adalah jumlah pesanan ideal yang harus dibeli perusahaan untuk meminimalkan biaya persediaan. Biaya tersebut, seperti biaya penyimpanan, biaya kekurangan, dan biaya pemesanan.

EOQ adalah model perhitungan yang dikembangkan pada 1913 oleh Ford W. Harris dan disempurnakan dari waktu ke waktu.

Rumus economic order quantity mengasumsikan bahwa biaya permintaan, pemesanan, dan penyimpanan, semua tetap konstan.

Model perhitungan EOQ yang dilakukan perusahaan, mewakili ukuran pesanan ideal yang memungkinkan perusahaan untuk memenuhi permintaan tanpa pengeluaran berlebihan.

EOQ dihitung untuk meminimalkan biaya penyimpanan dan kelebihan persediaan.

Menemukan jumlah pesanan ekonomis untuk setiap barang produksi yang kamu beli, tentu akan berdampak pada laba.

Setiap bisnis yang mengelola barang persediaan dapat memperoleh manfaat dari mengukur dan mengikuti hasil penghitungan economic order quantity.

Bisnis yang mengikuti hasil perhitungan EOQ, melihat semua biaya yang terkait dengan pembelian dan pengiriman.

Di sisi lain, sambil memperhitungkan permintaan produk, diskon pembelian, dan biaya penyimpanan.

Melakukan belanja modal untuk produksi bisa sangat rumit. Ketika vendor menawarkan diskon dan insentif lain agar kamu membeli lebih banyak barang persediaan, EOQ dapat membantumu memutuskan sampai mana batasan pembelian yang ideal.

Selain itu, penggunaan formula economic order quantity juga berguna untuk mengatasi masalah berkaitan dengan ketidakpastian melalui persediaan pengaman (safety stock).

Economic order quantity bergantung pada formula kuantitas pesanan ekonomis. Penghitungan berdasarkan formula tersebut, dapat memberimu data untuk membantu mengoptimalkan profit bisnis.

Baca Juga: Simak Fungsi Perencanaan Produksi, agar Bisnismu Efisien!

Cara Menghitung Persediaan dengan Rumus EOQ

rumus eoq
Foto: Sistem Kerja EOQ (Pexels.com)

Rumus economic order quantity setidaknya menggunakan tiga variabel untuk menghitung jumlah pembelian persediaan yang tepat.

Setelah kamu mendapatkan variabel dari sistem manajemen persediaanmu, mudah untuk memasukkan angka terkait dan menghitung EOQ.

Tiga variabel yang digunakan untuk menghitung EOQ, yaitu D, S, dan H. D mewakili jumlah unit yang diminta setiap tahunnya. S adalah biaya pemesanan, sedangkan H adalah biaya penyimpanan per unit setiap tahunnya.

Rumus EOQ adalah sebagai berikut:

EOQ = √ (2 x D x S / H)

Sebagai contoh, kamu berjualan sabun batang secara online. Tahun lalu, permintaan akan sabun batang sekitar 5.000 buah. Adapun biaya pemesanan rata-rata Rp2.500 dan biaya penyimpanan per unit Rp500 per tahun.

Maka penghitungannya EOQ adalah sebagai berikut:

= √ (2 x 5.000 x Rp2.500 / Rp500)

= √ (50.000)

= 224 unit

Berdasarkan hasil penghitungan ini, jumlah pesanan persediaan yang ekonomis atau economic order quantity adalah 224 unit per pesanan.

Baca Juga: Contoh Biaya Variabel dan 6 Fungsi Menetapkannya

Cara Menghitung Persediaan Akhir

manajemen stok barang
Foto: Cara Menghitung Persediaan Akhir (Freepik.com)

Untuk menghitung persediaan akhir, ada dua metode yang bisa digunakan, yaitu:

  • Metode First In First Out (FIFO), yaitu menghitung inventaris akhir berdasarkan asumsi bahwa barang yang paling lama ada di gudang harus dijual terlebih dahulu.
  • Metodri Last In First Out (LIFO), yaitu menghitung persediaan akhir dengan asumsi bahwa barang yang terakhir dibeli adalah produk yang pertama terjual.

Untuk menghitung persediaan akhir, bisa menggunakan beberapa rumus, yaitu rumus laba kotor, metode ritel, dan work in process.

1. Metode Laba Kotor

Untuk menghitung persediaan akhir, terlebih dahulu kamu perlu menentukan harga pokok baran dan harga pokok penjualan (HPP). Harga pokok barang bisa dihitung dengan cara menambah biaya persediaan awal dengan biaya semua pembelian.

Kemudian, HPP bisa dihitung dengan cara (penjualan x persentase laba kotor). Setelah itu, kamu bisa menghitung persediaan akhir dengan rumus berikut:

Harga pokok barang – harga pokok penjualan.

2. Metode Ritel

Cara kedua adalah menggunakan metode ritel. Untuk menggunakan metode ini, kamu perlu menghitung persentase biasa eceran dengan rumus (biaya persediaan / harga eceran).

Kamu juga harus menghitung harga pokok barang yang tersedia dan menemukan biaya penjualan dengan rumus (penjualan x persentase eceran).

Selanjutnya, kamu bisa menghitung persediaan akhir dengan rumus:

Harga pokok barang tersedia – HPP selama periode tertentu.

3. Metode Work in Process

Sebelum menghitung persediaan akhir, terlebih dahulu kamu perlu menghitung inventaris awal, biaya produksi, dan HPP.

Inventaris awal dihitung dengan rumus (bahan yang dibeli – bahan yang dipindah untuk produksi). Sementara itu, biaya produksi dihitung dengan cara (bahan yang dipindah untuk produksi + biaya tenaga kerja + biaya overhead pabrik).

Jika sudah menghitung angka tersebut, kamu bisa menentukan persediaan akhir dengan rumus:

(inventaris awal + biaya produksi) – HPP.

Mengapa EOQ Penting

manfaat eoq
Foto: Pentingnya EOQ (Pexels.com)

Setelah mengetahui definisi EOQ dan bagaimana cara menghitung persediaan dengan rumusnya, kini kamu perlu tahu mengapa EOQ itu penting.

Economic order quantity perlu untuk dipelajari karena membawa segudang manfaat bagi bisnis.

Hal paling penting, EOQ membantu perusahaan mengelola persediaan secara efisien.

Dengan membaca permintaan pasar dan menetapkan jumlah yang proporsional untuk membeli barang persediaan, kamu bisa menghemat biaya penyimpanan.

Tanpa teknik manajemen persediaan semacam ini, bisnismu akan cenderung menyimpan terlalu banyak persediaan selama periode permintaan pasar sedang rendah.

Sebaliknya, kamu bisa saja menyimpan persediaan terlalu sedikit pada periode permintaan tinggi.

Hal ini tentu tak menguntungkan bagi bisnismu. Tanpa perhitungan yang tepat, kamu bisa kehilangan peluang penjualan.

Lebih lanjut, berikut ini sejumlah manfaat dari menghitung economic order quantity untuk bisnismu.

1. Menekan Biaya Persediaan

Menyimpan barang persediaan itu juga memakan biaya, seperti misalnya sewa gudang, biaya perawatan, dan sebagainya.

Biaya penyimpanan bisa naik, tergantung dari bagaimana caramu memesan barang, adanya produk rusak, hingga produk tak terjual yang terlalu lama disimpan.

Tentu saja, hal ini bisa sangat memberatkan bagi sebuah bisnis. Terutama bisnis kecil yang baru merintis usaha.

Dengan menghitung nilai EOQ, kamu dapat menentukan berapa banyak barang yang harus dipesan dalam jangka waktu tertentu.

Jadi, kamu tidak perlu menumpuk terlalu banyak barang dan bisa mengurangi biaya penyimpanan dengan lebih mudah.

2. Meminimalisasi Kehabisan Stok

Selain mencegah kamu punya kelebihan barang persediaan, economic order quantity juga dapat membantumu meminimalkan kehabisan stok.

EOQ dapat membuatmu lebih memahami berapa banyak yang perlu dipesan ulang dan seberapa sering.

Dengan menghitung berapa banyak yang kamu butuhkan berdasarkan berapa banyak yang kamu jual dalam jangka waktu tertentu, kamu dapat menghindari kehabisan stok.

Kamu pun tak perlu memiliki terlalu banyak persediaan di tangan terlalu lama.

Melansir laman Chron, hal ini juga akan memperlancar proses re-stocking dan menghasilkan layanan pelanggan yang lebih baik karena persediaan tersedia saat dibutuhkan.

3. Meningkatkan Efisiensi

Secara keseluruhan, menghitung EOQ dapat membantumu membuat keputusan yang lebih baik dalam hal menyimpan dan mengelola barang persediaan.

Ini lebih baik ketimbang mengandalkan firasat ada berapa banyak yang kamu butuhkan sebagai persediaan.

Menghitung economic order quantity adalah cara pintar untuk menghitung lebih baik berapa yang kamu butuhkan berdasarkan variabel biaya riil yang harus kamu keluarkan untuk menyimpan persediaan.

Baca Juga: Cara Menghitung Average Cost dan Manfaatnya bagi Bisnis

4. Mengurangi Sampah dan Pemborosan

Tidak semua jenis barang persediaan bisa disimpan lama-lama. Ada barang tertentu yang mudah rusak dan akhirnya harus dibuang karena sudah tidak memiliki nilai jual.

Karakteristik barang pun bukan jadi satu-satunya faktor. Tempat penyimpanan yang tak terawat pun bisa menyebabkan barang persediaan rusak. Semisal atap gudang bocor atau dipenuhi rayap.

Dengan memiliki persediaan secukupnya berkat perhitungan EOQ, kamu bisa mengurangi sampah dan pemborosan. Kamu dapat meminimalkan jumlah produk yang terpaksa dibuang karena rusak.

Selain itu, perkiraan akurat mengenai seberapa banyak barang yang butuhkan dan juga akan membantu bisnis kamu menghindari overordering dan mengikat terlalu banyak uang tunai dalam inventaris.

Demikian pengertian mengenai economic order quantity, cara menghitung persediaan, dan sejumlah manfaat EOQ untuk bisnis.

Sumber:

Belanja Harga Murah + Gratis Ongkir + Cashback

X